NovelToon NovelToon
Bos Dingin Si Gadis Cendol

Bos Dingin Si Gadis Cendol

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Kantor / Tamat
Popularitas:97.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: Putri Tanjung

Syifa terpaksa menandatangani surat perjanjian nikah kontrak dengan lelaki yang bernama Bima Saputra untuk melunasi utangnya. Gadis itu juga dilema dengan cinta tulus dari sosok pria bernama Arka.
Persaingan cinta pun terjadi antara Arka dan Bima. Siapakah yang akan dipilih Syifa untuk menjadi pendamping hidup yang sesuangguhnya?
IG @putritanjung2020

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri Tanjung, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Ayo Berteman

Jangan lupa tinggalkan jejak anda dengan like komen dan vote ya, happy reading dan terima kasih.

Follow IG@putritanjung2020 ~

‘Ya Allah … jangan sampai aku punya utang lagi pada orang yang juga sama-sama baru kukenal … padahal utang sama Tuan Bima saja belum tahu jalan keluarnya.’ Syifa membatin di dalam hati.

Gadis itu terlihat merenung perkataan Bundanya barusan, sepertinya dia memang tidak boleh terlalu berharap, apalagi pria yang bernama Arka belum dikenalnya sama sekali. Mana ada manusia yang memiliki hati seperti malaikat dan mau mau menolong adiknya dengan cuma-cuma tanpa mengharapkan pamrih sedikitpun. Bukankah itu merupakan sesuatu yang tidak masuk akal?

Sepertinya jika bertanya saat ini, juga terasa kurang sopan apa lagi jika dirinya langsung mempertanyakan tentang biaya rawat inap sang adik. Padahal Ridho baru saja diselamatkan laki-laki bernama Arka itu.

Huft!

Syifa mengambil napas dan merasa bingung sendiri dan akhirnya setelah beberapa saat menghabiskan waktu untuk meneliti keadaan yang dialami adiknya, gadis itu kembali melangkahkan kakinya ke arah sofa — tempat Arka yang telah berpindah duduk sambil menatap ke arah keluarganya.

"Terima kasih banyak,ya Anda telah bersusah payah membawa adik saya sampai ke rumah sakit ini. Namun, saya sedikit bingung, kenapa Anda membawa adik saya jauh-jauh ke rumah sakit di tengah kota? Padahal ada klinik terdekat di tempat yang sama saat adik saya tadi terluka," ujar Syifa dengan pertanyaan yang memenuhi kepalanya karena merasa heran dengan apa yang dilakukan Arka.

Arka memandang sejenak wajah gadis yang sedang menunggu jawaban dari bibirnya. Dia sedang mencoba untuk membaca karakter yang sedang dimiliki oleh perempuan lembut namun punya kemauan tinggi ketika dinilai secara Karakteristik.

Arka juga sudah mengetahui bahwa sebenarnya ada klinik kecil yang berada tidak jauh dari tempat Ridho terluka tadi sore, tetapi dia sengaja membawa bocah kecil tersebut ke pusat kota yang tak lain adalah Rumah Sakit Swasta milik keluarganya. Namun, dia tidak mungkin mengatakan kepada keluarga sederhana ini bahwa dirinya adalah anak dari pemilik tempat adiknya dirawat.

Laki-laki itu tidak ingin Syifa punya kesan pertama yang buruk terhadapnya, seperti seorang pria arogan sengaja memamerkan kekayaan yang dimiliki terhadap gadis dengan modus membiayai perawatan adiknya. Dari sepintas pandang saja, Arka yakin pada tubuh dan penglihatannya, bahwa gadis itu sangat sesuai dengan tipe yang diinginkannya. Ya, seorang gadis tangguh berpikiran cerdas mampu memahami situasi dan juga sangat sopan terhadap orang lain.

"Maaf, tetapi yang terpikirkan olehku saat menemukan adik mu terluka tadi hanya rumah sakit ini yang terbaik agar adikmu dirawat dengan dokter yang ahli supaya lukanya cepat sembuh. Bukankah itu yang harus dilakukan saat ini mengingat Ridho itu seorang pelajar?" tanya Arka dengan sengaja membuat alasan yang paling logis untuk gadis di hadapannya.

Syifa terlihat mengangguk-anggukkan kepalanya tanda mengerti dengan apa yang baru saja disampaikan oleh Arka. Namun, jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ada ketakutan dirinya yang entah datang dari mana, saat memikirkan biaya rumah sakit sudah pasti jutaan karena melihat fasilitas yang ada di dalam ruang inap adiknya.

‘Tentu saja kamu akan langsung memikirkan untuk pergi ke rumah sakit Citra Harapan seperti ini, karena situ kan orang kaya! Tapi buat keluargaku ini sama saja mau bunuh diri karena nggak mungkin aku bisa membayarnya dengan cepat, biaya Ridho pasti sangat mahal.’

