NovelToon NovelToon
Mamaku Single Mom Muda

Mamaku Single Mom Muda

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Single Mom / Anak Genius / CEO / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:726.7k
Nilai: 4.7
Nama Author: Byiaaps

Selma, seorang perempuan yang baru saja lulus SMA, harus mengubur impiannya untuk kuliah dengan beasiswa. Pacaran yang terlampau batas, membuatnya harus menanggung kehamilan bayi kembar di usia dini.

Sementara orang tua Radit, pacar yang juga teman sekolah Selma, hanya ingin bertanggung jawab dengan memberikan sejumlah uang, bukan dengan menikahkan anak mereka karena Radit harus kuliah di luar negri demi masa depannya. Hubungan mereka harus kandas begitu saja tanpa saling mengetahui kabar masing-masing.

Hingga 8 tahun kemudian, Radit yang sudah menikah, bertemu kembali dengan anak kembarnya tanpa disengaja dan tanpa ia tahu.

Apakah mereka akan kembali bersatu, atau kembali menjalankan kehidupan masing-masing?

Ikuti kisah selengkapnya di sini ya…

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Byiaaps, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Diskusi Masa Depan

Gita sudah tak berkutik lagi setelah Neira memberikan kesaksiannya, juga tim kuasa hukum Radit yang juga memberikan bukti valid tentang perselingkuhan Gita. Radit bahkan mengancam akan menuntutnya dengan pasal perzinahan jika Gita tak menyerah dan masih berkelit.

Hingga Gita tak dapat lagi mengelak, sidang putusan pun dilaksanakan.

Lelah sekali rasanya selama berbulan-bulan menyelesaikan proses perceraian. Syukurlah, tim kuasa hukumnya mampu membuat proses ini berjalan lebih cepat. Radit sudah sangat rindu pada kembar juga Selma.

Hari ini, Radit mendatangi rumah Bu Winta dan akan mengajak kembar jalan-jalan di hari libur mereka.

Baru juga sampai halaman rumah, Raya langsung berlari menghampiri Radit, hingga ia terjatuh dan lututnya berdarah. Radit dengan cepat menggendong Raya dan membawanya masuk ke dalam. Rayi berteriak memanggil mamanya yang sedang berjalan ke luar.

“Astaga, Raya.” Selma terkejut melihat Raya yang menangis kesakitan dalam gendongan Radit.

Radit meminta Selma mengambilkan kotak obat untuk mengobati luka di lutut Raya. Sementara ia juga masih terus menenangkan anak perempuannya itu. Raya juga seakan tak mau lepas dari pelukan Radit.

“Mama ‘kan sudah bilang, jangan lari-lari,” ujar Selma sembari mengeluarkan obat dan kapas.

Radit memberikan kode mata pada Selma agar tak memarahi Raya di saat seperti ini.

Ketika Selma akan mengobati lukanya, Raya menolak dan meminta Radit yang melakukannya. Radit sedikit melepaskan pelukannya dan dengan hati-hati mengobati lutut Raya. “Sudah selesai, sudah sembuh fiuuuh.” Radit meniup-niup luka di lututnya.

Raya sedikit tertawa kemudian mengucapkan terima kasih pada Radit.

“Sama-sama, Sayang,” jawab Radit mencium keningnya.

Melihat kemesraan mereka, Selma terharu. Ada perasaan bersalah karena baru sekarang Raya bisa merasakan kasih sayang seorang ayah. Lelaki yang seharusnya menjadi cinta pertamanya.

Sementara itu, Bu Winta yang mengetahui kedatangan Radit, menyuguhkan makanan dan minuman di atas meja.

Radit kemudian mengutarakan keinginannya untuk mengajak kembar bermain di playground. Tetapi, karena Raya sedang terluka, sepertinya minggu depan saja. Mendengar hal itu, Rayi kecewa dan marah pada Raya. Ia menyalahkan saudara kembarnya itu karena gara-gara dia, mereka tidak jadi bermain.

Radit bergegas menarik tubuh Rayi dan memangkunya. “Rayi tidak boleh begitu. Namanya musibah tidak boleh disalahkan. Rayi juga tidak boleh marah-marah sama Raya. Raya ‘kan perempuan, sama seperti mama dan Oma Winta, sedangkan Rayi sama seperti Om Coklat, boy. Boy tidak boleh kasar dan marah-marah sama girl.”

“Tapi hari ini kita tidak jadi bermain, Om,” rengek Rayi.

“Lagi pula ini mau hujan lho, Rayi. Main di rumah saja,” sahut bude Selma.

Radit terus mengusap-usap punggung Rayi yang masih cemberut dan membujuknya agar mau bermain di rumah saja. Sementara Selma hanya mampu menyaksikan kemesraan kembar dengan ayahnya. Tak lama, Raya yang masih dalam pelukan Radit, mulai tertidur.

“Raya bagunnya kepagian tadi, jadi sekarang mengantuk,” ujar Selma.

Radit kemudian menggendong Raya ke kamar untuk menaruhnya di kasur, disusul Rayi dan Selma.

