NovelToon NovelToon
Lembayung Senja

Lembayung Senja

Status: tamat
Genre:Fantasi Isekai / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:223.6k
Nilai: 5
Nama Author: Raga Senja

Cinta bisa menembus ruang dan waktu.Mungkin ungkapan itulah yang tepat untuk menggambarkan perasaan Nawang wulan.Gadis cantik yang jatuh cinta pada makhluk dari alam yang berbeda,yang konon merupakan putra dari penguasa samudra.

Akan kah kisah cinta Wulan berakhir bahagia,atau justru penuh luka karna dimensi yang berbeda..?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raga Senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 23

Siang menjelang sore. Wulan telah selesai dengan pekerjaan nya hari ini, ia sudah bersiap siap hendak pulang. Ralat ! bukan pulang, tapi dia berniat akan ke pantai menemui Bayu. Ia akan menceritakan soal pertemuannya dengan keluarga Damar malam nanti. Wulan juga ingin meminta maaf karena kemarin sempat meninggalkan Bayu sendirian di Taman.

Seandainya Bayu tahu, malam harinya setelah kejadian itu Wulan tidak bisa tidur karena di dera rasa bersalah dan juga rindu yang menggebu. Ia gelisah sepanjang malam seperti orang yang kecanduan obat terlarang. Mungkin memang Bayu telah benar benar menjadi candu untuknya.

Di samping nya, Maya yang kebetulan hari ini juga bekerja di sift yang sama pun tengah bersiap hendak pulang.

"Akh akhirnya selesai juga kerja kita hari ini," ucap Maya sambil memakai jaketnya.

"Iya akhirnya siap juga." Wulan menimpali.

"Apa kau akan langsung pulang?"

Maya mengangguk. "Tentu, memangnya mau kemana lagi?" Maya balik bertanya. Kedua gadis cantik itu mulai berjalan meninggal kan lobi hotel.

"Aku akan ke pantai, kau mau ikut?" tanya Wulan lagi.

"Pantai? Apa kau akan menemui Bayu?"

"Iya, ada yang ingin ku sampaikan padanya," jawab Wulan

"Memang harus bertemu, kau bisa menelfon nya kan?"

Wulan terlihat bingung mendengar pertanyaan Maya, ia menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

"Eh itu, Bayu terkadang susah di hubungi." Wulan mencoba mencari alasan yang tepat.

"Ooh, bukan karna kau rindu padanya kan?" ledek Maya sambil menyenggol pundak Wulan.

Wulan membulatkan matanya mendengar ejekan Maya, tapi tak urung dia membenarkan juga, karena memang dia rindu pada Bayu. Entahlah padahal hampir setiap hari dia bertemu Bayu, tapi tetap saja dia masih selalu rindu. Mungkin gadis itu memang sudah benar benar terjerat cinta sang makhluk bawah laut.

"Iya, iya aku memang rindu padanya," jawab Wulan jujur.

"Ya sudah kau mau ikut tidak?" tanyanya sekali lagi sembari menaiki motornya dan bersiap hendak pergi.

"Ya baiklah aku ikut, kebetulan cuaca hari ini cukup sejuk, seperti nya cocok untuk bermain di pantai." Maya akhirnya menyetujui ajakan Wulan. Gadis periang itupun segera menaiki motornya.

"Baiklah ayo berangkat." Wulan mulai menghidupkan sepeda motornya kemudian melaju keluar dari pelataran hotel di ikuti oleh Maya.

***

Pantai memang menjadi tempat yang sering kali di datangi Wulan semenjak mengenal Bayu. Pantai juga merupakan saksi kisah cinta dua dunia yang kini sedang di jalaninya. Tak tahu apa yang akan terjadi kedepannya nanti, yang jelas untuk saat ini cintanya pada Bayu sudah tak terbantahkan lagi. Bayu seolah sudah seperti nafas dalam hidupnya. Tanpa Bayu gadis itu merasa seperti tak bernafas.

