NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Terjerat Cinta Gadis Bermata Biru

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: Cahaya-senja

Cinta itu ada masa kedaluwarsanya, tapi hanya Tuhan yang tahu kapan cinta itu datang dan pergi.
Satya dibuat kesal karena kalah tender pembangunan mega proyek kilang minyak baru dan surat penalti yang dilayangkan perusahaan owner akibat kecerobohan karyawan baru yang salah dalam membuat project schedule. Alih-alih menerima konsekwensi pemecatan, Aritha malah memaksa Satya tetap mempekerjakan dirinya agar dapat bertanggung jawab atas kecerobohannya.
Tantangan diterima, namun bertemu pandang dengan mata biru elektrik perempuan itu membuat hatinya bergetar.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Aritha berhasil menyelesaikan kasusnya atau kecerobohannya semakin membuat bosnya emosional dan bangkrut?

Session 2 :
Tentang bagaimana Ritha berjuang mempertahankan pernikahannya dengan seorang petarung bisnis yang kehidupannya sangat berbeda dengan kehidupan impiannya yang sederhana.
Sanggupkah ia bertahan dengan cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cahaya-senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lupakan

Ardi kesal omongannya tak mendapat respon apapun.

"Sayang sekali ini tempat umum dan aku masih punya malu bertengkar di tempat seperti ini. Bagaimana kalau kita selesaikan masalah ini di luar?" kata Ardi dengan suara pelan. Ia sempat memegang kerah kemeja Aldo dan menatapnya tajam, "Kita duel satu lawan satu."

Ritha menarik tangan Ardi. Takut kalau masalah ini meruncing dan menimbulkan korban fisik. "Bang, jangan perpanjang lagi masalah ini. Saya sudah tidak ada masalah dengan Aldo. Kami memang sudah waktunya putus," pinta Ritha dengan wajah memelas.

Aldo mendongak kaget seperti ingin menyanggahnya, tapi lagi-lagi ia tak berani mengatakan apapun. Hatinya gamang. Ritha tahu lelaki itu masih berada dalam dilema yang sama selama bertahun-tahun dan tak bisa membuat keputusan karena tidak bisa mengorbankan karir atau cinta.

Pelayan hadir membawakan pesanan mereka dan memutus pembicaraan itu. "Boleh minta tolong pesanan ini dibungkus saja ya, Kak. Kami akan makan di luar," perintah Ritha pada pelayan itu.

"Baik, Kak. Mohon ditunggu,"

Ritha mengangguk seraya tersenyum tipis.

"Maaf, Do. Aku baru sadar bahwa kita telah memilih jalan dan dunia yang berbeda. Tidak ada gunanya kita tetap bersama," lanjut Ritha setelah pelayan itu pergi untuk membungkus pesanan mereka.

"Ritha...," Aldo tak dapat meneruskan kata-katanya. Hanya bisa memanggil nama Ritha dan menatapnya tajam.

Ritha menghindar tatapan mata itu. "Semoga kamu sukses meraih impianmu, Do. Mulai saat ini kita tak punya hubungan apa-apa lagi agar kita sama-sama bebas melangkah ke arah yang kita mau tanpa harus membohongi atau menyakiti siapapun. Kamu akan lebih baik jika bersama dia."

Aldo mengepalkan tangan dan menggigit bibirnya. Kepalanya masih menunduk, tak berani memperlihatkan wajahnya. "Tidak bisakah kamu bersabar sedikit lagi, Rith? Sampai aku bisa berdiri dengan kepala tegak di hadapan ayahmu."

Ritha menggeleng. "Kita tak pernah bisa memulai kebaikan dengan sebuah kepura-puraan." tegas Ritha dengan nada rendah dan suara pelan.

Aldo memandang tajam ke arah Ardi, namun tak berani menantangnya duel atau mengucap satu kalimat yang meluruhkan tanda tanya yang mungkin memenuhi otaknya.

Ritha membiarkan semua tanda tanya yang mengisi otak mereka masing-masing. Mungkin Aldo mempertanyakan status Ardi yang kukuh memaksanya menemui Ritha entah dengan cara apa. Sedangkan Ritha juga tak peduli apakah masih ada cinta Aldo untuknya dan bagaimana perasaannya pada gadis yang dipublikasikan sebagai kekasihnya. Keputusannya sudah bulat. Tak bisa menjalani hubungan dengan cara begini.

Sherin telah berjalan menghampiri mereka. Sepertinya ia telah bosan menunggu dan penasaran ingin tahu apa yang terjadi di meja Aritha. "Sudah selesai urusan bisnis kalian?" tanya gadis cantik itu dengan menatap ramah ke arah mereka.

