NovelToon NovelToon
Arley & Ana

Arley & Ana

Status: tamat
Genre:Romantis / Contest / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:292.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ana Yulia

Pertemuan yang tak di sengaja dalam sebuah pesawat. Hingga menimbulkan ketertarikan dan akhirnya menghadirkan benih cinta di hati seorang pria tampan
Arley Mahardika Altezza pada seorang
gadis cantik Attilah Nasya Ardilla (Ana).
Sementara sang Presdir mempunyai kekasih yang telah dijodohkan dengannya karena balas budi.

Kisah cinta mereka semakin rumit setelah di ketahui ternyata mereka adalah kakak dan adik, sementara mereka telah melakukan hubungan terlarang.

Bagaimana kisah cinta Presdir tampan bersama adiknya ini selanjutnya?
Mampir dan Ikuti yaah...🙏

Dukung author...🙏
dengan memberi like, rate, hadiah, vote, komentar biar author tambah semangat untuk up terus 😊

Karya ini di terbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia. Isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana Yulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

Setelah shalat, Arley segera melangkah menuju ke ruang shalat perempuan, di mana Ana melaksanakan shalat.

Perlahan Arley mendekati dirinya, kebetulan hanya Ana Ririn dan Risma yang berada di ruang itu karena mereka melaksanakan lewat waktu shalat. Sudah tak ada lagi jemaah lain.

"Ana, jangan mukenanya jangan di lepas dulu!" kata Arley melihat Ana hendak melepas mukenanya.

Ana kaget dengan keberadaan dirinya, begitu juga dengan Ririn dan Risma.

Mereka melihat Arley memakai kemeja putih, celana kantor hitam dan songko hitam.

"Ikutlah bersamaku di depan." kata Arley kembali.

"Mau ngapain pak?" tanya Ana bingung. Dia bangkit berdiri tanpa melepas mukenanya mengikuti permintaan Arley. Risma dan Ririn ikut berdiri.

Perlahan Arley membuka pembatas tirai. Ana mengalihkan pandangannya mengikuti pergeseran tirai pembatas.

Ana melihat di depan sekitar 35 m dari tempat mereka, tepatnya di tempat shalat jemaah laki laki di dekat mimbar mesjid, ada beberapa orang pria tampak duduk. Mereka sedang menatap ke arah mereka. Di antara para pria itu ada Heru, Joy, dan Roy.

Roy sahabatnya itu tampak tersenyum bahagia kearahnya.

"Mari kita ke sana." kata Arley kembali sambil memegang tangan kanannya.

"Tunggu___! Untuk apa kita ke sana?" tanya Ana menarik tangannya dari genggaman Arley.

Perlahan Arley memegang kembali kedua tangannya.

"Ana, kita akan menikah. Aku akan menikahi mu." ucap Arley pelan.

"Hah? Apa? menikah?" Ana terbelalak.

Begitu juga dengan Ririn dan Risma. Kaget mendengar perkataan pimpinannya, tapi kemudian mereka tersenyum senang.

"Iya Ana, kita berdua akan menikah. Mari kita ke sana. Pegawai dari kantor KUA sedang menunggu untuk menikahkan kita." kata Arley menjelaskan kembali.

Ana tiba tiba tertawa kecil.

"Menikah? Bapak jangan bercanda deh, ini sama sekali nggak lucu." katanya masih tertawa yang di buat buat untuk menutupi kegugupannya.

"Ini bukan main-main Ana, ini serius. Aku benar serius mau menikahimu. Aku sudah bilang kan aku mencintaimu. Aku benar-benar tulus mencintaimu dan tidak main-main. Saat di ruang kerjaku tadi aku memintamu untuk menjadi wanita ku, istriku, dan ibu dari anak-anakku. Jadi mari kita menikah. Menikahlah denganku." kata Arley meminta dengan serius.

Ririn dan Risma terkejut mendengar penuturan pimpinan mereka. Jadi kedatangan Ana di ruang kerja bos untuk di ajak menikah.

Tapi Ana tidak menggunakan hal penting itu pada mereka.

Sementara Ana masih tertawa, tapi tawa bercampur ekspresi sedih. Kedua matanya berkaca-kaca.

"Pak, pernikahan merupakan sesuatu yang sakral dan suci. Dan aku hanya ingin menikah sekali se umur hidup. Dan sepengetahuan aku, menikah itu harus di ketahui, dampingi dan di hadiri oleh orang tua juga keluarga. Dan anda mau mengajakku menikah tanpa mereka?" menatap lekat pada Arley.

"Anda mau menikahku secara diam-diam? Apakah ini yang anda katakan serius dan tidak main-main? Meski aku tidak punya orang tua, tapi aku punya nenek yang aku hormati aku hargai. Tempat aku mengadukan segala keluh kesah ku, juga kebahagiaanku. Aku sangat menyayanginya, hanya nenek punyaku di dunia ini. Aku selalu meminta izin padanya, meminta doanya saat melakukan sesuatu yang penting dalam hidupku. Dan anda meminta aku menikah tanpa sepengetahuan dari nenekku?" kata Ana kembali, tapi kali ini air matanya sudah jatuh.