Wulan dan Maya memilih untuk duduk duduk santai di bawah batang nyiur sembari menunggu kedatangan Bayu sambil menikmati semilir angin laut yang berhembus lumayan kencang. Pengunjung mulai ramai, dan itu artinya Bayu dan timnya juga pasti akan segera datang.

Wulan tersenyum saat indra penglihatannya menangkap sosok yang sangat di cintai nya.

Bayu dan rekan rekannya baru saja tiba, dan bukan Bayu samudra namanya jika tidak bisa mendeteksi keberadaan Wulan di dekatnya. Pria itu menatap ke arah Wulan dan Maya lalu tak lama senyum mautnya pun mengembang.

Di tempatnya duduk Wulan entah sadar entah tidak refleks melambaikan tangan nya pada Bayu seolah meminta Bayu untuk segera mendekat, Bayu pun langsung faham maksud kekasihnya itu. Ia segera berjalan mendekati Wulan setelah sebelumnya berpamitan pada rekan rekannya.

Sementara Maya yang berada di dekat Wulan mulai merasa tanda tanda dirinya akan segera terusir dari situ pun mencibir.

"Lihatlah pangeran mu sudah datang, sepertinya aku harus segera menyingkir dari hadapan kalian berdua," celetuk Maya sambil tersenyum masam.

"Tidak apa, May. Tetap lah di sini, kau tidak perlu pergi," cegah Maya yang merasa tidak enak hati karena membuat Maya menjadi tidak nyaman dengan kedatangan Bayu.

"Yah tetap di sini dan melihat kalian bermesraan di depan mataku. Ciih, aku lebih baik menenggelamkan diriku ke dasar laut dari pada harus melihat itu."

Wulan tergelak mendengar candaan Maya yang berlebihan.

"kau ini ada ada saja," sahut Maya sambil menahan tawanya.

"Apa aku dan Bayu semesra itu sampai membuatmu ingin tenggelam ke dasar laut?"

"Yah kalian sangat mesra, membuatku merasa menjadi batu kalau di dekat kalian."

"Kalau begitu carilah kekasih, supaya kau juga bisa bermesraan sepertiku." Giliran Wulan yang menggoda Maya, membuat gadis itu cemberut kesal. Dan bersamaan dengan itu Bayu sudah sampai di depan mereka. Pria rupawan itu langsung tersenyum manis memandang Wulan.

Maya membuang muka sejenak melihat kejadian itu.

"Baiklah, adegan manis kalian sudah di mulai, jadi aku harus segera pergi dari sini." Maya beranjak dari duduknya.

Bayu tersenyum melihat tingkah kocak Maya.

"Terimakasih atas pengertian nya Maya," ucapnya seraya mendudukkan badannya di samping Wulan.

"Tentu, bersenang senanglah." Maya mulai melenggang meninggalkan dua sejoli itu.

"Hati hati May !" ucap Wulan setengah berteriak.

"Nanti kalau urusan ku sudah selesai aku akan mencari mu."

Maya tidak menjawab ucapan Wulan, Ia hanya menoleh sejenak lalu mengacungkan ibu jarinya ke arah Maya sambil tersenyum, kemudian kembali melenggang menuju bibir pantai. Gadis itu menyusuri pasir putih sambil memperhatikan para pengunjung yang mulai ramai. Sesekali ia tampak merapikan rambutnya yang berantakan tertiup angin.

Saat Maya tengah asyik berjalan santai, sebuah suara tiba tiba mengejutkannya.

"Apa mereka mengusirmu?" Suara bariton khas pria dewasa membuat Maya sontak menghentikan langkahnya lalu menoleh ke belakang.

"Ardian?" Maya terkejut melihat siapa yang ada di belakangnya, sedangkan si pria justru tersenyum ramah menyapa Maya.

"Ya, ini aku, kau masih mengingatku kan?"

"Tentu, beberapa hari yang lalu kita juga bertemu kan?"jawabnya sambil balas tersenyum.

Ardian mengangguk.

"Apa Bayu dan Wulan mengusir mu?" Mengulang pertanyaan yang sama.

" Tadi ku lihat begitu Bayu datang kau langsung pergi."

"Oh itu." Maya kembali tersenyum.

