NovelToon NovelToon
Ruang Teduh Untuk Arkan

Ruang Teduh Untuk Arkan

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:286k
Nilai: 5
Nama Author: sakabiya

Dalam setiap perceraian, korban paling nyata adalah anak. memiliki orang tua yang tidak pernah harmonis adalah pukulan telak untuk seorang anak yang sudah mulai mengerti arti sebuah keluarga, itulah yang dialami Arkana.

Diusia remaja yang butuh perhatian penuh dan bimbingan untuk menentukan jati diri, Arkan malah mengalami keterpurukan atas perceraian kedua orangtuanya. dia tidak menemukan kehangatan dan dia selalu mencari perhatian dengan cara brutalnya.

Mungkinkah akan ada ruang teduh untuknya merasakan kehangatan ??
Bisakah dia melewati masa transisinya dengan baik ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sakabiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sweet Vero 2

Lanina akan kembali ke sekolah, dia tidak peduli walau kakinya sakit tapi dia masih punya tongkat untuk menopangnya.

Sarapan di rumah sederhananya, Ibu menyodorkan 2 buah telur rebus kearah Nina yang sudah duduk bersama Tiara di meja makan.

"Makan itu! Katanya bisa mempercepat penyembuhan luka di kakimu," kata Ibu tanpa aksen, nada bicaranya sangat datar setiap kali dia bicara pada Nina.

"Makasih bu," kata Nina lalu dia segera kupas cangkang telur itu dengan tangannya sendiri.

"Bu, aku harus transfer sekarang buat sepatu yang aku pesan tempo hari itu, uangnya udah ada kan?" tanya Tiara menuntut seperti biasa.

"Ada sayang, tenang saja," kata Ibu yang tampak santai dengan tuntutan Tiara, lalu dia keluarkan uang yang Tiara minta, Tiara senang bukan main.

"Wah, dari mana ibu dapat uang ini? Apa ini uang modal Ibu?" tanya Tiara.

"Bukan! apakai saja, ini semua memang rezeki kamu," kata Ibu, Nina tahu, pasti itu uang yang Ayahnya Arkan berikan kemarin. Padahal uang itu adalah hak Nina, Ibu memang sangat keterlaluan.

"Unnchh ... Ibu emang terbaik!" kata Tiara sangat manis, dia memeluk dan mencium pipi Ibunya. Hal itu adalah hal yang sangat membahagiakan untuk Ibu.

"Ibu senang kalau kamu senang, kamu harus makin semangat belajar ya!" kata Ibu penuh kasih sayang, sikapnya selalu kontras dengan apa yang dia tunjukan pada Nina. Sedih sudah pasti, tapi apa mau dikata, memang inilah nasib yang harus Nina terima sepanjang hidupnya.

Lanina hanya berharap suatu hari dia akan berarti untuk keluarganya ini dengan begitu mereka akan menghargai dan menyayangi Nina seperti Nina menyayangi mereka.

***

Nina turun dari Bis dengan susah payah, dia belum begitu mahir dengan tongkat siku di tangannya. Sampai akhirnya Vero menyadari hal itu dari kejauhan. Dia tepikan motornya di pinggir halte lalu dia segera turun dan setengah berlari menghampiri Nina yang masih kesulitan menuruni bis yang cukup tinggi.

Nina sampai terkaget, tapi dia benar-benar tertolong oleh kehadiran Vero.

"Makasih," kata Nina malu-malu, Vero belum tahu apa yang menimpa Nina sampai dia bertemu dengannya dalam keadaan seperti ini.

"Kamu kenapa?" tanya Vero lalu membantu Nina berjalan dengan stabil sampai ke tepi halte dimana motornya terparkir.

"M ... jatuh," jawabnya singkat.

"Kalau kondisi kamu masih sakit kenapa maksain diri buat sekolah, naik bis lagi, setidaknya Ayah kamu nganterin atau saudara kamu," kata Vero terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Nina, Nina tersenyum mendengarnya.

"M ... aku udah agak baikan kok," sahutnya.

