Aluna adalah seorang gadis yang diangkat oleh keluarga kaya sebagai pengganti anak perempuan mereka yang hilang, Jesselyn. Meski hidupnya tampak bahagia, sebenarnya ia hanya diperlakukan sebagai bayangan dari Jesselyn.
Setelah dewasa Aluna dijodohkan dengan Davion Harold, yang lagi-lagi karena pria itu adalah pria yang dulu Jesselyn sukai. Apapun yang terjadi Aluna harus bertahan dalam pernikahan tersebut, itulah pesan kedua orang tua angkatnya.
Namun pernikahan itu membuat Aluna semakin tersiksa dan merasa tak diinginkan oleh siapapun. Pada akhirnya Aluna mengambil keputusan paling mengerikan di dalam hidupnya, coba keluar dari bayang-bayang Jesselyn dan hidup sebagai dirinya sendiri. Melanggar keinginan orang tua angkatnya untuk pertama kali.
"Dav, aku ingin kita cerai," ucap Aluna.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PP Bab 20 - Datang Dengan Misi Baru
Bahagia adalah sesuatu hal yang terasa begitu mahal bagi Aluna, dia selalu berpikir bahwa untuk mendapatkan kebahagiaan dia harus mengorbankan banyak hal.
Namun pembicaraannya dengan mom Ivana kembali membuatnya ragu atas keyakinannya sendiri, apakah benar bahagia itu bisa di dapatkan tanpa adanya pengorbanan?
Aluna masuk ke dalam kamarnya dengan pikiran yang masih kusut, dia tak langsung duduk di Sofanya melainkan datang ke ruang ganti. Ditatapnya lemari pakaian khusus miliknya, deretan baju berwarna putih yang selalu Aluna kenakan sejak ia berusia 9 tahun.
Di sisi lainnya baju dengan warna-warna lain yang mom Ivana belikan.
Menatap deretan baju itu air mata Aluna kembali jatuh tak bisa ia tahan, dadanya sesak sekali mengingat semua perlakuan kedua orang tuanya selama ini.
"Aku, aku selalu yakin bahwa mama dan papa menyayangi ku, aku selalu menepis pemikiran buruk. Tapi ternyata, tapi ternyata keyakinan ku yang salah," ucap Aluna dengan suara gemetar, tenggorokannya tercekat terasa semakin sakit.
Seumur hidup Aluna dia habiskan untuk mengabdi pada keluarga Myles dan sekarang haruskah dia tetap meneruskan pengabdian tersebut meskipun keberadaannya tak pernah dianggap?
Kata-kata Mom Ivana kembali terngiang di benaknya, bahwa ia harus bahagia?
Pada akhirnya Aluna menghapus semua air matanya dengan kedua tangan, dengan hati yang masih terasa perih dia ingin menata hidupnya sekali lagi.
"Aku bukan Jesselyn," ucap Aluna lirih, dia berdiri di depan kaca besar ruang ganti tersebut dan menatap pantulan dirinya sendiri. "Aku bukan Jesselyn."
"Aku bukan Jesselyn."
"Aku bukan Jesselyn," ucap Aluna berulang kali, dia ucapkan dengan air mata yang kembali jatuh begitu saja.
Namun untuk pertama kalinya setelah tahun tahun berlalu, akhirnya Aluna memberanikan diri menatap dirinya sendiri sebagai Aluna.
Setelah sekian lama dia pun selalu mengatakan pada dirinya sendiri bahwa dia adalah Jesselyn.
"Aku Aluna, aku adalah Aluna."
Satu per satu keyakinan itu dia kumpulan di dalam hatinya. Aluna tahu tindakannya kali ini akan membuat kedua orang tua angkatnya murka, namun sungguh, Aluna sudah sangat lelah sekarang. Hatinya tak sekuat itu untuk terus menjadi bayang-bayang Jesselyn.
'Selama ini kami sudah merawatmu dengan baik, balas budi lah.'
Kata-kata itu terngiang jelas diingatan Aluna, jika untuk mendapatkan jati dirinya sendiri dia harus membalas Budi maka kini akan Aluna lakukan.
Tapi bukan dengan cara hamil, melainkan membantu perusahaan keluarga Myles untuk kembali stabil.
"Ya, aku harus lakukan itu. Tapi apa yang harus kulakukan sekarang, aku tak tahu apapun tentang perusahaan. Yang kutahu hanya tentang Piano." Aluna mulai berpikir tanpa air mata, meski semuanya masih gamang namun ia seperti menemukan tujuan hidupnya yang baru.
Tidak lagi menjadi bayang-bayang Jesselyn dan menjadi dirinya sendiri.
Yang terbesit di dalam benak Aluna kini hanyalah nama Davion, satu-satunya yang mungkin bisa menjadi penolong.
Tapi apakah mungkin, disaat Davion pun begitu membencinya sekarang.
Aluna kemudian memanggil pelayan dan meminta untuk mengemas semua baju berwarna putih, Aluna tak akan menggunakan baju-baju itu lagi.
Saat sore menjelang Aluna keluar dari kamarnya dengan gaun baru pemberian mom Ivana. Lalu menemui ibu mertuanya di bawah sana.
Mom Ivana tersenyum lebar melihat penampilan Aluna yang nampak segar, biasanya Aluna selalu menggerai rambut panjangnya tapi sore ini Aluna mengikatnya dengan rapi, leher putih jenjangnya nampak dengan jelas.
"Ya ampun, menantu mommy cantik sekali," puji mom Ivana.
Pada saat itu bertepatan dengan Davion dan Daddy Aston yang baru saja pulang. Mom Ivana buru-buru memeluk lengan suaminya.
"Daddy pasti capek sekali, ayo kita segera istirahat," ucap mom Ivana, bahkan belum sempat Daddy Aston menyapa Aluna dia sudah lebih dulu menariknya.
Mom Ivana ingin memberi waktu sebanyak-banyaknya pada Aluna dan Davion untuk bersama, apalagi sekarang Aluna terlihat cantik sekali.
Dan Aluna pun tersenyum kecil melihat sikap ibu mertuanya, diam-diam dia tahu maksud tersembunyi mom Ivana. Kini di ruang tengah yang nampak megah tersebut hanya ada Aluna dan Davion berdua.
Ditatap oleh Davion, Aluna yang sore ini nampak berbeda, setelah kembali dari rumah kedua orang tuanya kini Aluna seperti datang dengan misi baru.
"Dav, bisakah kita bicara?" tanya Aluna.
bisa yuk bisa 💪💪💪
jederrr dav gimana🤣