NovelToon NovelToon
Cintai Aku, Lupakan Dia!

Cintai Aku, Lupakan Dia!

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahkontrak / Penikahan Kontrak / Tamat
Popularitas:2.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Sokhibah El-Jannata

Emosi pada wanita yang hampir melenyapkan nyawa adik sepupunya dalam insiden kecelakkaan membuat Ardani Rahardian Wijaya melakukan hal nekat menyekap Rakhayla Emely pradikta di sebuah rumah di desa terpencil. Warga desa menggrebek keduanya dan meminta mereka menikah.

Lalu bagaimana nasib pernikahan Rakhayla Emely Pradikta dengan Ardani Rahardian Wijaya tersebut nantinya, jika sebenarnya Emely sudah menentukan tanggal pernikahan dengan kekasihnya? Sedangkan Ardani juga sudah dijodohkan dengan wanita lain?

"Cintai aku, Lupakan dia!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sokhibah El-Jannata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

CALD. Rumah Dinas

Setelah acara ijab sah secara agama tadi dilakukan, terjadi juga beberapa sesi pengambilan gambar dan juga tanda tangan pak lurah dan pak Kiai yang menyatakan mereka telah menjadi suami istri. Para warga juga meminta beberapa berkas untuk mendaftarkan pernikahan mereka secara hukum.

Para warga bubar dari kantor desa, Pak Kiai dan Pak Lurah mengantarkan dua keluarga itu di rumah dinas yang tadi dibicarakan. Seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa mereka harus tinggal di rumah dinas itu sampai berkas pernikahan secara hukum terselesaikan.

Sepeninggalan Pak Kiai dan Pak Lurah, tinggal Emely, Dani, Vino, Papa Pradikta dan Papa Hendra yang kini berada di rumah dinas itu. Semua terdiam, tak ada kata yang mampu terucap sampai pada akhirnya Papa Pradikta membuka percakapan.

"Sebenarnya hal ini sangat mengguncang jiwa saya, Pak Hendra. Putri saya sudah merencanakan pernikahan yang akan diadakan sebulan lagi. Bahkan, semua sudah tersusun rapi, walau sampai sekarang belum juga mendaftarkan pernikahan di KUA. Tapi, kejadian ini benar benar menyita pikiran saya, apa yang harus saya katakan nantinya?" ucap Papa Pradikta tampak kecewa.

"Maaf, bila saya berbuat hal yang keliru. Saya tidak menyangka ini bisa terjadi, Om." Dani mencoba menjawab. Emely yang mendengar ucapan Dani tampak geram.

"Tidak menyangka? Harusnya kamu berpikir sebelum bertindak. Memangnya apa yang mau kamu lakukan sehingga membawaku ke daerah sini? Mau menculikku begitu?" sentaknya.

"Menculik? Apa untungnya?" sinis Dani.

"Lalu apa lagi?" sentak Emely.

"Apa kalian tidak bisa diam?" Sentak Vino. Dani dan Emely terdiam, mereka saling memandang benci.

"Pa, jangan terlalu banyak berpikir. Pernikahan ini bukan yang dimau Dani dan juga Emely, biarkan saja prosedur di sini berjalan bagaimana mestinya. Jika memang mereka tidak saling mencintai, anggap saja pernikahan ini tak pernah terjadi. Mereka bisa bercerai dan mencari kebahagiaan masing masing nantinya, Tinggal kita mengatakan pada kekuarga Raymon tentang hal ini," ucap Vino yang menatap ke arah adiknya.

Dani dan Emely hanya terdiam, apa memang harus seperti ini takdir cintanya?

Papa Pradikta menghela napas panjang dan menatap ke arah sepasang suami istri itu.

"Jangan pernah mengatakan apapun pada mereka dulu, biarkan semua berjalan seperti biasanya. Kakakmu benar, Kalian bisa bercerai dan mencari kebahagiaan masing masing nantinya, tapi itu semua bisa terjadi apabila Emely tidak hamil. Akan tetapi jika Emely hamil, kita tidak punya pilihan lain. Kita harus mengatakan pada keluarga Raymon," ucap Pak Pradikta.

Deg, mendengar ucapan papanya bagaikan luka yang diperlebar. Apa-apaan papanya? Bagaimana bisa berpikir sejauh itu? Mana mungkin dia hamil? Jelas jelas mereka tidak saling mengharapkan.

Dani menatap ke arah Emely, apa tadi? Hamil? Wanita itu hamil? Anak siapa? Anak kodok? Apa Pak Pradikta berpikir bahwa Dani dan Emely akan melakukan itu? Tidak akan terjadi.

"Mana mungkin aku hamil Pa? Aku tidak memginginkan pernikahan ini, kenapa papa berpikir sejauh itu?" sanggah Emely.

"Buktikan saja Emely, satu atap dengan manusia seperti Ardani kau pikir mudah? sangat susah, papa berharap papa tak kecewa nantinya," ucap Pak Pradikta.

Emely mencoba tenang meskipun hatinya tak beraturan.

"Aku bukan wanita yang sanggup melakukan hal itu pada sembarang orang pa, jangan menghawatirkan itu," ucap Emely. Dani mengeratkan tangannya. Apa wanita itu pikir Dani sudi melakukan dengannya?

"Papa hanya berharap kamu bisa memegang ucapanmu, sekarang istirahatlah," Papa, mertua dan kakaknya tampak berdiri.

Emely menghela napas panjang dan mengeluarkan dengan pelan kembali.

"Kalau begitu kami pulang dulu, selamat malam dan selamat beristirahat," ucap Papa Pradikta. Papa Hendra juga melakukan hal yang sama. Keduanya tampak berdiri dengan tenang.

Emely dan Dani menghela napas panjang dan mengeluarkan dengan pelan, mereka saling melirik dan saling menatap dengan tajam.

🤗🤗🤗🤗🤗

1
Khairul Azam
gampang amat, aduh aduh sekarng penulis makin aneh aja klo bikin cerita
anikbunda lala
wauuuuu 4 kg
anikbunda lala
bangga po perih hatimu Fa ...jangan muna thor
anikbunda lala
ngapain nggak sekalian dititipkan surat yg untuk dani jika tdk pengin ketemu sama dani dasar cewek aneh
anikbunda lala
kemauan baby
anikbunda lala
sokor ...anak kyai kok kayak gitu
anikbunda lala
we la dalah ...dunia novel sedaun kelor memang
anikbunda lala
gengsi aja digedein
anikbunda lala
joss papanya Emely
anikbunda lala
papa hendra thor
anikbunda lala
ya gak pa2 kan sudah sah statusnya secara agama Em
anikbunda lala
edan kabeh iki
Narti Gendeng
Keren pkokne ceritanee
Arsyilla Maroon
ampun Gusti /Facepalm//Facepalm/
Arsyilla Maroon
heeh kau daniii
Arsyilla Maroon
tenang Dani itu calon istrimu🤭
Sya' adah
Bismillah...kak musuh dalam selimut kapan di publish..di tunggu kak...
Makassar Botlem
apa ini ulah kknya ... si vino
Lilik Juhariah
oalaaah salah alamat wakaau
Lilik Juhariah
cantik banget Emily seputih pualam
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!