NovelToon NovelToon
Senja Yang Ku Perjuangkan

Senja Yang Ku Perjuangkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Orang Disabilitas / Penyesalan Suami
Popularitas:11.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayumarhumah

Tiga tahun menjalani pernikahan tanpa cinta, Alya bertahan hanya karena menghormati wanita yang telah menyatukan mereka.

Namun, tepat setelah sang nenek meninggal dunia, suaminya menjatuhkan talak dan mengakhiri hubungan yang selama ini hanya dianggap sebagai kewajiban.

Dengan satu kaki palsu dan hati yang hancur, Alya meninggalkan rumah yang tak pernah benar-benar menerimanya. Ia tak menyadari bahwa di dalam rahimnya sedang tumbuh kehidupan baru.

Saat dunia seolah menutup semua pintu untuknya, Alya memilih bertahan demi seorang anak yang bahkan belum lahir. Anak itu ia beri nama Senja.

Ini adalah kisah tentang seorang ibu yang berjuang melawan keterbatasan, kesepian, dan kerasnya kehidupan. Sebab bagi Alya, Senja bukan sekadar anak. Senja adalah alasan mengapa ia terus hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayumarhumah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Arlan

Arlan membeku saat menyaksikan sendiri dari anak buahnya yang berhasil membuka kamar yang diyakini tempat Alya. Di sana mereka tidak menemukan apa-apa, hanya satu buah koper yang masih tertinggal dan beberapa baju yang diyakini milik Alya.

Arlan semakin menatap tajam ke arah gadis dihadapannya. "Kamu sembunyikan di mana dia?" tanya Arlan begitu menghunus.

"Saya tidak pernah menyembunyikan sesuatu, Mbak Alya memang sejak semalam pergi dan sampai tadi tidak ada pulang," sahut Emil gadis itu nampak sedikit gugup menghadapi kecurigaan seorang Arlan.

Suasana semakin mencengkam, Emil seolah kehabisan kata-kata, apalagi saat langkah anak buah Arlan satunya lagi menghampiri. Dia membawa sebuah resep obat yang dibungkus dengan kantong plastik.

"Apa itu?" tanya Arlan datar.

 "Ini seperti obat Tuan," sahut salah satu anak buah Arlan.

Arlan langsung merebut kantong plastik itu dengan kasar. Namun seketika napasnya tercekat. Di dalamnya terdapat beberapa jenis obat, vitamin untuk ibu hamil, serta selembar surat hasil pemeriksaan dokter. Tangannya bergetar saat membaca isi surat itu. Di sana tertulis jelas bahwa kandungan Alya tergolong lemah dan membutuhkan istirahat total agar tidak terjadi hal-hal yang membahayakan janinnya.

  "Kandungan lemah," ulangnya seolah tidak percaya.

Seketika tatapan Arlan kembali mengarah ke gadis itu dengan tajam, Emil yang berada di hadapannya kembali menyeret langkahnya, namun sayang tubuh berhenti di depan Dindin pembatas.

  Sementara Arlan semakin mendekat, tatapan keduanya hampir tak ada sekat. "Kamu mau pisahin antara aku dan anak kandungku?"

Emil menggeleng cepat.

"Aku tidak memisahkan siapa pun. Aku hanya melindungi Mbak Alya."

"Kalau memang bayi itu anakku, aku berhak tahu keadaan mereka."

"Berhak?" Emil menatap Arlan tanpa gentar. "Saat Mbak Alya keluar dari rumahmu sambil membawa luka, di mana hak itu? Saat dia berjuang sendirian, di mana tanggung jawabmu?"

Arlan terdiam. Ucapan itu menghantamnya telak. Namun sesaat kemudian ia kembali berkata.

 "Aku memang terlambat menyadari semuanya. Tapi aku tidak akan menyerah mencari mereka."

Saat suasana semakin menegang, suara deru beberapa sepeda motor terdengar memasuki halaman kost, Arlan masih menatap gadis didepannya itu penuh dengan amarah.