"Tidak, mereka tidak mungkin mengusirku, tapi aku cukup tahu diri untuk tidak mengganggu mereka. Lagipula terkadang mereka sedikit menyebalkan kalau sudah berdua, yang lain hanya di anggap hiasan dinding pemanis ruangan," jelas Maya lagi membuat pria di sampingnya tersenyum mendengar ucapannya.

Gadis ini lucu sekali.

"Kalau begitu boleh aku menemanimu berjalan, supaya kau tidak menjadi hiasan dinding lagi."

"Haha." Maya tergelak mendengar ucapan Ardian.

"Kau suka bercanda juga rupanya," sahutnya tanpa menjawab pertanyaan Ardian, namun Ia kembali melangkah seolah mengisyaratkan bahwa Ardian boleh menemaninya berjalan.

Setelah beberapa saat berjalan menyusuri pantai dan mulai terasa lelah, Maya memutuskan untuk beristirahat di bawah pohon nyiur.

"Apa Kau haus, Maya. Nau minum air kelapa muda?" tawar ardian.

"Hm Boleh," jawab Maya tanpa berbasa-basi.

"Baiklah aku akan mencarinya, tunggu sebentar ya." Ardian lalu berlari lari kecil mencari atau membeli minuman segar khas pantai itu.

Tak berselang lama, Ardian sudah kembali dengan dua buah kelapa muda di tangannya.

"Ini, minumlah." Memberikan sebuah kepada Maya.

"Terimakasih," ucap Maya seraya menerima pemberian Ardian.

Ardian mengangguk lalu duduk di samping Maya, tetapi tidak terlalu dekat, takut Maya merasa tidak nyaman kalau dia duduk terlalu dekat. Lagipula mereka juga belum lama saling mengenal.

"Apa kau sudah lama berteman dengan Wulan?" Ardian membuka obrolan

"Belum terlalu lama," jawab Maya.

"Yah semenjak Wulan pindah kesini sekitar beberapa bulan yang lalu."

"Ooh." Ardian mengangguk angguk.

"Kalau Bayu?"

"Itu apa lagi, ku mengenal Bayu setelah Wulan menjadi kekasihnya, kalau kau sendiri sejak kapan berteman dengan Bayu?" Wulan balik bertanya.

"Yah sama seperti mu, aku juga belum lama mengenal Bayu, mungkin tepatnya saat dia baru bergabung di tim kami," jelas Ardian

"Apa kau dekat dengan nya?" tanya Maya lagi

"Tidak terlalu." Ardian menggeleng.

"Bayu itu tidak banyak bicara dan sedikit kaku, ku lihat dia juga lebih banyak sendiri. Tapi di banding dengan rekan kami yang lain, aku lah yang paling dekat dengan Bayu.

"Yah memang." Maya membenarkan ucapan Ardian. "Sepertinya Bayu hanya banyak bicara kalau di depan Wulan saja." Maya mengambil nafas sejenak. "Tapi walaupun begitu aku salut padanya," lanjutnya lagi.

"Bayu itu terlihat sangat menyayangi dan melindungi Wulan, sikapnya pada Wulan juga sangat lembut dan manis. Semoga suatu saat aku bisa mendapatkan kekasih seperti Bayu."

Maya tersenyum sambil membayangkan seandainya punya kekasih seperti Bayu. Namun sekejap senyum itu menghilang, dan seolah telah kembali pada kesadaran nya, Maya segera menutup mulutnya.

Ya ampun , apa yang ku katakan tadi, kenapa aku harus bicara seperti itu di depannya. Semoga dia tidak beranggapan kalau aku sedang menggodanya.

Bathin Maya menyesali kebodohannya sendiri. Dia menjadi salah tingkah dan tidak berani menatap ke arah Ardian. Dan untuk menutupi kegugupannya gadis itu segera menyambar kelapa muda yang ada di sampingnya dan menyedot airnya hingga hampir tandas.

Sementara Ardian yang melihat tingkah konyol Wulan hanya bisa tersenyum, tapi diam diam dia mengagumi sifat kocak dan ceria Maya.