"Akan diselesaikan oleh staf kantor kami secara resmi besok, mis Sherin," jawab Ardi santai. Dia tersenyum manis pada gadis cantik berambut sebahu itu.

Ritha tak tahu mereka bicara masalah apa. Tapi syukurlah tadi Ardi tidak menarik Aldo dengan paksa. Buktinya gadis itu bersikap manis dan tak tahu siapa Ritha. Ardi menjalankan misinya dengan cara senyap. Good job. Ritha merasa sedikit lebih lega dengan waktu pertemuan sesempit itu ia berkesempatan bicara dan memutuskan hubungannya dengan Aldo.

"Ohya, karena kak Ferin sudah berhenti jadi manajer Aldo. Untuk sementara urusan jadwal dan administrasi bisa menghubungi Elena, manajer saya."

"Silakan tinggalkan nomor manajer baru anda agar staf kami bisa menghubunginya."

Sherin membuka tasnya dan menyerahkan kartu nama pada Ardi. Ritha tak mengerti ada transaksi apa diantara mereka. Ia hanya tahu Sherin menggandeng lengan Aldo dan menatapnya mesra lalu mereka pamit kembali ke mejanya. Entah mengapa meski hatinya masih terkoyak, namun Ritha merasa pilihannya menukar kebahagiaan untuk gadis itu adalah keputusan yang terbaik.

Sementara pelayan telah datang kembali memberikan pesanan Ritha dan Ardi dalam kemasan takeaway. Keduanya segera beranjak meninggalkan resto.

"Abang tadi narik Aldo ke meja dengan alasan apa?" tanya Ritha masih penasaran dengan isi pembicaraan antara Ardi dan Sherin sebelumnya.

"Ngomongin kelanjutan kontrak Goldman skin care,"

Ritha melongo.

"Itu cuma alasan buat membawa pengecut itu ke hadapan kamu dengan cara damai." jawab Ardi santai.

"Bang Ardi tahu kalau Aldo dapat kontrak iklan sementara dari salah satu unit bisnis Goldlight?"

Ardi mengangguk.

"Dari siapa?" cecar Ritha penuh curiga.

"Pak Dave,"

"Pak Dave? Apa iya pak Dave ember begitu." Ritha masih mencecar tidak percaya.

"Pak Dave emang ember, makanya dia dipecat dari GNC," Ardi tetap menjawab dengan santai dan tampang innocent, tanpa rasa bersalah sedikitpun.

Hm, Ritha mencium ada sesuatu antara Ardi dan keluarga petinggi Goldlight. Ada beberapa kejanggalan yang ditangkap Ritha selama ini. Pertama, Ardi mengaku disuruh Satya menemaninya ketika pulang naik TJ malam itu. Kedua, ia dapat tiket voucher VVIP dari Satya dengan nomor kursi yang bersebelahan dengan Dave dan adik bungsu Satya. Ketiga, ia dipercaya menyerahkan baju hadiah dari Satya di luar kantor dan terakhir ia juga tahu kontrak Aldo dengan Goldlight yang jelas-jelas bukan urusannya. Tidak mungkin karyawan biasa dapat kepercayaan sebegitu besar sampai ke wilayah pribadi.

"Sebenarnya abang ada hubungan apa dengan keluarga pak Satya. Kok hubungan kalian bisa sedekat itu."

"Kamu tahu sendiri, bos Satya dekat dengan semua karyawan. Kebetulan saja setiap berurusan dengan kamu, aku yang kena imbasnya. Kalau aku orang dekat keluarganya, sudah pasti aku yang diangkat menggantikan pak Dave jadi direktur teknik sekaligus tunangan non Lily cantik," ujarnya sambil tertawa.

"Aku nggak percaya pak Dave berkhianat. Aku kira ini pasti konspirasi atau salah paham,"

"Kenapa kamu seyakin itu?"

"Karena aku tahu dia sangat mencintai ci Lily,"

"Tahu apa kamu soal cinta? Ketemu mereka juga baru sekali di festival jazz itu, kan. Dia itu sudah selingkuh dengan anak direktur MCL, pemenang tender mega proyek yang dipermasalahkan itu."

"Masak?"

"Aku lihat sendiri foto mesra mereka berdua."

"Bukan memergoki langsung, kan? Itu mah bukan bukti valid. Sekarang itu rekayasa foto sudah canggih,"

"Kamu tuh kenapa sih, Rith? Segitunya bela pak Dave," Ardi terlihat kesal.

