Bagaimana perasaan mu jika setiap tertidur tubuhmu merasakan disentuh dan anehnya tidak ada pelaku yang menyentuh tubuhmu. didalam mimpi kau bercinta dengan pria itu saat kau sadar tubuhmu akan merasakan sakit terutama organ intim.
" lebih baik aku mati dari pada harus bertahan dengan mu monster sepertimu "
- Edrea Leta Leteshia -
" Selama aku masih hidup aku tidak akan membiarkan mu mati begitu saja karena kau sudah ditakdirkan Moon Goddess untuk ku. "
- Achilles Gillis Camilius -
" AKHHH... TIDAKKHH... ASHHHH....AKKKHH" jeritan kesakitan Leta.
" Menjeritlah lagi sayang , aku suka mendengar suara indah mu yang merintih di bawahku" seringai Camilius menatap gadisnya dibawah tubuhnya.
MURNI KARYA AUTHOR MOHON MAAF JIKA ADA KESAMAAN DENGAN KARYA ORANG LAIN YANG TIDAK DI SENGAJA 🙏
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon adelita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBW 23
" Begitu ceritanya. " ucap Caroline.
" Lalu kau? " tanya Leta menatap Michael.
" Ceritaku hampir sama dengan nya, jadi aku tidak perlu menceritakannya. " ucap Michael.
" Ya sudah. " ucap Leta beranjak dari duduknya.
" Kau mau kemana? apa kau marah pada kami? " tanya Caroline.
" Aku tidak pernah marah pada kalian, hanya saja aku kecewa kenapa kalian berbohong padaku. " ungkap Leta berlalu pergi.
Leta melangkahkan kakinya kembali kedalam kamar. Leta masih memikirkan ucapan Michael diawal tadi penjelasan mau bagaimana pun itu Leta tetap tidak bisa mempercayai apapun, pria itu yang telah menjerumuskan orang tua nya kedalam lubang gelap dan tak berujung.
Setelah mengetahui kebenarannya Leta terjatuh kedalam titik terendah dalam hidupnya seperti saat ini. ia merenungkan semua permasalahannya yang terjadi hingga membuatnya tertidur diatas sofa single menghadap jendela.
Cit...
Cit...
Cit...
" Engh... " Leta membuka matanya pelan tidurnya terganggu karena suara burung.
Leta mendudukkan dirinya menatap ke arah jendela langit sudah berubah menjadi orange pertanda senja telah tiba.
" Aku ketiduran. " gumam Leta.
Leta mengalihkan pandangan nya dan baru menyadari dirinya berada di ranjang bukan di sofa tempat awal dirinya duduk tadi.
" Apa Camilius yang menggendong ku. " pikir Leta.
" Ya, aku yang menggendong mu ke ranjang. " ucap Camilius tiba-tiba.
" Sejak kapan kau ada disitu. " tanya Leta kaget saat melihat Camilius duduk di kursi dekat meja rias.
" Sejak tadi, aku menunggumu bangun. " ucap Camilius beranjak dari duduknya menghampiri Leta.
" Untuk apa kau menungguku? kurang kerjaan banget. " ucap Leta mendengus.
" Aku akan memberimu pilihan. " ucap Camilius tampak ragu di setiap kalimatnya.
" Apa aku punya pilihan dengan keadaanku sekarang ini? " tanya Leta sarkas menunjuk dirinya dan perut nya mulai besar.
" Karena kau sudah tahu tentang ku.... " ucap Camilius menggantung.
Kata-kata Camilius begitu ambigu membuat Leta mengernyitkan kening nya bingung nya. sejak awal dirinya sendirikan yang mengatakan dia 'WereWolf' dan membuat perutku membelendung kayak balon selama sembilan bulan ke depan.
" Aku akan membebaskan mu. " lanjut Camilius.
" Katakan dengan jelas! " ucap Leta kesal.
" Aku akan membebaskan mu dan kau akan kembali bersama keluargamu. " ucap Camilius tegas.
" Kau ini sangat labil sekali seperti anak kecil, kau mengatakan padaku. aku adalah jaminan dari hasil perjanjian mu dengan orang tuaku. lalu apa sekarang? kau berniat mengembalikkan ku pada orang tuaku begitu saja? "
" Kau pikir aku percaya? setiap perjanjian pasti ada imbalan dan penukaran nya tidak mungkin tidak ada. " jelas Leta.
" Ku pikir kau bodoh, ternyata tidak. " ucap Camilius tersenyum miring.
" Apa yang kau minta dari orang tuaku? apa kau memberitahu mereka kalau kau berhasil menyekap ku? " tanya Leta tegas.
" Tentu saja, mereka harus tahu bahwa perjanjian itu tidaklah main-main. " ucap Camilius tersenyum sinis.
" Katakan, kau meminta apa dari orang tuaku untuk melepaskan ku. " tanya Leta menatap tajam.
" Kau tidak perlu tahu itu, aku akan memulangkan mu kembali setelah ini. " ucap Camilius melenggang pergi.
" KATAKAN SIALAN! CAM- " ucap Leta terhenti saat Camilius menghilang begitu saja.
Leta berlari membuka pintu kamar. kosong tidak ada tanda-tanda Camilius memunculkan diri.
" Pria brengsek! " umpat Leta marah.
...✿ ✿ ✿ ✿...
MALAM HARI PUKUL 19.00
TOK...
TOK...
TOK...
TOK...
KLEK...
" My Queen makan malam anda. " ucap Banny meletakan nampan berisikan buah-buahan dan sepiring makanan berat serta susu ibu hamil.
" Dimana Camilius? aku tidak melihatnya lagi sejak sore tadi. " tanya Leta.
" Your Majesty ada urusan di luar istana My Queen. " ucap Banny memberitahu.
