NovelToon NovelToon
Menjadi Yang Kedua

Menjadi Yang Kedua

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Patahhati / Badboy / Tamat
Popularitas:260k
Nilai: 5
Nama Author: Pe_na

Mutiara. Gadis SMA yang hanya hidup bersama dengan Ibunya.
Mereka harus dipaksa untuk tinggal secara sembunyi-sembunyi dari kehidupan kota karena suatu hal.

Secara tak sengaja, Mutiara mengenal seorang pria yang lebih tua 10 tahun dari usianya dari Dunia Maya yang bernama Bayu.

Banyak hal yang mereka lalui bersama hingga lambat laun, Mutiara menaruh hati kepada pria tersebut.
Tapi, tanpa Mutiara tau ... Ternyata Bayu telah memiliki seorang kekasih yang bernama Anna yang saat ini sedang mengejar cita-citanya di kota lain.

Takdir beberapa kali mempermainkan Mutiara dan juga Bayu.
Mereka mengalami banyak masalah selama hidupnya.

Lebih parahnya, Mutiara mengetahui sebuah rahasia yang tidak pernah ia duga sama sekali.
Apalagi orang yang Mutiara sayangi selama ini, ternyata tidak memiliki hubungan darah sama sekali dengannya.

Bagaimana kisah Mutiara dan Bayu selanjutnya...?
Akankah Mutiara bisa menerima semua takdir yang Tuhan berikan kepadanya...?

Semua akan terjawab di cerita ini ...
Selamat membaca ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pe_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Kemana Dia?

SELAMAT MEMBACA SEMUANYA...

*** 

Ara masih duduk di kursinya sambil mengamati Bayu yang sedang mengambilkan minuman untuknya. 

Sesekali melempar senyum karena saat menatap Bayu, pria itu juga tersenyum manis kepadanya. 

Lantunan musik mengalun indah dari Band di depan sana mengiringi pesta. Sayup-sayup terdengar dentingan gelas kaca setiap tamu yang entah membicarakan apa, mereka terlihat sangat menikmati. 

"Kamu menikmatinya Ara?" tanya Sinta yang baru saja tiba dan mendudukkan tubuhnya tepat di samping Ara. 

"Iya kak ..." jawab Ara. 

Ia sangat senang sekali karena ini adalah pertama kalinya ia bisa pergi dan menghadiri sebuah pesta. 

Ara kembali melirik pria yang tadi hendak mengambilkan minuman untuknya. 

Ternyata Bayu sedang berbicara dengan seorang pria yang memakai jas dan lumayan tampan. Mereka terlihat asyik dan sesekali Bayu terlihat tertawa sambil memukul lengan pria itu. 

Mungkin teman dekatnya ... begitu yang Ara pikirkan. 

"Ara, kamu punya saudara? adik atau kakak?" 

Ara menggeleng, 

"Tidak Kak, aku anak tunggal ..." jawabnya mantap. 

Sinta sedikit meringis. Entah apa maksudnya Ara juga tidak terlalu paham dengan ekspresi itu. 

"Pasti kamu kesepian ... Aku saja yang punya seorang kakak, kadang merasa sendirian di rumah ini ..." keluh Sinta. 

Bayu memang tidak terlalu akrab dengan adiknya. Kesehariannya di habiskan di kantor, dan pulang saat matahari sudah benar-benar tenggelam. 

Sinta tidak pernah mempunyai waktu untuk sekedar bertanya ataupun bercerita hal-hal tidak penting. 

Hanya saat sarapan pagi, mereka bisa dalam satu tempat untuk beberapa waktu. 

Walaupun begitu Sinta sangat memaklumi Kakaknya tersebut. Ia tau menjadi Bayu tidaklah mudah. 

Pria yang harus menjadi tulang punggung di usia yang masih muda untuk menggantikan ayah mereka yang telah meninggal. 

"Ara, sering-seringlah main kesini ... kita bisa pergi berbelanja sama-sama," Ucap Sinta dengan antusias. 

Dekat dengan Ara membuat Sinta bahagia, apalagi ia seperti mempunyai adik perempuan. 

"Aku jarang sekali pergi Kak, Ibuku pasti akan melarangnya ..." 

Ya, itulah yang pasti akan terjadi jika Ara pergi dari rumahnya. 

Ibunya tentu saja akan marah bukan? 

