Gara-gara bola basket nyasar, Matahari Senja harus berurusan dengan si badboynya SMA Air langga, pentolan geng Atlantis yang terkenal hobi tawuran, playboy dan balap motor. Batara Matahari namanya
Matahari, nama mereka sama. Takdir keduanya pun hampir sama untuk dituntut sempurna. Tapi takdir tak semudah itu untuk membuat mereka bersatu. Matahari Senja dan Batara Matahari dengan luka mereka masing-masing, bisakah menyembuhkan satu sama lain?
.
Jangan lupa like, komen dan vote...🙏❤️
Follow ig author : @mukarromatul28
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mukarromah Isn., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Geng Tengkorak
"Senja lo bisa lompat kan?" Senja yang kebingungan mulai ikut panik melihat sekitar sepuluh motor yang mengepung mereka
"Lompat kemana?" Tanyanya panik
"Kemana aja" jawab Batara
"Kapan?"
"Sekarang!" Tanpa persiapan Batara menarik gas motornya kencang dan melempar kearah motor lain sampai membuat sekitar empat motor itu tumbang dan orang yang duduk diatasnya terjatuh, sedangkan ia menarik tubuh Senja sampai terjatuh ke aspal akibat belum ada persiapan dari gadis itu
"Gila lo!"
"Kali ini lo nggak bakal bisa menang Batara" Batara melihat logo dijaket mereka, tanda tengkorak, ia kenal geng motor itu namun merasa tak pernah ada masalah dengan mereka
"Gue ada masalah apa sama geng kalian? Kenal aja kagak perasaan" jawab Batara kesal, pemuda itu mendecih sedikit merasakan sakit pada pinggangnya karena terbentur bebatuan dipinggir jalan
"Lo ada masalah sama bos kita" jawab salah satu dari mereka
"Siapa bos lo? Suruh buat tunjukkin dirinya langsung, kenapa nyuruh anak buah kayak lo pada. Nggak tau malu banget, pake keroyokan lagi, cihhh!" Batara meludah seolah penghinaan atas sikap keroyokan mereka yang tak seimbang
"Banyak omong juga lo, langsung serang aja" Pertarungan tak dapat dielakkan lagi, Senja yang awalnya tak berniat ikut campur mau tak mau membantu Batara karena dipastikan sekuat apapun Batara, namun jika melawan dua puluh orang sekaligus tenaganya juga akan terkuras
Krek
BUGH
Plakkk
Suara tamparan, tendangan, bahkan otot yang sepertinya bergeser terdengar nyilu, Senja mulai ikut kewalahan beberapa kali ia menangkis pukulan dari mereka yang datang dari berbagai arah. Gadis itu melihat kepinggir dan terpikirkan sesuatu, ia sengaja mengambil jarak semakin mundur untuk mencapai tujuannya. Sebuah pukulan dengan cepat menyambar bagian pelipisnya membuat gadis itu tumbang dan langsung terbaring ditanah berpasir
"SENJA!" Batara berteriak saat melihat gadis itu tumbang, inginnya pergi menolong Senja tapi musuh menghadangnya dari berbagai arah
Senja diam-diam mengambil pasir itu dengan segenggam tangannya, lalu diikuti genggaman tangan yang lain. Mendengar tawa laki-laki yang seperti mengerubunginya, dengan cepat gadis itu membalik tubuh dan langsung melempar tepat kearah mereka dengan pasir di kedua genggaman tangannya
"Akhh" mereka menggosok mata masing-masing karena perih akibat pasir yang masuk ke mata. Melihat itu, Senja berlari menuju motor Batara yang tak jauh dari sana, untungnya kuncinya belum tercabut. Dengan cepat ia menyalakan roda besi tersebut setelah sebelumnya menggenggam pasir ditangan kanannya. Tanpa takut ia mengegas motor itu kencang kearah kumpulan mereka yang mengerubungi Batara, pasir di genggaman tangan kanannya ia lempar kearah mereka sampai membuat beberapa orang itu mengerang karena penglihatan mereka terganggu
"Naik cepet!" ucapnya pada Batara saat laki-laki itu masih fokus pada beberapa orang yang menghajarnya
Batara memutar tubuh dan memberikan tendangan pada masing-masing mereka kemudian memegang pundak Senja dan langsung naik dikursi belakang. Tanpa menyia-nyiakan kesempatan, Senja mengendarai kuda besi itu dengan kecepatan penuh, telinganya bising dengan suara angin dan kenalpot motor yang berisik. Karena tak tau ingin kemana, ia hanya mengikuti jalan kemana insting membawanya
Batara yang berada dibelakang masih mencerna apa yang terjadi, Senja menolongnya dengan pasir? Senja bisa membawa motor? Keahlian motor gadis itu bahkan bisa dibilang sangat baik, dan keahliannya membelok tiap tikungan tanpa menurunkan kecepatan motor membuatnya cukup takjub. Namun rasa takjub itu terhenti saat gadis itu mengerem motor mendadak sampai membuat suara decitan dan ban belakang sedikit terangkat, alhasil badan mereka juga sedikit maju kedepan. Ia bahkan tak sadar sejak kapan ia memegang erat tas dan bahu gadis itu
"Gila lo! Ngapain ngerem mendadak kayak gitu? Untung gue nggak punya riwayat penyakit jantung"
"Santai banget mulu lo ngomong, cepet tuker posisi gue nggak mau jadi depan. Gue nggak bisa motor beginian" Pernyataan yang membuat Batara menaikkan sebelah alis dengan tatapan aneh
"Lo udah cosplay kayak jadi pembalab, sekarang malah bilang nggak bisa bawa?"
