NovelToon NovelToon
My Secret Romance

My Secret Romance

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:368.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: diah mahlipi

Kabur dari rumah agar terhindar dari perjodohan yang tak di inginkan, namun siapa sangka Eliana justru masuk kedalam lubang buaya. Ia harus berurusan dengan seorang lelaki yang super nyebelin menurutnya yang telah mempekerjakan dirinya sebagai seorang pembantu rumah tangga di rumah lelaki itu.

Dan masih banyak lagi kisah cinta pasangan muda mudi yang akan menemani Eliana di setiap episode nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diah mahlipi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi bersama

Nazwa begitu fokus saat mengobati para pasien yang terkena penyakit di pengungsian. Ia tidak sadar bahwa seseorang sedang memperhatikan dirinya dengan seksama. Bahkan senyum di bibir itu tak hilang dari tempatnya.

"Lapor kapten, " seseorang datang untuk melaporkan.

" Cantik, " sang kapten malah bergumam dalam senyuman nya yang nampak begitu manis.

" Ehem... lapor kapten! " bawahannya itu berdehem kemudian kembali melapor.

Namun sang kapten masih saja dalam lamunannya. " Benar-benar cantik, apa lagi kalau lagi ketawa. Ah manis banget... "

Bawahannya itu tertegun, keningnya tertarik keatas hingga menimbulkan kerutan kecil terlihat menatap heran pada atasnya.

" Kapten, apa anda mendengarkan ku? "

Sang kapten, siapa lagi kalau bukan Hans yang masih betah memandangi seorang dokter cantik dari kejauhan dan tak mempedulikan seseorang sedang memanggil dirinya. Dokter cantik itu taj pernah luput dari pandangannya.

" Hallo, kapten! saya datang untuk melapor, " ucapnya sekali lagi. Namun lagi-lagi fi cuekin oleh sang kapten.

" Merusak pendengaran, begitu berisik. Aku tidak bisa konsentrasi di buat nya... menyebalkan, " gerutu Hans menoleh pada bawahnya menatap kesal karena sudah mengganggu dirinya.

" Apa? " tanyanya dingin.

Bawahnya yang bernama zeo itu menelan ludahnya." Buset dah, kalau orang lagi jatuh cinta mah begitu, " ejeknya kesel.

" Diam lah! Emang kamu mau melapor apa? Serius banget... ganggu aja. "

Zeo memutar bola matanya." Di desa sebelah ada warga yang sakit, namun ia tidak mau di bawa ke tenda. "

Hans menoleh pada Zeo." Lalu apa masalahnya? "

Lag -lagi Zeo memutar bola matanya, emang kalau orang lagi jatuh cinta otaknya menjadi lemot ya? pikir Zeo heran sendiri.

" Ya dia mau berobat lah, masa iya di kubur? Kan belum mati! " canda Zeo malas.

" Ya elu yang kuburnya sendirian... terus saya. harus apa? Kan saya bukan dokter. "

" Astaghfirullah... lama-lama otak sang kapten menjadi lemot ya gara-gara jauh cinta. Heran gue! " batin Zeo menepuk keningnya.

" Di sana ada 3 dokter dari Jakarta, dan ada beberapa dokter lainnya, bukan? Kapten suruh salah satu dari mereka untuk datang ke rumah pasien tersebut, kenapa begitu aja kok susah apa sih? "

Zeo orang yang pertama paling berani dengan Hans, sedangkan yang lainnya hanya patuh dan takut saat berhadapan dengan kapten mereka.

" Terus... kenapa gak kamu aja? Kenapa harus lapor sama saya? "

Astaghfirullah, pertanyaan macam apa itu Hans? sebagai seorang kapten tentu saja akan mendapatkan laporan dari para bawahnya dan tidak mungkin berani bertindak sebelum ada perintah. Jatuh cinta itu bisa membuat orang lupa segala begitu juga dengan Hans.

"Apa aku menerima perintah? " tanya Zeo.

Hans menghela nafasnya panjang." Pergi sana, suruh salah satu dokter di sana pergi ke desa sebelah dan jangan lupa kamu menemaninya ke sana," perintah Hans.

"Siap laksanakan kapten!" Zeo memberi hormat dengan tegak lalu beranjak pergi menuju tenda darurat tersebut.

"Assalamu'alaikum," salam Zeo.

"Wa'alaikumsalam," Nazwa dan yang lainnya mejawab bersama.

"Kamu...."

"Iya, saya Zeo. Dan saya ke sini ada suatu yang ingin saya sampaikan kepada dokter semuanya. Di dewa cukup jauh dari sini ada seorang pasien yang mengidap penyakit, namun beliau tidak mau di bawa ke sini dengan alasan takut naik perahu, 'katanya ', " ujar Zeo memberitahu kedatangannya.

" Apa sakitnya parah? " tanya Nazwa.

" Entahlah, aku tidak memeriksa nya, kan bukan dokter! " jawab Zeo santai.

Nazwa medesah." Baiklah aku yang akan pergi!"

"Hah, dokter seriusan?" Zeo bertanya kurang yakin.

"Iya, aku siap-siap dulu. " Nazwa memasukkan beberapa obat serta peralatan medis lainnya ke dalam tas hitam yang cukup besar yang sering ia bawa ke mana saja untuk berjaga-jaga.

" Tu-tunggu sebentar, saya lapor dulu sama kapten," pamit Zeo.

"Apa kamu juga ikut? " Nazwa bertanya.

