NovelToon NovelToon
Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan

Takdir Illahi: Kebahagiaan, Kesedihan Dan Kesempurnaan

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Patahhati / Nikahmuda / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 5
Nama Author: Nurfaizah Jiza

TAKDIR ILLAHI : Kebahagiaan, Kesedihan dan Kesempurnaan

(BELUM DI REVISI!!)

Takdir hidup setiap manusia, sudah pasti tidak ada yang bisa menebak bagaimana jalan alur ceritanya. Begitupun dengan seorang gadis cantik nan sholehah, anak perempuan satu-satunya keluarga Muhammad. Jizah Nurreen Ahmad, itulah namanya.


Takdir Illahi membawanya kedalam kehidupan yang berbelok. Kebahagiaan berganti kesedihan, sampai datanglah kesempurnaan. Ia percaya, inilah ketetapan terindah dari-Nya.

"Terimalah takdirmu dengan lapang dada sebab Allah Maha Tahu sedangkan kamu tidak."




_ Karya Pertamaku dimasa pandemi dan ini membawaku kedalam dunia yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurfaizah Jiza, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

(23) Rumah Mertua

Keesokan harinya Abah, Jizah dan Aldi berkunjung kerumah Dani yang tak lain Ayah Aldi.

Mereka disambut dengan sangat baik dan ini kali pertama bagi Jizah berada dirumah mertuanya, ada rasa canggung tentunya. Jizah diajak Jamilah mertuanya ke dalam kamar yang ditempati Aldi sebelum menikah dan saat berkunjung ke Yogya untuk mengobrol lebih banyak sedangkan para lelaki berbincang diruang tamu

"Zah, selama ini Aldi memperlakukan kamu dengan baik kan?" tanya Bunda Mila panggilannya

"Alhamdulillah Bun, mas Aldi memperlakukan Jizah dengan baik, dan juga sangat pengertian sekali" jawab Jizah

"Syukurlah kalau begitu"

"Kalian GK ada rencana menunda momongan kan?" tanya Bunda hati-hati

"Jizah sama mas Aldi GK ada niatan sama sekali untuk menunda kehamilan, bahkan Jizah ingin cepat-cepat hamil tapi belum Allah segerakan" jawab Jizah menunduk

"Kalian menikah sudah 5 bulan lebih loh, jadwal haid kamu lancarkan?" tanya Bunda dengan tatapan yang sulit diartikan

"Jizah haid biasanya 2 bulan sekali dan itu berangsur lama" jawab Jizah dengan menatap lekat wajah mertuanya

"Lebih baik kamu periksakan diri kamu, Bunda yakin masalah bukan pada Aldi tapi kamu" ucap Bunda meninggalkan Jizah dengan sedikit amarah

"Ya Allah ibu mertuaku meragukan ku, inikah yang dialami banyak wanita diluar sana ketika belum nikah ditanyakan kapan menikah?dan ketika sudah menikah kapan punya mongmongan? dan banyak pertanyaan yang masih menanti. Hamba tidak ingin mengecewakan keluarga suami hamba, tapi semuanya tergantung Engkau ya Allah" gumam Jizah dalam hati perlahan air mata menetes membasahi pipinya

Aldi yang mencari istrinya bertanya pada Bunda

"Bun Jizah dimana? kok bunda sendirian turunnya?" tanya Aldi heran

"Istrimu ada dikamar" jawab bunda datar lalu beralih kekamarnya meninggalkan orang yang ada diruang tamu.

Abah yang melihat raut wajah besannya berubah setelah berbincang dengan Jizah, ada sedikit kekhawatiran didalam hatinya namun berusaha mungkin untuk tidak memperlihatkannya

"Abah, ayah Aldi ke kamar dulu yaa" ucap Aldi diangguki keduanya

Aldi menaiki tangga setelah berada didepan kamarnya tanpa mengetuk pintu dia langsung masuk dan mendapati istrinya berdiri menghadap jendela dengan tatapan kosong

"Sayang kamu kenapa?" tanya Aldi memeluk Jizah dari belakang

"M-mas, kamu ngagetin Anna aja" ucap Jizah

"Kamu GK suka yaa ada dirumah ayah?" tanya Aldi

"Tentu Anna suka, mungkin karena ini kali pertama Anna kesini jadi ada sedikit rasa canggung" jawab Jizah

"Kalau kamu GK merasa nyaman besok kita langsung pulang saja" ucap Aldi

"GK perlu terburu-buru mas, kamu pasti masih kangen ayah,bunda dan galih kan?" tanya Jizah

"Iya mas masih kangen mereka, sudah beberapa hari di Yogya tapi kan GK ke Bantul" jawab Jizah

Kini keduanya sudah berbaring di ranjang, Jizah menaruh kepalanya di dada bidang suaminya, sedangkan Abah beristirahat dikamar tamu

"Hmm mas?"

"Yaa sayang?"

"Apa mas, sangat menginginkan segera memiliki momongan?" tanya Jizah

"Tentu sayang, mas suka iri sama teman-teman mas yang sudah punya anak, mereka selalu bercerita perkembangan anak mereka seru banget kayaknya walaupun mereka jarang ketemu" jawab Aldi menatap lekat dinding langit kamar

Jizah tidak melanjutkan pembicaraan dan memilih memejamkan mata walaupun sebenarnya ia tidak mengantuk hanya saja mencoba menenangkan pikirannya

"Udh tidur sayang?, cepet banget" gumam Aldi namun tak dijawab oleh Jizah

"Pasti kalau kita punya sendiri mereka lucu-lucu, sipit kayak aku atau kayak kamu yaa?" ucap Aldi tersenyum membayangkan betapa lucunya anak mereka nanti sedangkan Jizah yang masih mendengarkan dengan mata terpejam ada sedikit rasa bersalah dihatinya namun sejatinya itu bukanlah kesalahannya

Keesokan harinya Abah harus segera pulang ke Jakarta, sedangkan Jizah dia ingin berusaha mengambil hati ibu mertuanya.

