Sebuah musibah merenggut keluarganya dan dia ditolong oleh seorang pendekar yang pernah jaya dimasanya. Yuk kita sama sama melihat jalan ceritanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tio Bukilsum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wang Yi.
"Setelah kamu mencuci langsung pulang ya! Kau jangan kemana mana" Ucap Ibunya Lou Ma.
"Iya ibu, saya tidak sendiri mencuci pakaian ada banyak teman teman, dan Wang Yi janji setelah selesai mencuci langsung pulang" Ucap wanita muda itu.
"Ya udah, kau bisa pergi. Hati hati di sana. Cepat pulang jangan kesiangan" Ucap Ibunya kembali masuk kedalam rumah menyiapkan keperluan buat keluarganya.
Wang Yi pergi bersama lima temannya ke sungai, tempat biasanya mereka mencuci pakaian.
Menjelang hampir siang, mereka sudah selesai mencuci dan sekarang mereka sedang asyik mandi di sungai.
Dan tanpa kelima wanita muda itu sadari ada satu tatapan mata berkilat kilat tajam dipenuhi nafsu membara. Sosok itu melihat tubuh tubuh putih mulus yang berada dalam air.
"Ayo kita cepat pulang, hari hampir menjelang siang. Kamu sudah selesaikan Wang Yi?" Tanya Ni Ma.
"Tunggu sebentar lagi Ni Ma. Aku sedang mengeringkan tubuh dan rambutku. Kalau memang kalian tidak bisa menunggu aku, kalian pulang saja duluan. Aku bisa pulang belakangan kok" Jawab Wang Yi.
"Kau tidak apa-apa kan..! Kalau kami tinggalkan sendirian di sini?" Tanya Mau Ra.
"Iya, ngak apa apa kok. Kalian pulang saja duluan. Aku belum selesai beberapa menit lagi. Aku ngak takut kok" Ucapnya, lalu keempat kawannya pergi meninggalkan Wan Yi seorang diri disana.
Tidak beberapa lama kemudian ada sebuah suara menegurnya dari arah belakang.
"Maaf Nona. Ini desa apa ya?" Tanya seorang pria paruh baya matanya berkilat tanya.
Mendengar suara dari arah belakang nya membuat Wang Yi terkejut dan jantungnya berdegup kencang, kakinya jadi lemah.
Sebelum Wang Yi jatuh, pria itu langsung menangkap tubuh wanita muda itu dan langsung membopongnya kearah sebuah pohon besar.
Tidak beberapa lama kemudian pria paruh itu membaringkan tubuh Wang Yi diatas pembaringan.
Wang Yi terkejut mendapatkan dirinya terbaring diatas tempat tidur, dan dia juga melihat seorang pria paruh baya menatap kearahnya seraya tersenyum.
"Nona cantik, buka seluruh pakaianmu" Ucapnya, seperti orang kena hipnotis. Wang Yi tanpa sadar segera membuka kain yang melekat di badannya.
"Nona cantik, boleh aku menikmati keindahan tubuhmu selama beberapa hari?" Tanya Pria itu dan Wang Yi menganguk patuh.
Pria itu tanpa menunggu lebih lama lagi menanggalkan seluruh pakaiannya dan langsung menikmati tubuh perempuan muda tanpa ekspresi itu selama beberapa hari.
Tatapan mata Wang Yi kosong, seperti tanpa jiwa. Tapi suara erangan kenikmatan mengema didalam kamar itu. Tanpa bisa tahan.
Setelah beberapa hari menikmati tubuh wanita cantik itu, kemudian Pria paruh baya itu membawa Wang Yi kearah sebuah kamar.
Kamar itu ternya milik gurunya Mo Li Ci. Melihat mangsa yang dibawa oleh muridnya, Dewi siluman tersenyum senang.
Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia segera saja menghisap aura tubuh Wang Yi sampai tubuhnya menjadi kering. Dan setelah itu membawa jasadnya kedunia lain. Dia tempat asalnya berada.
"Guru apa aku boleh bertanya mengenai luka hebat yang aku alami tempo hari" Ucap Xio Lung.
"Apa yang hendak kau tanyakan murid sekaligus kekasihku?" Tanya Mo Li Ci menyandarkan kepalanya dan tangannya mengelus anggota rahasia milik Xio Lung.
"Bukankah guru telah mewarisi aku banyak ilmu dan membuatku kebal terhadap racun maupun senjata manapun. Kenapa tubuhku bisa terluka parah seperti itu. Apakah ada yang salah Guru?" Tanya Xio Lung dan tangannya juga meremas kedua bukit kembar milik Mo Li Ci.
Bersambung ke episode selanjutnya....