NovelToon NovelToon
The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

The Radiant Fool: Immortal Prince In Disguise

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Action
Popularitas:1.8k
Nilai: 5
Nama Author: Fresh Tea

Di Kekaisaran Tianming, Pangeran Ke-14 bernama Mu Xuanyuan dikenal oleh seluruh penjuru istana sebagai pangeran yang "cacat": bodoh, tidak bisa bertarung, gila, dan selalu tersenyum ceria tanpa peduli situasi. Ia menjadi bahan tertawaan para pejabat dan target perundungan utama dari Pangeran Ke-3 (Lu Cangqiong) yang arogan. Dari 21 bersaudara (8 kakak laki-laki, 5 kakak perempuan, 4 adik laki-laki, dan 3 adik perempuan), hampir tidak ada yang menganggap Xuanyuan sebagai ancaman.

Namun, di balik topeng ceria dan tingkah konyolnya, Mu Xuanyuan adalah entitas paling berbahaya di seluruh benua. Ia secara rahasia telah mencapai ranah Immortal Emperor Puncak (Ranah Kaisar Abadi). Tak hanya itu, ia adalah pemilik sah dari Paviliun Lelang Xingzhou (balai lelang terbesar di benua) dan raja di balik Pasukan Bayaran Po Jun (tentara bayaran paling menakutkan). Ia juga memiliki Ruang Dimensi Portabel yang berisi ladang tanaman obat langka.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fresh Tea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 7: A Million Year Herb for Tea

Suara gemerincing palu lelang bergema anggun menembus aula utama Balai Lelang Xingzhou. Di atas panggung megah berbalut kain beludru merah, seorang juru lelang senior dengan pakaian rapi mulai memperkenalkan berbagai benda pusaka mulai dari senjata tingkat tinggi, kitab jurus kuno, hingga kristal spiritual langka. Gelombang tawaran harga terus membumbung tinggi dari deretan kursi VIP.

Namun, di ruang privat paling atas, Mu Xuanyuan tidak terlalu memedulikan keriuhan di bawah. Ia duduk bersandar di kursi kayu cendana, memutar-mutar cangkir porselen berisi seduhan Bunga Teratai Spirituelle yang diambil dari ruang dimensinya sendiri. Setiap seruputan teh itu memancarkan aroma herbal pekat yang sanggup memperpanjang usia manusia biasa hingga puluhan tahun.

"Yang Mulia," suara lembut Han Xingzhou terdengar di balik tirai bambu emas. "Para pembunuh bayaran dari Geng Bayangan Kelam suruhan Pangeran Ke-3 baru saja melompati pagar belakang ruang penyimpanan."

Xuanyuan menyesap tehnya santai, bibirnya di balik topeng perak membentuk garis senyum tipis.

"Bagaimana Po Jun menyambut mereka?"

"Tuan Po Jun memilih menyambut mereka tanpa suara, Yang Mulia," jawab Han Xingzhou dengan nada penuh penghormatan.

"Hanya dalam waktu tiga hitungan napas, belasan pembunuh bayaran itu sudah dilumpuhkan dan diseret ke ruang bawah tanah. Tidak ada satu pun barang lelang yang tersentuh."

"Bagus," puji Xuanyuan. "Biarkan Pangeran Ke-3 menunggu hasil pekerjaan mereka dengan cemas di ruang VIP-nya. Kecewa dalam ketidaktahuan selalu menjadi pengalaman yang sangat mendewasakan."

Sementara itu, di ruang VIP lantai tiga, Lu Cangqiong mengetuk-ngetuk jemarinya di atas meja kayu dengan sabar. Matanya yang penuh ketamakan terus menatap panggung lelang, menunggu momen ketika Eliksir Pemurni Darah Naga dipamerkan.

"Harusnya para pembunuh bayaran itu sudah bertindak sekarang," gumam Lu Cangqiong pada pengawal pribadinya yang berdiri di belakangnya.

"Begitu kerusuhan di ruang penyimpanan meletus, kita akan berpura-pura membantu mengamankan balai lelang dan merebut eliksir itu di tengah kekacauan."

"Rencana Anda sungguh sempurna, Pangeran Ke-3," bisik sang pengawal penuh pengampu.

"Tidak akan ada yang menyangka bahwa Anda adalah otak di balik semua ini."

Namun, menit demi menit berlalu, aula lelang tetap berjalan aman, tertib, dan megah. Tidak ada suara teriakan panik, tidak ada ledakan, apalagi tanda-tanda kerusuhan. Lu Cangqiong mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres. Keringat dingin perlahan menetes di pelipisnya.

Tuk! Tuk! Tuk!

"Hadirin sekalian!" seru juru lelang di atas panggung dengan suara menggelegar penuh semangat.

"Kini kita tiba pada puncak acara lelang rahasia malam ini! Harta karun legendaries yang telah ditunggu-tunggu oleh seluruh pakar di lima benua!"

Dua orang pelayan wanita berparas jelita melangkah ke panggung sambil membawa sebuah kotak giok keemasan yang diselimuti oleh matriks pelindung transparan. Begitu tutup kotak giok dibuka sedikit saja, aura keberadaan abadi yang amat pekat mendadak meluap, membasahi seluruh aula lelang.

Ratusan pakar dari berbagai sekte dan kerajaan tetangga langsung berdiri dari kursi mereka dengan mata melotot.