Ana segera melepas mukenanya.

"Maaf pak, aku tidak mau. Aku nggak bersedia menikah dengan Anda. Maaf__." katanya tegas seraya melipat mukenanya dan di simpan dalam tas kerjanya. Lalu dia melangkah hendak keluar.

"Ana___Ana, tunggu An___dengar kan dulu penjelasan pak Arley." seru Risma dan Ririn.

"Jangan menahan ku Rin, Ris___!" katanya cepat seraya menepis pegangan ke dua tangan temannya itu di lengannya, lalu kembali melangkah.

Dengan gerakan cepat Arley menahan tangannya, memegangnya kuat.

"Ana, dengarkan dulu penjelasan ku. Aku sudah tahu kau pasti akan mengatakan hal ini. Aku punya alasan kenapa mengajakmu menikah tanpa memberi tahu orang tua kita, tanpa di dampingi oleh mereka. Tapi percayalah, meski tanpa mereka, ini tidak akan mengurangi keabsahan dan juga kesakralan pernikahan kita. Setelah kita menikah, aku akan menemui nenekmu. Aku akan meminta restu dan doa darinya. Kita berdua akan menemui nenekmu."

Ana menggelengkan kepalanya.

"Maaf pak, ini terlalu cepat bagiku, ini sesuatu yang mendadak dan terlalu terburu buru. Aku tidak siap. Kita juga baru saling mengenal. Seharusnya kita harus saling mengenal lebih dekat dan mengetahui dulu sisi pribadi kita masing-masing. Dan seharusnya anda memberi tahu hal ini terlebih dahulu kepadaku sebelum melakukannya. Tolong lepaskan, aku mau pulang." katanya melepaskan pegangan tangan Arley.

Tapi Arley kembali memegang tangannya. Dia menekan tubuh Ana ke dinding tembok. Satu tangannya menahan kedua di depan dada mereka, dan satunya lagi memegang wajah Ana.

Risma segera menarik tirai pembatas kembali. Roy berjalan mendekati ke tempat mereka setelah mendapat isyarat darinya.

Arley menatap dalam-dalam wajah Ana."Dengarkan aku Ana, meski kita baru saling mengenal, hatiku benar benar telah memilih dirimu. Aku benar-benar mencintaimu, aku merasa nyaman dengan mu. Aku bersumpah di hadapan Allah, di rumahnya yang suci, aku sungguh sungguh mencintaimu, hanya kamu wanita yang aku cintai. Pertama dan terakhir. Hanya kamu sayang, Aku tidak membohongimu, aku tidak mempermainkan mu." kata Arley sangat serius. Lalu dia mendekat kan wajah mereka.

"Ana, kita sudah melakukan kesalahan dan dosa besar semalam, untuk itu kita harus menutupinya, memperbaikinya dengan cara menikah. Aku ingin menjadikanmu wanita terhormat dan mulia di hadapan Allah tanpa bergelimang dosa. Aku ingin menghalalkan mu sayang. Percayalah padaku, aku benar benar tulus kepadamu." bisik Arley pelan, membelai pipi kirinya lembut, menatap matanya dalam dalam.

Perkataannya membuat Ana menangis terisak. Dia membenarkan perkataan Arley. Mengingat keduanya telah berzina semalam. Tapi hatinya tetap tidak bisa menerima pernikahan dadakan ini.

"Maafkan aku pak, ini terlalu cepat dan mendadak. Tolong jangan memaksaku, aku tidak siap. Aku mau pulang, aku mau melihat nenek. Beliau sakit parah dan sedang berjuang melawan kesakitan dari penyakitnya." katanya semakin terisak.

Arley menghela nafas berat. Dia tidak bisa memaksa Ana lagi, karena gadis Ini ketakutan di lihat dari tangannya yang gemetaran berada dalam genggamannya.

"Baiklah, aku tidak akan memaksamu lagi. Jika nanti kau sudah siap, beritahu aku." katanya pelan. Lalu dia mengambil sesuatu dari saku celananya. Sebuah kotak kecil berisi dua cincin pernikahan yang telah di persiapkan.

Arley mengambil sala satunya.

"Sebagai tanda keseriusan dan ketulusanku padamu, aku akan mengikatmu dengan benda ini sebelum kita menikah. Dan di sini di rumahnya Allah, di hadapannya, dan juga di hadapan teman temanmu sebagai saksinya, aku melamar mu." Arley menatapnya dalam dalam, lalu segera memasangkan cincin tersebut ke jari manis Ana yang tampak termangu, terdiam membiarkan cincin itu di pasang pada jari manisnya. Ana bahkan memasangkan cincin yang satunya ke jari manis Arley setelah mendapat isyarat dari pria ini. Entah kenapa dia juga menurut dan tidak menolak dengan apa yang di lakukan pria ini. Matanya tak berkedip menatap benda indah yang melingkar di jari manisnya. Kedua cincin terukir huruf A.

"Kita berdua telah terikat dengan benda suci ini. Sekarang kamu hanyalah milikku dan begitu juga sebaliknya, aku hanya milikmu. Kita berdua adalah pasangan kekasih. Kita tidak akan terpisahkan meski oleh apa pun." kata Arley menatapnya lembut dengan senyuman manis. Lalu dia mengecup jari manis Ana, terus berpindah ke keningnya.

