NovelToon NovelToon
REVENGE

REVENGE

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Pembunuhan
Popularitas:229.1k
Nilai: 5
Nama Author: Sandra Yandra

Darren adalah seorang pemuda berwajah tampan, manis dan juga cantik. Dirinya memiliki banyak bakat dan juga prestasi.

Darren pemuda yang cerdas dan jenius. Di usia mudanya, Darren sudah menjadi seorang CEO. Darren memiliki beberapa perusahaan yang sudah terkenal di dunia, salah satunya di Australia.

Darren difitnah dan dituduh telah membunuh ibu kandungnya dan membuat bibinya koma di rumah sakit, sehingga berakhir Darren diusir oleh Nenek, Ayah dan kakak-kakaknya dari keluarga Autin. Bahkan mereka menghapus nama Darren dari daftar keluarga.

Semenjak kejadian pengusiran dirinya dari keluarga Austin membuat kepribadian Darren berubah. Yang dulunya ceria, supel, baik, ramah dan mudah bergaul. Namun, sekarang Darren berubah menjadi sosok yang kejam, dingin, acuk, cuek, pendiam dan tertutup. Darren hanya bersikap ramah dan lemah lembut hanya dengan orang-orang dekat dengannya.

Darren tidak akan segan-segan membunuh dan menghabisi orang-orang yang sudah berani mengusik kehidupannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sandra Yandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kesedihan Dan Penyesalan Kiran

Di kediaman Jung Rasendria terlihat seorang gadis sedang duduk termenung di sofa ruang tengah. Gadis itu adalah Kiran Rasendria.

Kiran duduk termenung dengan pandangan ke depan. Jangan lupa air matanya mengalir membasahi wajah cantiknya.

FLASHBACK ON

Darren melihat kearah Vito, Velly, Nasya dan para sahabatnya yang juga melihat kearahnya. Darren menatap tajam mereka semua. Bahkan rasa bencinya makin bertambah pada mereka semua.

Vito, Velly, Nasya dan para sahabatnya yang melihat tatapan mata Darren sangat paham akan hal itu. Kesayangan mereka masih marah dan masih memendam kebencian terhadap mereka semua.

Setelah puas menatap Vito, Velly, Nasya para sahabatnya. Darren pun memutuskan untuk kembali ke kelas.

"Darren," lirih Kiran.

Darren melihat kearah Kiran dan tatapannya berubah semakin tajam ketika melihat Kiran.

Darren menelusuri koridor sekolah untuk mencari keberadaan Kiran, sahabat masa kecilnya itu.

Tak butuh lama. Darren berhasil menemukan keberadaan Kiran. Kiran sedang bersama dengan mantan kakaknya dan para sahabatnya.

"Kiran," panggil Darren.

Kiran yang merasa dipanggil langsung melihat kearah Darren. Begitu juga dengan yang lainnya.

Detik kemudian, mereka semua menatap jijik kearah Darren.

Darren melihat ke arah Kiran. Darren berharap Kiran percaya padanya disaat semua orang tidak mempercayainya jika dirinya tidak salah.

PLAAKK!

Kiran langsung menampar pipi Darren dengan sangat keras sehingga mengakibatkan luka di sudut bibirnya.

Mendapatkan tamparan keras dari Kiran membuat Darren sadar. Dunianya sudah hancur sekarang. Tidak ada lagi yang mempercayainya. Ketika semua orang tidak mempercayainya, Darren berharap Kiran mau mempercayainya.

Namun apa yang didapatkan oleh Darren. Justru Kiran juga tidak mempercayainya. Seketika air matanya meluncur begitu saja membasahi wajah tampannya.

"Kau benar-benar laki-laki brengsek Darren. Kau tega mencelakai ibumu dan tantemu sendiri. Ibumu meninggal dan tante Amanda koma. Itu semua salahmu Darren. Kau pembunuh Darren! Aku jijik melihat wajahmu. Aku tidak ingin memiliki kekasih pembunuh sepertimu. Lebih baik kau pergi jauh-jauh dari hadapanku. Aku sudah tidak mau punya hubungan denganmu. Lagian aku sudah tidak mencintaimu dan aku sudah memiliki kekasih baru." Kiran menatap jijik Darren.

Darren masih menatap tajam Kiran. "Kenapa? Apa kau ingin menjalin hubungan dengaku lagi, hum? Atau kau ingin mengatakan sesuatu padaku yang belum kau sampaikan semuanya saat itu?" tanya Darren dengan senyuman menyeringainya.

"Kau dengar aku baik-baik nona Kiran yang terhormat. Buang jauh-jauh keinginanmu untuk menjalin hubungan lagi denganku. Sampai kapanpun aku sudah tidak sudi menjalin hubungan dengan wanita hina, wanita rendahan dan wanita menjijikkan sepertimu. Apalagi menjadikanmu pendamping hidupku. Bukankah kau sendiri yang memutuskan hubungan ini dan memintaku untuk pergi menjauh dari kehidupanmu. Bahkan kau sudah memiliki kekasih, bukan? Apa kau berniat untuk mengkhianati kekasihmu itu, hum?" Darren menatap tajam Kiran.

