Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dapat Ijazah Langsung Ijab Sah..
Hari ini, Adalah hari yang telah ditunggu-tunggu. Waktu dua minggu adalah waktu yang terbilang cepat. Dan hari ini adalah hari yang memang Rayyan nantikan.
Tinggal menunggu waktu, Marwa akan sah menjadi miliknya seutuhnya. Setelah itu, Rayyan tidak akan membiarkan siapapun berani menyentuh wanitanya itu.
Menikah dengan gadis pujaannya adalah keinginan Rayyan sejak lama. Tapi siapa yang menyangka kalau Rayyan akan jatuh hati pada seorang gadis pincang yang ia temui beberapa tahun yang lalu dan kembali bertemu ditahun yang kemarin.
Tidak apa-apa soal Marwa yang belum mencintainya, Kata Raisha cinta itu akan datang karena terbiasa. Dan setelah menikah nanti, Rayyan akan belajar mengambil hati gadis itu.
Bukankah usia Rayyan lebih dewasa dari Marwa. Pria itu akan mengemong Marwa yang usia dua puluh satu tahun itu. Rayyan juga akan menggantikan penderitaan yang dialami oleh gadis itu selama ini hingga membuat Marwa bahagia nanti.
Sementara untuk Marwa sendiri, Gadis itu tengah dimake up disalah satu kamar hotel. Marwa tidak sendiri melainkan bersama Raisha, Adik iparnya. Raisha menemani calon kakak iparnya yang terlihat cantik dan imut itu agar tidak sendirian.
Disebelah Raisha, Ada seorang bocah usia dua tahun setengah duduk dengan anteng seraya memainkan mainan dinosaurus ditangannya.
Matanya bulat, Namun masih ada sipit-sipitnya. Wajahnya juga sangat tampan sekali. Kulitnya putih mungkin karena kedua orangtuanya memang berkulit putih.
Dengan pakaian kaos putih jas hitam serta jeans hitam, Bocah yang biasa dipanggil Juna itu sangat terlihat tampan dan bekarisma.
"Mama.." Panggil Juna pada Raisha. Wanita cantik itu menunduk dan tersenyum ke arah sang putra.
"Ya, Sayang..
"Ante ntu.. Antik..." Kata bocah dua tahun setengah yang bernama itu. Raisha mencubit pipi Arjuna dengan gemas.
"Emang kamu tahu sama wanita cantik?" Bocah itu mengangguk lucu, Juna turun dari atas sofa lalu berjalan kearah Marwa yang duduk tenang karena dimake up.
"Ate.." Marwa menunduk, Sejak kedatangannya dikediaman Papa Damian. Bocah ini sudah akrab dengannya. Bahkan Arjuna pintar mengambil hati Marwa.
"Ya,,Sayang kenapa?
"Ate antik secali..." Pujinya. Marwa tersenyum, Arjuna adalah balita yang sangat tampan sekali. Ingin rasanya gadis itu cium pipinya yang gembul itu. Pantas saja Rayyan ingin segera mendapatkan keturunan darinya, Karena keponakannya saja bisa tampan dan selucu ini pikir Marwa.
"Mama..
"Ya sayang, Kenapa?
"Ingga kecini?" Raisha mengangguk.
"Iya.. Bentar lagi Lingga kesini kok..
"Asyik... Una au ain ama ingga.." Raisha mengangguk mengiyakan ucapan sang putra. Ingga yang dimaksud oleh Juna adalah Kalingga, Putra dari Steve dan Sisi. "Untuk kisah Steve dan Sisi ini ada dinovel "Bukan Suami Rahasia"
Ceklek..
Pintu terbuka, Seorang wanita paruh baya berhijab masuk. Wanita itu adalah Mama Adiba, Wanita yang sebentar lagi akan menjadi ibu mertuanya. Wanita yang selama dua minggu ini selalu perhatian pada Marwa. Wanita yang selalu menyayangi Marwa seakan-akan menggantikan kasih sayang seorang ibu untuk Marwa yang hilang selama ini.
"Masha Allah Tabarakallah.. Cantik sekali putri Mama ini.." Mama Adiba mendekati calon menantunya. Marwa terlihat begitu cantik sekali, Dengan gaun mewah yang melekat di tubuhnya serta Hijab yang menutup seluruh rambutnya.
Gadis itu hanya tersenyum tipis saja. Sungguh sama sekali tidak Marwa sangka kalau kedatangannya ke kota ini bukan untuk mencari kerja atau bekerja melainkan menikah atau diperistri oleh pemilik perusahaan tempat calon ia melamar pekerjaan itu.
