NovelToon NovelToon
My Boss My Berondong

My Boss My Berondong

Status: tamat
Genre:Romantis / Badboy / CEO / Berondong / Tamat
Popularitas:332k
Nilai: 5
Nama Author: MeKha_chan

Bekerja dengan boss yang lebih muda darimu, membuatmu merasa harus lebih dihormati? Tidak dengan boss satu ini. Dia lebih dingin dari sebongkah es batu.

Indira Pertiwi, perempuan 30 tahun yang berstatus janda dengan anak satu. Ditinggal mati oleh suaminya karena penyakit kronis. Mencari pekerjaan demi menghidupi dirinya sendiri dan anak satu-satunya.

Bertemu dan bekerja dengan Boss yang lebih muda dari dirinya serta mempunyai sifat yang dingin, membuat Indi menghadapi banyak hal setelah resmi bekerja di perusahaannya. Demi pekerjaan, Indi bertahan dalam keadaan tersebut. Sampai suatu saat ada benih-benih rasa tumbuh di antara mereka.

Bagaimana kisah dari seorang Indira? Apakah pada akhirnya Indi akan bahagia saat menjalin hubungan dengan seorang Arya Wijaya?

Ikuti terus alur ceritanya. Dukung author dengan like,komen,vote n giftnya ya. Tank you readers 🤗❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MeKha_chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23 : Masih Ada Saja

Satu bulan berlalu semenjak Arya dan Indi tampil berdua di depan para karyawan yang lain. Indi merasa bahagia dan tenang karena dia tidak perlu lagi menyembunyikan hubungannya dengan Arya. Setiap pagi Indi dan Arya berjalan berdampingan menuju ke ruangannya. Banyak mata yang menatap kagum dan iri dengan Indi dan Arya. Mereka bisa melihat profesionalitas Indi dan Arya, sebagai atasan dan bawahan.

"Selamat pagi Pak Arya, Bu Indi," sapa semua karyawan yang berpapasan dengan Indi dan Arya.

"Selamat pagi," Indi membalas dengan tersenyum. Arya hanya mengangguk dingin.

Indi dan Arya sedang menunggu lift khusus untuk naik ke ruangannya. Pada saat itu, datang seseorang yang mendekat dan menyapa.

"Pagi, Pak Arya," kata Angel mendekatkan tubuhnya ke Arya.

Arya langsung spontan menyingkir dari hadapan Angel. Indi yang tahu itu, langsung tersenyum.

"Pak Arya, tunggu," Angel hendak mengejar tapi ditahan satpam.

Karyawan yang lain melihat Angel dengan sinis dan mencibir.

"Lepasin Pak, saya bisa sendiri. Hah," Angel pergi dengan kesal.

Pov Indira.

"Hah, sabar, sabar. Masih ada aja yang kegatelan," Indi berbicara sendiri sambil mengelus dada.

"Kenapa lagi lo?" tanya Dimas yang baru sampai kantor, karena mampir ke lokasi proyek.

"Ada ulet keket tadi," jawab Indi asal.

"Gatel dong, hahaha," Dimas tertawa lepas. "Ups, sorry. Siapa sih?" tanya Dimas lagi.

"Si Angel. Kenapa 'gak langsung pecat aja sih, kaya' Priska sama Sheila," Indi menahan amarahnya.

"Main pecat aja lo, hehehe," Dimas geleng-geleng kepala.

"Boss yang mecat, bukan gue. Hehehe," Indi menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Angel beda Ndi, lo tanya Arya aja jelasnya," kata Dimas, lalu pergi menuju mejanya.

Indi memikirkan kata-kata Dimas. "Beda gimana ya maksud Dimas?" Indi membatin.

Indi membawa berkas-berkas ke ruangan Arya.

Tok..tok..tok.

"Masuk aja," terdengar suara Arya dari dalam.

Indi masuk, lalu meletakkan berkas-berkas di atas meja Arya.

"Pak, itu berkas yang harus Bapak tanda tangani. Ada juga laporan hasil progres lapangan dari Dimas Pak," Indi menjelaskan.

"Oke, makasih Indi," Arya tersenyum menatap Indi sebentar, lalu fokus lagi pada layar komputernya.

Indi masih diam di tempatnya. Dia ingin menanyakan soal Angel, tapi dia tidak mau Arya jadi salah paham.

"Ada lagi Ndi?" tanya Arya ketika melihat Indi masih berdiri di tempat.