Gadis itu menggerutu di dalam hati sebab dirinya kembali terjebak dengan seorang lelaki. Entah bagaimana jadinya nanti.

"Erm … ba-bagaimana cara saya agar bisa membayar semua biaya rumah sakit Ini, Tuan? Sementara keluarga saya berasal dari orang susah, mana mungkin kuat membayar kamar sebagus ini. Apakah Tuan berkenan kalau saya membayarnya dengan mencicil mungkin?" tanya Syifa agak sedikit terbata akibat rasa gugup yang datang mendera masuk ke dalam relung hatinya.

Arka terkekeh saat mendengar pertanyaan yang diberikan oleh gadis di hadapannya, dia tidak menyangka bahwa gadis itu akan mempertanyakan biaya yang harus dibayar atas jasa dilakukannya dengan penuh ikhlas.

‘Ya Tuhan … wajahnya menggemaskan sekali, apalagi bibirnya itu terlihat sangat manis. Mungkin belum pernah ada yang menyesapnya. Ah sialan, kenapa aku malah kepikiran kesana?’ Arka benar-benar mengumpat dirinya sendiri yang tidak tahu malu malah memikirkan sesuatu yang tidak akan pernah terjadi. Apalagi melihat sifat yang dimiliki Syifa bukan sesuatu yang sering ada di gadis-gadis pada umumnya.

"Apa kamu baru saja menganggap bahwa diriku seorang laki-laki yang sengaja mengambil adikmu untuk mendapatkan sebuah keuntungan dibaliknya?" tanya Arka membalikan kata seolah ingin menggoda Syifa agar merasa malu akibat pertanyaannya sendiri.

‘Eh, kok jadi begini? Aku kan gak ada mikir yang enggak-enggak begitu!’

"Bu-bukan begitu maksud … maksud saya hanya takut punya utang yang begitu banyak tapi malah ndak mampu membayarnya sama Anda," jawab Syifa dengan sedikit malu, sambil menundukkan kepalanya memperhatikan jari-jemarinya yang sengaja dipilin dan saling bertaut seolah dirinya sedang merasa sangat gugup.

Hal yang dilakukan oleh Syifa pun tidak lepas dari pandangan laki-laki di hadapannya dan dia mengulum senyum tersamarkan melihat apa yang dilakukan sang gadis barusan.

"Aku membantu Ridho dengan ikhlas. Jika seandainya Ridho bukanlah adikmu, maka aku pun akan melakukan hal yang sama ketika melihat orang lain terluka terpampang jelas di hadapanku. Hanya saja, jika kamu tidak keberatan, bolehkah kita berteman?" tanya Arka dengan wajah sedikit pias, merasa takut jika keinginannya ditolak oleh gadis yang baru saja dikenalnya sebagai kakak korban yang terluka di tepi jalan, saat dia ingin datang ke rumah Bima.

"Tentu saja saya bersedia berteman dengan orang baik seperti Anda, saya juga berharap semua biaya adik saya ditulis sebagai utang. Kelak setelah saya sukses, maka pasti akan saya bayar sama Tuan," ucap Syifa berjanji dengan mata berbinar ke arah laki-laki yang sebenarnya tidak menginginkan pembayaran sama sekali.

"Tidak ada hutang di antara teman, jika kamu menganggapnya sebagai utang, berarti aku belum berhasil menjadi temanmu. Bukankah seorang teman yang baik tidak akan pernah minta pamrih sesama temannya? Apa jangan-jangan kamu malu berteman denganku?" tanya Arka sambil menaikkan sebelah alisnya, membuat alasan yang paling tepat sehingga Syifa tidak lagi bisa berkutik untuk menolak bantuannya.

‘Loh, kok malah jadi begini sih? Aku pasti mau aja menerima bantuan gratis kayak gini asalkan saja nggak ada udang di balik Batu. Aku kan cuman takut, bisa aja orang yang bernama Arka ini sekarang ikhlas tapi tahu tahunnya aku malah punya utang berbunga? Astagfirullah … Apa yang harus kulakukan sekarang?’

"Baiklah, saya berterima kasih atas bantuan yang sudah Anda berikan. Anda pun jangan pernah sungkan jika suatu saat membutuhkan bantuan dari saya, walaupun saya mungkin tak tahu apa yang bisa dilakukan untuk Anda," jawab Syifa dengan seutas senyum terlihat sangat memukau yang tiba-tiba saja seolah menjadi tarian indah di dalam bayangan kepala Arka.

‘Senyummu saja serasa mau ku beli berkali lipat dari biaya pengobatan adikmu, apalagi setelah kau mau menjadi seorang temanku. Aku sangat senang dan tidak akan sungkan untuk membuatmu agar selalu berdekatan dengan ku. Aku pasti memikirkan cara agar kamu bisa selalu ingat padaku!’

"Kita berteman!" seru Arka sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke hadapan Syifa, pria itu seolah meminta pertautan antar jari mereka sebagai tanda jadi dari pertemanan keduanya.