"Ya udah, ayo naik! gerbang sekolah masih jauh," kata Vero mempersilahkan Nina untuk kembali naik ke atas motorsportnya, Nina jadi salah tingkah lagi dan dia berpikir keras karena dia pasti akan kesulitan.

"Gak usah deh."

"Ayo aku bantu." Vero membantu Nina naik dengan hati-hati dan akhirnya Nina sudah bisa duduk di jok belakangnya. Kemudian dia pun naik di jok depan dan bersiap untuk meluncur menuju komplek sekolah yang tinggal beberapa meter lagi.

Adegan itu jadi tontonan para murid yang juga mulai berdatangan untuk segera melewati gerbang sekolah dan tak sedikit pula yang iri dengan Nina. Apalagi di waktu yang hampir bersamaan Kayla dan Tatia hadir, Tatia sampai tak kuasa menahan amarah dan rasa cemburunya, dia benar-benar meradang menyaksikan sikap manis Vero terhadap Nina.

"Apa gue gak salah lihat?" tanya Kayla hampir tak percaya.

"Apa istimewanya dia di banding gue?" gerutu Tatia.

"Heh, perih banget ya kalah bersaing sama miss cupu kayak dia, heh," ledek Kayla, Tatia mencoba menutupi rasa kecewanya tapi tetap saja apa yang dia lihat pagi ini begitu membuat hatinya sakit.

Nina dan Vero sampai di tempat parkir, Vero dengan sigap membantu Nina turun dan kembali berdiri dengan tongkatnya. Vero memastikan keseimbangan Nina baik.

"Aku antar kamu ke kelas ya," tawarkan Vero, Nina semakin malu dengan semua kebaikannya pagi ini, dia juga jadi semakin salah tingkah karena teman-temannya terus memperhatikannya.

Bagaimana tidak? Vero adalah siswa populer yang sangat diinginkan oleh siswi-siswi lainnya. Saat ini Nina benar-benar menggebrak seantero sekolah dengan pesona dan kesederhanaannya. Sejak kejadian di kantin beberapa hari lalu, Nina benar-benar jadi fokus teman-temannya di sekolah, bahkan dia sempat jadi trending di jagat sekolah.

"M ...." Nina belum jawab, dia masih tersipu malu dan itu malah membuat Vero semakin terpesona.

"Kenapa aku baru sadar ya kalau di sekolah ini ada makhluk manis seperti kamu," bisik Vero menggoda.

Deg..deg..deg.. detak jantung Nina langsung berpacu kencang di atas normal. Kata-kata manis Vero membuatnya serasa terbang melayang. Dia hanya menunduk lugu, dia tidak berani membalas tatapan Vero.

"Ayo ...." ajak Vero.

"M ... kita pergi ke kelas kita masing-masing aja, sebentar lagi bel masuk berbunyi, nanti kamu terlambat," dalih Nina, dia tidak tahu harus menolak Vero dengan cara seperti apa. Bukan karena dia tidak suka dengan Vero tapi Nina hanya tidak ingin jadi pusat perhatian lagi.

"Aku bisa lari, sedangkan kamu? Yuk." Vero benar-benar tak ingin membiarkan Nina berjalan tertatih sendirian. Dia segera menarik tangan Nina dengan lembut lalu menemani langkah berat Nina. dan tentu saja itu menjadi tontonan teman-teman mereka.

'Aah Vero, so sweet banget kamu,' batin Nina di sepanjang perjalanan menuju kelasnya.

Dan saat berpapasan langsung dengan Kayla dan Tatia, Kayla sengaja menahan langkah keduanya.

"Waw ... apa gue gak salah lihat?" tanya Kayla dengan nada mengejek.

"Kenapa? Mata lo katarak?" Vero membalas ejekan Kayla dengan nada sarkas.

Tatia memandang Nina benci, tatapannya seperti tatapan elang yang sedang menyasar anak ayam.

"Drama apa yang gue lihat pagi ini?" Kayla masih bersikap menyebalkan.

"Minggir!" kata Vero tegas.

"Jadi, sejak aksi lo di kantin beberapa hari lalu, hubungan kalian berlanjut? Waw ... "

Vero tidak peduli, dia terus berjalan menerjang Kayla dan Tatia yang masih mencoba menjegal, dan Vero berhasil melewati keduanya.

