Yumna tiba-tiba saja diculik oleh seseorang yang ternyata adalah kakak dari sahabat baiknya sendiri. Yumna lantas dikurung di villa milik Zayn, kakak dari sahabat baik Yumna, Zunia, yang baru saja meninggal karena sebuah kecelakaan mobil. Dan kenyataan bahwa ternyata Zayn sudah resmi menikahi Yumna membuat Yumna sangat syok.
Apa yang sebenarnya sudah terjadi? Kenapa Zayn ( kakak Zunia ) sampai menculik dan mengurung Yumna, bahkan sampai menikahi Yumna secara paksa? Dan ada rahasia apa sebenarnya dibalik kecelakaan yang sudah menewaskan Zunia itu?
Bahkan rahasia dari identitas Yumna yang sesungguhnya pun akhirnya diungkap secara mengejutkan oleh Zayn. Bagaimana Yumna menjalani takdir hidupnya yang tiba-tiba berubah drastis ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
23. Salah Paham ( Lagi )
Zayn sedang menghubungi Tirta melalui ponselnya saat ini.
📞 : Halo, Zayn.
📞 : Tirta, Julia udah bertindak sangat keterlaluan kali ini. ( penuh emosi )
📞 : Julia? Apa lagi yang udah diperbuat sama anak itu kali ini? Kenapa Lo bisa sampai se-emosi ini?
📞 : Julia udah 'nyogok' salah satu pelayan gue di villa buat naruh racun di makanan Yumna. Untung aja gue dapet laporan dari anak buah gue di ruang CCTV tepat waktu. Coba kalau gue terlambat dan makanan itu keburu dimakan sama Yumna. Gimana jadinya? ( masih emosi )
📞 : WHAT??? Astaga anak itu.
📞 : Gue nggak mau tau ya Tir, sekali lagi Julia berbuat macam-macam, apalagi kalau dia sampai nyakitin Yumna, sorry banget Tir, tapi gue nggak akan segan-segan lagi buat bikin perhitungan sama dia. Ini urusannya udah di luar persahabatan kita, Tir. Gue harap Lo paham itu.
📞 : Hmm, iya Zayn. Gue ngerti maksud Lo. Lo tenang aja, gue bakal tegur Julia lebih keras kali ini. Dan kalau dia masih belum jera juga, gue bakal aduin ulah dia selama ini ke bokap nyokap dia. Biar Om dan Tante juga tau gimana kelakuan anak kesayangan mereka itu.
📞 : Gue pegang omongan Lo, Tir. Lo juga tau sendiri gimana gue. Apa pun itu kalau udah menyangkut keluarga gue, gue nggak bisa kasih toleransi lagi.
📞 : Iya, Zayn. Gue tau itu. Lo tenang aja, ya. Lo bisa pegang omongan gue.
🌿🌿🌿
Di villa milik Zayn.
Yumna benar-benar tidak habis pikir dengan sikap Zayn. Kenapa sikap Zayn bisa sekeras itu kepada Trisni tadi pagi?
"Emangnya apa sih kesalahan yang udah diperbuat sama Mbak Trisni? Kok Kak Zayn bisa sampai semarah itu," tanya Yumna, berbicara sendiri.
Saat ini Yumna sedang duduk bersantai di dekat kolam renang yang terdapat di samping villa milik Zayn itu. Yumna menopang dagunya dengan telapak tangan kirinya seraya tangan kanannya mengaduk-aduk orange jus yang ada di depannya menggunakan sedotan.
Yumna membuang nafasnya kasar. Dan sedetik kemudian Yumna justru bergidik ngeri.
"Huft. Hii, serem banget sih lihat Kak Zayn yang marah kayak tadi pagi itu. Dingin dan kejam. Udah kayak iblis yang menjelma menjadi manusia aja. Ya, walaupun tampan sih. Tapi ,,, haish, kenapa juga gue harus terjebak sama iblis berwujud manusia tampan itu di sini" keluh Yumna.
Dan tiba-tiba saja, lagi dan lagi, Yumna kembali teringat dengan keluarganya. Yumna menegakkan tubuhnya. Dipandanginya air kolam renang yang tenang dengan tatapan kosong.
"Ayah, Bunda, Kak Yusuf, Yuki," lirih Yumna, sendu.
Kedua mata indah Yumna sudah berkaca-kaca saat ini. Jika sedang sendirian seperti ini, Yumna memang pasti langsung teringat dengan keluarganya tersebut. Ada rasa rindu yang teramat besar yang sedang Yumna rasakan saat ini.
