NovelToon NovelToon
Dinikahi Supir Sendiri

Dinikahi Supir Sendiri

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:258.6k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Haryani

Memiliki wajah tampan tak membuat Briana memperlakukannya dengan baik karena William hanyalah seorang sopir.

Namun apa jadinya bila seorang sopir itu menikahi Briana karena kesalah pahaman?

Dan seiring berjalannya waktu jati diri William akhirnya terbongkar. Ternyata ia adalah seorang pengusaha sukses.

"Aku bahkan lebih kaya dari orang tuamu." William Horrison.

"Maafkan aku. Aku mencintaimu." Briana Alesya Darwin.

Namun kata cinta yang Briana ucapkan bersamaan dengan kembalinya wanita di masa lalu William.

Siapakah yang akan William pilih, wanita di masa lalunya yang selama ini ia nantikan kedatangannya atau kah Briana istri yang selalu merendahkannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB. 23 Kembali ke tempat asal

Dua minggu berlalu.

William memutuskan kembali ketempat asalnya karena sudah puas dengan perannya sebagai sopir Briana.

Selain itu ada beberapa hal yang harus William urus tapi bukan mengurus KTP, karena ia tidak benar-benar kehilangan KTP-nya.

William akan memberi pelajaran untuk Briana yang selalu merendahkan dirinya.

"Kamu yakin Bri tidak mau ikut Liam pulang kampung?" tanya Larissa pada Briana yang memperhatikan William mengemasi pakaiannya.

"Tentu saja yakin," jawab Briana tanpa menatap Larissa.

Sejujurnya Briana sedih mengetahui William hendak pulang kampung, terlebih lagi kampung halaman William berada di Kalimantan yang entah kapan mereka akan dipertemukan lagi.

William melirik sekilas pada Briana yang baru saja berbicara seperti itu, kemudian lanjut mengemasi semua pakaian miliknya masuk ke dalam ransel.

Larissa menganggukkan kepala menanggapi jawaban Briana. Ia tidak akan memaksa bila Briana tidak mau ikut William pulang kampung.

"Berapa hari kamu dikampung halamanmu, Liam?" tanya Larissa.

"Tidak lama Mom, mungkin hanya dua minggu," jawab William tentu saja bisa didengar oleh Briana.

"Ya, jangan lama-lama kamu disana. Begitu kamu selesai mengurus identitasmu segeralah kembali ke Jakarta," ucap Larissa.

"Tentu Mom, aku akan segera kembali ke Jakarta," ucap William.

William diantar oleh Reyhan, Larissa dan juga Briana ke sebuah pelabuhan. Tidak memiliki identitas tentu saja tidak memungkinkan untuk William menaiki pesawat terbang, sehingga ia akan membuat seolah dirinya pergi ke Kalimantan menggunakan kapal laut.

Tiba dipelabuhan William menyalimi kedua mertuanya untuk berpamitan kemudian mengecup kening Briana yang entah kenapa wanita itu tidak menolaknya.

"Hati-hati ya Liam, bila sudah tiba di rumahmu kabari kami," pesan Larissa.

"Pasti Mom. Kalau begitu aku pergi sekarang," ucap William yang diangguki Reyhan dan juga Larissa tapi tidak dengan Briana.

Briana hanya menatap datar pada kepergian William yang berjalan semakin menjauh dari tempatnya berdiri untuk segera masuk kedalam pelabuhan.

Briana masuk kedalam mobil dengan perasaan tak menentu, sedih bercampur kehilangan atas kepergian William yang pergi pulang kampung.

"Tidak. Aku tidak sedih atau pun kehilangannya," gumam Briana menepis semua rasa yang ada dihatinya.

Setelahnya ketiga orang yang baru saja mengantarkan William ke pelabuhan itu segera kembali pulang kerumah.

Willam keluar dari dalam pelabuhan setelah memastikan orang-orang yang mengantarnya pergi dari sana.

William berjalan menghampiri sebuah mobil mewah yang terparkir ditepi jalan kemudian masuk kedalam mobil tersebut.

"Acting anda bagus juga," ucap Brian yang sejak tadi memperhatikan William.

Rupanya mobil yang dihampiri William ialah mobil milik Brian yang akan mengantarkan pria itu ke tempat yang akan dituju oleh William.

Sejak pertemuan pertama mereka dua minggu yang lalu, Brian dan William menjadi sangat dekat. Brian kerap kali meminta bantuan William disaat ia kesulitan dengan bisnisnya.

"Sudah aku katakan jangan terlalu formal padaku, Brian, aku ini adik iparmu," ucap William menegur Brian.

"Iya iya adik ipar." Brian menepuk bahu William yang duduk disebelahnya.

"Sekarang kita akan pergi kemana?" tanyanya kemudian.

"Antarkan aku ke kantor WT," titah William pada Brian.

"Siap adik ipar," ucap Brian kemudian melajukan mobilnya untuk menuju kantor WT.

*

*

Kedatangan William dikantor WT disambut baik oleh para karyawan WT yang sudah cukup lama tidak melihat kehadiran William di kantor itu .

Kurang lebih 7 minggu William meninggalkan kantor WT tanpa memperdulikannya sama sekali.

"Akhirnya kamu kembali juga Willy," ucap Julian yang sedang duduk di kursi CEO Will Transport dimana kursi itu biasa diduduki oleh William.

"Iya, aku sudah kembali Pah. Bagaimana kabar Papah?" tanya William sembari menduduki sofa di ruangan itu.

"Kabar Mamah dan Papah tidak baik-baik saja karena kamu sampai sekarang belum menikah," ucap Julian.

William tersenyum kecut, lagi-lagi Julian membahas hal yang paling tidak ia sukai.

"Sudahlah Pah jangan bahas itu dulu, aku baru saja datang," keluh William.