"Aku akan menunggumu sampai kau siap menikah denganku, dan aku berharap itu secepatnya." kata Arley kembali.

Keduanya saling menatap lekat dalam beberapa saat.

Ririn Risma dan Roy tersenyum bahagia melihat kebahagiaan mereka. Entahlah... apa Ana juga bahagia? pikir mereka.

"Kau ingin menemui nenekmu? Pergilah ke mobil bersama teman temanmu, aku akan mengantarmu. Aku juga ingin menjenguk dan melihat keadaan nenekmu.Tunggu aku di sana, aku mau bertemu dengan petugas dari KUA dulu untuk menyelesaikan pembatalan pernikahan kita." kata Arley. Dia menyapu sisa air mata Ana yang membekas di pipi.

Ana hanya mengangguk, lalu segera melangkah menuju keluar di ikuti Risma dan Ririn.

"Pak, maaf....boleh minta waktu anda sebentar?" ucapan Roy menghentikan langkah Arley.

Arley segera berbalik dan menatapnya.

"Ada apa?"

"Sebelumnya saya minta maaf atas kelancangan saya menanyakan hal ini. Saya menanyakan hal ini untuk kebaikan Ana. Sebaik Seorang sahabat saya ingin Ana bahagia dalam hidupnya. Saya......,"

"Katakan saja apa yang ingin kau tanyakan." Arley memotong ucapannya.

Roy menelan ludah sesaat, sedikit takut dan ragu untuk bertanya. Tapi dia harus berani mengungkapkan demi kebahagiaan hidup Ana.

"Ana mungkin belum tahu hal ini, tapi kami dan sebagian publik sudah tahu hubungan anda dengan artis bernama Savira.....,"

"Aku tidak mencintainya. Aku sama sekali tidak punya perasaan apapun padanya. Hanya kepada Ana untuk pertama kalinya aku merasakan cinta pada seorang wanita." kata Arley segera memotong ucapannya. Dia mengerti maksud ucapan sahabat kekasihnya ini.

"Dan pastikan Savira tidak mengetahui tentang Ana. Banyak mata dan telinga Savira tersebar di kantor dan juga di setiap tempat." katanya kembali. Lalu segera berbalik melanjutkan langkah kembali.

Karena Savira alasan dia mengajak Ana menikah tanpa memberi tahu dan mengundang orang tua ataupun keluarga dan juga nenek Ana. Dia tidak ingin Savira mengetahui pernikahannya dengan Ana. Karena begitu banyak orang orang Savira tersebar di setiap tempat selalu mengikuti dan mengawasi pergerakannya 1x24 jam.

Tapi Ana malah menolak menikah dengannya dan itu membuatnya kecewa.

Tapi dia tidak akan mundur dan menyerah. Dia akan menunggu sampai wanita muda itu siap menikah dengannya.

Roy menatap punggung pimpinannya. Dia kaget mendengar pernyataan big bosnya mengenai perasaannya pada Savira. Kalau pimpinannya itu tidak mencintai Savira, lalu untuk apa berhubungan dengan wanita itu?

Apa hubungan mereka hanya pura pura?

Tapi Roy merasa lega mendengar jawaban pimpinannya itu. Dia juga dapat menangkap kejujuran di mata pengusaha besar itu mengenai perasaannya pada Ana.

Sesaat kemudian Roy segera keluar menyusul ketiga sahabat wanitanya itu.

...Bersambung....

1
Lilis Sumarni Lisvhancho
kok jadi ilfill dengan ana..
Zugix Huawei
gantung ceritanya,hidup segan mati tak mau
Nani Rosmiati
cerita nya bagus...tpi ending nya deuhh...apa cuma aku az yg baca langsung bab terakhir 60😂 krna ending nya gtu..jadi gk mood
Samudra Rohul
padahal cerita nya menarik tpi koq tamat tba² ya. gmna nasib mereka kalo memang benar ana adik kandung nya . penasaran thour lanjut km knpa
Amilia Indriyanti
goblog
LOVE YOURSELF
sukaaaaaa
Amilia Indriyanti
goblog ai arley. ginjele di CT scan kan ngetoro
Amilia Indriyanti
kemayu
Amilia Indriyanti
bener. kemayu
noers
waduh gk tak woco es endinge aneh....
Kartikagusty 22
author nya seneng tapi readernya kecewa dengan endingnya
plisss buat season 2 nya
🌻Ruby Kejora
Sukses bwt kk
Aris Pujiono
mampir lagi kak ana
Aris Pujiono
semangat up
Aris Pujiono
lebih baik menikah ana
Aris Pujiono
ayo lanjut...
Tau Lo Hulandalo
ceritanya bagus tapi endingnya gak memuaskan. Kecewa aku Arley dan ana kakak adik kandung, bgmn dengan kehamilan ana?
Ningsih Abdullah
aku suka ceritanya, gak nyangka ana dan arley kk adik kandung
Aris Pujiono
mantap
Aris Pujiono
ayo semangat
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!