"Saya boleh tanya sesuatu Pak?" Indi bertanya dengan ragu.

"Silahkan!" kata Arya menyandarkan punggungnya di kursi kebesarannya.

"Kenapa Angel tidak seperti Sheila dan Priska?" tanya Indi tidak secara langsung. Mungkin Arya sudah tahu maksud Indi.

Arya diam sebentar,' lalu menghela nafas dalam.

"Saya tahu arah pertanyaan kamu. Saya hanya bisa bilang, Angel itu beda dari Sheila dan Priska," Arya menjawab sama seperti apa yang dikatakan Dimas.

"Beda seperti apa yang Bapak maksud?" tanya Indi lagi.

"Saya tidak bisa menjelaskan lebih," Arya kembali fokus pada keyboard dan layar komputernya.

"Baik Pak, terima kasih," Indi langsung pergi dari ruangan Arya. Kecewa? Ada sedikit rasa itu. Indi mungkin tidak lebih penting daripada Angel.

Indi berjalan cepat menuju ke pantry. Dia berpapasan dengan Dimas, tapi tidak Indi hiraukan.

"Kenapa tuh orang?" Dimas bingung dengan sikap Indi yang tidak seperti biasanya.

Indi membuat teh dengan setengah melamun. Dia memikirkan lagi, kenapa Angel berbeda. Tidak sadar, Indi menuangkan air panas dan terkena tangan kirinya.

"Auuuww," Indi mengaduh keras dan langsung mencuci tangannya di wastafel.

"Kenapa Bu?" tanya Jessi yang baru saja masuk ke pantry.

"Engga apa Jess," kata Indi mencuci tangannya yang agak merah dengan air mengalir.

"Tangan Ibu merah tuh," kata Jessi lagi kepo.

"Terkena air panas sedikit tadi, hehehe," Indi mencoba tersenyum.

"Langsung diobati Bu, nanti melepuh," kata Jessi lalu pergi membuat minuman untuk diri sendiri.

"Huft, gara-gara kurang fokus jadi begini," Indi membatin sambil memegang tangannya yang merah dan terasa sedikit perih.

Indi kembali ke ruangan, tanpa membawa teh yang tadi sudah dia buat. Tangannya sudah diobati, sebelum Indi kembali ke ruangannya.

"Tangan lo kenapa Ndi?" tanya Dimas yang melihat tangan Indi diperban.

"Engga apa Dim," Indi menjawab dengan senyum tipis.

Dimas tidak bertanya lagi, karena mungkin Indi sedang tidak mau diganggu.

Indi melanjutkan pekerjaannya dengan lesu. Dia beruntung tidak ada lagi hal yang harus dia berikan pada Bossnya. Karena Indi sedang tidak ingin bertemu dengan Arya.

Drrttt..drrtt.. Ponsel Indi bergetar singkat, tanda ada chat masuk.

Chat Arya : "Pulangnya tunggu aku ya sayang, aku ada kerjaan sedikit."

Chat Indi : "Oke."

Indi hanya membalas singkat chat dari Arya. Menunggu beberapa menit, tidak ada chat lagi dari Arya. Indi menghela nafas lelah.

Jam sudah menunjukan pukul enam sore, tapi Arya masih belum keluar dari ruangannya. Indi berinisiatif untuk pulang sendiri naik taksi.

"'Gak nunggu Arya, Ndi?" tanya Dimas yang masih sibuk di mejanya.

"Engga Dim. Kasihan Evan di rumah nungguin," Indi tersenyum simpul, lalu melambaikan tangan, "duluan ya."

"Hati-hati," Dimas melanjutkan pekerjaannya.

Sampai di rumah, Indi langsung masuk ke kamar, setelah sebelumnya menyapa Evan dan Nina yang sedang menonton TV.

"Masih ada aja hal yang buat hubungan gue dan Arya goyah," Indi berbaring dan menutup wajahnya dengan punggung tangannya.

Pov Arya.

Mengetik pesan di ponselnya untuk Indi.

Chat Arya : "Pulangnya tunggu aku ya sayang, aku ada kerjaan sedikit."

Chat Indi : "Oke."

Arya menaikkan satu alisnya membaca balasan dari Indi. Dia hendak membalas chat Indi lagi, tapi ponselnya berdering tanda ada yang menelepon. Arya mengangkat telepon dari kliennya. Setelah berbincang selama satu jam, Arya mengakhirinya. Berbincang tentang proyek baru yang akan dia tangani untuk klien tadi.

