NovelToon NovelToon
Pure Love

Pure Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cinta Murni / Romansa / Tamat
Popularitas:693k
Nilai: 4.9
Nama Author: Little Monster

Sumber Pict : Pinterest

Menceritakan tentang seorang Wanita yang Jatuh Cinta. Kisah Cinta miliknya sangatlah tragis dan mengerikan, dengan banyaknya kesalahpahaman. Walau begitu Cinta Wanita itu tetaplah ada dan tidak memudar, membuatnya terlihat Bodoh!

Genre : Romance, Drama, Sad, Hurt, Slice of Life


Sedangkan untuk para Readers yang membaca, di Mohon untuk berkomentar yang Sopan! trims^^

Cerita ini hanya Fiksi buatan Author yang sedang Bosan 😉😁

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Little Monster, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 23 - Bertemu Ibu

Kicauan burung terdengar indah di iringi suara serangga yang bergema. Setitik embun jatuh dari tangkai pohon dengan lembut. Udara pagi hari yang menyejukkan berhembus pelan membuat setiap makhluk hidup terbangun dari tidur lelapnya.

Lima hari berlalu sejak Milena memberikan kabar bahwa ia hamil, dan dalam lima hari itu pula Eros bertingkah sangat kasar. Tapi sifat kasarnya tidak dapat bertahan lama dikarenakan Mulan yang sering berkunjung dan memberitahu Vena akan kehamilan Milena.

"Di tidak pulang lagi.."

Milena menghela nafas panjang menatap kearah pintu depan rumahnya. Sejak lima hari ketika Eros mendengar akan kehamilannya. Ia juga sering pulang terlambat atau sama sekali tidak pulang. Eros bahkan tidak akan menatap kearah Mile ataupun menjawab perkataannya. Ia menjadi lebih dingin dan mengabaikan Milena layaknya hantu tak kasat mata.

Milena menghela nafas untuk yang kesekian kalinya sebelum beranjak dari tempatnya terduduk memakan sarapan paginya. Ia berjalan perlahan keluar rumah untuk pergi ke butik miliknya.

Jalanan macet di pagi hari yang hangat terbentang ketika Milena telah berada di separuh jalannya menuju butik. Gadis itu menyenderkan bahu rapuhnya pada kursi mobil seraya menatap keluar dengan pandangan kosong. Jemari tangannya mengusap lembut perutnya yang masih rata seraya mendesah pelan.

"Ibu akan melindungimu. Ibu juga akan memastikan kau akan hidup bahagia. Jadi lahirlah dengan selamat tanpa menghawatirkan apapun."

Setitik air mata jatuh di kelopak mata Emas Milena saat kalimat itu terdengar dari bibir merahnya. Saat ia memberitahu Eros tentang kehamilannya sikap dingin Eros tanpa sadar membuatnya terpengaruh. Ia memeriksakan hal itu pada dokter, dan dokter memintanya untuk beristirahat dengan baik dan tidak memikirkan apapun yang membuatnya setres. Hal itu akan sangat berbahaya untuk kandungan Milena.

Mengusap air mata yang jatuh, wajah cantik Milena kembali seperti semula. Ia kembali mengambil nafas dalam-dalam sebelum turun dari taxi yang membawanya pergi ke butik miliknya telah sampai di tempat tujuan.

Saat mata Emas Milena memandang kearah butik Miliknya, tubuhnya yang tengah berjalan terhenti seketika setelah menangkap sosok yang telah ia kenal dengan baik.

Gadis itu gemetar dengan sedikit takut dan mengambil langkah mundur tanpa sadar. Suara serak keluar dari bibir merahnya dengan gemetar "Ibu....?"

Ibu Milena hanya terdiam menatap kearah Mile dengan wajah datar. Ia melangkah mendekat kearah Milena yang seolah ingin melarikan diri. Langkah kakinya semakin cepat saat ia sadar bahwa Milena benar-benar ketakutan dan tidak ingin melihatnya.