***

Di tempat lain namun masih di area yang sama, Bayu tampak sedang menggenggam erat tangan Wulan, meski Wulan merasa tidak nyaman karena ini di tempat umum, tapi Bayu tidak peduli, ia terus saja menggenggam tangan kekasihnya itu. Wulan sendiri awalnya menolak dan berusaha menarik tangannya. Tapi karena Bayu terus menggenggamnya dengan erat Wulan akhirnya mengalah dan membiarkan tangannya di genggam Bayu.

"Jangan pergi, aku mohon jangan pergi menemuinya, aku tidak rela melihatmu bersamanya," pinta Bayu dengan wajah memelas setelah Wulan menceritakan niatnya untuk makan malam bersama keluarga Damar.

"Tidak bisa, Bayu. Aku harus pergi, aku sudah janji pada bibi. Kau tenang saja, ini hanya makan malam biasa, lagipula aku tidak hanya berdua dengan Damar, ada keluarganya dan bibi ku juga." Wulan mencoba memberi penjelasan agar Bayu tidak khawatir.

"Kau tidak mengerti Wulan." Bayu terlihat mulai gusar.

"Dia itu menyukaimu, dia menginginkan mu !" Bayu bahkan tidak ingin menyebut nama Damar.

"Aku tahu, tapi aku tidak menyukainya, apa lagi menginginkan nya. Karna aku hanya menyukai dan menginginkanmu, cukup kau saja, tidak ada yang lain." Wulan terus berusaha menenangkan Bayu, ia mengusap tangan Bayu yang sedang menggenggam jemarinya.

Saat Bayu marah ataupun merasa kesakitan, matanya pasti akan berubah merah menyala dan sangat mengerikan. Wulan tidak mau itu terjadi, apalagi di depan khalayak ramai. Karenanya Wulan berusaha agar Bayu tetap tenang.

"Aku sangat mencintaimu Wulan, teramat sangat. Aku hanya tidak ingin ada yang mengambil mu dariku, dan aku tahu betul Damar sedang berusaha melakukan itu." Akhirnya Bayu mau menyebut nama Damar. Sepertinya usaha Wulan untuk meyakinkan dan menenangkan Bayu berhasil.

"Aku tahu kau sangat mencintaiku, tapi percayalah, apapun usaha Damar untuk mengambil ku darimu itu tidak akan berhasil. Karna aku juga sangat mencintaimu." Wulan menegaskan sekali lagi tentang perasaan nya.

Bayu mengangguk angguk mencoba mengerti

"Baiklah aku percaya padamu, pergilah nanti malam, tapi berjanjilah kalau kau tidak akan menyentuhnya lagi." Memberikan titah yang tidak bisa di bantah oleh Wulan.

"Iya aku janji, tapi kalau hanya berjabat tangan apa itu --"

"Tidak boleh !" Bayu memotong ucapan Wulan dengan tegas membuat Wulan terkejut karena dia bahkan belum menyelesaikan ucapan nya.

"Aku kan hanya berjabat tangan, apa itu juga akan menyakitimu?"

"Tidak terlalu, tapi aku tetap tidak rela kau bersentuhan dengan pria mana pun, apalagi Damar." lagi lagi Bayu memberikan ultimatum.

"Iya iya baiklah aku tidak akan melakukan itu," jawab Wulan akhirnya karena tidak ingin berdebat dan membuat Bayu kembali gusar.

"Ya sudah sepertinya aku harus segera pulang, sudah sore, aku tidak mau terlambat sampai di rumah, takut bibi khawatir. Bibi pasti sudah menungguku," pamit Wulan seraya melihat jam di pergelangan tangannya yang masih di genggam Bayu.

"Baiklah, apa aku perlu mengantarmu?" tanya Bayu menawarkan diri.

"Tidak perlu aku bersama Maya, lagi pula kau juga datang bersama teman temanmu kan?" Wulan beranjak dari duduknya sambil berusaha menarik tangan nya dari genggaman Bayu, tapi Bayu menahan nya. Pria itu justru mengangkat tangan Wulan lalu..

"Cup." Bayu mencium punggung tangan Wulan dengan sangat lembut.