Beberapa penghuni yang pulang saat jam istirahat mulai berdatangan. Mereka langsung menghentikan langkah ketika melihat beberapa pria berbadan besar memenuhi halaman.

"Ada apa, Mbak Emil?" tanya salah seorang penghuni.

Emil menghempaskan napas lega. Ia segera memanfaatkan kesempatan itu, untuk lepas dari cengkraman Arlan.

"Mas ini memaksa masuk dan mencari salah satu penghuni kost!"

Seketika para penghuni saling berpandangan. Beberapa langsung berdiri di samping Emil, sementara yang lain mengeluarkan ponsel.

"Kalau memang ada urusan, bicarakan baik-baik. Jangan mengintimidasi orang," ujar salah seorang penghuni dengan tegas.

Suasana halaman yang semula sepi mendadak ramai. Semakin banyak penghuni berdatangan setelah mendengar keributan.

Salah seorang bahkan berkata, "Kalau masih memaksa, kami panggil pihak berwajib."

Arlan mengepalkan kedua tangannya. Tatapannya masih tertuju pada Emil, seolah berharap gadis itu berubah pikiran. Namun Emil membalas tatapan itu tanpa gentar.

"Aku sudah bilang, Mbak Alya sudah tidak ada di sini."

Menyadari situasi mulai dipenuhi banyak orang dan menjadi pusat perhatian, Arlan akhirnya memberi isyarat kepada anak buahnya untuk mundur.

"Kita pergi."

Meski melangkah menuju mobil, sorot matanya belum lepas dari bangunan kost itu, Arlan seolah yakin jika ini belum benar-benar selesai.

"Aku pasti menemukanmu, Alya," gumamnya lirih.

☘️☘️☘️☘️☘️

Sementara itu suasana di rumah Dewa begitu damai dengan suara air terjun buatan di halaman belakang. Alya nampak menikmati keheningan itu dengan mata terpejam. Sedangkan Mbok Ina diam-diam mengambil gambar lalu mengirimkan pada atasannya.

  "Tuan sedari tadi Mbak Alya rewel mau ke kost terus, tapi setelah tahu tempat ini, dia sedikit lupa dengan kamar kecilnya itu." isi chat Mbok Ina.

 Pesan terkirim dan langsung bercentang biru itu berarti Dewa sedang membukanya, dan tak lama kemudian Mbok Ina mendapatkan balasan emoji semangat dari atasannya itu.

  Meskipun balasannya cukup singkat tapi Mbok Ina senang akhirnya tuannya itu merespon chat dengan cepat. Tidak seperti biasanya.

Suara gemericik air kembali memenuhi keheningan taman belakang. Alya yang semula memejamkan mata perlahan membukanya. Tatapannya menerawang ke arah kolam kecil di hadapannya, tetapi pikirannya justru melayang ke tempat lain.

Entah kenapa bayangan kamar kost sempit itu kembali muncul di benaknya. Kasur tipis, kipas angin tua yang berbunyi berdecit, jendela kecil yang menghadap gang sempit, hingga tanaman mungil yang ia letakkan di depan pintu kamar.

"Ya Allah..." gumamnya lirih.

Mbok Ina yang sedari tadi berdiri di sampingnya langsung menoleh. "Kenapa lagi, Neng?"

Alya tersenyum tipis, tetapi senyum itu terlihat dipaksakan. "Aku jadi ingat kamar kostku."

Mbok Ina menghela napas pelan baru saja ia merasa lega akan tetapi perempuan hamil di depannya itu seolah membuat ulah lagi.

"Neng masih kepikiran tempat itu?"

"Iya, Mbok. Di sana memang sederhana, tapi itu tempat pertama yang membuatku belajar berdiri sendiri. Di sana juga aku mulai menata hidupku lagi."

Wanita paruh baya itu mengusap bahu Alya dengan lembut. "Tapi sekarang kondisi Neng berbeda. Ada calon bayi yang harus dijaga, dan ingat kata dokter Neng harus bed rest."

