NovelToon NovelToon
MY BABY

MY BABY

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:252k
Nilai: 5
Nama Author: karmela

Kisah tentang bagaimana Lia dan Ali membesarkan si kembar. Juga Lia yang harus menghadapi masalah dari Franda yang mulai berulah.




"Kak ali mau apa? mau kita pisah? ya udah. Lia juga gak butuh cowok kayak kak ali, gak bisa milih antara istri sama anaknya? lebih milih wanita lain?" Lia kesal.




"Apaan sih Lia, siapa yang mau minta pisah. Aku bukannya ngebelain Franda."



"Terus apa, Franda itu jahat kak, dia pura-pura, mau celakain Si kembar dan mau misahin kita."


"buat apa Lia, dia itu gak tau apa-apa."



"Buat dapetin kakak. Dia pernah cinta kan sama kakak." kata Lia.



Ali terdiam. Franda didepan Ali sangat polos, tapi dibelakang Ali ingin melakukan apapun untuk memisahkan Lia dan Ali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon karmela, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 22

"Bentar ya sayang, kak nathan panggilin dokter. Ya? kakak minta mama aja apa buat telpon dokter yang biasa periksa kamu."

 

 

Nathan yang tadinya ingin menyuapi lia, menaruh kembali piring makannya. Nathan mengusap puncak kepala lia. Baru dia akan pergi, lia menahan tangan nathan. Lia menggrleng, lia malah makin menangis. Lia takut ketahuan, kalau dia gak hamil, lia takut kehilangan nathan. Lia gak mau.

 

 

"Lia nangis karena kakak mau pisahin mama sama papa. Jangan kak, lia mohon." pinta lia meraih tangan nathan, menggenggam kedua tangan nathan. Lia bahkan makit terisak.

 

 

"Ya kak, plisss... lia gak bisa liat mama sama papa pisah. Ya kak, pliss..." lia menangis meminta pada nathan.

 

 

"Kak nathan, jangan bikin mama sama papa pisah."

 

 

"udah jangan nangis. Aku gak akan minta mama sama papa kamu pisah, aku gak akan pisahin mereka." Nathan mengusap air mata lia.

 

 

"Maafin kakak, kakak cari cara lain buat mama kakak bahagia. Ok. Jangan nangis lagi." Nathan lagi. Lia masih tak bisa berhenti menangis. Nathan memeluk lia yang berbaring, mengecup keningnya.

 

 

"Jangan nangis, maafin kakak." bisiknya, kemudian mencium pipi lia.

 

 

"Janji ya kak?" pinta lia lagi. Nathan mengangguk. Didepan lia, iya. Tapi didepan mamanya, entah nanti.

 

 

***

 

 

"Oma, nathan harusnya besok pulang kan ke paris, dia kan udah janji bakalan sempetin singgah bentar di paris?" tanya angel yang datang membawakan obat untuk oma.

 

 

"Iya ngel, tadi sih oma sempet telpon, tapi kok bilangnya liat lia ya? apa dia di singapur apa gimana?" kata oma jujur, oma mengambil minuman dan obatnya. Oma meminum obatnya.

 

 

Angel hanya diam. Bukannya berdasarakan kesepakatan nathan dan angel, mereka akan selalu mengabari, saling memberitahu rencana masing-masing. Tapi nathan tak mengatakan apapun.

 

 

'Kamu mulai membantah nathan, kamu mulai berani.' batin angel kesal.

 

 

"Kayaknya sih nathan lagi ngecek keadaan lia apa ya? kan harusnya sudah dua bulan, sejak nathan dan lia melakukan itu, mungkin oma sudah bakalan punya cucu." kata setelah minum obatnha, oma sangat antusias membayangkannya. Menimang cucu.

 

 

"Oma, angel gimana? angel mau alex balik sama angel?" tanya angel pada oma. Karena ketika angel ingin mengeluarkan vidio itu, untuk mengancam, oma yang paling tak setuju, seperti dugaan lio.

 

 

"Angel, jangan sampai sentuh dan libatin lia, atau saya akan marah sekali sama kamu, coret kamu dari daftar keluarga saya."