"Milena, berhenti lari! Mari bicara! Ada hal yang ingin ibu bicarakan!"

Mendengar teriakan ibunya, tubuh Milena yang tengah berbalik untuk pergi terhenti seketika. Ia kembali menengok kearah ibunya yang terlihat mengejarnya dengan nafas berat.

Dengan penuh keraguan Milena mengangguk ringan sebelum menjawab pernyataan ibunya "Ayo bicara di dalam kantorku!"

Setelah mengucapkan kalimat itu tubuh Milena hanya bergerak maju ke arah butiknya tanpa mendengar jawaban ibunya.

.....

Ruangan itu begitu sunyi dan senyap hanya terdengar suara hembusan nafas yang lirih dengan jarum jam yang berdetak setiap detiknya.

Merasakan kecanggungan yang tidak nyaman, Milena menghela nafas menatap kearah ibunya yang hanya diam di depannya sebelum mulai membuka suara.

"Apa yang ibu inginkan?"

Ibu Milena memeras kedua tangannya dengan keras menatap wajah Milena yang tepat berada di depannya. Air mata yang telah lama ia tahan perlahan keluar dengan derasnya. Seolah wajah cantik di depannya itu terkejut menatapnya yang menangis. Milena memberikan sebuah Tissue dengan kebingungan.

"Maafkan kami! Maafkan ibu! Maaf Mile...!"

Milena terkejut hingga terlihat bodoh tidak tahu harus bereaksi bagaimana. Ia benar-benar tidak mengharapkan ibunya akan terisak pilu di hadapannya sembari mengatakan kalimat permintaan maaf seperti ini.

"Ibu..."

"Aku, tidak.. ini kami, Ibu, Ayahmu hingga Selena. Kami benar-benar tidak layak mendapatkan belas maaf darimu" Ibu Milena kembali berbicara memotong ucapan Milena dengan tegas "Tapi tetap saja. Kami benar-benar meminta maaf atas segala yang telah kami lakukan"

Menatap wanita yang begitu ia sayangi terlihat menyedihkan dengan air mata dan menunduk dalam-dalam kearahnya, hati Milena terasa sakit. Ia mengigit bibir merahnya dan bertanya "Apa yang terjadi? Ibu...."

"Sebelum Selena meninggal, ia menceritakan segalanya pada ibu. Ibu menyimpan itu semua seorang diri dan hanya memberitahu ayahmu. Kami menyimpan rahasia memalukan itu untùk Selena. Kami tidak ingin kematiannya menjadi begitu kotor dan tercela di mata orang lain. Walau begitu, kami telah membuat keputusan yang begitu tidak adil dan menyakitkan untukmu. Kami begitu buruk sebagai orang tua. Kami benar-benar orang tua yang sangat buruk!"

Ibu Milena menangis lebih keras, wanita paruh baya itu menekan kepalanya pada Meja di depannya terduduk seraya terus mengulangi kata 'Maaf' hingga waktu yang cukup lama.

Milena menatap pemandangan itu dengan diam. Ia hanya diam dan mengigit bibir merahnya dengan keras. Milena tidak mengatakan apapun, ia tahu bahwa apapun yang ia ucapkan tidak akan dapat membuat ibunya merasa lebih baik. Maka yang ia lakukan hanyalah membiarkan ibunya melakukan yang ia ingin katakan hingga puas.

Untuk perasaan Milena sendiri, tentu saja ia merasa kecewa dan marah kala itu. Namun, semua sudah berada di masa lalu. Saat ini Mile telah melupakan semua itu dan hidup untuk masa depan. Ia telah lupa dan memaafkan mereka semua yang telah menyakitinya. Selama mereka baik-baik saja, dan juga Milena baik-baik saja. Itu suda cukup untuknya.