Alya mengangguk pelan. "Aku tahu... cuma rasanya masih aneh tinggal di rumah semewah ini. Aku takut terlalu lama merepotkan Mas Dewa."

Mbok Ina tersenyum penuh pengertian. "Buat Tuan Dewa, menjaga Neng bukan beban."

Alya kembali memandang kolam kecil itu. Entah mengapa, dadanya mendadak terasa sesak. Perasaan tidak tenang yang sempat hilang perlahan datang lagi, seolah ada firasat buruk yang sedang mendekatinya.

☘️☘️☘️☘️

Sementara itu Arlan yang sudah sampai di tempat perkumpulannya. Pria itu benar-benar tidak terima dengan kelakuan licik gadis pemilik Kostan itu. tangannya perlahan mengepal lalu ia hantam ke dinding sebagai pelampiasan rasa kesalnya.

"Sial, gadis itu tahu tempat persembunyian Alya, awas saja," ancamnya.

"Bener banget Tuan, apa besok kita datangi lagi saja tempat itu," ujar salah satu anak buahnya.

Arlan menggeleng cepat. "Tidak jangan bertindak gegabah, lebih baik kita cari alamat rumah sakit tempat Alya priksa dan dari situ kita bisa tahu di mana tempat tinggalnya."

Arlan tersenyum tipis. Tiba-tiba sebuah bayangan melintas di kepalanya. Jika Alya benar-benar sedang hamil dan kandungannya lemah, berarti ia pasti akan kembali menjalani pemeriksaan rutin. Sudut bibirnya terangkat tipis.

"Al, kali ini kau boleh bersembunyi di mana pun. Tapi aku yakin, rumah sakit akan membawaku menemukanmu."

Bersambung. .....

Selamat sore Kakak ...

1
Oma Gavin
jgn sampai diketemukan arlan dulu kak biarkan alya pergi jauh menenangkan diri dan biarkan arlan menikah dgn amanda dan menikmati penyesalan nya
Nar Sih
kmu egois arlan ,semoga pencariaan gk berhasil🤣🤣
Rahayu Ayu
Bagus
tia
mimpi u ketinggian e ,,,qmu akan menyesal
Lisa
Arlan tdk akan dpt menemukan Alya
Sam sam
pagi juga Thor🙂
Lisa
Met malam Kak Ayu..makasih y utk updatenya
Anonim
BUNUH ALYA.. MASALAH SELESAI
Bundanya Pandu Pharamadina
Arlan pada saatnya pasti kamu akan menyesal telah melepaskan Alya
Bundanya Pandu Pharamadina
ijin lanjut di mari kak Author.
Ayumarhumah: iya kak Monggo
total 1 replies
Nar Sih
sebnr nya klau gk pergi jauh pun gk apa,,kan udah sah cerai ini tpi..demi keamanan dan ngk perlu repot ngsdepi arlan
Nar Sih
sore kak ayu..🥰
Ayumarhumah: selamat membaca ya kak ♥️♥️♥️
total 1 replies
Nar Sih
sebaik nya sblm pergi bersama alangkah baik nya bila dewa dan alya ada menikah dulu biar ada ikatan yg jls
Nar Sih: olah iya ya kak gk boleh yaa sblm ank nya lahir☺️
total 2 replies
Lisa
Makin seru nih..bagus Alya kamu harus ikut Dewa pindah ke tempat yg jauh.biarkan Arlan menyesal selamanya
Rohmi Yatun
lanjut Thor.. semakin seru ni🙏
Ayumarhumah
pokoknya tunggu besok ya♥️♥️♥️♥️♥️
Mul Yanto
kak author itu si Arlan jangan sampai ketemu Alya, biar tau rasa
Rohmi Yatun
cerita yang menarik 👍
Nar Sih
selamat malam juga kak ,satu bab lgi mau dong kam🙏☺️
Ayumarhumah: besok ya Kak. ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nar Sih
👍👍emil,biarkan arkan pusing nyari alya 🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!