"Itu karena darurat jadi gue bisa, sekarang udah tenang dan gue udah nggak bisa" Batara sampai membuka lebar mulutnya tak percaya. Dengan keahlian sebaik itu dan jarang orang kuasai dengan entengnya Senja bilang hanya kebetulan? Apa itu hal yang wajar? Menurut Batara sangat tak wajar sama sekali. Butuh waktu cukup lama untuk seseorang belajar keahlian balap, ia tak percaya kalau Senja tiba-tiba bisa dan tiba-tiba tidak bisa
"Jangan kebanyakan mangap lo, cepet! Kita berhentinya dikuburan sekarang" Ucap Senja sedikit gemas dengan menepuk bahu Batara yang seperti linglung. Batara juga baru sadar kalau disekelilingnya hanya ada deretan nisan putih dan bunga kamboja. Seketika ia merinding dan dengan cepat mengambil alih motor kesayangannya
"NGAPAIN LO BAWA KITA KEKUBURAN? GUE BELUM SIAP MATI!"
"GUE CUMA IKUT INSTING AJA! MANA GUE TAU KALAU JALANNYA KEKUBURAN" Jawab Senja dengan balik berteriak karena kerasnya suara angin
"Dasar perempuan!" tentunya itu tak Batara ucapkan dengan keras, ia hanya mengatakan itu dalam hatinya. Ia menjalankan kuda besi itu kemarkas Atlantis yang letaknya hampir tiga puluh menit dari kuburan tadi
Senja langsung turun dan terduduk lemas dikursi yang sengaja diletakkan disana. Gadis itu mengatur nafasnya, tenaganya seperti terkuras habis. Pegal dan nyeri diberbagai tubuhnya mulai terasa, kepalanya mendadak pening dengan pandangan memburam dan tak lama tubuhnya tumbang, sebelum sempat menyentuh tanah, Batara dengan sigap menahannya dan membawanya kedalam markas. Anak buahnya yang disana bersiul dan menggoda bosnya itu, karena mereka tau seberapa playboynya Batara namun tak pernah sampai membawa perempuan ke markas
"Kiw kiw kiw, Bang Batara tobat atau gimana nih?" Goda Yudhistira saat Batara meenggendong Senja masuk
"Buset! Baru jalan aja udah lo bikin pingsan anak orang" sindir Raka saat Batara menyuruh mereka minggir dari sofa untuk membaringkan Senja
"Pikiran lo berdua kayaknya mau dicuci pake air toilet, biar sekalian bersih! Heran gue sama isinya" balas Batara dengan menyusun bantal-bantal dibagian atas sebagai penyangga kepala Senja
"Gue liat kondisi kalian berdua kayak terjadi sesuatu, ada masalah? Nggak mungkin kan lo yang berdua yang saling adu otot?" Galaksi yang paling waras menghampiri Batara dengan segelas air yang langsung diteguk habis laki-laki itu. Ia menarik nafasnya dan terduduk di sofa single tepat didepan Senja
"Kumpulin anak-anak dan tanya mereka satu-satu, ada yang punya masalah sama geng tengkorak? Kami dihadang sepulang dari rumah sakit, untungnya masih bisa selamat"
"Gue yakin sih kalau lo bakal menang, mereka pasti kecil buat lo"
"Kalau cuma lima orang mungkin gue bisa, tapi ini hampir dua puluh orang dan tenaga mereka nggak main-main. Katanya kita ada masalah sama bos mereka, gue bahkan nggak kenal siapa tuh orang" jelas Batara kesal