Setelah beberapa waktu, ibu Milena menjadi tenang. Milena memberikan segelas air putih untuk ibunya sebelum berbicara kearahnya "Waktu itu aku merasa sangat marah dan sakit hati, tidak kurasa itu bukan hanya sakit hati. Aku sedih dan kecewa. Aku merasa tidak ada orang yang benar-benar menhinginkanku dalam keluarga. Tapi seiring berjalannya waktu aku mulai terbiasa dengan itu. Apa yang ibu, ayah, dan Selena lakukan memang sangatlah menyakitiku dengan sangat buruk. Aku bahkah tidak lagi ingin hidup di dunia ini.." Milena terhenti sejenak menatap Ibunya dengan pandangan mata yang dalam sebelum kembali berbicara "Semua sudah berlalu, ibu aku sudah baik-baik saja dan melupakan itu semua. Jadi kumohon jangan mengungkit masalah ini lagi. Dan kumohon untuk tidak lagi datang dalam hidupku. Aku baik-baik saja dan ingin tetap seperti itu di masa depan"

Ibu Milena mengangguk lirih, ia mengerti maksud dari Milena. Jika memang hal itu yang di inginkannya, maka ia tidak akan lagi mengganggu hidupnya.

"Aku mengerti. Jagalah dirimu baik-baik, Eros... apakah?"

"Jangan katakan apapun padanya!" MIilena menatap kearah ibunya dengan setitik air mata yang jatuh.

Tentu saja Milena ingin Eros mengetahui segalanya. Tapi masalahnya adalah, apakah Eros akan mempercayainya? Tidak, lupakan itu. Milena hanya takut. Ia takut apabila ibu Milena mengatakan segalanya pada Eros, apa yang akan terjadi selanjutnya? Apakan Eros akan jatuh hati padanya? Atau mungkin Eros akan semakin marah dan membencinya? Maka biarkan hal ini mengalir dengan sendirinya, apalagi Eros saat ini dalam susana hati yang buruk akibat kehamilan Milena.

"Ibu mengerti, jaga dirimu baik-baik!" Dengan kalimat itu, ibu Milena beranjak dari tempatnya terduduk dan melangkah pergi dari butik Milena. Meninggalkan Milena sendiri dengan pikirannya yang berkelana dan wajah yang terlihat menyedihkan.

1
Tut Eny
lanjut
Popi Noviani
lah bapa ibunya gmn? ko ga ada ceritanya
im3ld4
Baru mendarat
Nanda Khusuma
visual ny keren
Goodbye Lullaby
aahdkdgskslhd
Sulati Cus
knp di kursi roda lumpuh kah??? apa ada yg terlewat oleh ku?
Sulati Cus
yg ada km di bully sm emak2 pembaca novel ini
Sulati Cus
baru chap ini yg bikin ak nangis sambil ketawa puas
Sulati Cus
baru nyesel kan lu dan kupastikan mulan tlh membawa pergi mile dr mu
Sulati Cus
mile bodoh pk bgt kesel dr td ngumpat melulu
Sulati Cus
kuharap Eros denger tu
Sulati Cus
pgn tak timpuk pk sendal rasanya si Eros
Sulati Cus
sadar Mile kau cm jd pemuas doank kesel lama2 ak, jd wanita kok bodoh pk bgt
Sulati Cus
dasar hyper
Sulati Cus
mile yg bodoh orang mabuk di ladenin, kucing di kasih ikan pasti mengeong
Sulati Cus
mile sm menjijikkan bercinta dg pria yg menyebut nama wanita lain bodoh
Sulati Cus
dasar cowok g tau diri bs nya cm bikin sakit hati
Sulati Cus
kirain
tp mile knp lemah d dpn si monster
Sulati Cus
"milena gopdwin, sepertinya kau hidup dg baik? " Eros

milena "trus ak hrs blg wow gitu, apa ak hrs menangis merstapi nasib? jawabnya tidak, krn hidup hrs terus berjln. "
Sulati Cus
cantik walaupun kelihatan dingin tanpa ekspresi

apa kbr selena? apa udah metong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!