NovelToon NovelToon
Materialistic Wife

Materialistic Wife

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Kehidupan di Sekolah/Kampus
Popularitas:3.1k
Nilai: 5
Nama Author: capr.gurlll

Lady suka uang.

Lady juga cinta uang!

But, jika Lady disuruh memilih antara Ace atau uang, maka jawabannya sudah pasti Ace, karena bagi Lady, Ace adalah sumber uangnya. Simple kan jawabannya..

Menikah dengan Ace adalah salah satu hal yang tak pernah terlintas di pikiran Lady. Menikah dengan cowok galak yang memiliki tingkat kesabaran setipis tisu. mungkin juga lebih tipis dari tisu, gak tau deh.

Andaikan saja cowok itu tidak kaya raya serta berwajah jelek, maka mustahil Lady mau menerima perjodohan paksa ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon capr.gurlll, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

part 26

"LADY!" teriak Zena sambil memencet klakson motor sport-nya yang berwarna merah.

Merasa Lady belum keluar juga, Zena kembali memencet berulang kali klakson motornya itu sambil memperhatikan sebuah rumah mewah di depannya.

"LADY, ANJING! KELUAR NGGAK LO, SETAN!" teriak Zena yang sudah tidak sabaran.

Sudah sepuluh menitan dirinya berteriak di sini, namun Lady dan Ace tetap saja belum keluar untuk membukakannya pagar.

"Nyari siapa, Neng?" tanya seorang ibu-ibu yang tidak sengaja berpapasan dengan Zena.

"Saya nyari teman saya, Tante," jawab Zena tersenyum ramah.

"Temennya tinggal di sini, Neng?" Tanya wanita itu lagi. Kali ini raut wajahnya terlihat bingung saat Zena mengangguk.

"Tapi, ini, kan, rumah kosong, Neng. Pemiliknya udah pindah setahun yang lalu," ucap ibu-ibu itu lagi sambil menunjuk sebuah papan yang tertempel di depan pagar rumah itu. Di sana terdapat tulisan yang memberitahu bahwa rumah ini dijual.

Rumah ini dijual. Hubungi 08xxx jika anda ingin membelinya. Kalau tidak mau beli, tidak usah dihubungi. Buang-buang pulsa saya saja.

"Jadi saya salah rumah?" tanya Zena yang diangguki oleh ibu-ibu itu. Bisa-bisanya tadi ia tidak membaca papan tulisan itu.

"Emang nama temannya siapa, Neng?" tanya ibu-ibu itu.

"Lady, Tante. Dia anak sekolahan yang baru pindah ke kompleks ini," ucap Zena dengan lemas.

"Oh, anak yang cantik itu, ya, sama kakaknya yang bule? Mereka tinggalnya di sana." Ibu-ibu tersebut menunjuk sebuah rumah megah yang berada tepat di samping rumah kosong ini.

Setelah mengucapkan terima kasih, Zena kemudian buru-buru beranjak pergi ke sana. Dan benar saja, Baru sekali ia memencet klakson, Sosok Lady sudah muncul membukakannya pagar.

"Zen-" sahut Lady terhenti ketika Zena malah menggeplak kepalanya.

"Sialan lo! Gue nyasar, anjing!" omel Zena, membuat Lady cekikikan dengan mulutnya yang meringis sakit.

Zena memperhatikan penampilan Lady yang sudah rapi dengan jeans hitam sepaha, sepatu kets putih, tank top putih yang menampilkan perut ratanya, dan juga rambut panjang yang diikat agar tidak acak-acakan saat di jalan.

Dan satu hal lagi yang menarik perhatian Zena Yaitu, perhiasan mahal Lady. Sahabatnya itu menggunakan cincin emas dan juga cincin berlian, beberapa gelang emas, serta sebuah kalung emas.

Bukan Lady namanya jika penampilannya tidak menguji adrenalin.

"Lady, gila. Nggak takut dirampok lo di sana?" tegur Zena, namun dibalas gelengan santai oleh Lady.

"Santai aja. Kalau dirampok, gue masih punya banyak," jawab Lady, membuat Zena spontan menggeplak kepalanya.

Lady meringis. Zena ini lebai sekali. Padahal, kan, dirinya sudah biasa keluar rumah dengan penampilan seperti ini.

