NovelToon NovelToon
BUKAN CINTA SEGITIGA

BUKAN CINTA SEGITIGA

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / Badboy / Romansa / Selingkuh / Lari Saat Hamil / Tamat
Popularitas:161.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: teteh lee

Kisah tentang sepasang manusia bernama Satria dan Emily yang menjalin persahabatan semenjak mereka duduk di bangku SMU sampai sekarang, mereka sudah bekerja dan masih tidak bisa terpisahkan, mereka juga mempunyai sebuah janji dan rahasia yang memperumit hubungan persahabatan mereka, dimana ada sebuah kejadian yang membuat mereka terpaksa merubah status persahabatan mereka menjadi sepasang kekasih, bahkan Satria sampai berjanji akan menikahi Emily karena kejadian tersebut, walaupun perasaan Satria pada Emily hanya perasaan sebatas sahabat saja tidak lebih dari itu.

Bagaimana bila tiba tiba datang sosok Melody yang cantik, ceria, kocak, menyenangkan hadir di kehidupan Satria, tanpa di sengaja, dan tanpa di sadari Satria mencintai Melody yang sedang dalam keadaan patah hati karena di hianati tunangannya.Akankah Satria mengingkari janjinya atau tetap memegang janjinya pada Emily dan mengubur rasa cintanya untuk Melody ?
Silahkan di simak dan semoga ceritanya bisa menghibur.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon teteh lee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ikat Rambut Warna Merah

Di sebuah ruangan gedung mewah yang tinggi menjulang, seorang laki laki berwajah tampan dan berbadan gagah dan tegap terlihat seperti gelisah saat memimpin rapat pagi itu.

" Ada apa bro, sepertinya tak tenang?" Bisik Johan pada Satria yang duduk di sebelahnya.

" Gue gak bisa konsen, kepikiran Melody." Jawab Satria juga sambil berbisik.

" Sudahlah, selesaikan dulu tugasmu, nanti selepas meeting kamu temui dia." ucap Johan.

Waktu makan siang hampir tiba, meeting pun sudah selesai di laksanakan dengan lancar, Satria bersiap untuk menemui Melody, karena dia memang sudah berjanji akan menemui gadis cantik itu siang ini.

" Sayang, temani ibu makan siang ya.!" Ucap Diana, tepat saat Satria memutar dan mendorong handle pintu, ibunya ternyata sedang mengobrol dengan sekretarisnya yang berada di luar ruangan.

" Tapi bu, aku sudah ada janji dengan..." Satria gelagapan.

" Ibu sudah tanya sama sekretarismu, siang ini jadwalmu kosong, ayo cepat Emily dan mami nya sudah menunggu di restoran langganan kita," Diana menarik tangan anaknya.

Satria hanya bisa pasrah mengikuti ajakan ibunya.

Setibanya di restoran, benar saja Emily dan Rika sang mami sudah menunggu dan menyambut kedatangan Satria juga ibunya dengan senyum yang sumringah.

" Sayang, kangen banget, kamu sibuk terus sampai jarang ketemu !" Emily memeluk Satria, Emily di ijinkan memanggil Satria dengan sebutan 'sayang' saat berada di tengah keluarganya terutama ibunya, tapi apabila mereka hanya sedang berdua saja Satria tak pernah mau dengan sebutan itu, dia lebih senang di panggil nama saja.

" Kamu habis dari luar kota katanya, nak Satria? pantas saja lama tak main ke rumah, Emily sangat merindukan nak Satria." sambung Rika maminya Emily.

" Emh, iya tante, tanggung jawab aku kan sekarang sudah lebih banyak lagi gak seperti saat di blue palace." Satria senyum terpaksa.

Hati dan pikirannnya saat ini melayang ke apartemen seruni dimana Melody berada, meski raganya ada di restoran bersama Emily dan keluarganya.

" Nak Satria, bagaimana kelanjutan rencana pernikahan nak Satria dengan Emily, kapan kira kira akan di langsungkan ?" tanya Rika.

Deg, tiba tiba jantung Satria rasanya tersentak mendengar pertanyaan dari Rika, ibunya Emily.

Dia seakan di hadapkan dengan kenyataan yang menamparnya sampai tersadar, dia harus menikah dwngan Emily, tapi bagaimana dengan hatinya yang menginginkan Melody.

" Sayang, di tanya mami tuh, kok ga di jawab,!" Emily membuyarkan lamunan Satria.

"Emh, sepertinya tidak dalam waktu dekat ini, aku masih harus banyak belajar menjalankan EmHa grup dulu," Jawab Satria tergagap.