"Jadilah perempuan yang baik dan jangan menjadi wanita murahan. Kau mencintai kekasihmu ketika semuanya baik-baik saja. Tapi seketika cintamu hilang dan sikapmu berubah ketika kekasihmu mendapatkan masalah besar. Seperti aku. Kau lebih mempercayai ketiga manusia samp*h ini." Darren berucap sembari menunjuk kearah Vito, Velly dan Nasya. "Jika saja saat itu kau lebih memilih percaya padaku. Maka hubungan kita akan baik-baik saja sampai sekarang. Tapi nyatanya kau sama saja dengan mereka semua!" bentak Darren.

FLASHBACK OFF

"Hiks... Hiks... Darren. Maafkan aku. Maafkan aku... Hiks," isak tangis Kiran.

"Kiran!" seru Radika yang datang bersama kakaknya dan kedua orang tuanya.

Mereka menghampiri Kiran yang sedang menangis duduk di sofa ruang tengah.

Liana duduk di samping putrinya dan langsung memeluk tubuh putrinya itu.

"Hiks... Hiks... Hiks."

Kiran makin terisak di pelukan ibunya. Dirinya saat ini benar-benar butuh sandaran dan butuh tempat curhat.

"Ada apa, sayang? Katakan pada Mama," ucap dan tanya Liana sembari mengusap-ngusap punggung putrinya.

"Iya, sayang! Ada apa? Katakan kami," sahut Yohanes, sang Ayah.

"Darreb... Hiks... Aku merindukan Darren. Aku ingin Darren kembali padaku... Hiks," Kiran menjawab pertanyaan dari kedua orang tuanya dengan isak tangisnya.

"Bukannya kamu dan..." perkataan Liana terpotong karena Kiran sudah memotongnya terlebih dahulu.

"Darren tidak salah. Darren pemuda yang baik dan penyayang. Aku yang salah. Aku seharusnya percaya dengan Darren. Aku seharusnya ada di samping Darren disaat Darren dapat masalah. Tapi apa yang sudah aku lakukan. Aku justru pergi ninggalin Darren ketika keluarganya membuangnya."

Mendengar ucapan dari Kiran membuat Liana, Yohanes dan Dendra terkejut, kecuali Radika yang sudah tahu.

"Jadi..." Yohanes menghentikan ucapannya dan menatap kearah putrinya.

Kiran melepaskan pelukannya dari ibunya. Kemudian Kiran menatap satu persatu wajah anggota keluarganya dengan sendu.

"Kak Vito, kak Velly dan kak Nasya sudah cerita kepadaku dan Kak Radika bahwa Darren tidak bersalah. Mereka sudah melihat bukti disaat Tante Clarissa dan Tante Amanda diserang. Bahkan mereka sangat menyesal karena lebih memilih percaya dengan video dan ucapan orang itu." Kiran menjawabnya.

"Papa bingung mau mengatakan apa padamu, Kiran! Papa kan sudah pernah bilang padamu. Dalam sebuah hubungan harus dilandasi kepercayaan. Dengan adanya kepercayaan, maka hubungan akan bertahan lama. Kau dan Darren sudah satu tahun menjalani hubungan kekasih. Dan selama satu tahun itu, Papa tidak pernah melihat atau pun mendengar kalau Darren menyakitimu. Bahkan sebaliknya, Darren begitu sangat mencintaimu dan juga melindungimu."

"Maafkan aku, Papa! Aku sadar kalau aku salah," jawab Kiran.

"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah mengetahui Darren tidak bersalah?" tanya Dendra.

"Aku tidak tahu Kak. Darren sudah sangat membenciku. Darren tidak ingin melihatku apalagi menjalin hubungan kembali." Kiran menjawabnya dengan nada lirih.

"Kenapa begitu? Apa kau tidak mencintainya lagi?" tanya Dendra lagi.

Kiran menundukkan kepalanya. "Aku masih mencintai Darren, Kak! Tapi..."

"Tapi apa sayang?" tanya Liana.

Hening...

"Darren sudah memiliki kekasih." Radika yang menjawab pertanyaan dari kakaknya dan ibunya.

Mendengar jawaban dari Radika. Yohanes, Liana dan Dendra menatap sedih dan juga iba ke arah Kiran.

"Papa, Mama. Aku ingin kembali dengan Darren. Aku ingin memperbaiki semuanya. Aku masih mencintai Darren, Pa, Ma." Kiran menangis.

