Asap kelabu dari sisa pembakaran minyak mesin siber menyelinap masuk melalui celah pilar obsidian Aula Gerhana, berputar-putar menciptakan bayangan kaku di atas lantai batu yang dingin. Di luar menara istana, langit Planet Akuma sedang memuntahkan badai hujan merkuri cair yang paling pekat sepanjang satu abad sejarah klan Shinto. Ketukan logam mendidih yang menghantam atap baja terdengar konstan, menciptakan simfoni bising yang meredam detak kehidupan normal. Dengan gaya tarik bumi yang bekerja seratus kali lipat lebih ekstrem, atmosfer di dalam bilik bersalin itu terasa begitu menjepit raga, memaksa setiap hela napas yang keluar dari tenggorokan terasa berat dan membakar sistem pernapasan seutuhnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mara Nata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 34: MOBILISASI BAJA SEKTOR BARAT
BZZZZZZT... WHIIIIIR!
Satelit pemindai militer berkemampuan tinggi yang melayang di atas lapisan atmosfer sabuk luar Sektor Epsilon mendadak memancarkan gelombang radiasi elektromagnetik yang sangat kacau. Di dalam ruang komando utama Sektor Barat yang terisolasi ketat oleh dinding medan magnet anti-sadap, puluhan layar hologram raksasa berkedip-kedip pekat memancarkan sinyal peringatan bahaya berwarna ungu tua. Seluruh sistem komputer mekanis tercanggih buatan militer milik Faksi Radikal Barat mengalami kegagalan pembacaan data secara massal, mendeteksi adanya sisa-sisa Distorsi Ruang (Spatial Distortion) berkekuatan gila yang baru saja melanda area bawah tanah Sektor Tiga beberapa jam yang lalu.
Komandan Vane berdiri tegap di atas kursi baja komandonya yang megah dengan tubuh raksasanya yang dibalut penuh oleh zirah besi berat bertenaga nuklir. Setengah wajah mekanisnya yang tersusun dari lempengan logam titanium luar angkasa berkilat ungu pekat, memancarkan hawa amarah yang luar biasa mendidih dan menusuk batin siapa pun yang berada di dalam ruangan. Sepasang mata siber berwarna merah darah milik sang komandan menatap tajam ke arah visualisasi rekaman ulang satelit yang menampilkan detik-detik hancurnya dua kapal jet silunan andalannya tadi subuh. Di dalam rekaman video yang bergoyang penuh gangguan distorsi frekuensi tersebut, tidak ada pusaran energi plasma atau tembakan rudal canggih yang terlihat. Yang terekam nyata hanyalah sebuah bayangan kolosal berbentuk Pedang Raksasa dari Langit berukuran puluhan meter yang jatuh membelah awan kosmik, meremukkan seluruh pelindung baja kapal jet mereka dalam sekali tebasan sunyi yang berada di luar batas akal sehat.
"Mustahil! Hukum fisika stasiun penambangan ini tidak akan pernah bisa memanggil dan memanifestasikan massa energi ruang sebesar itu tanpa adanya bantuan generator pemancar siber dari armada luar angkasa!" raung Komandan Vane, getaran suaranya yang berat dan parau bergaung keras melalui pengeras suara leher zirahnya hingga membuat meja besi di hadapannya bergetar kaku. Ia menghantamkan tangan mekanisnya yang dipenuhi kapalan siber ke atas panel kontrol, menghancurkan sisa-sisa layar digital menjadi potongan komponen mati yang menyemburkan percikan listrik. "Siapa sebenarnya budak kurus bernama Zephyr itu?! Bagaimana mungkin seekor cacing kasta pelayan bawah tanah yang tidak memiliki modifikasi mesin sedikit pun, bisa memegang otoritas spasial yang sanggup mengomandoi senjata kolosal penembus langit?!"
Di samping kanan Komandan Vane, seorang perwira tinggi dari klan sekutu luar angkasa berdiri tegap dengan zirah porselen putihnya yang berkilat dingin penuh keangkuhan. Tangan kanannya mencengkeram erat selembar dokumen data logistik perdagangan suci kristal emas yang kini status hukumnya telah resmi dibekukan secara sepihak, akibat dampak dari dekret pernikahan politik paksa yang dijatuhkan oleh Gendo Solari sore kemarin di atas Altar Emas.
"Gendo Solari sengaja mempercepat Ritus Pengikatan Darah antara Elena dan budak kuli panggul itu murni untuk mengunci tameng hukum adat kuno klan mereka, Komandan Vane," desis sang perwira dengan nada suara yang penuh kelicikan politik yang luar biasa menyayat hati. "Mereka tahu betul, berdasarkan aturan hukum tradisional Titan Prime, jika hak waris pertama telah dikunci oleh silsilah darah murni bumi, seluruh kontrak investasi senjata mesin dari faksi barat kita akan dicabut izinnya secara mutlak oleh dewan pengawas galaksi. Gendo sedang menggunakan keberadaan pedang langit Zephyr sebagai benteng pertahanan terakhir untuk mengubur seluruh ambisi keserakahan perdagangan kita."
