Ketika suaminya berselingkuh hingga menghamili wanita lain, tak ada lagi kata maaf yang tersisa di hati Nadia.
Dengan tekad yang bulat, ia mengajukan gugatan cerai. Tanpa menoleh ke belakang, Nadia memilih meninggalkan rumah megah yang selama ini menjadi tempat tinggalnya, beserta segala kemewahan yang pernah ia nikmati.
Baginya, harga diri dan ketenangan batin jauh lebih berharga daripada hidup bergelimang harta bersama seorang suami yang telah mengkhianati kepercayaan dan cinta yang selama ini ia jaga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fitria Susanti Harahap, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
17
Dila mendengarkan permintaan itu tanpa menyela. Perlahan ia mulai menyadari bahwa niatnya membela sahabatnya ternyata juga membawa konsekuensi yang tidak pernah ia perhitungkan. Awalnya ia hanya ingin memberi pelajaran kepada Reno agar merasakan akibat dari perbuatannya. Ia tidak pernah membayangkan bahwa tekanan yang begitu besar dari publik justru dapat membuat Reno kehilangan kendali hingga nekat mendatangi Nadia. Perasaan bersalah mulai menyelimuti hati Dila. Ia sadar bahwa kemarahan publik memang telah menghukum Reno, tetapi di saat yang sama juga membuat Nadia kehilangan ketenangan yang selama ini sedang berusaha ia bangun kembali.
Sejak awal, Nadia memang tidak pernah menginginkan simpati ataupun popularitas. Ia hanya ingin hidup sederhana bersama Kian, bekerja dengan tenang, dan perlahan melupakan luka masa lalunya. Baginya, setiap kali kisah rumah tangganya kembali dibahas di media sosial, luka itu seolah dipaksa terbuka kembali. Yang lebih ia khawatirkan adalah Kian. Ia tidak ingin putranya tumbuh dengan jejak digital yang dipenuhi cerita tentang perselingkuhan, perceraian, dan konflik kedua orang tuanya. Nadia berharap, mulai saat itu, semua persoalan dengan Reno cukup diselesaikan melalui jalur hukum jika memang diperlukan, bukan lagi melalui pengadilan opini di media sosial.
Permintaan itu akhirnya disanggupi oleh Dila. Ia berjanji tidak akan lagi mengangkat persoalan rumah tangga Nadia ke hadapan publik dan akan menghapus unggahan yang masih dapat ia hapus. Dalam hati, ia bertekad mengubah caranya membantu sahabatnya. Jika selama ini ia menggunakan media sosial untuk menyuarakan penderitaan Nadia, maka ke depan ia ingin menggunakannya untuk memperkenalkan karya-karya desain pakaian Nadia kepada masyarakat. Luka sahabatnya sudah terlalu lama menjadi bahan pembicaraan. Kini, Dila ingin memastikan bahwa yang dikenal orang bukan lagi kisah pilu seorang perempuan yang dikhianati, melainkan keberhasilan seorang ibu tangguh yang bangkit dengan hasil karya dan kerja kerasnya sendiri.
***
Sepulang dari rumah Nadia, Dila tidak menunda lagi janjinya. Satu per satu unggahan yang selama ini menjadi perbincangan publik ia hapus dari akun media sosialnya. Beberapa kali ia menarik napas panjang sebelum menekan tombol hapus. Baginya, keputusan itu bukan karena menyesali keberpihakannya kepada Nadia, melainkan karena ia ingin sahabatnya kembali menjalani hidup dengan tenang tanpa terus dibayangi sorotan publik. Dalam hitungan menit, seluruh unggahan yang pernah viral itu lenyap dari berandanya.
Namun, hilangnya unggahan-unggahan tersebut justru memancing rasa penasaran warganet. Kolom komentar dipenuhi berbagai pertanyaan. Ada yang bertanya apakah Dila mendapat ancaman, ada yang menduga masalah itu telah diselesaikan secara damai, sementara yang lain berspekulasi bahwa unggahan tersebut dihapus karena tidak dapat dipertanggungjawabkan. Berbagai dugaan bermunculan, membuat suasana di media sosial kembali ramai.
Kesempatan itu dimanfaatkan oleh Karin. Melalui akun media sosialnya, ia mengunggah sebuah klarifikasi panjang yang berisi versinya sendiri tentang apa yang terjadi. Dalam unggahan tersebut, Karin mengklaim bahwa seluruh cerita yang sebelumnya viral hanyalah karangan Dila. Ia bahkan menuduh Dila bertindak atas permintaan Nadia untuk menghancurkan nama baik Reno karena tidak terima perceraian mereka. Karin juga menggambarkan Reno sebagai lelaki yang baik, bertanggung jawab, dan menjadi korban fitnah. Menurut narasi yang ia bangun, justru Nadia lah yang disebut sengaja memainkan simpati publik demi menjatuhkan mantan suaminya.