Jizah membantu ibu mertuanya memasak sesekali Jizah bertanya tentang apa yang tidak diketahui dan Alhamdulillah ibu mertuanya seolah melupakan kejadian kemarin.

2 Minggu Jizah dan Aldi di Yogya kini mereka akan kembali ke Jakarta, karena Jizah sudah terlalu lama meninggalkan mata kuliahnya.

Jizah maupun Jamilah mertuanya sama-sama belajar dari hari itu, mereka sama-sama beradaptasi layaknya seorang ibu mertua dan anak menantu dengan baik.

Dan kini kedua orang tua paruh baya mengantarkan mereka ke bandara.

"Bunda,ayah kita pamit jaga kesehatan kalian" ucap Aldi mencium punggung tangan kedua orang tuanya disusul Jizah

"Iyaa kamu juga jaga kesehatan" Ayah

"Iyaa kamu tenang aja Bunda sama Ayah sudah pasti menjaga kesehatan, kamu juga yaa" ucap Bunda

"Nanti kalau ada apa-apa biar mas suruh Galih pulang, kalau perlu dia Ndak usah ngekos toh pulang pergi juga Ndak papa" ucap Aldi

"Kasihan mas adikmu itu kalau harus pulang pergi" ucap Ayah

"Jizah ingat pesan Bunda, kamu kurang-kurangi kegiatan yang Ndak penting, kalau perlu jangan terlalu sering pergi jauh-jauh, dan satu lagi perbanyak minum vitamin dan obat kesuburan" ucap Bunda menasihati menantunya

"Iya Bunda insyaallah Jizah akan berusaha mengikuti semua yang bunda sarankan"

Tak lama terdengar panggilan pesawat menuju Jakarta akan segera berangkat

Didalam pesawat selama perjalanan Aldi tertidur pulas sedangkan Jizah menulis sebuah pesan di laptop nya

*Mertua Bukan Musuh

Hormati dan sayangi mertuamu, sebagaimana engkau menyayangi ibu kandungmu sendiri, karena bagaimanapun dia yang telah mengandung dan melahirkan suamimu. Bagaimanapun sikapnya terhadap kita yakinlah tidak sepenuhnya keinginan hatinya namun ada bujuk rayu syaitan yang menguasai egonya dan sikap kita lagi-lagi kuncinya adalah Sabar dan ikhlas.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ لَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ وَمَن يَتَّبِعْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ فَإِنَّهُۥ يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ ۚ وَلَوْلَا فَضْلُ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُۥ مَا زَكَىٰ مِنكُم مِّنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يُزَكِّى مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah syaitan, maka sesungguhnya syaitan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada kamu sekalian, niscaya tidak seorangpun dari kamu bersih (dari perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui*."

*

*

*

"**Perlakuan mertuamu saat selayaknya kita ingin diperlakukan, karena sejatinya sikap kita ke mertua adalah benih yang kita tanam ke anak-anak yang kelak akan tumbuh menjadi benih perilaku yang akan kita panen."

(*Septi Peni Wulandari - tausiyah cinta***)

1
devi aryana
Luar biasa
UMI MIZUKI
bagus Sabil belajar agama
Echa Noeralie
mau nangis jg bc novel ini sedih dan mngkel...
Syaiful Ardi
baru gabung dari bab 1 suka alur cerita sambil belajar
Diah Ratna
baca sambil angis,thor.
makasih untuk ceritanya.
menjadi seorang istri yang dikhianati suami , memilih berpisah, membuka lembaran baru dengan orang yg lebih baik dr suami pertama.bisa dijadikan pelajaran untuk kita bahwa kebahagiaan akan datang setelah badai dlm rumah tangga.menemukan orang yg benar2 beriman membimbing istri menuju jannah
Diah Ratna
pasrah ,sabar,salut buat ustad khoirul.
mau donk yg ky ustad khoirul
Diah Ratna
ustad khoirul,kadang takdir Allah indah cuma manusia nya mau belajar sabar dan bersyukur atau tidak.
Diah Ratna
kata2 terakhir nya ngenak dihati
Diah Ratna
mungkin takdirnya ustad khoirul
Diah Ratna
mewek bacanya,jizah aku belum bisa sepertimu yg ikhlas dan sabar dalam menjalani takdir
Diah Ratna
menunggu Khairul melamar ga datang2,kalah gercep m bang Aldi.
bukan salah abah, mungkin takdirnya berliku-liku
Elik Suwarni
bagus banget karyamu Thor👍👍
Tin Lin Cahaya
wallahi.. eluhq netes thorr...
aNDiaNa
❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️
amalia
terlalu pjg bab nya
amalia
aamiin ya allahhh
amalia
dikit2 cium kening🙃
amalia
yg jizah dirumah sendiri trs ada yg ketuk2 pintu gmn kok gk ada lanjutan nya
amalia
visual nya fira lebih cantik dr jizah🙃
amalia
seneng ya pnya abang2 yg baik2 gitu tetep sayang sm adik bontot nya meski udah pada pnya istri abang2 nya😔😣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!