NovelToon NovelToon
Hai, Mantan. Apa Kabar?

Hai, Mantan. Apa Kabar?

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:18k
Nilai: 5
Nama Author: Reni t

Merelakan orang yang kita cintai demi kebahagiaannya adalah sesuatu yang tidak mudah dilakukan untuk sebagian orang. Namun, tidak bagi laki-laki bernama Lucky Pratama. Dia rela melepaskan wanita yang dia cintai menikah dengan laki-laki lain dan berharap bahwa wanita itu akan hidup bahagia.



10 tahun berlalu, Lucky kembali bertemu dengan mantan kekasihnya. Keadaan gadis itu jauh dari kata bahagia seperti apa yang dia harapkan ketika Lucky melepasnya kala itu.



Apakah Lucky Pratama akan kembali mengejar cintanya yang telah kandas? Atau, dia akan menatap lurus ke depan dan melupakan cintanya seperti yang sudah dia lakukan selama ini?



"Hi, Mantan. Apa Kabar?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reni t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

HMAK bab 23

"Nah di sana toko mainannya," ujar Lucky Pratama menunjuk toko mainan lalu menoleh ke arah samping di mana Lucky kecil berjalan bersamanya.

Laki-laki itu seketika merasa terkejut karena Lucky kecil sudah tidak berada di sampingnya, "Lucky mana, Star?" tanya Lucky Pratama menghentikan langkah kakinya.

Starla melakukan hal yang sama, "Lucky?" gumamnya seraya menatap sekeliling dengan perasaan khawatir, "Astaga! Di mana dia? Lucky!" teriak Starla berjalan ke sana ke mari merasa panik.

"Kaka Lucky ke mana, Bu? Tadi dia 'kan ada di sini?" tanya Rani mengikuti ibunya mencari sang Kakak.

"Ibu juga gak tahu, Nak," jawab Starla ke dua matanya mulai memerah, "Kita cari Kaka ya."

Starla benar-benar merasa khawatir, dia pun merasa bersalah kenapa Lucky bisa luput dari pengawasannya? Kalau sampai putra sulungnya itu benar-benar hilang, Starla akan mengutuk dirinya sendiri.

"Kamu tenang dulu, Starla." Lucky Pratama mencoba untuk menenangkan, "Kita cari Lucky sama-sama ya."

Lucky Pratama pun merasa bersalah di sini karena dia yang berjalan tepat di samping anak itu, kenapa dirinya terlalu fokus dalam menatap ke depan sampai-sampai dia tidak menyadari bahwa Lucky kecil sudah tidak berada di sampingnya.

Mereka berjalan dengan tergesa-gesa mencari keberadaan Lucky kecil. Starla bahkan menggendong tubuh Rani tidak ingin putri bungsunya itu sampai hilang lagi nantinya.

"Lucky!" teriak Starla yang sukses menarik perhatian pengunjung yang lain yang sedang berlalu-lalang, "Mbak, apakah Mbak melihat anak laki-laki berusia 8 tahun? Tingginya sepinggang saya, kulitnya tidak terlalu putih. Dia memakai stelan berwarna merah, Mbak," tanya Starla bertanya kepada salah satu pengunjung.

"Tida, Mbak. Saya tidak lihat," jawab pengunjung tersebut.

"Ya Tuhan! Di mana kamu, Nak?" gumam Starla, sementara Rani semakin merekatkan lingkaran tangannya di leher sang ibu.

"Rani di gendong sama Om aja ya," pinta Lucky dan segera di jawab dengan anggukan oleh gadis kecil itu. Rani merentangkan ke dua tangannya lalu di gendong oleh laki-laki bernama Lucky Pratama.

.

Di saat Starla sedang mencari putranya dengan perasaan khawatir, sang putra nampak sedang mengikuti laki-laki yang di duga adalah ayahnya sedang berjalan seraya berangkul seorang wanita terlihat mesra. Dia memang tidak memanggil laki-laki tersebut, yang dia lakukan hanyalah berjalan mengikuti tanpa sepatah katapun.

Sampai akhirnya laki-laki itu memasuki sebuah boutique. Lucky kecil hendak masuk ke dalamnya. Namun, dia di tahan oleh satpam yang berjaga di depan pintu.

"Maaf, Dek. Kamu mau ke mana?" tanya satpam tersebut.

"Eu ... saya mau masuk Pak Satpam," jawab Lucky seraya menatap tubuh sang ayah yang semakin memasuki boutique tersebut.

"Ayah kamu yang mana, Dek? Kenapa kamu bisa jalan terpisah dengan Ayahmu?" tanyanya lagi.

Bukannya menjawab pertanyaan tersebut, yang dilakukan oleh anak itu adalah berteriak memanggil ayahnya, "Ayah!" teriak Lucky memekikkan telinga.

Laki-laki yang di duga ayahnya sama sekali tidak mendengar teriakannya sama sekali. Dia semakin berjalan menjauh hingga menghilang di dalam boutique tersebut.

"Ayah kamu laki-laki yang baru masuk itu?" tanya Satpam tersebut lagi.

"Iya, Pak. Antarkan aku ke ayahku di dalam," pinta Lucky memelas.

"Baik, Nak. Ikut saya sekarang," jawab sang Satpam, "Kita cari Ayahmu di dalam ya," ujarnya lagi, berjalan dengan menggenggam telapak tangan Lucky memasuki boutique yang menyediakan pakaian khusus wanita itu.

Lucky menatap sekeliling mencari sosok sang ayah. Sampai akhirnya, ke dua matanya benar-benar menangkap sosok tersebut.

"Ayah Akbar!" Lucky berteriak memanggil seraya berlari menghampiri.

Grep!

Lucky memeluk ke dua kaki Akbar. Walau bagaimana pun dia begitu merindukan laki-laki ini. Meskipun dirinya merasa kecewa akan sikap sang ayah, tapi tetap saja yang namanya darah lebih kental dari pada air. Sejahat-jahatnya seorang ayah, dia adalah sosok yang sangat dirindukan.

"Kamu?" decak Akbar menunduk menatap anak itu dengan kening yang dikerutkan, "Sedang apa kamu di sini?"

BERSAMBUNG

1
elf
haiihhh... kykx lucky bakal balikan Ama star deh .. kok jadi takut ya mw baca .. pgnx lucky Ama yg lain aja... kek g relaaa gitu abis disakiti masih sayank aja... 🤧
Neldes Novber
Mantap thor. Jangan lupa mampir juga ya thor. Saling suport ya thor..☺
Reni: Maaf, Kak. Di larang bom LIKE ya. Nanti bisa merusak performa Karya.
total 1 replies
Dek Raraaa
cepet amat tau tau udh 10th aja .
tp very good kak . swemangatt 👌
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!