seorang gadis bernama elana yang selalu ceria dan bertingkah random,jatuh cinta pada dosennya,dia terus mengganggu dosen tersebut hingga membuat sang dosen jerah dan memutuskan menerima cintanya.
namun sesuatu yang tidak pernah terduga terjadi dan membuat elana hancur,dia tidak menyangka jika sebuah fakta bisa membuatnya benar - benar hancur.
"aku harap setelah ini bahkan takdir tidak akan berniat mempertemukan kita"
"aku minta maaf,aku tidak pernah berniat menyakitimu"
elana pergi dengan perasaan hancur,dia meninggalkan tempat itu dengan air mata yang terus mengalir tanpa henti,hatinya benar - benar seperti di tikam 1000 pisau.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Res_29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lawan yang salah
"***Kau tau rumor itu***"
"***Rumor seorang mahasiswi mengencani dosennya agar bisa mendapat nilai yang bagus***"
"***Dia seperti wanita murahan***"
"***Aku tidak menyangka gadis yang terlihat tomboy ternyata berjiwa jal\*ng juga***"
"***Aku yakin tubuhnya telah di coba banyak pria***"
Banyak kata - kata yang beraneka ragam dari para mahasiswa perempuan maupun laki - laki yang saling berbisik di dengar oleh elana saat dirinya berjalan di lorong kampus menuju kelasnya,entah siapa yang sedang mereka bicarakan,namun tatapan mereka melihat ke arah elana dengan jijik sinis dan menyebalkan.
Tadinya elana tidak mau menanggapi dan mengabaikan mereka,namun saat baru saja gadis itu memasuki kelas sebuah suara menghina di dengarnya hingga membuat elana sadar jika yangbsedang para mahasiswa bicarakan sejak tadi adalah dirinya.
"Waowww lihatlah jal\*ng di kampus ini sudah datang",seru seorang gadis bernama leora saat elana baru saja masuk ke dalam kelas
"Lihatlah gadis tomboy ini,dia selalu bersikap centil pada pak evan,dan sekarang berhasil menjadi jal\*ng dosen itu",sahut gadis bernama adora
Elana yang tau jika sindiran itu untuknya berusaha menahan emosinya,mengabaikan ucapan teman - temannya itu dan duduk di bangku tempat biasanya dia duduk dengan sofia.
"Aku penasaran sudah berapa kali pak evan mencoba tubuhnya",ucap leora
"Kau tau beberapa hari yang lalu aku melihat mereka berkencan",ucap adora
"Aku dengar gadis itu juga berkencan dengan kevin si pembisnis muda itu",gadis bernama bora menimpali
"Wahh ternyata dia memang benar - benar jal\*ng ya.... ck..ck..ck",ucap leora sambil geleng - geleng kepala pelan menatap punggung elana yang nampak tegang karena gadis itu tengah mengepalkan kedua tangannya menahan emosi.
"Kalian tau... aku juga pernah melihatnya masuk ke dalam bioskop bersama pria 2 minggu yang lalu"
Ya memang benar jika 2 minggu yang lalu elana pergi ke bioskop bersama marchel untuk melihat film kartun yang baru saja di rilis,namun siapa sangka jika ada teman sejurusannya yang melihat mereka.
Leora dan beberapa gadis lainnya berjalan ke arah elana,gadis itu dan teman - temannya lalu berdiri di depan meja elana yang letaknya berada di barisan paling depan.
Leora menggebrak meja elana dengan keras sambil berkata,"hei kau gadis jal\*ng,sebaiknya kau keluar dari kampus ini,kau membuat nama kampus ini menjadi buruk"
Elana menatap tajam leora yang melipat kedua tangannya di dada dengan angkuh,"siapa kau mengaturku?"
"Kau tidak tau siapa aku?",leora menunjuk dirinya sendiri,"aku adalah anak dari salah satu donatur di universitas ini,dan kau...",leora menunjuk wajah elana yang langsung di tampik kasar oleh gadis itu
"Kau tidak pantas berada di kampus ini,aku yakin kau itu gadis miskin yang masuk ke universitas ini bermodalkan beasiswa dan kau menjadi jal\*ng untuk memenuhi kebutuhan hidupmu dan keluarga miskinmu kan?"
"Jaga mulutmu itu sialan",teriak elana yang sudah kepalang emosi sampai berdiri dari duduknya sambil menunjuk leora
"Apa?itu faktanya kan?kau pergi dengan banyak pria dan menjual tubuhmu,kau gadis murahan",leora terus melontarkan kata - kata kasar pada elana
"Tutup mulutmu atau aku yang akan menutupnya",ancam elana dengan tajam
Bukannya takut leora malah tertawa dan membuat teman - temannya juga ikut tertawa,"memangnya kau siapa?aku tidak takut denganmu,aku yakin bahkan ibumu pasti juga seorang jal\*ng kan",ucap leora sombong mengejek
Elana mengeratkan rahangnya dengan kedua tangan terkepal erat,"mulutmu sepertinya memang harus di beri pelajaran ya",desisnya tajam kali ini emosinya benar - benar sudah tidak dapat di tahan.
Elana berjalan beberapa langkah ke arah leora,membuat gadis itu dan kawanannya reflek mundur beberapa langkah juga,"mau apa kau,hah?",tanya leora dengan dagu terangkat menantang dan kedua tangan yang berada di pinggangnya
Tanpa aba - aba elana maju dan menerjang leora hingga gadis itu tersungkur telentang di lantai,teman - temannya sampai memekik kaget dan reflek mundur,elana langsung melompat dan duduk di atas perut leora,menjambak rambut gadis itu dan satu tangan lainnya berusaha mencekik lehernya.