"Gue, kan, udah bilang sama lo kalau di sana banyak brandal. Bisa nggak, sih, lo jangan mancing emosi gue mulu?!" omel Ace seraya melemparkan jaketnya kepada Lady.

"Pakai tuh jaket," suruh Lady.

Lady mendengus tak sudi. Dibuangnya jaket itu kembali kepada Ace yang sedang memanaskan mesin motornya.

"Sialan! Pakai atau nggak usah ikut." Ace menaik turunkan alisnya.

Lady terkekeh. Buru-buru ia mengambil kembali jaket itu dan kemudian memakainya. Dikancingnya jaket Ace yang kebesaran itu sampai perut ratanya tidak lagi kelihatan.

Lady lalu mengambil helm full facenya yang berada di atas meja dan kemudian memakainya.

"Dy, itu helm lo?" tanya Zena tak yakin saat melihat helm yang dipakai oleh Lady.

Lady menganggukkan kepalanya dengan semangat. "Iya. Ace yang beliin buat gue. Bagus, kan?" tanyanya yang membuat Zena menatapnya dengan datar. Baguslah, kan, helm mahal.

"Ayo, Ace," ucap Lady seraya naik ke atas motor Ace dan kemudian memeluk erat tubuh suaminya itu.

"Nggak usah meluk gitu juga kali, gue kecekek."

"Oh my god, Ace. Biarin aja, sih. Emang lo mau ngeliat istri lo yang cantik, imut, lucu, manis, dan gemesin ini kejengkang?"

Pede banget nih anak.

Setelahnya, kedua motor sport itu pun mulai melaju kencang membelah jalan raya yang sangat ramai.

Ace membawa motor sport-nya dengan kecepatan di atas rata-rata sambil diikuti oleh Zena di belakangnya yang juga kebut-kebutan.

Sementara itu, Lady yang berada di belakang Ace terlihat menggigil ketakutan.

Ini kenapa Lady jadi merasa kalau Ace dan Zena mau mengantarkannya ke pangkuan tuhan, ya?

*

"Turun," ucap Ace yang menghentikan motornya di jalan sunyi ketika mereka sudah hampir sampai ke Sirkuit.

Lady turun dari motor Ace dan kemudian naik ke motor Zena. Bisa bahaya jika orang-orang di sana melihatnya datang dengan Ace.

"Awas aja lo kalau sampai nyusahin," gumam Ace.

Setelahnya, motor Ace kembali melaju kencang meninggalkan Zena dan Lady di jalanan. Sedikit lagi Sirkuitnya sudah terlihat, pasti Zena bisa membawa motornya sendiri ke sana.

Sesampainya Lady dan Zena di Sirkuit, suara DJ dan suara bising para anak muda menyambut kedatangan mereka. Kedua gadis itu hanya bisa terdiam saat kepulan asap rokok dan juga vape merambat masuk ke hidung mereka.

Lady menitip helm mahalnya ke tempat penitipan barang sambil menunggu Zena yang pergi memarkirkan motornya.

"Sok jual mahal banget jadi cowok," cibir Lady saat melihat seorang cowok berkepala botak yang sedang menatapnya dengan datar.

Lady tidak suka saat ada cowok jelek yang bertingkah seolah tidak tertarik kepada dirinya.

"Hay, cantik," sapa seorang cowok berambut kribo. Seketika Lady bergidik ngeri.

"Ihh, sok ganteng banget jadi cowok," cibir Lady sambil menggandeng lengan Zena dan kemudian pergi dari sana.

Lady menatap kesekeliling di mana Sirkuit ini rupanya sangat ramai. Cowok-cowok ganteng berseliweran di mana-mana, termasuk para cowok-cowok dengan penampilan jametnya.

Setelah dipikir-pikir, ternyata di kota ini ada banyak geng motor. Lady melihat lambang di jaket mereka. Ada yang menggunakan gambar elang, singa, harimau, serigala, tengkorak, pedang, dan masih banyak lagi.

"CEWEK, CANTIK BANGET, SIH."

"BAGI NOMOR KONTAKNYA DONG, NENG."

"UDAH ADA YANG PUNYA NGGAK, NENG?"

