Dia adalah Kenan Arka Wijaya. lelaki tampan yang taruhan dengan sahabatnya untuk meniduri seorang mahasiswi cantik bernama Nadia Arista. karena kesalahan itulah Nadia harus menanggung beban yang sangat berat.
Season 1 ( Kisah Raka & Raina=> di Novel LELAKI TAMPAN ITU ATASANKU )
Season 2 ( Kisah Kenan & Nadia )
Season 3 ( kisah Kevin & Iis )
Season 2& 3 di Novel PLAYBOY TAMPAN IDAMAN
☆Tanpa membaca Season 1 kalian akan tetap nyambung kok gaess, karena ini hanya menceritakan kisah anak-anak mereka ketika dewasa.
Lanjut baca yukkkk🤗🤗🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amallia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kekecewaan
Reyhan bangun terlebih dahulu. pagi ini dia merasa sangat segar. mungkin karena semalaman dia sudah di cas hingga energinya terisi penuh. Reyhan memandangi wanita di sampingnya yang masih tertidur pulas.
Cantik, satu kata itu terucap dari bibirnya. lalu dia menggeleng-gelengkan kepalanya. dia tidak boleh jatuh cinta kepada wanita. cukup hanya sebagai penghangat ranjang saja. tapi tidak boleh dengan rasa cinta.
ya, itulah prinsif hidup yang Reyhan jalani selama ini. dia hanya tahu bersenang-senang saja.
Reyhan bangkit dari tempat tidur dan segera membersihkan dirinya. setelah selesai, dia segera bersiap-siap untuk pergi. karena pagi ini dia ada jadwal kuliah.
Sebelum pergi, tak lupa dia meninggalkan cek yang bertulisan nominal yang cukup fantastis. lalu dia letakan di atas meja kecil dekat lampu tidur yang ada di kamar itu.
Sisi yang baru bangun merasakan sakit disekujur tubuhnya. apalagi di bagian pangkal pahanya. dia mencoba mengingat-ingat lagi kejadian tadi malam. namun dia hanya mengingat saat dirinya di club malam. dia tak ingat mengapa dirinya bisa berada di kamar hotel yang sangat mewah. dan siapa yang telah membanya kesana. sungguh dia tidak mengingat apa-apa.
Sisi menangis dengan berjuta penyesalan. mungkin ini karma karena selama ini dirinya mencari uang dengan cara yang tak halal.
Kenan melihat wajah sahabatnya tampak segar.
"Bro, loe semalem kemana? gue nginep disini semalem sesudah nganterin bocil.tapi malah kagak ada loe disini."
"Loe ingat temannya bocil yang semalam di club?" Reyhan berkata sambil menatap lekat wajah Kenan.
"Oh, yang seperti perempuan malam itu yah." ucap Kenan sambil mengingat penampilan teman Sintia.
"Iya, tapi loe salah Bro. nyatanya masih segelan."
"Jadi loe semalam---" Kenan menatap tak percaya kepada sahabatnya. bisa-bisanya dia meniduri seorang pemula untuk kedua kalinya.
"Iya, gue lakuin itu ke dia. awalnya gue yakin kalau dia memang wanita malam. karena itu terlihat dari cara dia bersikap dan berpakaian. tapi nyatanya semua diluar perkiraan gue." terang Reyhan
"Lalu dia dalam keadaan sadar?"
"Kagak, dia mabuk Bro. sepertinya temannya sengaja mencampurkan sesuatu ke dalam minumannya."
"Loe tahu dia dalam pengaruh alkohol. dan juga loe tahu jika dia masih pemula. lalu, kenapa loe lanjutin?"
"Nanggung Bro, loe tahu kan sesuatu yang sudah nanggung itu seperti apa?"
Kenan tak lagi menimpali perkataan sahabatnya. namun dia segera berjalan keluar dari Apartemen itu. karena takut kesiangan sampai di kampusnya.
Kini Kenan dan Reyhan sudah selesai dengan mata kuliah mereka. keduanya memilih untuk bersantai di cafe langganan mereka.