" Pergilah bibi Banny. " sahut Leta.
" Baik My Queen. " pamit Banny melenggang pergi.
Leta mengambil nampan yang diletakan di meja ia memakan nya sembari berpikir sesuatu.
" Apa yang dia rencanakan kali ini. " pikir Leta menatap kearah jendela yang menampilkan rembulan yang terang.
" Sebaiknya, aku harus cari tahu besok. " pikir Leta lagi ia meletakan nampan itu yang sudah ia habiskan setengah makanan nya dan susu ibu hamil nya.
Leta merebahkan tubuhnya diatas ranjang dan memejamkan matanya. sudah cukup dirinya memikirkan masalah yang tidak ada ujung nya.
Saat tengah malam tiba terdapat keheningan dan suara nafas yang beraturan serta bunyi detik jam seakan menghipnotis seseorang untuk tertidur lelap.
TIK...
TOK...
TIK...
TOK...
Bunyi jam bertetak seirama Leta yang masih terlelap dalam tidurnya tidak menyadari ada seseorang yang masuk kedalam kamarnya.
KLEK...
TAP...
TAP...
TAP...
Orang itu berdiri disamping Leta menatap nya tajam dan datar sosok berjubah hitam itu memegang kening Leta sembari bergumam kan sesuatu. seperti sebuah mantra.
Lalu orang itu menggendong tubuh Leta yang masih terlelap dalam sekejap tubuh mereka menghilang. sosok itu membawa Leta dalam keadaan tertidur ke sesuatu tempat di letakkan nya tubuh Leta yang mulai membulat diatas ranjang yang empuk.
Diperhatikan wajah terlelap nya Leta lalu orang itu tersenyum ah lebih tepatnya senyum miring nya.
" Semoga kau suka hadiah dari ku. " ucap sosok itu dengan suara berat dan bas nya. dia seorang pria.
WUSH...
Seseorang muncul dari belakang tubuh pria itu.
" Your Majesty, sudah saatnya anda kembali, para penyusup datang. " ucap pria itu yang baru saja datang dan menunduk hormat.
" Utus seseorang untuk memantau keadaan nya dan memberikan kabarnya padaku Sebastian. " ucap Camilius.
" Baik Your Majesty. " ucap Sebastian segera menghilang disusul Camilius berikutnya.
...✿ ✿ ✿ ✿...
DITEMPAT LAIN
AMERIKA SERIKAT.
Seorang pria berjalan dengan santai melihat kesekitar rumah bergaya barat itu sesekali dirinya bersiul dan suara hentakan sepatu pantofel nya begitu terdengar jelas didalam rumah yang begitu sepi itu.
PROK...
PROK...
PROK...
" Ternyata kalian sangat bersenang-senang rupanya. " ucap Camilius bertepuk tangan dan tersenyum remeh menatap dua orang dihadapannya tidak jauh.
" Kau?! bagaimana bisa kau kemari? " tanya Matthew kaget.
" Apa kau lupa siapa aku?! " tanya Camilius menyeringai menatap Matthew yang ketakutan.
TAP...
TAP...
TAP...
" Siapa mas? kenapa kau berteriak? " tanya Maria berjalan mendekat ke ruang tengah menghampiri suaminya.
DEG...
" KAU! KAU SI MONSTER ITU?! " tunjuk Maria marah.
" Wah...wah... mulutmu sangat tidak sopan sekali nona seperti anakmu. " ucap Camilius tersenyum santai mendudukkan dirinya di sofa.
" Apa maksudmu?! kau apakan putriku hah?! " teriak Maria mendekat ke arah Camilius.
" Hentikan Maria! kau bisa terluka nanti. " ucap Matthew menarik tangan Maria untuk tidak mendekat.
" Apa kau belum memberitahunya Matthew tentang anakmu? " tanya Camilius menatap Matthew yang tampak bingung dan gusar.
" Mas, apa yang kau sembunyikan dariku?! kau tidak benar-benar menyerahkan anak kita padanya kan? " tanya Maria meminta penjelasana.
Matthew hanya bisa tertunduk tidak berani menatap Maria.
" Maaf Maria, putri kita sudah berada ditangan nya aku tidak bisa melakukan apapun lagi. " ucap Matthew menyesal.
" Kau mengkhianati ku mas! kau bilang bahwa pria itu tidak akan menculik anak kita! " teriak Maria emosi.
" Maaf, tidak ada yang bisa kulakukan. " ucap Matthew lirih.
" HAHAHAHA..... PERTUNJUKAN YANG SANGAT MENYENANGKAN! " pekik Camilius tertawa puas menatap pasangan suami istri dihadapannya.
" Sejak kapan kau menculik putriku? kau tidak melakukan hal keji apapun padanya kan?! " tanya Maria menatap tajam pria bajingan dihadapannya.
" Ups, kau bisa menanyakan langsung padanya saat kalian bertemu. " ucap Camilius santai memasang wajah polosnya.
" Lepaskan putriku! " ucap Maria memohon.
" Aku tidak bisa melepaskan putrimu begitu saja nona, dia sudah terikat denganku. " ucap Camilius.
" KU BILANG BEBASKAN DIA! aku akan memberikan apapun yang kau mau sebagai imbalan nya asalkan lepaskan putriku! " teriak Maria memohon.
" Entahlah, semua berada ditangan suamimu? jika dia mau melepaskan semua ini. maka perjanjian diantara kita selesai. " ucap Camilius.
" Lalu? apa putriku akan bebas setelah itu? " tanya Maria.
" Tergantung dari anakmu yang ingin bebas atau tidak. " ucap Camilius.
Maria mengalihkan pandangan nya menatap sang suami berdiri di belakang nya. Matthew yang melihat tatapan Maria seperti memohon.