"Baiklah, aku yang akan datang ke rumahmu kalau begitu ..." jawab Sinta enteng. 

Mereka saling bercerita hingga Ara pun melupakan minumannya. 

Ia masih mengamati pria di ujung sana. 

Tiba-tiba Bayu di dekati oleh seorang pria berjas cokelat dan mulai terlihat membisikkan sesuatu di telinganya. 

"Pak, di depan ada Nona Anna baru saja datang," ucap Doni kepada Bayu. 

Seketika Bayu terkejut. 

"Kenapa dia bisa disini?" begitu mimik muka yang Bayu tunjukkan kepada asistennya.

Jangan bertanya kepadaku seperti itu pak, memangnya saya yang menyuruh kekasih bapak datang kesini? ... Batin Doni. 

Bayu pun segera berjalan meninggalkan ruangan tersebut diikuti oleh Doni di belakangnya.

Siapa itu? Kenapa wajah Bayu berubah seketika? 

Ara kebingungan dengan apa yang telah ia lihat. Apalagi Bayu terlihat dengan tergesa-gesa meninggalkan ruangan ini.

Pergi entah kemana ... 

"Kemana dia pergi?" tanya Ara spontan. 

Sedangkan Sinta yang tau, ia pun menjawab pertanyaan gadis itu. 

"Dia asisten Kak Bayu ... mungkin bertemu dengan rekan kerjanya di depan ..." 

Ara dan Sinta kembali menikmati pesta.

 

Di Teras Rumah. 

Seorang wanita dengan gaun panjang berwarna merah turun dari mobil. Tubuhnya yang tinggi dengan rambut yang ikat ke atas memperlihatkan lehernya menambah kesan elegan bagi siapa saja yang melihat. 

Wanita itu berjalan menuju ke teras rumah yang sudah dipenuhi oleh para tamu undangan pesta ulang tahun. 

Dengan penuh percaya diri, wanita itu tersenyum dan sesekali menyapa orang yang ia kenal. 

"Anna..." panggil Bayu dengan suara khas orang yang tengah berlari jauh. Nafasnya saja sampai tersengal beberapa kali. 

"Sayang ..." Wanita yang dipanggil Anna itupun sedikit berlari dan menghambur memeluk pria di depannya. 

Pria yang sangat ia rindukan. Pria yang tidak ia temui sekitar satu bulan yang lalu. 

Lama Anna membenamkan wajahnya di dada bidang Bayu. Memeluk untuk sedikit mengobati rasa rindunya terhadap sang pemilik hatinya. 

"Kapan kamu datang?" tanya Bayu. 

"Tadi siang aku sudah sampai di kota ini, Apa surprise ku berhasil? kamu terkejut sayang?"

Tanya Anna dengan sangat antusias. 

Ia memang tidak memberitahu kekasihnya kalau akan pulang untuk menghadiri acara ulangtahun calon adik iparnya tersebut. 

"Iya, aku terkejut ..." 

Kata yang Bayu ucapkan sungguh mengandung banyak arti. 

Di dalam hatinya saat ini, ia memikirkan seseorang. 

Ara, bagaimana dengannya nanti? Sial ... kenapa aku bisa tidak memikirkan kemungkinan seperti ini sih ... 

"Ayo masuk ..." ajak Anna. Ia melingkarkan tangannya di lengan Bayu, mengajak kekasihnya untuk masuk dan menemui sang pemilik pesta. 

Masuk? dengan seperti ini? Apa yang Ara pikirkan nanti? Tidak! kedua wanita ini tidak boleh saling bertemu ... 

Ya ... Aku akan membawa salah satunya pergi dari sini.

"Kamu membuat kejutan untukku atau hanya ingin datang ke pesta adikku?" tanya Bayu. 

"Dua-duanya sayang ... hehehe," 

"Berarti kamu tidak benar-benar merindukanku," tuduh Bayu dengan ekspresi yang dibuat-buat. 

Ayolah Anna, terpancinglah ... 

Dalam hati, Bayu berusaha memprovokasi kekasihnya agar mereka tidak jadi masuk kembali ke rumah itu. 

Bisa bahaya nanti kalau Anna bertemu dengan gadis kecilnya atau lebih tepatnya pacar rahasianya. Walaupun mereka belum mengatakan kalau Bayu dan Ara adalah pacar.

