NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepalsuan 05

"Mas maaf ya aku agak siang pulangnya, tadi malah keasikan muter-muter belanjanya. Ini aku beliin lupis kesukaan kamu,"ucap Mita sambil membongkar barang belanjaannya. Erdio sudah ada di dapur, sehingga Mita tak perlu lagi membangunkan suaminya itu.

"Nggak apa-apa sayang, makasih ya. Pas banget ini bangun-bangun aku lapar. Kamu emang istri terbaik,"jawab Erdio sambil memeluk pinggang Mita dan mencium perut istrinya tersebut.

Degh!

Perlakuan Erdio yang tidak memiliki makna apapun itu malah membuat hati Mita seperti terjatuh. Erdio yang mencium perutnya seolah menjadi sinyal bahwa suaminya ingin dirinya segera hamil.

Pernikahan mereka baru satu tahun, dan hal yang wajar jika masih menunggu untuk memiliki momongan. Namun Mita seolah merasa bersalah kepada suaminya yang tampaknya sangat menginginkan anak.

"Maaf ya Mas, aku belum bisa ngasih kamu anak,"ucap Mita dengan tersenyum namun matanya penuh dengan penyesalan.

"Eh, nggak gitu sayang. Jangan minta maaf juga, kamu nggak salah. Aku nggak ada maksud kayak gitu ke kamu. Kita masih muda ini. Aku juga nggak buru-buru buat punya anak. Sedikasihnya aja, jadi jangan jadi pikiran. Adanya kamu di rumah begini aja udah bikin aku happy kok. Jadi nggak usah mikir yang aneh-aneh oke. Aku cinta dan sayang sama kamu, apapun keadaan kamu. Jadi jangan mikir kayak gitu lagi oke,"jawab Erdio. Dia jadi merasa tidak nyaman saat melihat wajah Mita yang tiba-tiba sedih.

Erdio sungguh tidak mempunyai maksud begitu. Dia bahkan saat ini belum berpikir soal anak. Mau Mita hamil sekarang atau nanti juga bukan masalah bagi Erdio. Jadi dia tidak memburu-buru Mita dalam hal momongan.

"Beneran kamu nggak mikir kayak gitu? Soalnya orang-orang pada mikir kayak gitu, Mas. Aku juga sering denger orang ngomongin aku soal aku yang belum punya anak,"ucap Mita sedih.

Erdio lalu membawa Mita untuk duduk di sisinya. Dia merangkul bahu istrinya dan kemudian memeluknya.

"Jangan mikirin omongan orang. Kamu nggak usah dengerin mereka, yang perlu kamu dengerin cuma aku. Aku nggak masalah dengan itu, jadi kamu nggak perlu merasa risau. Aku selalu di pihak mu,"ucap Erdio.

Mita menganggukkan kepalanya. Dalam hati dia sangat bersyukur memiliki suami seperti Erdio yang selalu membesarkan hatinya saat orang-orang mulai menggunjingnya karena tak segera hamil. Memiliki suami yang selalu mendukung dan membelanya, sungguh hal yang sangat berharga.

Terlebih Mita sudah kehilangan ayahnya. Sosok pria yang selalu mendukung dan mencintainya telah tiada sejak dia masuk kuliah. Jadi datangnya Erdio seolah menjadi pengganti sang ayah. Erdio menjadi pria yang selalu membela dirinya.

"Makasih ya Mas, makasih udah ngertiin aku,"ucap Mita tulus.

"Iya sayang, kamu nggak perlu ragu soal itu. Aku adalah suami mu, aku akan selalu berada di sisimu,"sahut Erdio.

Pemandangan yang indah, romantis dan harmonis antara sepasang suami istri.

Pemandangan itu seharusnya menjadi pemandangan yang indah dan indah dipandang oleh siapapun. Tapi tidak dengan Medini. Adik dari Mita itu sangat tidak suka melihat kakak dan kakak iparnya nampak harmonis. Dia tidak menyukai keromantisan antara suami dan istri itu.

Tatapan Medini sangat tajam dan membara, seolah siap membakar keromantisan itu hingga habis tak bersisa.

"Ngapain kamu di sini?"

Medi sedikit terkejut ketika mendengar pertanyaan Warsi. Tangannya yang tadi mengepal erat, lambat laun merenggang.

"Nggak kenapa-napa, cuma idih aja ngeliat dua orang itu. Apalagi Mas Er, dasar buaya buntung,"jawab Medi. Ternyata dia sama sekali tidak menutupi rasa cemburunya di depan Warsi.