Leora meronta dengan satu tangan menahan pergelangan tangan elana yang berada di lehernya,satu tangan lagi menahan pergelangan tangan elana yang ada di rambutnya.
Elana bak kesetanan,bahkan beberapa orang berusaha melerai dan menarik elana,namun yang ada mereka malah berakhir terlempar hanya dengan 1 dorongan tangan gadis itu.
Jangan salahkan elana yang seperti itu,moodnya sudah kacau sejak pagi karena sang ibu yang mengatakan akan mengajaknya pergi ke jerman minggu depan padahal dia sudah cukup dekat dengan evan dan tak ingin kehilangan kesempatan lagi.
Tapi leora dan teman - temannya malah membuat iblis dalam diri elana bangun dengan mengganggu gadis itu,leora bukanlah lawan yang pas untuk elana yang sejak kecil sudah belajar bela diri.
Padahal sejak tadi elana sudah berusaha mengabaikan dan menahan emosinya,namun salah leora yang sampai membawa - bawa dan menyebut ibu elana sebagai jal\*ng.
Gadis itu terus mencekik leher dan menarik rambut leora sampai wajah leora sudah memerah,bahkan mungkin rambutnya sudah ada yang lepas saat ini,pergelangan elana juga sudah mengeluarkan darah karena kuku leora yang menancap di sana.
"Lihatlah gadis yang kau sebut jal\*ng ini,akan membunuhmu",desisnya tajam
Teman - temannya terus berusaha menarik elana namun tidak bisa,tubuh gadis itu seperti berubah menjadi sangat kuat.
Evan yang baru saja sampai di kelas itu karena memang jadwalnya mengajar terkejut melihat adegan kekerasan itu,pikir panjang dia menarik tubuh elana dengan sekuat tenaganya.
"Elana lepaskan,apa yang kau lakukan",seru evan sambil menarik elana dengan sekuat tenaga
"Elana lepaskan dia",teriak evan lagi dan mengerahkan semua tenaganya hingga akhirnya berhasil mengangkat tubuh gadis itu
Leora langsung terbatuk - batuk saat sudah terlepas dari elana,semua temannya langsung membantu gadis itu dengan memberinya minum.
"Aku akan membunuhmu",teriak elana sambil meronta dalam dekapan evan
"Diamlah... kau benar - benar sudah kelewatan",ucap evan tajam sambil memegangi tubuh elana yang terus meronta seperti serigala yang mangsanya telah di rampas begitu saja
"Aku benar - benar akan membunuhmu,gadis sialan awas kau",elana terus berteriak membuat evan kehilangan kesabaran,pria itu langsung mengangkat tubuh elana dan memanggulnya seperti karung beras di pundak dan membawa gadis itu ke ruangannya
"Turunkan aku,aku akan membunuhnya",elana terus meronta sepanjang jalan
Sofia yang baru saja sampai hanya bisa diam tercengang dengan apa yang dia lihat,elana di panggul oleh dosennya sambil berteriak bak orang gila,lalu setelahnya keluar leora yang di bopong oleh dua temannya dengan keadaan yang kacau menuju UKS.
"Apa yang terjadi?",tanya sofia pada salah satu temannya
"Sahabat bar - barmu itu ingin membunuh leora",jawabnya sinis
Sofia benar - benar tercengang,mulutnya bahkan sampau menganga lebar tak percaya,tanpa pikir panjang dia pergi dan mengikuti kemana evan membawa sahabatnya itu.
Sampai di dalam ruangannya evan segera menurunkan elana dan mendudukan gadis itu di sofa yang ada di dalam ruangan itu,elana duduk dengan nafas dan dada yang naik turun karena emosi,evan memperhatikan gadis itu berdiri di depannya sambil berkacak pinggang,menunggu elana hingga emosinya sedikit mereda.
Sofia yang baru saja tiba tanpa permisi langsung nyelonong masuk begitu saja,membuat evan langsung menatapnya tajam.
"Apa kau tidak punya sopan santun?",tanya evan dingin dan tajam
Sofia tersenyum kikuk lalu menjawab,"hehehe maaf pak saya tadi panik khawatir dengan elana"
Evan tak merespon lagi,gadis segera mendekati elana dan duduk di sebelah,"el ada apa sebenarnya,ceritakan padaku",sofia menggoyang - goyangkan lengan elana yang langsung di tepis kasar oleh temannya itu
"Sekarang jawab dengan jujur,kenapa kau melukai leora hah?",hardik evan dengan suara tegas
"Karena dia mengataiku",jawab elana dengan nada penuh kebencian
"Apa yang dia katakan?apapun itu tidak seharusnya kau melukainya",evan terus menyalahkan elana
"Lalu apa yang harus aku lakukan di saat ada orang yang mengatai ibuku jal\*ng",jawab elana dengan setengah berteriak,air matanya bahkan sudah mulai keluar
Evan terdiam tak bisa menjawab,sedangkan sofia hanya bisa menganga lebar tak percaya,pantas saja elana ingin membunuh leora jika itu permasalahannya pikir sofia.
"Hubungi orang tuamu dan suruh mereka kemari menghadapku,sebelum rektor mengetahui masalah ini",tungkas evan