NovelToon NovelToon
Unbeatable Girlfriend

Unbeatable Girlfriend

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Mafia / Peran wanita dan peran pria sama-sama hebat / Menyembunyikan Identitas / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:327.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Risa Jey

•Unbeatable Girlfriend —Pacar yang Tak Terkalahkan•

Clarish Deonal Martin, esper tersembunyi yang dikatakan mewarisi kekuatan dewa. Ia cerdas, licik dan pandai memeras kekayaan orang. Namun ia selalu menganggap dirinya miskin meski uang dalam kartunya bernilai ratusan juta dolar.

Setelah mengenal Elnathan Deminthor, pewaris keluarga sekaligus pemimpin kelompok mafia, hidup gadis itu berubah. Ia membantu Elnathan dalam situasi apa pun, bahkan jika itu adalah konspirasi musuh.

Namun pada saat yang sama, Clarish harus mengorbankan kebebasannya sendiri untuk keluarga Deminthor. Dan tentunya demi Elnathan yang selama ini ia sukai diam-diam.

Akankah keduanya bisa mengatasi semuanya bersama-sama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risa Jey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menghadiri Pesta Ulang Tahun (2)

Clarish merasa bingung ketika melihatnya di sini. Ia tahu jika seseorang telah memasuki rumahnya. Tapi biasanya pasti Sophia atau ketiga sahabatnya yang lain.

"Bukankah aku sudah memberi tahu kakakmu bahwa aku pergi dan kembali sore? Dia tidak memberi tahumu?"

"Kapan kamu memberi tahu kakakku?"

"Pagi tadi. Aku tidak suka mengirim pesan jadi menelepon nya."

"Kenapa kamu tidak menelpon ku saja?" Sophia masih tidak terima.

"Nomor ponselmu sibuk."

Mungkinkah Clarish menelepon nya saat ia berbicara dengan Armen di telepon pagi tadi?

Sophia tidak lagi marah setelah mengetahui ini. Baiklah, ini salahnya.

"Kamu tidak lupa malam ini kan?" tanyanya.

"Tentu saja tidak. Bukankah aku pulang sekarang?"

"Where have you been? Why so long?"

"Hanya jalan-jalan."

"..." Aku khawatir kamu membuat masalah saat aku tidak ada, pikirnya.

Keduanya masuk ke rumah. Seperti biasa, Sophia akan banyak bicara ketika seseorang berada di dekatnya. Ia bahkan tak bisa mengajak bicara pengawalnya. Benar-benar pria batu.

Clarish melihat jika rumahnya bersih, ia menghela napas lega. Namun saat memeriksa dapur, semua perabotan ads di mana-mana dan ada bau gosong dan sana.

Saat Sophia ingat dengan apa yang dia lakukan sebelumnya, hanya bisa meminta maaf.

"Awalnya aku ingin memasak telur mata sapi, tapi gagal."

"Bahkan kamu tak bisa memasak telur?"

Clarish sudah lelah dengan ketidakberdayaan Sophia dalam keahlian memasak. Ia membuka kulkas, semua telur sudah dihabiskan. Bukankah ia masih memiliki setidaknya sepuluh telur ayam sebelumnya?

"Apakah tidak ada satu pun yang berhasil kamu goreng?" tanyanya lagi. Nadanya kini bahkan lebih datar dari pada sebelumnya.

Sophia bahkan lebih malu. "Tidak ada. Satu telur terakhir ... aku meminta bantuan bodyguard. Jadi aku hanya makan satu."

Lalu kenapa tidak meminta bodyguard saja sejak awal? Pikir gadis itu.

Mau tidak mau, Clarish membersihkan kekacauan di dapur lebih dulu sebelum akhirnya pergi mandi. Sophia juga pulang untuk berdandan. Pesta ulang tahun teman kakaknya dimulai malam nanti. Namun di perjalanan juga memakan waktu lama.

"Mari gunakan mobil Lamborghini yang kakakku berikan padamu sebelumnya. Pasti keren."

Sebelum Clarish bisa menolak, Sophia sudah melangkah lebar keluar rumah.

Clarish tidak berdaya. Mobilnya? Yang itu? Ia merasakan firasat buruk.

Akhirnya Clarish hanya bisa pergi mandi setelah membereskan semua kekacauan di dapur. Dia mencicit wajah dengan bersih, memakai sabun mandi cair mahal yang beraroma bunga lalu keramas.

Rambut panjang sepunggungnya terlihat lembut dan sehat.

Setelah mandi, Clarish memilih gaun yang sebelumnya dibeli oleh Sophia. Gaun terbuka yang menampilkan sedikit tonjolan lembut di dadanya, sangat pas. Belum lagi punggungnya yang terekspos dengan tali rumit yang seksi.

Bagian rok gaun panjang hingga semata kaki. Dan ada belahan di satu sisi pahanya.

Perfect.

Clarish melihat dirinya di cermin. Ia seperti gadis muda yang penuh vitalitas.

Kemudian, ia merias wajah, menata rambut dan menyemprotkan parfum. Ambil tas pesta dan pakai high heels.

Tak lama Sophia datang diantar bodyguard.

"My darling, apakah kamu sudah siap. Let's go," katanya.

"Yes, wait a moment." Clarish mengambil kunci mobil Lamborghini nya. Kurang yakin.

Saat dia keluar, Sophia terpana dengan penampilannya.

"My darling, kamu sangat cantik! Aku benar-benar tidak salah memilihkanmu gaun itu!" Sophia sangat bangga pada dirinya sendiri. Dia tahu jika gaun itu akan cocok dengan Clarish yang selalu menyembunyikan kecantikannya.

Mendapatkan pujian itu, Clarish sedikit malu.