Melihat Rayi yang semakin kesal, Radit mengajaknya bermain di kamar Rayi. “Rayi mau main apa? Wow, mainannya banyak juga ya.”

Rayi mengatakan bahwa mamanya lah yang membelikan, juga omanya. Mamanya selalu menabung untuk membelikan mereka mainan. Sehingga, tak semua yang mereka mau langsung dapat dituruti, melainkan harus menunggu uangnya cukup.

Mendengar kepolosan Rayi, membuat hati Radit kembali sakit. Ia yang seharusnya membelikan kembar mainan. Tetapi kenyataannya Selma lah yang banting tulang untuk memenuhi kebutuhan juga keinginan kembar.

###

Sejujurnya, Radit masih ingin bersama kembar. Namun, saat hari sudah menjelang magrib, ia harus pamit pulang karena malam ini orang tuanya akan datang ke rumahnya. Mereka ingin membahas soal perceraian Radit dan kehidupan Radit kedepannya.

Radit yang sudah berada di rumahnya, tak lama mendengar suara mobil papanya terparkir di halaman rumah.

Radit segera membukakan pintu dan salim pada mereka. “Papa sama Mama sudah makan? Mau Radit pesankan?”

Mamanya menolak lantaran mereka sudah mampir dahulu tadi ke restoran langganan mereka, sekaligus membawakan Radit makan malam.

Seakan tak ingin basa-basi, ketika baru sampai dan duduk, papa Radit langsung menanyakan tentang kabar perceraian anaknya. Radit dengan tegas menjelaskan permasalahan rumah tangganya dari awal, juga perilaku negatif Gita secara runtut. Papa Radit hanya terdiam seakan sulit menerima kegagalan rumah tangga anaknya.

Papa Radit lalu menanyakan kabar Selma dan anak kembarnya.

“Mama kamu bilang katanya kamu sudah bertemu anak-anakmu. Apa mereka sudah tahu kamu ayahnya?”

Radit mulai menceritakan awal pertemuannya dengan kembar dan juga Selma, yang hingga saat ini kembar masih memanggilnya Om Coklat. Ia juga menceritakan tentang perjuangan Selma membesarkan kembar tanpa bantuan dana darinya, hingga kabar kematian ibunya, beberapa hari sebelum Selma melahirkan. Papa Radit tampak terenyuh mendengar cerita anak semata wayangnya itu.

“Gita adalah karma untuk Radit, Pah, karena telah meninggalkan Selma tanpa bertanggung jawab. Uang tidak bisa dianggap sebagai bentuk pertanggung jawaban,” sesal Radit.

“Sekarang, Radit mau bertanggung jawab pada mereka, Pah, Mah, untuk menebus kesalahan Radit selama ini. Radit malu, karena lari dari tanggung jawab begitu saja. Izinkan Radit memilih hidup Radit sendiri mulai sekarang, karena selama ini Radit selalu ikut pilihan Papa dan Mama,” pinta Radit memohon pengertian orang tuanya.

“Jangan bilang kamu benar-benar mau menikahi Selma, Dit? Mama tidak akan merestui pernikahanmu!” sahut mamanya.

...****************...

1
RithaMartinE
luar biasa
Siti Nur Janah
semoga tidak terjadi apapun pada rayi
Siti Nur Janah
Ya Allah sungguh mulia hati Bu winta semoga Husnul khatimah
Siti Nur Janah
Ya Allah sungguh mulia hati Bu winta semoga Husnul khatimah
Siti Nur Janah
apa apa dgn bude winta?
Siti Nur Janah
mulutnya gak punya rem nyinyir trs
Siti Nur Janah
good selma kamu harus lawan tu omongan mertua yg nyinyir itu
Siti Nur Janah
wah apa mama Radit mengundang shereen?
Siti Nur Janah
good q mendukung mu opanya kembar
Siti Nur Janah
matilah dan siap siap lah untuk hancur kau gita
Siti Nur Janah
pasti itu orang suruhan mamanya Radit
Siti Nur Janah
makannya kamu bicara terus terang saja ma Radit kalau kamu pernah dpt pesan yg berupa ancaman dr seseorang
Siti Nur Janah
pasti itu no mamanya Radit dulu aja kalau sudah lahir suruh kasih orang lain sekarang mau diminta uh dasar
Siti Nur Janah
istri Radit selingkuh
Siti Nur Janah
kasian banget selma udah di campakan keluarga Radit dan malah ibunya meninggal kamu pasti bakal menyesal Radit TDK mau menentang orang tuamu dan tidak mau mempertanggungkan perbuatan mu
Mazree Gati
liat endingnya balikan sama radit..ga jadi baca,,
pipi gemoy
nunggu banyak bab nya Thor
byiaaps: siap, jgn lupa subscribe dulu yah
total 1 replies
Leng Loy
Dasar pengen menang sendiri Radit sm keluarganya
Leng Loy
Sepertinya Radit ga mau bertanggung jawab
Naraa 🌻
Sukurin, karma kalian itu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!