" Kamu bisa tetap belajar meski sudah menikah, apa susahnya, lagi pula pengalaman mu sebagai presdir sudah oke, dan kamu juga sudah sering membantu papamu di EmHa dulu. Ibu sudah pengen gendong cucu." Kata kata Diana sepertinya sudah sangat bisa di hapal di luar kepala oleh Satria, kalimat yang seakan jutaan kali di ucapkan padanya, menikah, punya cucu.

" Bu, ayolah aku tidak ingin mengecewakan Ayah, tanggung jawabku sangat berat, ribuan karyawan menggantungkan hidup di EmHa, aku harus fokus dulu." Satria memberi penjelasan pada ibunya.

" Tapi kapan kita menikah ?" Emily bergelayut di lengan Satria yang duduk di sebelahnya.

" Emi, kita sudah sering membicarakannya, tunggulah paling tidak setahun lagi." Satria melirik datar Emily.

" Sudahlah, kamu memang seperti ayah mu, keras kepala kalau urusan pekerjaan tak ada yang bisa membantah.Ibu tagih janji kamu tahun depan" Diana akhirnya mengalah.

Sementara Rika terlihat dari raut wajahnya sepertinya tidak senang dengan keputusan Satria dan ibunya. Bagaimana pun dia harus secepatnya menikahkan putri semata wayangnya dengan Satria, apalagi kini Satria sudah menjadi presdir EmHa menggantikan Emir ayahnya, pastilah hidupnya akan terjamin dengan limpahan materi sebagai mertua dari pemilik perusahaan terbesar di tanah air.

Selesai acara makan siang yang ternyata membahas tentang pernikahan itu, Diana dan Rika memutuskan untuk belanja berdua, sedangkan Emily di tinggalkan bersama Satria.

" Sayang, habis ini anterin aku belanja ya !" Bujuk Emily.

" ck, panggil nama seperti biasanya saja, disini sudah tak ada siapa siapa ! aku masih banyak pekerjaan, aku harus kembali ke kantor." tolak Satria mencari cara agar bisa pergi dari kungkungan Emily.

" Kalau begitu, aku ikut ke kantormu saja, aku kan belum pernah liat kamu di kantor yang baru." Senyum Emily seakan menambah kegalauan hati Satria yang semakin kehilangan akal karena sepertinya akan semakin sangat susah bertemu dengan Melody kalau Emily terus terusan menempel pada dirinya.

" Terserah, tapi jangan protes bila aku di kantor sibuk, dan tak memperdulikan mu." Satria berdiri dari tempat duduknya, lalu di ikuti Emily di belakangnya.

" Kapan aku pernah protes, selama ini juga kamu tak pernah memperdulikan ku." guman Emily.

" Emi ! jangan mulai pertengkaran, aku sedang banyak pekerjaan yang harus di pikirkan." Satria menghentikan langkahnya dan menoleh kebelakang lalu membentak Emily.

Bagi Emily itu hal yang sudah biasa, Satria memang selalu bersikap dingin dan kasar padanya, semenjak kuliah semester akhir, dan memutuskan untuk berpacaran, padahal dulu saat mereka bersahabat dari jaman SMU sikap Satria sangat baik dan perhatian padanya walau itu sebatas sahabat, tapi semenjak mereka memutuskan untuk berpacaran saat kuliah semester akhir, sikap Satria benar benar berubah, menjadi dingin, kasar, dan tak peduli padanya.

" Memang iya kan ? atau jangan jangan kamu mau menghindar dan tak mau menikahi ku ?" tanya Emily.

" Emi, tolong berhenti menekan ku, aku akan menikahi mu, PUAS !?" Satria berjalan cepat meninggalkan Emily.

" Apa kamu terpaksa menikahiku?" lirih Emily saat sudah berada di dalam mobil Satria.

" Kamu sudah tau jawabannya, kenapa mesti bertanya lagi? kalaupun aku jawab IYA, aku bisa apa? apa bisa membatalkan rencana pernikahan kita ?" ucap Satria dingin.

" Ini, punya siapa ?" Tanya Emily menunjukan ikat rambut berbentuk pita berwarna merah yang terdapat di jok mobil tempatnya duduk.

" Apa sih, mana ku tau !" Satria melirik ke arah ikat rambut itu, dia teringat itu milik Melody, sepertinya terlepas waktu tadi dia akan turun dan mengibas ngibas rambutnya karena di goda Satria.