 

 

Angel ingat sekali kata-kata oma. Oma diam dan memikirkan rencananya.

 

 

"Tunggu sebentar angel, oma mau lia, mau lia aman, kamu mau alex kan, dengan aman juga. Kita ganti rencana, saya gak mau ada apa-apa dengan lia dan calon cucu oma yang mungkin sudah ada di perut lia, angel." kata oma.

 

 

Angel kesal. Sudah dua bulan, angel menahan hasratnya ingin mengeluarkan vidio itu dan boom. Tapi malah dilarang oma. Angel tersenyum dan segera keluar, tapi angel tak mau menyerah dan menuruti oma begitu saja. Angel akan melakukan sesuatu dengan caranya sendiri, diam-diam dan dengan bersih. Supaya oma tak tau kelakuannya. Seperti kebohongannya selama ini.

 

 

Nath, jangan lupa sama rencana kita. Kamu sayang kan sama mama. Oma bilang kamu mengawasi lia, kamu di singapur dan kamu gak bilang apa-apa tentang rencana kamu, nathan. Kamu tega sama mama nathan, kamu mau berbalik menghianati mama kamu nathan, mama yang sudah berjuang mati-matian untuk melahirkan kamu.

 

 

Angel mengirimkan pesan ke ponsel nathan.

 

 

***

 

 

Nathan menatap lianya, yang sudah mulai tertidur pulas, memintanya menemani dan tak mau makan. Nathan membuka ponselnya dan membaca kembali pesan mamanya.

 

 

Jangan jadi anak durhaka, nathan.

 

 

Pesan mamanya lagi. Nathan lupa dia memberitahu oma secara tak langsung tadi dan sudah sampai ditelinga mamanya. Nathan mengusap kembali kepala lia, dia beranjak dan perlahan keluar setelah menyelimuti lia.

 

 

"Ali, lia mana?"

 

 

Ara yang baru kembali dari supermarket langsung naik ke lantai dua untuk mengecek lia yang tadi meninggalkan meja makan begitu saja.

 

 

"tidur ma, tapi gak mau makan tadi." jawab Ali dan menyimpan ponselnya.

 

 

"Ma, Ali mau ke rumah bentar, Ali ada kerjaan sebentar, nanti Ali balik lagi, boleh?" tanya Ali pada ara.

 

 

"Iya. Gak apa-apa. Biar mama yang jagain lia."

 

 

Nathan langsung kembali ke rumahnya, depan rumah alex. Nathan masuk ke kamarnya dan mencoba menelpon sang mama, pekerjaan yang nathan maksud yang diskusi dengan mamanya. Tapi nathan bingung, bagaimana dia harus berbuat?

 

 

Alex melarang nathan memberitanu tentang ini. Kalau sampai mamanya tau, dia gak akan diperbolehkan bertemu dengan lia dan anaknya, mungkin sampai lahir dan besar. Nathan gak mau.

 

 

"Halo ma."

 

 

Telponnya baru diangkat sang mama. Nathan langsung menjelaskan semuanya.

 

 

"Nathan cuma ngawasin lia ma, maafin nathan, nathan sedikit rindu. Nathan juga baru kali ini disini." kata nathan, berbohong.

 

 

Nathan sudah lama, sudah sering, sampai nekat beli rumah dengan harga mahal karena lokasinya.

 

 

"Mama mau nathan gimana?" tanya nathan pada angel.

 

 

***

 

 

Angel di kamarnya, mengunci kamarnya dan menelpon nathan.

 

 

"Jalanin rencana awal kita nathan. Kamu jangan lupain itu. Kita udah gak bisa pakai..."

 

 

"Tunggu, mama bisa, cuma ngancem. Mama bisa." angel kembali memutar otaknya.

 

 

"Kamu yakinin mereka, kalau mama itu bisa nekat ya."

 

 

"Ma, tapi-"

 

 

Nathan baru ingin protes tapi telponn angel sudah dimatikan. Nathan gelagapan, kalau mama beneran tau semuanya, mungkin mamanya bisa nekat sebarin vidio, begognya gak Nathan hapus.