Warsi tercengang, dia tidak menyangka bahwa Medi bisa menatap Mita seperti itu. Ya tatapan itu penuh dengan kebencian.

Warsi kemudian menarik tangan Medi, membawa putrinya itu ke kamar. Sesampainya di kamar, Warsi menutup pintu dengan sangat rapat.

"Med, udah Med. Kamu harus berhenti. Apa yang kamu lakuin itu udah kelewatan. Kamu nggak seharusnya ngerecokin hubungan pernikahan Mbak mu. Mbak mu udah sangat baik sama kamu, sama kita. Seharusnya kamu nggak giniin Mbak mu, Medini,"ucap Warsi.

Sebenarnya awalnya Warsi tidak tahu tentang hubungan Medi dan Erdio. Dia mengetahuinya baru-baru ini. Namun meski sudah tahu, Warsi tak bisa membuka mulutnya di depan Mita. Itu semua juga karena Medi.

"Jangan Bu, kalau ibu ngasih tahu Mbak, kita pasti akan diusir, Terus kita mau tinggal dimana. Terus kuliahku gimana, jadi jangan kasih tahu Mbak Mita. Aku janji nggak akan lagi main-main sama Mas Erdio."

Itu adalah perkataan dan janji Medi kepada Warsi waktu ketahuan. Dan apa yang dikatakan oleh Medi, Warsi juga setuju. Rumah ini jelas milik Mita, dan selama ini semua kebutuhan rumah serta kuliah Medi juga atas usaha Mita, jadi Warsi pun memilih diam menutupi perselingkuhan Erdio dan Medi.

Tapi ternyata janji hanya tinggal janji, sampai detik ini, Medi masih berhubungan dengan Erdio. Malahan, Medi sekarang terlihat sangat menginginkan Erdio.

"Alaah ibu tahu apa sih. Yang salah juga bukan cuma aku di sini, tapi Mas Erdio juga. Nyatanya sampai sekarang dia masih mau berhubungan sama aku. Dan apa tadi dia bilang, cinta sama Mbak Mita, halah semuanya bullshit. Kalau dia cinta, dia nggak bakalan mau main sama aku,"sanggah Medi.

Warsi membulatkan matanya. Dia seolah tahu bahwa Medi tak akan berhenti. Ia takut, sungguh takut jika hal buruk benar-benar terjadi, maka di rumah ini pasti akan terjadi prahara yang besar.

"Ibu mohon kamu berhenti, Med. Jangan semakin dalam kamu berbuat salah,"pinta Warsi dengan sangat.

"Nggak mau. Aku mau dapetin Mas Erdio. Sekarang aku udah selesai kuliah, dan kalau aku bisa dapetin Mas Erdio, maka kita juga bisa hidup tanpa Mita lagi. Jadi, sekarang aku nggak takut apapun."

Mata Warsi membelalak, bahkan rasanya sampai ingin keluar ketika mendengar ucapan sang anak. Bagaimana bisa Medi memiliki sifat seperti ini. Bagaimana bisa anaknya itu tumbuh jadi orang yang tidak memiliki hati.

Warsi yakin betul bahwa dia membesarkan Medi dengan baik. Dia yakin sekali bahwa tak ada yang salah ketika membesarkan Medi, akan tetapi mengapa anaknya itu menjadi seperti ini.

Air mata Warsi luruh, yang dirasakannya saat ini sangat tidak karuan. Bahkan tangis itu kini menjadi semakin sesak di dada.

"Awas ya Bu, awas kalau Ibu ngebuka semua ini ke Mbak Mita sekarang. Aku punya caraku sendiri buat ngebongkar semuanya nanti,"ucap Medi sambil meninggalkan kamar. Dia meninggalkan Warsi yang masih menangis.

"Kenapa anakku jadi kayak gini. Apa yang salah, dimana yang salah? Apa dia punya sifat orang itu? Kenapa, kenapa sifat buruk itu harus ada pada putriku."

TBC

1
bibuk Hannan & Afnan
oh pantesan saudara dan ibu tiri ternyata makanya berhianat.
bibuk Hannan & Afnan
pasa=pasar
typo kak
Dew666
Loh loh tamat
Mala Sari
gudluc as always ya thor❤️
Damar Pawitra: kakakku cintaaas, makasih ...🤗🤗😍😍😍😍
total 1 replies
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: hihihi,,,, terima kasih KK buat semua karyamu
total 2 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya,ka semangat terimakasih sudah bertahan selama ini
total 4 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!