"Aku benar-benar merindukanmu sayang ..." setelah mengatakan demikian, Anna melayangkan ciumannya tepat mengenai pipi Bayu. 

"Bohong! nanti setelah kamu masuk, kamu akan sibuk dengan Sinta ... sedangkan aku?" 

ck ... sial ini sama sekali bukan gayaku ... Anna, tolonglah bersikap bodoh sekali saja ... 

Bayu memohon dalam hatinya. Sungguh ia belum siap kalau dua wanita itu akan bertemu dan bernafas dalam satu tempat yang sama. 

"Ayo masuk dulu, setelah aku memberikan kado untuk Sinta ... kita bisa pergi," 

Anna mencoba untuk melakukan negosiasi dengan kekasihnya. 

Walaupun dalam hati kecilnya, ia merasa heran dengan perubahan sikap Bayu yang tidak seperti biasanya. 

"Tidak, kamu akan lama nanti setelah bertemu dengan Sinta ..." 

Padahal hati Bayu, tidak demikian. 

Sial! kenapa membujuknya sulit sekali kali ini ... 

Aku benar-benar bisa mati kalau mereka sampai ketemu... 

"Kamu ini kenapa manja sekali sih... aku kan sudah bilang, cuma ngasih hadiah ini lalu kita pergi..." 

Aku tidak mau masuk ke dalam atau aku benar-benar bisa mati karena mereka... lebih baik aku disini... 

"Baiklah Aku tunggu disini ... jangan lama-lama!" pinta Bayu kepada kekasihnya. 

Setelah mendapat persetujuan dari Bayu, akhirnya Anna benar-benar masuk ke dalam rumah itu sendirian.

Di dalam terdengar suara alunan musik yang sedikit menghentak-hentak seolah mengajak orang di sana untuk ikut menari. 

"Anna? kapan kamu pulang?" 

Itu adalah suara Mama Ayu ketika Anna baru saja menginjakkan kakinya masuk ke dalam rumah besar itu. 

"Baru tadi siang tante ... Tante terlihat sangat cantik malam ini," puji Anna kepada calon mertuanya. 

Mereka sudah sangat akrab karena Anna sering kali main disini bertemu dengan ibu dan adik Bayu. 

Mereka juga beberapa kali berbelanja bersama saat Anna sedang berada di kota ini.

"Maaf Tante, saya ketemu Sinta dulu ..." pamit Anna. Karena sesuai permintaan kekasihnya tadi, tidak boleh lebih dari 10 menit. 

"Baiklah, itu dia sedang duduk bersama temannya ..." jawab Mama Ayu sambil menunjuk tempat duduk Sinta yang tidak terlalu jauh dari tempatnya berdiri. 

Dengan senyum merekah sempurna, Anna berjalan mendekati calon adik iparnya. 

Mengamati kado yang ia bawa sambil berharap Sinta akan menyukai hadiah pemberiannya. 

"Selamat ulang tahun Sinta ..." teriak Anna ketika tiba di dekat meja bundar. 

Seketika Sinta yang sejak tadi mengobrol dengan Ara bangkit dari duduknya. Membalas senyum wanita di depannya sama cerahnya.

Sinta menerima kado pemberian Anna. 

"Waw ... berat sekali, apa isinya kak?" guraunya. 

Padahal isi dari kado tersebut sangat ringan. 

Sinta hanya menggoda wanita itu. 

Dan benar, ekspresi yang ditunjukkan Anna seketika berubah total. 

"Dasar nakal!" protes Anna. 

Sungguh Sinta itu tidak tau diri. 

Ara yang tidak kenal sama sekali dengan wanita di depannya itu hanya ikut tersenyum tanpa ikut berbicara. 

"Oh iya kak, kenalin ini temanku ..." ucap Sinta memperkenalkan gadis muda di sebelahnya kepada Anna. 

Bagaimana reaksinya nanti ya? hehehe 

Sinta ingin mengetes bagaimana sikap kedua orang itu. 

"Hai, Aku Anna ..." 

"Ara ..." 

Mereka saling berjabat tangan tanpa mempunyai perasaan apapun. 

Benarkah dugaanku kalau mereka tidak saling kenal ... 

Kakak, kenapa kamu brengs*k juga sih ... 

Pasti kamu sedang melarikan diri bukan? 

Dasar playboy! 

Sinta bukan gadis yang bodoh. Ia beberapa kali mengumpati kakaknya dalam hati. 