"Aku tidak peduli mengenai selembar kertas aturan adat kuno klan Solari yang kolot dan tidak berguna itu!" bentak Komandan Vane secara brutal, memancarkan gelombang hawa panas dari generator punggungnya yang membuat udara di dalam ruangan terasa sesak dan membakar. Sepasang mata merah sibernya mengunci mati ke arah maklumat digital Menara Kristal Sektor Timur dengan sorot permusuhan mutlak. "Jika pernikahan politik paksa itu dibiarkan mengakar hingga minggu depan, kita akan kehilangan seluruh hak pengelolaan tambang emas murni seumur hidup kita! Kita tidak bisa menunggu datangnya hari ujian terbuka yang membosankan itu lagi. Aktifkan seluruh batalion robot tempur siber dari barak rahasia sekarang juga tanpa ada sisa!"
Vane melangkah maju dengan derap langkah kaki besinya yang berat, meremukkan ubin lantai baja ruangan komando hingga mengeluarkan suara derit parau yang menegangkan suasana. Ia menekan tombol lampu merah utama di pusat dinding, mengirimkan dekret mobilisasi perang terbuka langsung ke seluruh divisi militer Sektor Barat secara serentak, meruntuhkan sisa-sisa kedamaian yang ada di stasiun.
"Kumpulkan seluruh kekuatan zirah penghancur kita di pelataran perbatasan!" perintah Komandan Vane dengan senyum licik yang penuh kepuasan sadis dari balik topeng logamnya yang berkilat kejam. "Kita jalankan skenario pembersihan total malam ini. Gerakkan seratus robot tempur siber untuk mengepung Menara Kristal dari jalur bawah tanah dan jalur udara luar seutuhnya. Kita paksa Gendo Solari dan pendekar veteran tradisionalnya untuk keluar menghadapi kematian mereka. Dan bagi budak cacat Zephyr itu... aku sendiri yang akan mematahkan seluruh susunan sumsum tulangnya di atas Altar Emas Utama hingga ia memuntahkan darah hitamnya di hadapan Elena!"
Sementara itu, di dalam kegelapan gudang penyimpanan kayu lapuk Sektor Tiga yang pengap ditiup angin badai, Zephyr masih duduk bersila di atas lantai pelat besi yang dingin. Fokus batinnya sama sekali tidak goyah oleh sisa rasa perih dari belasan luka bakar melepuh di kulit dada dan sepasang lengannya yang menganga kemerahan. Otot-otot tubuh remajanya kian mengeras secara alami, menyerap sisa-sisa radiasi uap tungku peleburan sebagai media penempaan kekuatan fisiknya murni tanpa bantuan zirah penahan beban. Pecahan lempengan besi tua berkarat di atas pahanya tetap diam bisu, namun indra Otoritas Spasial di dalam dirinya telah menangkap adanya riak pergeseran gelombang magnetik yang tidak stabil dari arah Sektor Barat.
Elena berdiri tidak jauh di dekat celah jendela ventilasi baja yang rusak, mengamati hamparan kegelapan luar angkasa dengan raut wajah cantiknya yang kaku tanpa ekspresi. Gaun sutra emas mewahnya yang koyak dan kusam berselimutkan abu pembakaran tampak berkibar lambat dihantam angin malam yang dingin, merusak seluruh sisa kemegahan status sosial yang selama ini ia banggakan. Tidak ada lagi tangisan cengeng atau keputusasaan yang lemah terpancar dari sepasang mata biru jernihnya. Sumpah pernikahan politik yang menjelma menjadi Aliansi Bisnis Hitam-Putih semalam telah resmi mengubah pola pikirnya menjadi seorang mitra taktis yang penuh kewaspadaan tinggi.
"Satelit pengawas menara atas baru saja mendeteksi adanya pergerakan panas skala besar dari barak militer Komandan Vane, Zephyr," ucap Elena, nada suaranya terdengar sangat dingin, kaku, dan menusuk keheningan bilik besi seutuhnya. Ia tidak menoleh ke arah Zephyr, namun tangan kanannya mencengkeram erat hulu belati perak kecil upacaranya. "Vane telah memobilisasi seluruh pasukan robot siber mereka untuk meluncurkan serangan fajar terbuka. Jalur pelabuhan logistik atas akan dikunci dalam hitungan jam, dan target utama mereka adalah menyeret tubuhku keluar serta menghancurkan kepalamu seutuhnya di depan umum."
Zephyr perlahan membuka sepasang mata peraknya yang setenang kematian, membiarkan aliran napasnya yang lambat membentuk kepulan uap hangat tipis di tengah udara kabin yang membeku.
"Biarkan mereka menggerakkan seluruh zirah besi rongsokan mereka menuju menara atas, Elena," sahut Zephyr dengan suara yang datar, pelan, namun membawa wibawa purba yang mengunci seluruh keraguan. Ia bangkit berdiri dengan tubuh kurusnya yang tegap, membiarkan jubah karung goni hitam kusamnya melambai kaku menyapu debu lantai. "Aliansi kita membutuhkan panggung yang cukup luas untuk menghapus keserakahan Faksi Barat dari stasiun ini seutuhnya. Bersiaplah, karena pertempuran besar di atas Altar Emas lusa akan menjadi tempat di mana pedang raksasaku dari langit akan meremukkan seluruh keangkuhan teknologi mesin mereka hingga runtuh tak bersisa."