"Gimana kabar kalian semua sekarang? Hiks."
Dan air mata itu akhirnya lolos begitu saja, mengalir membasahi wajah cantik Yumna.
"Nana kangen banget sama kalian semua. Ayah, Bunda, Kak Yusuf, Yuki. Huu huu huu," keluh Yumna di sela-sela tangisannya.
"Non Nana," panggil Mbok Sum.
Melihat Yumna yang sedang menangis, Mbok Sum pun kemudian segera menghampiri Yumna dengan setengah berlari.
"Non Nana kenapa? Kok nangis gini?" tanya Mbok Sum khawatir, seraya memegangi pundak Yumna.
"Aku nggak pa-pa kok, Mbok," jawab Yumna yang langsung menghapus air matanya sendiri dan berusaha untuk memperlihatkan senyumannya kepada Mbok Sum, tidak ingin membuat Mbok Sum menjadi lebih khawatir lagi.
Mbok Sum mengesah pelan. Mbok Sum sebenarnya sudah bisa menebak, kenapa istri majikannya itu menangis saat ini. Mbok Sum tau kalau Yumna pasti sedang teringat dengan keluarganya yang lain dan sedang merindukan keluarganya itu sekarang.
Tetapi Mbok Sum juga memilih untuk diam dulu. Jika memang Yumna belum ingin untuk berbagi cerita dengan Mbok Sum, maka biarkanlah, Mbok Sum tidak akan memaksa. Mbok Sum hanya akan berusaha untuk bisa membuat Yumna selalu merasa nyaman berada di villa ini.
"Ya sudah kalau begitu. Kita masuk yuk, Non. Sudah waktunya buat makan siang. Mbok juga sudah masakin cah kangkung lagi buat Non Nana loh," kata Mbok Sum kemudian.
"Iya Mbok, ayo," balas Yumna.
Yumna kemudian berdiri dari duduknya.
"Aku juga udah nggak sabar nih pengen makan cah kangkung buatan Mbok Sum," lanjut Yumna.
Mbok Sum tersenyum lembut. Mbok Sum pun kemudian menggandeng tangan kanan Yumna dan mengajaknya untuk berjalan meninggalkan area kolam renang tersebut.
"Ayo kalau begitu, Non. Semuanya sudah Mbok siapin di meja makan," kata Mbok Sum.
"Iya, Mbok," ucap Yumna dengan tersenyum juga.
🌿🌿🌿
Beberapa hari kemudian.
Malam ini lagi-lagi Yumna mendengar sedikit keributan ketika sedang menuruni anak tangga bersama dengan Mbok Sum. Dan ternyata suara keributan itu berasal dari ruang keluarga villa milik Zayn tersebut.
Yumna dan Mbok Sum menghentikan langkah mereka sesaat ketika sudah sampai di lantai bawah. Bisa Yumna lihat Zayn yang sedang berdiri dengan berkacak pinggang, terlihat sedang kesal. Sementara di depan Zayn ada Pak Parjo, tukang kebun di villa milik Zayn ini.
"Tolong, Tuan," ucap Pak Parjo memohon.
"Enggak, Pak! Aku bilang enggak ya enggak," tolak Zayn dengan setengah berteriak.
"Tapi Tuan, hanya ini yang saya punya," kata Pak Parjo.
"Aku nggak butuh itu," seru Zayn.
"Tapi saya hanya ingin ---"
"Cukup, Pak! Aku nggak mau ngomongin masalah ini lagi. Dan besok pagi, aku juga nggak mau lihat Pak Parjo masih ada di sini lagi. Ingat itu baik-baik," ucap Zayn, final.
Zayn kemudian berbalik dan langsung melangkah pergi meninggalkan Pak Parjo sendirian.
Yumna merasa sangat kasihan melihat Pak Parjo yang diusir oleh Zayn seperti itu. Tapi tiba-tiba Mbok Sum memegang lengan kanan Yumna.
"Mbok," lirih Yumna seraya menoleh ke arah Mbok Sum.
"Jangan, Non. Kita ke meja makan sekarang, ya. Non Nana tungguin Den Za di sana aja," kata Mbok Sum.
Yumna membuang nafasnya kasar. Ya, Yumna juga sadar kalau dia tidak berhak untuk ikut campur dengan urusan Zayn.
"Iya, Mbok. Ayo," balas Yumna kemudian.
"Mari, Non," ucap Mbok Sum.
Mbok Sum pun kemudian menggandeng tangan kanan Yumna dan mengajaknya untuk melanjutkan langkah mereka menuju ke meja makan.