Nadia datang ke cafe tempat Kenan dan Reyhan berada. awalnya Nadia hanya lewat saja. karena dia baru saja melamar pekerjaan di toko yang menjual barang-barang online. dan kebetulan toko itu tak jauh dari cafe itu.
Nadia masuk ke dalam cafe karena dia melihat menu makanan yang membuatnya tertarik. dia juga tidak tahu kenapa dia ingin sekali memakan spaghetti. padahal sebelumnya dia sama sekali tidak menyukai spaghetti. apalagi untuk memakannya, dia lebih suka makan mie ayam pinggiran.
Nadia melihat daftar menu. dia membelalakan matanya saat melihat harga yang menurutnya mahal. dia kira spaghetti bisa dibeli dengan harga Rp.7.000 seperti mie ayam pinggiran langganannya.
Nadia membuka dompet miliknya. dia melihat hanya ada uang Rp.100.000 saja. itu juga harus dia pakai dengan irit. sebenarnya Nadia masih mempunyai uang ditabungan. namun uang itu akan dia gunakan untuk biaya lahiran nanti. bahkan uang tabungannya pun tidak seberapa. makannya dia mencari pekerjaan untuk biaya hidupnya dan untuk membayar kontrakan.
"Bagaimana Kak? jadi beli atau tidak?" tanya salah satu waiters yang melayaninya.
"Tidak jadi Kak, maaf Kak." ucap Nadia
Padahal Nadia sangat menginginkan makanan itu saat ini. namun dia akan menahan, dia akan beli mie ayam langganannya saja untuk menggantikannya.
Nadia yang hendak melangkah keluar dari cafe tak sengaja mendengar Kenan dan Reyhan yang sedang berbicara. awalnya dia masabodo, tapi entah ada keinginan dari mana, tiba-tiba dia ingin mengetahui pembicaraan mereka. akhirnya dia mendengarkan pembicaraan mereka dari jarak yang lumayan dekat.
"Loe itu udah pernah berhasil menang taruhan loh Ken. gimana kalau sekarang kita taruhan lagi." Reyhan menawarkan Kenan untuk kembali bertaruh dengannya.
"Gua nggak mau, memang taruhan apaan?" tanya Kenan
"Yang ini Mah gampang Ken, bukan taruhan seperti dulu saat kamu nidurin Nadia."
Deg
Nadia merasa kecewa mendengar kenyataan itu. ternyata dia menjadi bahan taruhan antara Kenan dan Reyhan. dan sekarang dia yang harus menanggung nasibnya. apalagi ada anak yang hadir akibat kecelakaan hari itu.
Nadia hanya mendengar sekilas pembicaraan mereka. karena dia buru-buru pergi dari sana. sungguh hatinya hancur berkeping-keping saat ini. dia tak sadar jika Kenan mendekatinya karena ada niat terselubung.
lalu, tidak ada gunanya jika saat ini dia datang untuk meminta pertanggung jawaban. karena Kenan pasti tidak akan pernah mau bertanggung jawab. apalagi niat awal dia hanya taruhan.
Nadia berjalan tak tahu arah. dia berjalan kaki di pinggir jalan tanpa melihat samping kirinya. bahkan banyak pengendara yang menyalakan klakson karena merasa terhalangi oleh Nadia yang berjalan lama-lama agak ke tengah Jalan Raya.
Tin tin
"Kalau jalan lihat-lihat dong? punya mata tidak?" seorang pengendara motor berkata seperti itu kepada Nadia.
"Eh---" Nadia mulai tersadar dalam lamunannya. dia segera berjalan ke arah pinggir karena jalannya saat ini menghalangi pengendara yang berlalu lalang.
Dengan lesu, Nadia mencari tempat untuk istirahat. dia memijat-mijat kedua kakinya yang merasa pegal. dia berniat akan beristirahat untuk sebentar saja. karena dia sudah merasa lelah.
cara nya hanya wajib follow akun saya sebagai pemilik Gc Bcm. Maka saya akan undang Kakak untuk bergabung bersama kami. Terima kasih.