Sophia sendiri memakai gaun hitam, warna kesukaannya. Tapi dia tetap memancarkan aura kuat dan sekujur tubuhnya.

"Lalu di mana mobil itu?" tanyanya.

"Apakah kamu yakin ingin memakai mobil itu? Aku bahkan tidak mau," jawabnya.

Sophia merasa aneh. "Memangnya apa yang salah dengan mobil yang diberikan kakakku?"

Clarish tidak menjawab dan mengajak Sophia ke garasi. Di sana, mobil merah muda mencolok sangat kontras dengan mobil lain di kiri dan kanan.

Saat Sophia melihat ini, dia menganga.

"Pink? Apakah ini yang dipilih kakakku?"

"Ya. Dia bilang merah muda cocok untuk para gadis."

"..." Kapan kakaknya begitu perhatian?

Seingat Sophia, Elnathan selalu mengkritik semua barang berwarna merah muda setiap kali dia memakai sesuatu. Dia akan berkata jika warna itu norak, tidak cocok dan lain sebagainya.

Ini sudah berlangsung bertahun-tahun lamanya.

"Kalau begitu... pakai saja. Bagus, kok," ujarnya.

Pada akhirnya, keduanya pergi dengan mengendarai Lamborghini merah muda.

......................

Setibanya di tempat pesta ulang tahun diadakan, mobil merah muda itu menarik perhatian. Mereka ingin tahu siapa pemilik mobil itu.

Jadi saat Clarish keluar dari kursi pengemudi, wajahnya sedikit kaku. Dia tidak terbiasa diperhatikan oleh banyak orang.

Ada pun Sophia yang sudah terbiasa, menganggap semuanya biasa saja. Dia langsung meraih lengan Clarish dan membawanya masuk dengan undangan yang dibawanya.

"Apakah kakakku sudah datang?" tanyanya pada penjaga mansion.

"Tuan muda Deminthor sudah datang beberapa saat yang lalu," jawab penjaga mansion seraya melihat nama di undangan. Lalu terkejut. "Ternyata nona Sophia. Are you bringing a friend?"

"Ya, ini Clarish, sahabatku yang tumbuh bersama."

Penjaga mansion melihat Clarish yang elegan dalam gaun merah. Mengangguk sopan. "Kalau begitu, silakan masuk."

Keduanya memasuki bangunan utama tempat pesta ulang tahun diadakan. Mansion itu memiliki tiga lantai dengan gaya klasik. Aula sudah dipenuhi oleh para tamu undangan yang sedang mengobrol sambil memegang segelas anggur.

Untungnya semua orang sibuk sendiri sehingga tidak memerhatikan kedatangan Clarish dan Sophia. Kecuali Armen yang langsung menghampiri mereka.

"Yo, dua wanita cantik. Butuh tempat duduk?" sapanya basa-basi.

Sophia memutar bola matanya. "Why are you everywhere?"

"Bukankah aku bekerja untuk kakakmu sekarang? Aku datang bersamanya."

Armen tidak marah. Dia putus dengan pacarnya setelah semua sumber keuangan yang diberikan keluarga dibekukan. Wanita memang materialistis. Jika pria punya uang, mereka lengket. Ketika miskin, ditinggalkan seperti ayam jantan yang tidak memiliki bulu.

Menyedihkan sekali.

Sekarang, dia harus bekerja di perusahaan Deminthor sebagai penguji game baru pra-rilis.

Tokoh utama dalam pesta ulang tahun ini ada di tengah-tengah aula. Beberapa sofa empuk mewah diletakkan dengan membentuk sedikit melengkung.

Di sanalah beberapa tuan muda yang merupakan teman atau sahabat duduk. Kebetulan, Elnathan duduk di sana, di samping pemeran utama malam ini.

"Pesta ulang tahun tuan muda Kingston sangat mewah. Kali ini dia bahkan membuka mansionnya untuk dilihat semua orang." Sophia menghela napas panjang.

Kekayaan keluarga Kingston tak berbeda jauh dengan keluarga Deminthor.

Raul Kingston, tuan muda yang berulang tahun malam ini, memiliki darah campuran dari negara B. Jadi agak berbeda dengan wajah orang negara A kebanyakan.

"Kamu mungkin tidak tahu, di halaman belakang, beberapa gazebo juga dipenuhi oleh beberapa pemain musik profesional. Semua itu hanya diundang untuk menghibur para tamu di sana. Do you want to see it?" Armen menawari Sophia.

1
Rina Arie
good book /Drool/
C a l l i s t o ®
Ciee ati ati calon jodoh nya bermula di sini 🤣
Faidah Tondongseke
Sangat bagus 🥰
Q1n9 Yu3R
Luar biasa
Rezqhi Amalia
mampir Thor,

Mampir juga donk di novel aku "Mengejar cinta sang idola"
레이디핏
Waduhhhh stres berat langsung si Clare😂😂
레이디핏
Jadi clarish siapa dan seberapa kuat kekuatannya
POPPYJES
ini novel ketiga yang aku baca dari author. dan seperti biasa nggak kalah seru dengan yg lain
POPPYJES
keren banget
Binti Shl
keren.tapi kenapa iklannya makin banyak 1bab 3iklan lamaaa🤬
Binti Shl
clare kesannya jadi murahan tapi berhubung latarnya di LN ,yaa ok lah😀
Annisa Djafar
mantap Thor ceritanya
Binti Shl
wah cari mati si Michelle
Binti Shl
apa rahasia clare dan Nathan ya🤔
Binti Shl
aku juga paling gak suka warna pink
Puch🍒❄
hahahha😂 aduh lucu banget lg🤣🤣
Nizly
Luar biasa
zylla
Astaga El 🤣🤣🤣
zylla
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
zylla
😱😱😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!