" Hem...," jawab Zeo, kemudian ia melaporkan kepada Hans.

"Ada apa? "

" Lapor kapten, saya dan dokter Nazwa akan berangkat ke desa sebelah. Mohon perintah dari kapten," ucap Zeo melaporkan.

"Hem, pergilah... "

" Siap laksanakan." Zeo melangkah, beberapa saat kemudian.

"Eh... apa dia bilang? dokter Nazwa! sial... "

Hans berlari mengejar Zeo.

Setelah keberangkatan...

" Ke mana Zeo?" tanya Nazwa.

"Kenapa kamu menanyakan laki -laki lain saat aku lagi sama kamu?" ketus Hans menjawab tak suka.

Nazwa mengerut. " Tentu aku menanyakannya, bukanya tadi dia yang mau menemani ku pergi ke desa sebelah?"

Hans diam, ia tak menjawab. Tentu saja ia perintahkan Zeo ke pekerjaan lain. Mana mungkin ia melewatkan kesempatan ini. Mana mungkin, pikir Hans tersenyum smirk....

"Em... " Nazwa menghela, ia tak mau lagi bertanya.

Saat ini sedang dalam perjalan menuju ke desa sebelah. Perjalan cukup jauh. Dari kota ke desa memakan waktu cukup lama hingga 2 jam perjalan, apa lagi sekarang ini mereka sedang memakai perahu yang sedang melintas di jalanan. Pertama kali dalam sejarah perahu bisa menyeberang di jalan raya, tentu saja ada airnya karena di sebabkan oleh banjir yang melanda kota tersebut.

Dua jam berlalu, perahu itu berhenti karena air sudah habis di perbatasan. Hans turun lebih dulu, lalu ia mengulurkan tangannya agar Nazwa dapat perpegangan dengannya saat turun dari perahu tersebut.

"Terima kasih."

"Sama-sama. "

Hans dan Nazwa berjalan kaki menuju rumah pasien tersebut. Mereka hanya berdua di tempat yang asing bahkan tak ada salah satu dari mereka yang tau jalan.

" Emang kamu yakin ini jalannya? " Nazwa merasa ragu, jalanan ada dua cabang. Yang satu sebelah kiri dan yang satu sebelah kanan. Dan Hans mengambil jalan sebelah kanan.

" Tidak...," jawabnya singkat.

"Hah... " Nazwa tertegun," jadi kamu gak tau jalan arah rumahnya? astagfirullah, kalau gitu ngapain kamu yang ngikut aku tadi?"

Nazwa tak habis pikir dengan Hans, sudah tau tak tau jalan arah rumah pasien, lalu buat apa laki-laki ini pergi menemani dirinya.

" Apa kamu meragukan ku? " tanya Hans percaya diri.

Nazwa memutar bola matanya malas.

" Lalu di mana rumahnya, kita udah muter -muter loh ini. 20 menit tau gak! " kesel Nazwa. Kakinya sudah lelah, namun rumah pasien masih belum juga di ketemu.

" Apa kamu lelah? "

Nazwa menatap sini," tentu saja aku lelah, pake tanya lagi! "

Hans tersenyum, tanpa aba-aba ia langsung menggendong Nazwa ala pengantin dan melanjutkan perjalanan mereka.

" Kyaaaa, Hans turunin aku." Nazwa meronta.

"Diam lah ... aku tau kamu lelah. Anggap saja aku ini kendaraan yang nyaman," ucap Hans tak mau di bantah.

"Tapi aku bisa jalan sendiri. " Wajah Nazwa merah, jantungnya pun terdengar berdetak saat ini.

" Katanya lelah? aku ini kuat ... jadi biarkan aku menggendong kamu! percayalah, kita pasti seger sampai ke rumah pasien secepatnya. "

Nazwa tak lagi berkomentar, ia diam sambil menyembunyikan wajahnya yang bersemu. Sesaat ia juga dapat mendengar detak jantung Hans yang tak kalah berdetak kencang seperti nya. Ia mendongakkan kepalanya memandangi wajah Hans lekat.

" Kenapa? ada sesuatu di wajahku? " tanya Hans menahan senyumnya.

" T-tidak ada. " Nazwa kembali menyembunyikan wajahnya di dada Hans, malu karena tertangkap sedang memandangi wajah yang tampan itu.

" Aku tau Nazwa suka sama aku, tapi dia malu, " batin Hans dengan PD nya sambil tersenyum manis dan terus melangkah.

1
Alena Apriliana
nggak ngerti alur nya
Faizah Faizah
Kecewa
Faizah Faizah
Buruk
linda defianti
Luar biasa
Sri Purwanti
oppa farhan dan oma megan di novel yg judulnya apa ya... lupa
Fie Lian
Luar biasa
Jennifer Jatam
Lumayan
Jennifer Jatam
Kecewa
Irma Dea
lajut thor
Faiz Aqillah
up nya thor
asmy128
up dong thor
🎶choowie❤🌹🌚
up donk
Ririn Siska
lanjut
🎶choowie❤🌹🌚
lama😭😭😭
listya
lama bgt ya
Anik Kurniawati
kpn nih lanjutnya.....
Anggianurwulansari 200612
thorrr.dimanakah drimuu...sdah lama tdk up...smga shat sllu..n smngat
tar
galanjut kah?
Yedida Woba
akhirnya sembuhlah....😀👍
Yedida Woba
maju terus😀
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!