Unggahan Karin langsung menyebar luas. Sebagian warganet mulai mempertanyakan versi yang selama ini mereka yakini, sementara sebagian lainnya menilai klarifikasi itu hanya upaya menyelamatkan citra Reno yang telanjur hancur. Kolom komentar pun kembali berubah menjadi ajang perdebatan. Ada yang membela Nadia, ada yang mempercayai ucapan Karin, dan tidak sedikit yang memilih menunggu bukti dari kedua belah pihak. Tanpa disadari Nadia, namanya kembali menjadi bahan pembicaraan, padahal ia hanya menginginkan satu hal, hidup tenang bersama Kian, jauh dari segala keramaian yang terus menyeret masa lalunya ke hadapan publik.
Unggahan Karin membuat Dila mengepalkan tangan menahan amarah. Berkali-kali ia membaca kalimat demi kalimat yang menurutnya telah memutarbalikkan kenyataan. Ia tidak bisa menerima bagaimana Karin berusaha membangun narasi bahwa Nadia adalah dalang di balik semua keributan, sementara Reno digambarkan sebagai korban yang tidak bersalah. Yang paling membuat Dila geram adalah tuduhan bahwa Nadia sengaja memfitnah mantan suaminya demi balas dendam. Padahal, selama ini justru Nadia berkali-kali memintanya berhenti membahas persoalan rumah tangga mereka di media sosial.
"Memang ya, ular tetap saja ular. Harusnya dengan dihapus maka kalian bisa berbenah. Eh malah matuk. Ya sudah, aku sikat saja sekalian!" celoteh Dila, sambil tangannya mulai aktif mengetik.
Dila sempat mengingat janjinya kepada Nadia untuk tidak lagi memviralkan masalah tersebut. Namun bayangan kejadian siang tadi terus menghantuinya. Ia masih teringat wajah Nadia yang pucat, tubuhnya yang gemetar ketakutan, serta Kian yang menangis memeluk ibunya. Baginya, apa yang terjadi hari itu telah mengubah segalanya. Ia tidak lagi melihat persoalan ini sekadar sebagai konflik rumah tangga, melainkan sebagai situasi yang menurutnya telah mengancam keselamatan sahabatnya.
Dengan hati yang diliputi dilema, Dila akhirnya mengambil keputusan yang menurutnya paling tepat. Ia kembali membuka media sosial dan menulis sebuah unggahan baru. Kali ini ia tidak lagi membahas perselingkuhan ataupun perceraian. Ia menuliskan bahwa setelah semua yang terjadi, Nadia justru kembali didatangi Reno dan mengalami peristiwa yang sangat menakutkan. Reno berniat melecehkan Nadia.
Dila juga menegaskan bahwa itulah alasan Nadia memilih menghapus semua unggahan sebelumnya, bukan karena mengakui telah berbohong, melainkan karena ingin hidup tenang bersama putranya. Dila menambahkan bahwa ia tidak akan membiarkan narasi sepihak menghapus penderitaan yang selama ini dialami sahabatnya.
Dalam hitungan menit, unggahan itu kembali menyebar. Warganet yang sejak awal mengikuti kisah Nadia kembali berdatangan. Banyak yang menyayangkan bahwa konflik tersebut ternyata belum benar-benar berakhir. Ada yang mendoakan keselamatan Nadia dan Kian, ada yang meminta agar persoalan itu diselesaikan melalui jalur hukum, sementara yang lain mengecam segala bentuk intimidasi terhadap perempuan setelah perceraian.
Gelombang simpati kembali mengalir, membuat nama Nadia sekali lagi menjadi perbincangan luas, meski kali ini Dila berharap perhatian publik dapat menjadi pelindung sampai Nadia benar-benar memperoleh rasa aman dan keadilan.
Unggahan terbaru Dila menyebar jauh lebih cepat daripada yang ia bayangkan. Dalam waktu singkat, perhatian warganet kembali beralih. Banyak yang menilai penjelasan Dila lebih konsisten dengan rangkaian peristiwa yang selama ini mereka ikuti. Klaim Karin yang sebelumnya sempat mendapat simpati mulai dipertanyakan.
Sejumlah pengguna media sosial yang sebelumnya meninggalkan komentar dukungan di akun Karin menghapus komentarnya. Sebagian kemudian menuliskan bahwa mereka memilih menunggu proses hukum dan tidak ingin terburu-buru mempercayai narasi sepihak.