Syifa terdiam, dia sedikit ragu. Namun, matanya tak berhenti memandang kepastian dari wajah laki-laki yang memberikan senyum persahabatan di bibir sambil menganggukkan kepalanya, meminta persetujuan dengan tangan yang masih di udara.

"Kita berteman!"

Tanpa ragu lagi, akhirnya Syifa menautkan jari kelingkingnya ke jari kelingking Arka, sehingga membentuk satu ikatan seperti sebuah simpul yang tak akan mudah untuk dilepaskan.

‘Mulai sekarang, jari yang lembut ini takkan kubiarkan disentuh pria lain, Syifa. aku ingin sekali menjagamu walau mungkin sekarang dimulai dengan cara kita berteman.’

"Terima kasih, mulai sekarang kau telah menjadi teman perempuanku satu-satunya di antara tiga teman gengku yang paling dekat."

Syifa mengerutkan dahinya setelah mendengar kata geng dari mulut Arka karena dia tidak mengerti apa maksud yang tersimpan di balik kata geng barusan.

Melihat kebingungan terpancar dari wajah Syifa, tak alang membuat bibir Arka akhirnya tersenyum dan menjelaskan.

"Aku punya tiga teman yang sangat dekat dan semuanya laki-laki. Mereka adalah orang-orang yang sangat hebat dan suatu saat nanti, aku akan memperkenalkannya padamu, kamu tidak boleh menolaknya!" Pria itu tersenyum manis dengan sedikit anggukan kepala untuk meyakinkan lawan bicaranya.

"Tentu, saya akan dengan senang hati mengenal semua sahabat Anda, karena saya yakin orang sebaik Anda pasti juga memiliki sahabat hebat sama seperti Anda!"

Sekarang wajah Arka terlihat mengernyitkan dahi dengan menaikkan kedua alisnya, seolah tidak senang dengan perkataan yang baru saja didengarnya dari bibir gadis itu barusan.

"Bukankah kita sudah berjanji untuk menjadi teman? Tapi kenapa kamu belum bisa dengan ikhlas menerima aku sebagai temanmu, apakah ada kekuranganku untuk menjadi seorang teman?”

Syifa merasa bingung karena dirinya sama sekali tak mengerti dengan maksud pria di hadapannya. Bukankah tadi dirinya sudah menerima laki-laki itu sebagai temannya, lalu kenapa dia masih merasa mereka belum bersahabat? Entahlah, gadis itu terpaksa diam saja menunggu Apa maksud dari perkataan Arka.

“Maksudnya apa ya, Tuan? Saya sudah menerima tawaran anda untuk berteman. Terus kenapa masih dikatakan kalau saya menolaknya?” Kening Syifa berkerut tak mengerti.

“Tentu saja karena kamu masih memberikan jarak yang begitu jauh di antara kita! Mana ada seorang teman yang bicara pakai sebutan saya dan anda? Apakah aku salah dalam mengartikan sebuah kata panggilan?"

Gadis itu langsung tersenyum lebar menampakan sedikit gigi putihnya yang terlihat begitu rapi.

"La-lalu saya harus menyebut Anda dengan panggilan apa?"

1
lailasyarma
Luar biasa
LENY
NNT KEL ARKA MENGHINA SYIFA KAYAKNYA KRN JODOH YG DIPILIH ORANG TUANYA ANAK ORANG KAYA SELEVEL.
LENY
sdh kasih VOTE JG
LENY
SELALU LIKE THOR DAN ASH VOTE
murniati cls
dia tak ingat udah nyerempet motor Syifa,yg ingat dianya yg rugi
Tri Puji
up thor
Tri Puji
up dong uni...
🔵🍁섹시퍼머넌트𒈒⃟ʟʙᴄ
kakekmu pasang cctv bim😂😂😂
Nyai iteung
done
kanaya
semangat pagi kak, dan semangat up nya yahh 😗💐
kanaya
mampir
Muzie✰͜͡v᭄
keren👏
Lovierin💫
aku mampir kak jangan lupa mampir karya ku ya
💖⃟🌹Ʃеᷟʀͥᴎᷤᴀᷤ🌹💖
yeay...Syifa dilamar Bima
ciye ciye ciye... .si beruang kutub udah gak jones lagi
ditunggu season 2nya
Mariyani Sumbawa
aku suka setiap karya mu uni
🍾⃝ͩʙᷞᴀͧʙᷠʏᷧ ɢɪʀʟʟ
oke uni 👍👍👍🙏💪💪💪
ciptoami
mantap jiwa
candra rahma
👍🏻
𝕬𝑛n̰🅰_𝓲k͢ᴜ 𝑎k̶𝖚❤️💚
budiallll..🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️🏃🏼‍♀️
𝕬𝑛n̰🅰_𝓲k͢ᴜ 𝑎k̶𝖚❤️💚
gk bisa bayangin gimana ya bentuk cincin uang lima lembar dollar itu di jari🤔🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!