"Baiklah, aku pamit dulu ya ..." ucap Anna. 

Ia ingat pesan Bayu kalau ia tidak boleh berlama-lama menemui Sinta. 

"Mau kemana? duduklah sebentar kak ..." pinta Sinta. 

"Maaf aku sudah ditunggu di depan ..." Anna menjawabnya dengan penuh senyum. 

Sedangkan Sinta tau siapa yang sedang menunggu calon kakak iparnya tersebut.

Kebetulan saja atau memang sudah rencana Kak Bayu untuk memisah kedua wanitanya ya? hehehe ... Ternyata kakak brengs*k juga ya ... 

Awas saja nanti ... Aku akan mengintrogasinya setelah ini ... 

Ancam Sinta. Toh kapan lagi ia bisa punya senjata untuk menekan kakaknya. 

"Baiklah aku duluan ya ... Mari Ara," pamit Anna dengan sopan. 

"Iya ..." balas Ara sama sopannya. 

Padahal dalam hatinya, Ara sangat mengagumi wanita yang terlihat dewasa seperti itu. 

Apalagi pembawaannya yang sangat tenang, Dia benar-benar tipe yang dicari semua laki-laki. 

"Ayo Ara, nikmati lagi pestanya ..." pinta Sinta. 

***

1
Christine Liq
Luar biasa
nesya
sedih banget sy Thor..😭😭😭😭😭😭😭
Pe_na: cup cup cup... 🤗🤗🤗
total 1 replies
nesya
ternyata sifat posesif dan ketidak dewasaan inilah yg membuat Bayu merasa tdk nyaman dan akhirnya menjadi bimbang atas perasaannya pd ana selama ini, meskipun hubungan mrk sdh terjalin begitu lama. sementara dr Ara Bayu mendapatkan kenyamanan itu, Krn sifat Ara yg polos, sederhana, dan jg dewasa.
Pe_na: 😘😘😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
nesya
keputusan yg benar Ra, kubur dalam" rasa dan asa yg ada buat Bayu, setelah itu mulai melanjutkan hidup dan menata masa depan agar lebih baik dan indah pd akhirnya.
Pe_na: 🙏🙏🙏😘😘😘😘😘😘
total 1 replies
nesya
Bayu ini labil dan kekanakan sekali.
choi yongah
Selalu suka dgn cerita Thor PE-NA
👍👍👍👍👍👍😍😍
choi yongah
puas sekali dgn ceritanya
bsgus Thor
saya tunggu cerita selanjutnya
👍👍👍👍👍👍👍
choi yongah: ok ditunggu ya
🙏🙏👍🙏🙏
total 3 replies
Yuni Setyawan
Anna pasti kmu gadis yg dicari Rendy😂😂😂😂
Yuni Setyawan
mungkin mmg ana dan Ara jodoh Bayu semua🤭🤭🤭
Yuni Setyawan
balasan dari Tuhan untuk Bayu dr 2 wanita yg dikecewakan,
Yuni Setyawan
ketika baca di part ini dan mencoba memposisikan diri menjadi bayu,memang sebuah kewajar ketika LDR itu perasaan qt terhadap pasangan bisa goyah,dan perasaan Bayu dg ana jg g' lngsung bisa dihilangkan karna hubungan yg sudah lmyan lama juga🤭
Yuni Setyawan
kq kayak wanita hamil aja bay,serba salah orang lain😂😂😂😂
Pe_na: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Yuni Setyawan
awal cerita yg menyedihkan,maraton 🏃🏃🏃🏃🤭
Pe_na: lanjut... 😍
total 1 replies
Yuni Setyawan
Raka sudahlah cari yg lain🤭🤭🤭
Yuni Setyawan
semoga ini jg g' kalah menarik dg kisah cinta 3 mo**et tampan(Arjun,galih,Dion)🤭✌️✌️✌️✌️
maura shi
konsisten ya thor kalo LU itu pasangannya GUE,kalo AKU-KAMU
jan d campur aduk LU-AKU-KAMU
maura shi
mangkanya kalo masih ragu mending putus aja
maura shi
dasar playboy cap kapak
panggil ana sayang,panggil ara sayang,
maura shi
bayu phpin ara
maura shi
apa ini ortunya raka???kalo iya,waaah ternyata raka dan ara sodara beda emak donk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!