NovelToon NovelToon
ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

ONE PIECE : RETAKAN TAKDIR

Status: sedang berlangsung
Genre:Anime / Sistem / Fantasi
Popularitas:15k
Nilai: 5
Nama Author: areann._

Ryden Vale, seorang remaja biasa yang tewas tertabrak truk, terbangun kembali di dunia yang selama ini hanya ia kenal lewat cerita — dunia One Piece. Ia mendapati dirinya menghuni tubuh baru: rambut putih, mata merah darah, dan jubah putih berlambang bulan sabit terbalik yang kelak menjadi ciri khasnya. Di sebuah pulau terpencil di East Blue, ia menemukan Rift Rift no Mi, Buah Iblis misterius yang memberinya kekuatan untuk merobek, melipat, dan berpindah lewat ruang itu sendiri — sekaligus sebuah Sistem Login Harian yang diam-diam menempanya menjadi lebih kuat, hari demi hari.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon areann._, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 18

Kapten Rennard mengaum marah, mengayunkan pedang besarnya dengan kekuatan penuh ke arah Ryden yang berdiri tenang di tengah gua es. Sisa empat anak buahnya mengepung dari sisi berbeda, menyadari bahwa satu-satunya harapan mereka kini adalah mengalahkan penyusup misterius ini secara bersama-sama sebelum lebih banyak sandera yang berhasil kabur.

"Kalian berempat, tahan dia! Aku akan mengurusnya sendiri begitu dia lengah!" perintah Rennard, matanya menyala penuh amarah dan sedikit ketakutan yang tersembunyi di baliknya.

Ryden menganalisis situasi dengan cepat—empat lawan mengepung dari berbagai sudut, sementara Rennard sendiri bersiap menyerang dari titik buta begitu perhatiannya terpecah. Gua es yang sempit membatasi ruang geraknya, namun juga membatasi pergerakan lawan-lawannya, sebuah keuntungan kecil yang bisa ia manfaatkan.

Serangan pertama datang dari kiri—seorang bajak laut bertubuh gempal mengayunkan kapak pendek dengan brutal.

Ryden menghindar dengan gerakan minimal, membiarkan kapak itu menghantam dinding es di belakangnya, menciptakan retakan alami pada permukaan es yang keras. Dalam gerakan yang sama, ia membalas dengan tendangan cepat ke perut lawannya, membuat pria itu terjungkal mundur menabrak rekan di sampingnya.

Dua lawan lainnya menyerang bersamaan dari arah berlawanan, memaksa Ryden menciptakan retakan kecil di bawah kakinya sendiri untuk berpindah instan beberapa meter ke samping—sebuah Teleportasi jarak pendek yang kini sudah terasa jauh lebih ringan digunakan berkat latihan intensif selama perjalanan menuju Grand Line. Kedua lawan itu saling bertabrakan sendiri karena momentum serangan yang gagal mengenai target, jatuh terjerembab ke lantai es yang licin.

"Sial, dia terlalu cepat!" salah satu bajak laut yang tersisa mengumpat panik, mundur beberapa langkah dengan waspada.

Melihat kesempatan, Ryden menciptakan tiga retakan kecil sekaligus, masing-masing menargetkan kaki para bajak laut yang masih berdiri—bukan untuk melukai fatal, melainkan membuat lantai es di bawah mereka retak dan runtuh sebagian, menjebak kaki mereka dalam celah sempit yang tercipta secara instan.

"A-apa ini?! Kakiku terjebak!" salah satu dari mereka berteriak panik, meronta sia-sia mencoba melepaskan diri dari jebakan es yang tiba-tiba mengeras kembali di sekeliling kakinya.

Dengan tiga anak buahnya berhasil dilumpuhkan, tinggal Kapten Rennard sendiri yang tersisa, kini melesat maju dari arah belakang persis seperti rencananya, pedang besar terayun deras menargetkan punggung Ryden yang tampak lengah.

Namun Ryden telah mengantisipasi hal ini sejak awal. Dengan Haki Observasi yang kini jauh lebih terlatih, ia merasakan niat serangan itu sepersekian detik sebelum benar-benar terjadi, membuka retakan kecil tepat di jalur ayunan pedang Rennard—bukan untuk menyerang, melainkan mengalihkan arah serangan itu sedikit meleset dari targetnya.

Pedang Rennard menebas angin kosong, membuat pria itu sedikit terhuyung karena momentum yang tidak terkendali. Kesempatan emas ini langsung dimanfaatkan Ryden, berbalik cepat dan menghantamkan pukulan berselimut retakan kecil tepat ke ulu hati Rennard, disertai ledakan kecil dari energi retakan yang pecah pada titik tumbukan.

Rennard terhempas mundur, menabrak dinding gua es dengan keras hingga beberapa bongkahan es besar berjatuhan di sekitarnya, sebelum akhirnya ambruk tak sadarkan diri di lantai gua yang dingin.

Keheningan menyelimuti gua es selama beberapa detik, hanya terdengar suara napas Ryden yang memburu dan rintihan pelan dari para bajak laut yang masih terjebak dalam jebakan es mereka. Ryden menghela napas lega, merasakan kelelahan mulai menjalar namun jauh lebih ringan dibanding pertarungan-pertarungan sebelumnya—tanda nyata bahwa kekuatannya memang terus berkembang seiring waktu.

Sebuah notifikasi kecil muncul di sudut penglihatannya.

[SISTEM LOGIN HARIAN]

Pencapaian Baru: Menyelamatkan 15 Sandera dari Bajak Laut

Hadiah: Peningkatan Kapasitas Stamina Permanen +10%

Bonus: Skill Tersembunyi Rift Rift no Mi — Progres Terdeteksi (38%)

Ryden tersenyum tipis membaca notifikasi itu, sebuah rasa puas yang berbeda dari sekadar mengalahkan lawan kuat—kepuasan karena berhasil melindungi mereka yang tidak berdaya. Ia berjalan keluar gua, disambut sorak sorai gembira dari para sandera yang telah berhasil melarikan diri, dan Elira yang berlari mendekat dengan wajah dipenuhi kelegaan luar biasa.

"Kau berhasil!" seru Elira, hampir memeluk Ryden sebelum menahan diri di detik terakhir, wajahnya sedikit merona canggung. "Aku benar-benar khawatir tadi."

"Semua sudah selesai," Ryden tersenyum lelah namun puas, menatap para penduduk desa yang mulai berdatangan dari sisi selatan pulau untuk menjemput keluarga mereka yang telah diselamatkan. "Ini baru permulaan dari petualangan kita di Grand Line."

1
MALES NGETIK 3
mantap
Kasma Wati
lanjut👍👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!