"Karena aku kasihan. Dia sudah dipecat, dianiaya, dan disuruh putus sama tunangannya. Dia pasti terpuruk. Padahal aku yakin pak Dave tidak seburuk yang dituduhkan pak Satya."

Ardi mendengus kesal. Jelas sekali kalau dia memang berada di kubu Satya dan menganggap Satya itu dewa yang selalu benar.

"Kita tunggu saja apa yang akan terjadi selanjutnya. Kalau sudah pulih pak Dave pasti berusaha membuktikan kalau dia tidak berkhianat,"

"Mau bertaruh?" tantang Ardi dengan nada tinggi.

"Boleh," jawab Ritha dengan berani dan yakin.

"Apa taruhannya?"

"Traktir makan di resto all you can eat,"

"Yah taruhan receh." hina Ardi sambil melengos.

"Lalu abang maunya apa?" Ritha terpancing emosi. Padahal taruhan kan hukumnya haram.

"Aku mau kalau taruhannya, kamu mau nikah sama aku. Berani?"

Ritha kembali mendorong bahu Ardi yang tergelak melihat ekspresi jengkel perempuan itu.

"Kalau itu taruhannya, aku pikir-pikir sejuta kali," kata Ritha kesal. Apalagi yang bisa dilakukannya selain memonyongkan bibirnya. Modus Ardi masih saja berlanjut, membuat taruhan gagal dan silang pendapat berhenti.

"Jangan suka negative thinking sama aku. Nanti kalau aku nggak mau peduli lagi, kamu bakal nyesel menyia-nyiakan teman sebaik aku. Nih, makan inigiri salmon dan takoyakinya," Ardi menawarkan kotak makanan yang dibelinya tadi.

Benar juga. Ritha tidak boleh menyia-nyiakan kebaikan Ardi. Ia meraih kotak makanan yang diberikan Ardi dengan suka cita. "Terima kasih buat makanannya, kepeduliannya dan waktunya buat menemani aku," serunya sambil tersenyum.

Ardi tersenyum. Kelihatan tulus. Bagaimana mungkin Ritha bisa mencurigai kebaikannya. Tuhan begitu baik memberikannya teman yang bersedia membantu dan menghibur saat ia membutuhkan. Sekarang hanya Ardi teman terbaiknya di kota ini.

1
Aprila santi
asik
Aprila santi
suka ..author
Ali Tell
gk bahaya ta???
Titien Muliasari
Luar biasa
Rhyna e Krebo
aku pernah di posisi Satya,di musuhi bahkan di fitnah gara" warisan.bahkan hakku di minta paksa.karena orang luar yg benci padaku dan ikut campur urusan keluarga kami.tapi aku mencoba ikhlas dan legowo dan tak menaruh dendam.
Rhyna e Krebo
😂😂😂😂ngakak sama tingkah Satya
Rhyna e Krebo
padahal aku lama jadi reader di NT,tapi kenapa baru sekarang Nemu novel ini.dan pas moment skrg anak gadisku sekolah di jurusan dpib.bismillah semoga anakku masa depannya kayak aritha😂😂😂ngayal dikit boleh lah ya🤭🤭🤭
Kurnianingsih Sa'ud
ceritanya apik, temanya gak melulu soal percintaan...pembaca malah seperti di giring u memgetàhui seluk beluk bisnis,naik turunnya kemajuan perusahaan...pokoknya mantab lah...👍👍👍
Katherina Ajawaila
Bas mmg ngk jelas dr dulu bikn apes aja, mskin aja Sat k hotel Rodeo biar belajar utk menghargai Saudara. sifat serakah ngk pernah hilang dr otaknya. ngk tau sayang nya saudara bagaimana kalau lg susah hanya Satya yg perduli🙃🙃🙃
Katherina Ajawaila
belah duren aman terkendali tinggal ngebuahin ja, semoga cepat ada Satya yunior. tks Thour
Katherina Ajawaila
bagus bahasa nya, jadi dibacanya senyum2 sendiri. 🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
udh thour Satya biar sekalian ngelamar
Katherina Ajawaila
lucu juga Satya, bisa ngebanyol
Katherina Ajawaila
thour semoga Satya langsung ngelamar Ritha y
Katherina Ajawaila
Satya lucu juga untung badan gede, tapi hati hello kitty, 😁😁😁
Katherina Ajawaila
bagus banget thour,
Katherina Ajawaila
keren Thour, biar Satya ngk kaki🤭🤭🤭
Katherina Ajawaila
maka nya thour biar Satya nembak Ritha aja skng
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
Katherina Ajawaila
thour ceritanya keren tau, 😁🥰🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!