"Haah," Arya menyandarkan punggungnya.

Arya keluar dari ruangannya hendak melihat Indi.

"Indi mana?" tanya Arya yang melihat meja Indi kosong.

"Udah pulang Pak," jawab Dimas santai.

"Kok pulang sih?" tanya Arya lagi.

"Mana saya tahu Bapak," Dimas menjawab dengan sedikit kesal.

Arya masuk lagi ke ruangannya dan mengambil ponselnya, menghubungi Indi. Beberapa kali panggilannya tidak terjawab. Arya langsung menyambar jasnya dan berjalan cepat keluar ruangan.

"Mau pulang Ar?" tanya Dimas sambil membereskan kerjaannya.

Arya tidak menjawab dan mempercepat langkahnya.

"Ada apa lagi ini Tuhan," kata Dimas geleng-geleng kepala.

Arya melajukan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata. Dia tidak tahu kenapa Indi belum menjawab panggilannya. Dia takut Indi kenapa-napa. Pikiran-pikiran buruk melintas, tapi dengan segera Arya menepisnya.

Sampai di rumah Indi, Arya langsung mengetuk pintu rumah Indi. Beberapa kali diketuk tapi belum ada yang keluar juga. Arya semakin khawatir. Arya mengetuk pintu lagi dan muncullah Evan.

"Hai Om," sapa Evan pada Arya, "masuk Om."

"Mama ada Van?" tanya Arya, masuk dan duduk di sofa ruang tamu.

"Mama dari pulang kantor langsung masuk kamar Om," Evan memberitahu, "belum keluar lagi."

"Apa Mama sakit?" tanya Arya khawatir.

"Evan 'gak tahu Om," Evan bersandar di sofa.

"Ya udah, mungkin Mama capek," Arya mengelus rambut Evan, "Om pulang ya Van."

"Hati-hati Om," Evan melambaikan tangan.

Arya masuk ke dalam mobilnya, dan mencoba menghubungi Indi lagi. Tapi tetap tidak diangkat oleh Indi.

"Sebenarnya kamu kenapa Ndi? Apa ada yang salah sama aku?" Arya bertanya-tanya.

1
Yuni Herwani
🤣😄😍
Yuni Herwani
lanjut thor💪
Ida Maulida
lucu...dan ngakak terus...bacanya
Stephanus Robert
Udah selesaikah ini
mekha_chan: sudah tamat ya Kak 🙏 baca cerita yang lain Kak. menjadi sugar baby ayah sahabatku 🥰
total 1 replies
Farly Rembet
jempol ya
Yani Cuhayanih
Aku kepo kepo janda memang menggoda maaf thor aku berasumsi sendiri lanjutkanlah.....
mekha_chan: terima kasih sudah mampir 🤗🙏
total 1 replies
Sulaiman Efendy
Cerita yg sederhana. namun penuh makna dn enak untuk dinikmati..
Sulaiman Efendy: sama2...🙏🏻🙏🏻🙂🙂
total 3 replies
Sulaiman Efendy
Bukan ponakkan, adek sepupu kali Van.. kan anak tante loo
Sulaiman Efendy: oleng kapten🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Kurnia Permata Sari
lanjut thor..
nuraeinieni
trimakasih jg thor sdh kasi bacaan yg bagus,,,,sukses terus berkarya thor,,,,,,,di tunggu part lanjutanx.....👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
mekha_chan: mkasih dkungannya slama ini kak 🤗😘
total 1 replies
Riani
sekuntum bunga untukmu Thor
mekha_chan: mkasih kak 😘
total 1 replies
Riani
sabar indi jangan marah-marah dong😠😁
Riani
Dapat rekom dari Kak Irma, aku fav dulu ya kak🥳 masih nyimak..
mekha_chan: waahhh mkasih kakak 😘
total 1 replies
nuraeinieni
semoga evan dan nay berjodoh
Kurnia Permata Sari
lanjut thor..tambah seru aja..
Nirwana Asri
hallo aku mampir bawa bunga
mekha_chan: mkasih akak 😘😘
total 1 replies
nuraeinieni
evan sama kanaya
nuraeinieni
semangat thor,,,,,,lanjut upx
Kurnia Permata Sari
jngn digantung terus thor..
mekha_chan: sabar ya dears 🤗😘
total 1 replies
nuraeinieni
semangat thor,,,,,,lanjut upx
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!