"Itu... Eliksir Pemurni Darah Naga dan Buah Kristal Es!" pekik seorang tetua sekte besar dari barisan depan.

"Aura obat ini... benar-benar murni! Ini barang tingkat Immortal!"

"Sepuluh ribu batu kristal kelas tinggi!" teriak seorang juru lelang dari sekte tetangga tanpa ragu-ragu.

"Dua puluh ribu batu kristal!" balas utusan Kekaisaran Shenlong dengan suara lantang.

Persaingan harga berlangsung sangat brutal. Lu Cangqiong yang melihat eliksir impiannya dipajang secara terbuka mulai panik. Mengapa pembunuh bayarannya belum bergerak juga? Mengapa tidak ada kerusuhan?!

"Sialan!" umpat Lu Cangqiong pelan. Ia menarik napas dalam-dalam lalu berteriak dari balik jendela ruang VIP-nya, "Tiga puluh ribu batu kristal!"

Angka yang sangat fantastis untuk ukuran pangeran sebuah kekaisaran. Lu Cangqiong mengerahkan seluruh tabungan dan anggaran kediamannya demi mendapatkan eliksir tersebut.

Namun, sebelum sorak-sorai penonton mereda, sebuah suara yang sangat familier—suara mendayu-dayu yang dipenuhi aura flamboyan—terdengar melayang dari ruang VIP di seberang Lu Cangqiong.

"Oho~ Pangeran Ke-3 Kekaisaran Tianming ternyata cukup dermawan," ujar suara itu dengan nada mengejek.

"Tapi sayang sekali, keindahan eliksir tingkat abadi ini lebih cocok menjadi koleksi pribadi rumah bordilku. Lima puluh ribu batu kristal kelas tinggi!"

Lu Cangqiong membelalakkan matanya dan menoleh kasar ke arah sumber suara. Di balik tirai sutra merah ruang VIP seberang, tampak sosok pria tampan bertubuh jangkung yang sedang mengibaskan kipas emas dengan anggun.

"Leng Yan?!" gertak Lu Cangqiong dengan gigi terketuk murka. "Pemilik Paviliun Redup... untuk apa seorang pemilik rumah bordil membeli eliksir pemurni darah naga?!"

Leng Yan terkekeh pelan dari balik kipas emasnya. Matanya sempat melirik halus ke arah ruang VIP paling atas ruang privat tempat Mu Xuanyuan duduk sebelum kembali menatap Lu Cangqiong dengan binar kejahilan.

"Tentu saja untuk dijadikan hadiah, Pangeran Ke-3 yang terhormat," sahut Leng Yan manis. "Ada seorang pangeran tampan yang sangat sukai. Aku ingin menyeduh eliksir ini bersama teh herbal untuk memanjakan lidahnya!"

Seluruh aula lelang mendadak gempar. Seorang pakar ranah Immortal King seperti Leng Yan rela mengeluarkan lima puluh ribu batu kristal kelas tinggi hanya untuk menyeduh teh bagi pria yang disukainya?!

Di ruang VIP utama, Xuanyuan yang sedang menyesap tehnya hampir saja tersedak saat mendengar celotehan Leng Yan. Dari balik topeng peraknya, sudut matanya berkedut tajam.

"Pria ini..." gumam Xuanyuan seraya memijat pelipisnya lelah. "Dia benar-benar tidak pernah melewatkan kesempatan untuk bertindak absurd di mana pun dia berada."

Lu Cangqiong di ruang seberang sudah memerah padam karena malu dan marah. Harga dirinya sebagai Pangeran Ke-3 dihancurkan secara terbuka oleh pemilik rumah bordil! Ia ingin menaikkan tawaran, tetapi lima puluh ribu batu kristal adalah batas maksimal kekayaan yang bisa ia kerahkan saat ini.

"Tujuh puluh ribu batu kristal!" seru utusan Kekaisaran Shenlong, merebut tawaran tertinggi.

Pada akhirnya, setelah pertarungan harga yang sengit, eliksir tersebut jatuh ke tangan utusan Kekaisaran Shenlong dengan harga astronomis. Lu Cangqiong hanya bisa terduduk lemas di kursinya, mengepalkan tangan dengan kemarahan yang membakar dada. Rencananya merebut eliksir gagal total, pembunuh bayarannya lenyap tanpa kabar, dan ia dipermalukan oleh Leng Yan di depan umum.

Saat acara lelang resmi berakhir dan para tamu mulai membubarkan diri, Xuanyuan berdiri dari tempat duduknya. Topeng perak di wajahnya memancar redup sebelum ia melangkah kembali ke dalam celah spasial untuk pulang ke Kediaman Awan Merah.

Malam itu, Balai Lelang Xingzhou meraup keuntungan ratusan ribu batu kristal yang langsung dialirkan untuk memperkuat jaringan rahasia Mu Xuanyuan. Sementara di sudut lain istana, Lu Cangqiong bersumpah akan melampiaskan seluruh kemarahannya kepada Pangeran Ke-14 si gila dalam Ujian Perburuan Musim Semi yang tinggal menghitung hari.

1
Pecinta Gratisan
sampai tamat thor updatenya💞
Hadi Hadi
is good
irawan muhdi
lanjut Thor 👍
irawan muhdi
lanjut
irawan muhdi
lanjut Thor
irawan muhdi
mantap lanjut Thor 👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!