Ziel Alexander, pewaris satu-satunya Keluarga Alexander, terpaksa menikah dengan seorang wanita akibat perjodohan yang disiapkan oleh sang kakek, Romano Alexander.
Athena Beatrice Greene, wanita cantik yang dijodohkan dengan Ziel. Ia menerima perjodohan itu untuk membahagiakan kedua orang tuanya.
Pertemuan pertama antara Ziel dan Athena, membuat Athena tak ragu menerima perjodohan itu juga. Namun, ia tak menyangka sikap dan sifat Ziel langsung berubah setelah pernikahan mereka.
Penderitaan bertubi-tubi mulai dirasakan oleh Athena. Namun rasa yang telah timbul membuat ia menerima semuanya. Hingga suatu ketika ia menemukan dan mengetahui sesuatu yang membuatnya jatuh dan sakit tak terkira.
Ia pun bertekad untuk membuat Ziel menyesal dan merasakan sakit seperti yang ia rasakan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pansy Miracle, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#23
Athena yang akan mendapat tamu, menunggu kedatangan Keluarga Alexander. Namun, yang datang ternyata bukanlah Grandpa Roman ataupun Ziel. Seorang pria dan wanita paruh baya yang terlihat berkelas memasuki boutique milik Athena.
“Selamat siang, Tuan, Nyonya,” sapa Elaine.
“Kami dari Keluarga Alexander.”
“Nona Beatrice sudah menunggu anda, Tuan, Nyonya. Silakan,” Elaine mempersilakan keduanya untuk masuk ke dalam ruangan yang berada di belakang meja resepsionis.
Ceklekkk
Athena bangkit dari duduknya ketika mendengar pintu ruangannya dibuka. Ia memang sudah berpesan pada Elaine agar mempersilakan tamunya masuk jika mereka tiba.
Athena menautkan kedua alisnya. Jujur saja, ia tak pernah melihat kedua pria dan wanita itu dalam Keluarga Alexander. Atau jangan-jangan memang ia yang tidak pernah melihat mereka karena tak pernah diperkenalkan.
“Ada yang bisa saya bantu?” tanya Athena.
“Kami mau memesan gaun dan jas untuk keluarga. Ini semua untuk acara pernikahan.”
Athena telah membuka sebuah buku di mana kertasnya selalu ia gunakan untuk mencatat segala keinginan klien-nya.
“Saya memiliki beberapa contoh,” ujar Athena yang berjalan menuju sebuah lemari kaca, kemudian membukanya. Di dalam lemari itu, terdapat berbagai macam contoh jas dan juga gaun yang ia desain selama kurun waktu hampir 2 tahun.
“Pernikahan akan diadakan di London. Kamu tahu kan Keluarga Alexander? Kami ingin semua yang eksklusif dan tidak ada duplikatnya,” kata Nyonya Christine.
Sementara itu, Tuan Ray hanya duduk diam sambil melihay istrinya. Ia memberikan semua keputusan kepada istrinya untuk memberikan yang terbaik untuk putri mereka, apalagi semua biaya pernikahan akan ditanggung oleh Keluarga Alexander, maka mereka harus meminta dan menggunakan barang-barang yang serba mewah.
“Saya berjanji akan memberikan kepada anda desain yang eksklusif. Saya pernah membuatkan desain untuk beberapa aktris Inggris dan mereka menyukainya,” kata Athena.
“Ya, karena itu jugalah kami memilih anda. Oleh karena itu, anda tidak boleh mengecewakan kami,” kata Nyonya Christine.
“Bagaimana konsep pernikahannya? Jadi saya bisa menyesuaikan dengan desainnya.”
“Sudah pasti semua akan elegan dan mewah. Ini akan menjadi pesta pernikahan terbesar dan termewah tahun ini,” kata Nyonya Christine dengan bangga.
“Ada berapa banyak anggota keluarga anda yang akan dibuatkan gaun dan jas, Nyonya?”
“Banyak! Kami keluarga besar dan kami ingin bahan yang digunakan semua seragam, tetapi berbeda model. Apa kamu bisa?”
“Tentu saja, Nyonya. Semua itu tidak masalah,” jawab Athena.
“Untuk itu saya akan memberikan DP yang sangat besar,” Tuan Ray langsung menuliskan selembar cek dan memberikannya pada Athena.
Athena tak percaya dengan nominal yang dilihatnya, benar-benar fantastis.
“Kami akan meminta keluarga kami datang ke sini untuk melakukan pengukuran. Ikuti semua keinginan mereka dan ingat! Desain harus elegan dan mewah,” Nyonya Christine terus mengingatkan.
“Kapan pernikahan ini akan diadakan?”
“Sekitar 3 bulan lagi.”
Athena berjalan menuju mejanya. Ia mengeluarkan sebuah buku kuitansi dan menuliskan tanda terima.
“Pernikahan atas nama siapa?” tanya Athena.
“Ziel dan Caroline,” jawab Nyonya Christine dengan bangga.
Deggghhh …
Benar, ternyata ini adalah pernikahannya. Tenang An, bukankah dulu kamu yang menjauh darinya? Sudah sepantasnya ia menikah lagi, apalagi kamu sudah bercerai dengannya. Ia sudah menemukan tambatan hatinya dan kamu harus turut berbahagia. - batin Athena.
“Ini, Nyonya,” Athena memberikan tanda terima itu pada Nyonay Christine.
“Kamu harus selalu siap berada di sini ketika Anggota keluarga kami datang. Ingat! Jangan bermain-main dengan Keluarga Alexander, atau boutique-mu ini akan terancam keberadaannya,” Nyonya Christine mulai mengancam Athena dengan keberadaannya dan statusnya yang sebentar lagi akan berubah menjadi bagian dari Keluarga Alexander.
“Saya mengerti, Nyonya.”
**
Malam hari, Athena tak dapat memejamkan matanya. Pikirannya masih saja tertuju pada acara pernikahan Ziel dan Caroline. Ia sudah berusaha melupakan Ziel selama 2 tahun ini, dan tiba-tiba hari ini semua ingatannya datang kembali.
Athena berusaha menghilangkan Ziel dari pikirannya, tapi ntah mengapa datang lagi dan kembali menghuni pikirannya.
“Dasar pria pembohong, penipu! Katanya mau menungguku, tapi ternyata …,” gumam Athena. Namun ia berpikir sekali lagi.
Lagipula siapa diriku, aku hanyalah mantan istrinya. Aku yang mengajukan perceraian. Aku juga wanita yang akan sulit memberikannya keturunan. Tentu saja ia akan dengan mudah terpikat pada wanita yang lebih segala-galanya. Sudahlah An, tak ada yang perlu kamu pikirkan tentang dirinya. Bukankah memang keinginanmu untuk tetap sendiri? - batin Athena.
Untuk menghilangkan segala pikiran negatifnya, Athena duduk di meja kerjanya. Ia menumpahkan segalanya dalam desain gaun yang akan ia siapkan untuk acara pernikahan itu. Kini fokusnya tetap harus adalah pekerjaan.
3 bulan bukan waktu yang lama dan ia merasa bahwa inilah saat di mana ia harus menunjukkan kualitas dirinya sebagai seorang desainer. Ia akan memberikan yang terbaik untuk setiap klien-nya.
🌹🌹🌹
👍👍👍👍❤️❤️❤️❤️😍😍😍😍