"Tidak bisa Willy, hal ini harus secepatnya kita bahas dan kita selesaikan. Apa kamu masih belum bisa melupakan Sabrina?" tanya Julian.

"Aku tidak tahu." William memalingkan pandangannya.

William benar-benar tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini. Entah masih mencintai Sabrina cinta pertamanya yang hingga sekarang tidak ada kabarnya. Atau perasaannya sedikit berubah karena hadirnya sosok Briana yang sekarang sudah menjadi istrinya.

Sedikit banyaknya Briana sudah memberi warna dalam hidupnya yang sejak kepergian Sabrina tidak pernah ia rasakan lagi.

Hanya saja William masih tidak menyukai sikap angkuh Briana yang selalu merendahkan dirinya.

"Papah akan mengatur lagi kencan untukmu agar kamu bisa melupakan Sabrina," ucap Julian yang tentu saja langsung ditolak oleh William.

"Aku tidak mau Pah," tolak William.

"Kenapa kamu terus saja menolak kencan yang sudah Papah atur? Papah tahu kamu tidak ingin menikah itu karena kamu masih menunggu Sabrina kembali, tapi kamu lihat sendiri Willy, hingga sekarang sudah lima tahun berlalu Sabrina tidak juga kembali. Sabrina mungkin saja sudah menikah dan bahagia dengan pria lain," ucap Julian.

"Tidak Pah, aku yakin Sabrina belum menikah," ucap William dengan yakin.

"Apa yang membuat kamu seyakin itu bila kamu saja tidak pernah mendapat kabarnya selama lima tahun?" tanya Julian.

"Karena dia mencintai aku Pah, aku yakin dia tidak akan mungkin menikah dengan pria lain," jawab William.

"Itu bila dia memberi kabar padamu, Willy, bila tidak memberi kabar seperti ini kamu tidak boleh seyakin itu. Berhentilah menunggunya dan menikahlah dengan wanita lain," ucap Julian

Julian bangkit dari duduknya berjalan mendekat pada William lalu meletakan selembar foto wanita beserta alamat restorant dihadapan William.

"Papah harap kamu datang," ucap Julian kemudian pergi dari sana.

Julian melirik sekilas pada Brian yang berdiri dipinggir pintu, ia tahu bila Brian ialah anak pertama Reyhan Anggara tapi ia tidak tahu bila Brian ialah kakak ipar putranya.

Setelah kepergian Julian, William mengambil foto wanita beserta kertas yang bertulisan alamat restoran kemudian meremasnya dan melemparkan ke tong sampah.

"Masuklah Brian," titah William pada Brian yang menunggu di luar ruangannya.

William akan membantu Brian untuk mengembangkan bisnis transportasi yang baru dirintis pria itu. Hal itu juga lah salah satu alasan William kembali ke tempat asalnya.

"Boleh aku tanya sesuatu?" tanya Brian setelah duduk disofa berhadapan dengan William.

"Tanyakan saja," ucap William dengan pandangan fokus menatap berkas yang ia pegang.

"Siapa Sabrina?" tanya Brian.

William menghentikan membaca berkas yang yang ia pegang kemudian mengalihkan pandangannya menatap pada Brian dihadapannya.

"Apa kamu mendengar pembicaraanku dengan Papah ku ?" tanyanya kemudian.

"Iya Liam, aku mendengar semua yang kalian bicarakan," jawab Brian.

William mengangguk mengerti.

"Sabrina itu tunanganku," ucap William.

1
gemar membaca
salah sendiri ortu Sabrina tdk dari awal ngasih kabar ke wiliam, tapi malah terus menyalahkan dia atas kecelakaan yang terjadi.
Sri Siyamsih
satu lg pendukungmu Liam, Brian
Sri Siyamsih
jika kmu tau bri siapa ayahmu sesungguhnya dulu kt" kamu akan berfikir swribu kl bilang miskin pd Liam yg notabene jls" keturunan orkay
Sri Siyamsih
kyknya jln dr kantor k rmh briana nglewati perkampungan yg disiplin alias ketat peraturan
Sri Siyamsih
ada y seorang ceo tp nggk ad etika spt itu, percuma pendidikn tinggi, kaya lg. sungguh d sayangkn, kasihan ortunya pdhal org baik, terllu sombong dn angkuh
Sri Siyamsih
ujung"nya tar liam yg turun tangan bantuin
Ririn Nursisminingsih
mkanya jg sombong kmu briana
Ririn Nursisminingsih
jg sombong bri yg kmu hina itu ceo...hargailah orang lain
Safa Almira
,bagusnya
Citra Kamila
aku mampir thor
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
ini daerah kampung mana sih?? klo jakarta kyknya gk mungkin deh warga nya begitu..🤭
Wahyuningsih 🇮🇩🇵🇸
briana ngukutin sifat emaknya wktu blm nikah
Mba Wie
Luar biasa
Devys
kenapa ada sad boy🥲🥲
Devys
cuma 5 aja 🤣🤣
Devys
saran buat unsur kendaraan 🤣🤣
🌸WINA🌺
briana jd wanita tdk ada kelam2nya sangat bar2 banget kesel william tdk perlu pake acara mencakar wajahnya,,,ayah reyhan nasehati putrinya hrs bs menghargai orglain....
🌸WINA🌺
wkwkwk🤣🤣🤣william kena cakaran lagi wajahnya yg tampan dan mama irene sudah menduga anknya jd supir pribadi briana.....
🌸WINA🌺
kucing bar2 sangat angkuh dan arogan dan kemanapun pergi wiliam akan sll mengawal/menyupiri gadis bar2 itu....
🌸WINA🌺
ya iyalah kena wong anknya sendiri william yg kabuuuur dr rmh tdk Mau dijodihkan,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!