"Kalau kau ingin kembali kepada Darren. Bagaimana dengan Daniel? Kau tidak bisa melakukan hal ini padanya. Kasihan Daniel." Liana berucap lembut kepada putrinya.

"Tapi aku tidak mencintai Daniel, Ma! Selama ini kita dekat hanya sebagai teman saja. Daniel tahu itu. Ketika di depan Darren, barulah kami seperti layaknya sepasang kekasih." Kiran menjawab perkataan ibunya.

Mendengar jawaban dari Kiran. Mereka hanya geleng-geleng kepala.

"Kau tidak bisa berbuat sesuka hatimu, Kiran! Kakak tidak suka dengan sikapmu seperti itu. Jika kau melakukan hal itu. Bukan mendapatkan hati Darren kembali, tapi justru kebencian Darren akan bertambah padamu. Sadarlah, Kiran! Ini semua kesalahanmu. Kesalahan pertamamu belum dimaafkan oleh Darren. Jangan melakukan kesalahan lagi." Dendra berucap sembari menatap wajah adik perempuannya.

Setelah mengatakan itu, Dendra pergi meninggalkan ruang tengah untuk bersiap-siap pergi ke Perusahaan.

"Apa yang dikatakan oleh kakakmu benar Kiran? Jangan bertindak bodoh. Dan jangan pernah kau memiliki ide untuk menghancurkan hubungan Darren dengan kekasihnya. Cobalah mencintai Daniel. Selama ini Papa lihat Daniel benar-benar mencintaimu. Sifatnya Daniel tidak jauh beda dengan Darren. Jangan melakukan kesalahan yang sama Kiran. Jika hubunganmu dengan Darren gagal. Setidaknya pertahankan hubunganmu dengan Daniel, walaupun kau tidak mencintainya."

Kiran hanya diam menanggapi perkataan dari Kakak sulungnya dan ayahnya. Dirinya tidak tahu harus memberikan komentar apapun.

1
Himme
Kapan orang iri dengki, sombong, jahat dan serakah hilang dari muka bumi. Cepek banget ya gusti.
whiteblack✴️
wow...permainan yg menarik...untukku bella ..walaupun peran utama Arinda ...sebagai utama catur..
whiteblack✴️
.../Chuckle/...kutunggu moment itu..terjadi..
whiteblack✴️
baru sadar Bella siapa Musuh yang sebenarnya...😏....kalau sudah tau topeng mereka Balas dengan sadis ok💃
whiteblack✴️
jangan pernah bermimpi..loe setan Bella enggak akan percaya bujukan setan seperti loe setan.,😑
whiteblack✴️
rasanya mau bunuh loe ya setan sialan
Himme
Kehancuran seperti ini lebih seru dari pada dibunuh. Wah.. bagus juga/Casual/
whiteblack✴️
mau lihat pelaku tuw bertemu sahabat korbannya... apa yg pelaku bicara saat bertatap muka korban😌
whiteblack✴️
kuharap sie Bella jangan terlalu bodoh lagi..kemakan manusia setan tuw/Panic/
whiteblack✴️
sebelum itu terjadi..hadapi Arinda dulu secara terang" an😑
whiteblack✴️
kenapa kau mencarinya... mau berulah lagi
whiteblack✴️
Rasanya gimana???? Enak tidak..kejutan pembalasannya...
Himme
Boleh dibunuh langsung nggak sih orang kaya gini. Bikin muak💢
Himme
Dan aku lupa masih ada orang serakah lagi yang belum hancur/Angry/
Himme
Renungkan dan minta maaf lah.. Hukuman mu ini masih belum seberapa daripada orang yang kau sakiti😌
Himme
Kau tidak pernah tahu semenyakitkan apa balasan seorang anak jika keluarganya bahkan ayahnya kau usik demi memuaskan ambisi mu yang justru menghancurkan ikatan yang tidak semua orang seberuntung dirimu/Grievance/
Himme
Karena kau egois, kau serakah sudah dibantu tapi tidak tahu diri. Dan saat kau mendapatkan balasannya kau malah bertanya 'Apa salahmu? cih!😒 basi.
Himme
Buatlah lebih hancur lagi hingga dia sadar memusuhi orang yang sudah menganggapnya sebagai saudara sendiri adalah kesalahan yang fatal.
Himme
Ini hanya awal dari kehancuran untuk orang-orang bodoh yang tidak tahu diri yang dibutakan oleh keserakahan dan ambisi picik untuk mendapatkan segalanya sampai bermain-main nyawa dengan seseorang😈
Himme
Puas banget.. ini pembalasan yang sempurna. Menghancurkan secara perlahan-lahan namun menyakitkan. Jika kau tanya apakah Vincent akan sadar jawabannya tentu tidak. Dari mulai bermain-main dengan nyawa alias memiliki niatan membunuh ambisinya tidak akan goyah sebelum keinginannya terjadi. Dan saat itu perang sesungguhnya terjadi🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!