"Ada apa ini? Apa takdir sedang mempermainkanku?"
Nindya Carmellya, atau yang akrab disapa Nindya, adalah putri tunggal dari Kesultanan Timur.
Suatu hari, saat ia berjalan keluar, ia tersesat dan bertemu dengan dua orang yang menjadi teman baiknya, Sam dan Jessiva.
Nindya mencintai Sam. Namun, ia tidak tahu, apakah cintanya ini disambut oleh Sam?
Sementara itu, ke-dua sahabat itu mencintai lelaki yang sama.
Hingga sebuah kejadian, memaksa Nindya untuk membenci ke-duanya.
Langsung simak saja ya, keseruannya!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Affey Rohimah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22: Takut
🧡🧡🧡
Aku adalah aku,
diriku yang mencintaimu
lewat kesederhanaan yang dengan susah payah mengeja rangkaian bait demi bait kata
menjadi syair bermakna,
agar kau dengar riuhnya kalimat rindu
yang tiada henti
bersenandung dalam kalbuku~~
🧡🧡🧡
...Jika dihitung-hitung, ini sudah hampir seminggu Nindya menetap di rumah Jessiva. Sedari tadi ia terus menopang dagunya. Membayangkan tatapan Sam yang sukses membuatnya bergidik....
...Nindya meraba-raba kantongnya. "Di mana kalungku?" Nindya bangkit dari tempat tidurnya. Memeriksa bantal dan selimutnya. Namun, tetap saja ia tak bisa menemukan benda yang dicari....
...Nindya memang membawa kalung pemberian Ayahandanya itu ke manapun ia pergi. Seperti saat ini, Nindya membawa kalung itu saat ia memutuskan keluar dari Istana. Namun, ia tak mengenakan kalung itu. Melainkan selalu menyimpannya di saku baju. Karena, kalung itu hanya satu-satunya di dunia. Sang pengukir, khusus membuatkannya untuk Putri Kerajaan satu-satunya, yaitu, dirinya....
...Ia tak ingin identitasnya diketahui orang yang menemukan kalung miliknya....
...Nindya panik saat tak bisa menemukan kalung kesayangannya itu. Ia memutuskan mencarinya di seluruh penjuru kamar....
...****************...
...Nindya terduduk di sudut tempat tidurnya seraya memegang kepalanya. Ia belum juga menemukan kalung yang ia cari....
...Nindya memutuskan bertanya pada Jessiva yang terlihat sedang duduk bersantai di sofa. "Jessiva!" Seru Nindya. Jessiva menolehkan kepalanya. "Ya?"...
..."Apa kamu melihat kalungku? aku sudah mencarinya di kamar. Tapi, ku rasa aku tak menemukannya," Jelas Nindya. Jessiva menggeleng. "Ku rasa aku tak melihatnya," Balas Jessiva....
...Nindya teringat akan kejadian tadi malam. Di mana ia disiksa oleh sekelompok orang jahat. Ia pikir, mungkin kalung itu terjatuh saat ia dipukuli sekelompok orang jahat itu....
...Nindya berlari keluar rumah. Ia bertekad mencari kalungnya yang hilang di lokasi saat ia dipukuli orang-orang jahat itu....
..."Nindya! mau ke mana? ini sudah malam," Teriak Jessiva yang memperingatinya. Nindya tak peduli. Ia tetap nekat mencari kalungnya....
...Nindya mencari-cari di semak belukar, di mana ia ditemukan tak sadarkan diri oleh Sam. Sembari mencari, Nindya teringat peristiwa saat ia berulang tahun. Tepatnya, ulang tahun nya yang ke-17....
Flashback on:
..."Nindya! kemari, nak! ayah punya hadiah untukmu," Pinta Raja pada putri satu-satunya itu....
...Nindya mendekat dan membungkuk. Raja memanggil pelayannya dan memberi titah agar pelayan itu mengeluarkan hadiah yang ia maksud....
...Setelah mengeluarkan benda mungil itu, Raja memberinya pada Nindya. "Terimakasih, Yanda," Ucap Nindya. Matanya berbinar saat menerima hadiah tersebut....
..."Itu adalah kalung pemberian dariku. Anggap saja itu hadiah ulang tahun dariku," Ucap Raja....
..."Ingat! jaga kalung itu baik-baik dan jangan sampai hilang, kalung itu hanya ada satu di dunia," Raja memberikan peringatan....
...Nindya mengangguk seraya membungkukkan tubuhnya. "Baik, aku janji," Ucap Nindya. Ia membungkukkan tubuhnya sekali lagi....
Flashback off
...Nindya tak henti-hentinya mencari kalung tersebut. Ia menggerutu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Aduh, dimana sih kalung itu?" Ujarnya sambil terus mencari kalung tersebut....
..."Siapa itu?" Nindya melihat ke arah tepian sungai. Di sana, ada seseorang yang sedang duduk dan larut dalam pikirannya sendiri....
"Apa dia tidak takut dihajar oleh penjahat?"
Batin Nindya dalam hati.
...Ia menyipitkan matanya. Sampai ia sadar bahwa sosok itu adalah Sam. Ya, pemuda yang baru saja menghabiskan waktu makan malam bersamanya. Nindya takut-takut ingin menghampiri Sam....
..."Sam!" Seru Nindya. Akhirnya, ia memilih menyampingkan firasat buruknya tentang Sam....
...Ia kemudian menghampiri Sam yang terlihat bangkit dari duduknya....
...Nindya berjalan melewati semak-belukar. Dan menghampiri Sam yang masih menunggu di tempatnya berdiri....
*❤❤❤*
Ceritanya nggak hanya berpusat pada romance. Tapi ada politik dan strateginya. Pokoknya seru abisss.