" Apa kamu punya perempuan lain, makanya kamu terus mengulur waktu pernikahan kita ?" cecar Emily.

" Emi, aku puluhan kali memergoki mu dengan lelaki lain, aku tak pernah protes sedikit pun, apa pernah kamu melihat ku dengan perempuan lain sekali saja ?" elak Satria.

"Tapi ini bukti, ini punya siapa ?" Emily masih mempertanyakan siapa pemilik ikat rambut itu.

" Mana ku tau, nanti aku tanya Johan, selama di Bandung dia yang memakai mobil ini, aku baru memakainya sekarang." Bohong Satria.

Ikat rambut itu di masukan Emily ke dalam tasnya, dia rasa itu akan menjadi petunjuk atau bahkan bukti dari perselingkuhan Satria, dan dia tak akan membiarkan wanita manapun merebut Satria dari sisinya.

" Ada apa, bro ? ada yang bisa aku bantu?" Johan langsung datang ke ruangan Satria saat Emily memanggilnya lewat Ayu, sekretaris Satria, tadi sesampainya mereka di kantor.

" Aku yang memanggil mu" ucap Emily.

" Oh, ada apa?" Johan menoleh ke arah Emily yang duduk di sofa depan meja kerja Satria.

" ini,,, kamu kenal ikat rambut ini ? punya siapa ?" tanya Emily mengeluarkan ikat rambut merah itu dari dalam tas nya.

" oh,,, itu milik teman ku, kemarin waktu di lembang aku mengajaknya berkeliling, mungkin tertinggal." jawab Johan yang ingat dengan jelas kalau ikat rambut itu di pakai Melody saat bertemu di lembang, instingnya memang luar biasa, dia merasa pasti bosnya dalam masalah, makanya tanpa kode atau arahan apapun dia sudah bisa mengatasi masalah sepele seperti ini.

" Apa ini benar benar punya teman mu ? jangan jangan kamu sedang menutupi kebohongan Satria." Emily merasa curiga dan sedikit tak percaya,

" Ya, terserah kalau kamu tak percaya, tapi sini ikat rambutnya, itu milik temanku, jangan di ambil, kalau kamu mau, minta pacar mu itu belikan !" Johan melirik Satria yang melotot padanya.

" Iyuh,,,, siapa juga yang pengen barang murahan kaya gitu !" Emily melempar ikat rambut berwarna merah itu ke arah Johan, dan Johan menangkapnya.

' good job !' isi pesan Satria yang di kirimkan pada Johan.

1
Mattea Bee
Luar Biasa!!! /Good//Good//Good/
Mattea Bee
Terimakasih Thor untuk ceritanya yang Luar Biasa.. Terus semangat berkarya Thor/Determined//Determined//Determined/
lolita tyas malina
nah kan ketahuan ... up terus
lolita tyas malina
ikut deg2an 😁😁
lolita tyas malina
alur cerita nya ringan banget .. bahasa nya juga asik ... jalan cerita gak berbelit dn sesuai realita
karakter2nya kuat banget .. ini udh novel kedua dn sukaaaa banget 🥰🥰🥰semamgat up terus
Lita: terimakasih sudah berkenan mampir,,, semoga kakak sehat dan bahagia selalu ❤️❤️❤️
total 1 replies
Denny
seru, gak bertele-tele.
Bhre Sandra
bagus utk sebuahnovel pertama...
Lita: terimakasih terimakasih sudah bersedia mampir, maaf atas typo yang bertebaran 🙏🤭🥰
total 1 replies
Azizah az
siap meluncur ke cerita selanjutny
Azizah az
nah loh azta mau jelasin apa lagi
Azizah az
ayook gaskeun bang
Azizah az
sama sama terpaksa y ternyata
Azizah az
eaaaaa meleleh hati adek bang sat😀
Azizah az
misi ny masalah hati y mas satria
Azizah az
mangkanya bung jangan maen api klo kagak mau kebakar,
Azizah az
aku tergoda atas saran teteh JD kebut baca ny, udh mampir yaaaaaa
Azizah az: siaapp meluncurrr
total 2 replies
Jasreena
knp Moza seeh yg d salahkan .. ortu mu lah sebabnya...🙄
Jasreena
semangat Moza.... buat azta jatuh cinta lg pdmu demi nirel... 🥰💪🏻💪🏻
Jasreena
udahlah azta.... kan dah ada nurel n Moza, lbh baik d cintai drpd mencintai yg Tidak cinta... 😢
Jasreena
buaya buntung....
Jasreena
ayuuk bang.... cepetan nikahin aku bang Sat... 🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!