"Yang tabah ya!" kata Kayla lalu berlalu dari sana, Tatia sudah tak sudi untuk berkomentar, kenyataan ini sungguh sangat menyakitkan untuknya.

Nina sampai di kelasnya, saking khawatirnya, Vero mengantar Nina sampai dia benar-benar duduk diatas bangkunya, Nina tersanjung, gak tahu lagi harus bilang apa pada Vero.

Ami yang sudah ada di kelas sampai bengong melihat keberuntungan sahabatnya itu.

"Gue ke kelas ya!" kata Vero.

"Iya, makasih banyak," sahut Nina, dan Vero berlalu dari sana menuju kelasnya yang hanya terhalang dua kelas dari kelas Nina.

"Wah, Vero ... manis sekali dia! Perhatian!" kata Ami yang masih bengong melihat Vero berlalu dari sana.

Nina jadi salah tingkah.

"Fix! Vero suka sama kamu!" kata Ami heboh sendiri.

"Apa sih ...." sangkal Nina, dia malu-malu kucing tapi dia malah semakin manis.

"Vero mana pernah memperlakukan hal kayak tadi sama siswi lainnya! Cuma kamu lho, kamu memang istimewa!" goda Ami.

"Udah deh, gak usah mengada-ngada!"

"Siapa yang mengada-ngada? Semua orang melihat hal tadi dengan nyata! Gamblang! Terang! Semut aja pasti tahu kalau Vero tuh suka sama kamu."

Nina pura-pura tidak mendengar ocehan Ami yang semakin menggodanya, dia keluarkan buku-buku dari dalam tasnya.

"Sini, pinjam buku catatan kamu, aku mau salin semuanya mumpung masih ada waktu," kata Nina mencoba mengalihkan perhatian Ami.

"Nin, kamu benar-benar gak baper sama perlakuan Vero tadi?" tanya Ami.

"Udah, mana catatan kamu?"

"Heum, ya udah nih, tapi nanti kamu cerita semuanya ya ...." kata Ami sembari menyimpan buku-bukunya di depan Nina.

"Cerita apa?"

"Yaaah, masih pura-pura polos aja." cibir Ami.

Nina hanya tertawa kecil melihat rasa penasaran Ami, dia sebenarnya speechless dengan kejadian tadi, dia gak tahu harus cerita apa pada Ami, yang pasti sikap manis Vero tadi membuat dirinya senang bukan main.

1
erviani
telat bgd ya cek cctv nya
erviani
baru mampir . .
Nurul Azzandy
Hai Ka biya
ko tokohnya sm kaya d platform sebelah y arkana n lalina 😂
Srie Hastuti
bagus... sangat mendidik u/anak muda yg mncari jati diri
Srie Hastuti
lanjuttt Thor... sampe dewasa
Srie Hastuti
lanjut Thor... sampe mereka nikah😁
Aan Nurhasanah
lanjut donk cerita nya sampai nina &arka dewasa👍👍👍
Aan Nurhasanah
kagum sama nini saking semangat nya bujuk arka belajar& sekolah lanjut kak👍👍👍
Tri Haryani
salut banget sama tokoh Lanina, banyak pelajaran hidup bisa diambil oleh Arkan dari Lanina
Choiriyah ArBy
sampai menikah punya anak
Sri Rahayuu
bagus, menginspirasi
Lia Yulia
q mampir kak🤗
🥰Dewimitohamasreka🥰
nagis aku thor😭😭😭😭
🥰Dewimitohamasreka🥰
bab pertama meyentuh, mari lanjutkan
Leni Fatmawati Fatmawati
aku yg nangis Thor,Nina baik bngt sih km
Leni Fatmawati Fatmawati
hadeuuhh udah kaya sinetron,aku kesel author
Leni Fatmawati Fatmawati
ga kerasa mata ku berair Thor,sakit aku thor
sry rahayu
ah.... so sweet
sry rahayu
ya Allah ... terharu banget....
sry rahayu
senangnya.....
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!