"CANTIK AMAT. MAU JADI BINI KETUJUH SAYA NGGAK, NENG?"

"BERISIK LO, MONYET!" sahut Zena. Dirinya berdecak mendengar sorak-sorakkan para cowok gatal di sana yang sedari tadi terus menggodanya dan Lady.

"JANGAN MAIN KEJAR-KEJARAN DI TEMPAT KAYAK GINIAN, ANJING! DITABRAK MOTOR, TAU RASA LO!" umpat Zena saat tidak sengaja disenggol oleh beberapa kaum muda-mudi yang sedang kejar-kejaran. Menurutnya, hanya orang gila yang kejar-kejaran di sirkuit.

Sementara itu, nampak seorang cowok berdarah blasteran yang sedang bersandar di motor sport-nya sambil memasang sarung tangannya. Dia Ace.

Rencananya, Ace akan ikut bertanding melawan Gavin, Rexan, dan juga Leon.

Pertandingan pun segera dimulai.

Nampak seorang cewek cantik berpakaian sexy yang berjalan memasuki arena balap sembari membawa sebuah bendera mini di tangannya.

"Hati-hati. Jangan ngebuat adek gue jadi janda," ujar Leon yang diangguki oleh Ace.

1

2

3

Sorak-sorakkan mulai terdengar heboh di tribun ketika pertandingan akhirnya dimulai.

Motor keempat cowok itu melaju kencang meninggalkan garis start. Rexan memimpin di depan sementara Ace berada tak jauh dibelakangnya.

Saat Rexan kembali mengintip di sela kaca spion, tiba-tiba ia dikagetkan dengan keberadaan Gavin. Ya, cowok itu baru saja melewatinya dengan kecepatan di atas rata-rata.

"Buset, slow aja kali. Lo balapan sama manusia, bukan sama malaikat maut," gumam Rexan.

Gavin berdecak saat Ace tiba-tiba sudah berada di sampingnya. Atau dengan kata lain, menyamainya.

"ANJING!" umpat Ace saat Gavin tiba-tiba menyerempet motornya.

Di belakang, Leon malah asik-asiknya memepet motor Rexan hingga ke pembatas jalan. Hal singkat yang membuat mulut seksi Rexan tak berhenti menyumpahinya.

"Apa? Nggak terima lo?" Leon tersenyum miring melihat Rexan yang mengabsen nama hewan di kebun binatang.

Sementara di tribun yang sangat ramai, nampak Kellan, Atan, Gaidan, dan juga anak-anak lain yang sedang menonton adegan itu dengan serius.

"Hay!" sapa seseorang yang membuat semua cowok itu menoleh kepadanya.

"Halo, My ladies-ladies," sapa Gaidan dengan tersenyum genit kepada kedua gadis cantik yang kini sedang berdiri di depannya.

"Loh? Kalian berdua kok bisa ada di sini?" tanya Atan yang merasa kaget sekaligus bingung.

Lady mengangkat acuh bahunya. Gadis itu memilih ikut bergabung di tengah-tengah anak Thunder agar terlindungi dari mata jahat para cowok-cowok jahanam yang sejak tadi memandanginya di sepanjang sirkuit.

1
MayAyunda
keren 👍
capr.gurlll
yok komen gess biar author makin semangat nulisnya🤩👐 yang mau recom alur ceritanya bisa bgt. boleh komen atau langsung chat ya🫰
Adinda
jd yang melanjutin perusahaan daddynya,Leon Ya thor
capr.gurlll: yaps putera mahkota Maesa🤭 stay tuned yaa untuk visualnya leon😍
total 1 replies
Annisanur hasanah
kak di tunggu updatenyaa mereka lucu bgttt
capr.gurlll: kak😍🙏👍
total 1 replies
Annisanur hasanah
ga expect😭
Annisanur hasanah
wkwkkw cod ga tuh😄
Annisanur hasanah
hallo kak, aku berkunjunggg
MayAyunda
keren👍
Annisanur hasanah
gemas lucu ya mereka🤭
Annisanur hasanah
mampir kak😍
Snow white❄IG@snow_white97suga
Mampir kak, baca 1 bab dulu
capr.gurlll: thankyou😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!