"Seer." Darah Wulan seolah langsung berdesir menerima perlakuan hangat dari Bayu. Ia tersenyum simpul lalu mengusap kepala Bayu yang sedang tertunduk mencium tangannya.

"Ya sudah aku pulang dulu ya?" pinta Wulan sambil sekali lagi berusaha menarik tangan nya dan kali ini berhasil, Bayu melepaskan tangan Wulan.

"Hm." Berhati hatilah." Pesan Bayu sambil tersenyum.

Wulan mengangguk lalu mulai melangkah.

Pria ini benar benar membuatku gila. Bathin Wulan di sela sela langkahnya seraya tersenyum tipis mengingat sikap manis Bayu tadi.

Bersambung.

Maaf beribu maaf ya readers🙏Baru bisa up lagi,mudah mudahan kedepan nya bisa lebih sering up. Selama masih ada dukungan dari kalian pasti cerita ini akan tetap berlanjut.

Jadi Author mohon dengan sangat jangan lupa tinggalin jejak kalau sudah ma

mpir ke cerita yang penuh kehaluan ini.

Like, komen n vote..di tunggu selalu.

Terimakasih Readers ku sayang 😍😍

1
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
sahabat begitu susah nyarinya, aku aja cuma punya satu susah senang dibagi bersama mski sma2 udh bkeluarga ada anak jga
Edelweiss🍀
wulannya sungguh cantik jelita, dari manusia smpai dunia lain kepincut sma dia😃
Edelweiss🍀
Bikin penasaran, agak horor nih krna cowo ya dari dunia lain.😂
Raga Senja: Biar gk penasaran, lanjut trs bacanya sampe akhir yaa, jangan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
then_must_nanang
kang Damar pancen oye...
Edelweiss🍀
Aku yg gak pernah ke pantai, selain jaraknya jauh jd dlu selalu dilarang oleh alm.bapakku. kalau dulu di sekolah ada acara ke pantai pasti aku gak dibolehin ikut
Edelweiss🍀
untuk bab pertama di karya pertama penulisan sdh cukup rapi, ceritanya jg menarik. lanjut baca pelan2🤭
Ig : Author_fanie.liem: Hai kak perkenalkan saya poicpan dan Gc Bcm, kita di gc akan belajar bersama kaka mentor senior jg kita kemarin sudah mengadakan event tertentu dan mendapatkan reward.


Saya Mau mengajak kaka untuk bergabung bersama kami

caranya hanya wajib follow akun saya pemilik Gc Bcm ya, maka otomatis akan mendapatkan undangan.

Terima Kasih.
total 1 replies
Desi Ragiel Nst
saat aku baca ini.. bulan depan puasa thor 😁 2024
Raga Senja: wah iya, sbentar lagi puasa😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, karena ada sequel nya jg, seru banget deh pokoknya😊
total 1 replies
Ranny
jangan sampai kau perkosa Wulan damar hanya karena ingin memiliki nya berarti cintamu tak benar² tulus
Ranny
ikhlaskan saja Damar suatu saat kau pasti akan menemukan kebahagiaan mu
Ranny
damar cari masalah nih ceritanya
Ranny
Bayu terlalu posesif terhadap Wulan
Ranny
buat Anjani jadian dengan Damar aja thor
Ranny
Damar tak usah cari bukti lah wong sejak awal Wulan sdh tau siapa sebenarnya Bayu
Ranny
itu gertakan sambel ibu mu Bayu supaya kau segera pulang
Ranny
Anjani sdh tau kalau Bayu tak menyukainya tapi kok tetap maksa ya 🙄
Ranny
waduh kok aq deh deg kan ya menunggu kelanjutan ceritanya 😱🤭
Raga Senja: Trimakasih utk semua dukungannya kk😊ikuti trs kisahnya sampai akhir ya, dan jngan lupa baca sequel nya jg😀
total 1 replies
Ranny
demi cinta apapun bisa di halalkan 🙄
Ranny
Wulan seharusnya bisa lebih tegas lagi
Ranny
namanya juga cinta buta asalkan jangan sambil raba² ya 🤭😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!