"Sudah selesai Nyonya.. Dah, Menantunya cantik banget.." Ucap MUA yang sejak tadi memoles Marwa. Marwa yang memang punya dasar wajah cantik akan semakin cantik saat di make up.
"Terima kasih ya, Sudah membuat putriku bisa secantik ini.."
"Kan emang sudah tugas saya Nyonya.. " Mama Adiba tersenyum, Ia raih tangan Marwa lalu mengajak gadis itu berdiri.
"Kita kedepan ya, Sayang.. Pak penghulunya sudah datang.." Marwa tersenyum, Mama Adiba menyentuh tangan sang calon menantu yang mulai berkeringat dingin.
"Tangan kamu dingin..
"Wawa gugup Ma.. Deg-degan juga.."
Tak dapat dipungkiri, Niatnya bekerja malah jadi istri hanya karena masalah memecahkan vas bunga yang harganya selangit itu.
Rasa gugup serta deg-degan sudah sejak tadi Marwa rasakan. Mungkin sebentar lagi dia juga akan tegang, Karena hanya tinggal menghitung menit akad akan dimulai dan Marwa akan sah menjadi istri dari Rayyan Al Ghafa Pangestu.
Dengan didampingi oleh Raisha, Marwa diapit kanan dan kiri oleh calon ibu mertua dan adik iparnya. Berulang kali Marwa menelan salivanya dengan susah payah saking gugupnya.
"Pelan-pelan saja sayang..
"Iya, Mbak.. Pelan-pelan jalannya.." Marwa memelankan langkah kakinya. Dia begitu dihargai oleh keluarga ini, Maka dari itu Marwa tidak akan menunjukkan pada orang-orang kalau dia punya kekurangan.
Kedatangan pengantin wanita membuat semua orang yang menjadi saksi mengarahkan pandangannya terhadap Marwa yang sangat cantik sekali. Tak terkecuali Rayyan yang tercengang menatap wajah ayu itu.
Marwa duduk disebelah Rayyan dengan kepala yang menunduk. Kedua tangannya terkepal dengan rasa yang campur aduk.
Panas dingin, Ingin buang air, Ini dan itu semuanya bercampur menjadi satu.
"Bisa kita mulai?
Bisa..
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Bagaimana saksi? Sah?
"Saaaaah...
"Alhamdulillahirobbil Aalamin.. " Doa mulai dipanjatkan. Semua yang berada disana menjadi saksi mengangkat kedua tangannya mengaminkan atas doa yang dibaca.
Akad baru saja dibacakan. Dengan Mas kawin berupa uang senilai dua puluh lima miliar serta emas dua ratus lima puluh gram telah menjadi milik Marwa hari ini.
Keduanya mulai bertukar cincin. Cincin yang dipastikan punya nilai harga yang mahal dan berkelas tentunya.
Gadis itu menangis, Rayyan dengan lantang mengakad dengan bahasa arab membuat pria itu terlihat begitu gagah dengan wajah yang serius dalam pernikahan ini.
"Jangan menangis.." Bisik pria itu. Marwa mengangguk, Ia raih tangan Rayyan yang telah menjadi suaminya itu lalu kemudian mencium punggung tangan Rayyan sebagai tanda baktinya seorang istri.
Rayyan pun langsung mengusap ubun-ubun Marwa seraya membacakan doa sebelum akhirnya Rayyan daratkan ciuman yang cukup lama dikening.
"Selamat ya, Sayang.. Kamu udah jadi istri sekarang.." Mama Adiba mendekati Marwa yang tangisnya semakin menjadi. Dipeluklah Marwa dengan erat, Raisha pun ikut memeluknya mencoba menenangkan sang kakak ipar yang pastinya ada perasaan campur aduk dalam dirinya.
"Udah, Jangan nangis lagi ya sayang.."
Bagaimana Marwa tidak sedih dan menangis. Hari ini adalah hari pernikahannya, Hari yang paling penting dan berarti dalam hidupnya. Dan pada hari ini, Dia hanya sendiri saja. Orangtua sudah meninggal, Sanak saudara pun juga tidak ada. Meski ada, Marwa tak punya harapan apapun lagi pada mereka.
Untung saja Marwa punya Paman dari pihak ibu bukan dari pihak ayah. Sehingga Haris tidak wajib menjadi wali nikahnya.
Sekarang Marwa akan bahagia, Dia akan menjadi wanita yang kuat dan tangguh melawan mereka yang pernah menyakitinya.
"Ayah.. Bunda, Putrimu sudah menikah..
•
•
•
TBC
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,