 

 

Iya, hapus. Nathan akan kembali ke paris dan menghapusnya. Malam ini juga dia harus kembali ke paris. Tapi lia? kalau lia tau dia mau ke paris, gimana?

 

 

Nathan kembali datang ke rumah Lia. Sudah malam dan di rumah lia baru akan makan malam, kebetulan nathan juga belum sempat makan karena ngurusin packing ke paris.

 

 

"Ma, Pa," Nathan menghampiri alex dan ara, seperti kebiasaan lia dan lio, alex jadi cium tangan keduanya.

 

 

"Lia mana ma?" tanya nathan pada Ara.

 

 

"Masih di kamar, sekalian suruh makan ya ali, minta tolong. Dari bangun tadi siang, gak mau mama suruh makan." Kata ara yang membuat alex khawatir. Alex juga baru pulang sore, langsung mandi belum sempet tanya atau cek keadaan lia.

 

 

"Kenapa lia?" tanya alex.

 

 

"Gak tau, kayaknya gak enak badan." singkat ara memgambilkan makanan untuk alex.

 

 

"Kita cek ke dokter aja, gimana?" tanya alex pada ara.

 

 

"Nanti aja tanya anaknya mau gak diajak ke dokter, tau sendiri lia paling benci ke dokter." kata ara yang ikut duduk menemani alex.

 

 

Sementara nathan yang sudah mandi sore tadi, juga ganti pakaian, masuk ke kamar lia untuk membujuk lia makan.

 

 

"Lia, makan yuk. Dari siang kata mama kamu belum makan? gak mau makan?" Nathan menghampiri lia yang duduk disamping ranjang dan melihat ponselnya.

 

 

"Ngapain kakak kesini. Liat." Lia menunjukan ponselnya, dimana angel mengirimi vidionya lengkap dengan ancaman.

 

 

Dibawah juga sama, ketika mereka sedang makan, ponsel alex berdering, sebuah vidio masuk, lio yang sedang jalan dengan teman-temannya pun sama, mereka membuka vidio itu.

 

 

Kalau sampai besok alex gak sama aku. Aku sebar vidio ini.

 

 

Itu kata yang angel tulis bersamaan dengan vidio itu. Lia tak percaya menatap nathan, nathan kesini pasti cuma mau jemput papanya dan mengawal papa ke mamanya, angel.

 

 

"Kakak jahat. Kata kakak apa, kakak janji gak akan pisahin mama sama papa " kepala lia benar-benar pusing hingga pingsan..

 

 

"Lia." Nathan membenarkan posisi lia. Dia mengambil ponsel lia, membaca pesannya dengan kesal. Kenapa mama main bertindak dulu. Nathan sedikit tak terima mengingat lia hamil, nathan gak mau lia kenapa-napa?

 

 

wah, auk ahh.

kepala lia pusing.

1
arfan
up
gus priana
lanjut thooor
Ssaeda Aditia
buat ali menyesal seumur hidupnya... kasih tau orn tua lia lio gmna kcewanya mlihat anak kandung sndri dinodai sama anak yg dlu dia syang
Ssaeda Aditia
klo bisa jngn sma ali...cri yg lain aj pengganti ali biarpun nnti punya ank dri ali
Ssaeda Aditia
ali itu siapanya alex.. tdi bilng alex pas melihat 3 orng yg disayang hnya kurng 1 ali alex teringt ali.. apa ali anak alex atw gmna ...
yayas06
thorr, cerita ini kok gak dilanjut lg?
Arwondo Arni
semoga si kembar baik2 saja dan kebusukan Franda kebongkar jgn sampai rmh tangga Lia dan Ali berpisah
Mike
lha sampai sekarang belum ada lanjutannya
Siti Hairiah
lanjut pnsaran dengan s kembar
Yasmin Jamilah
ga ngerti aku alurny
miella
gue yg dengernya aj saqt hati ya...jgn di temuin dlulah sampe anaknya udh besar
Siti Aisyah
masih ada kelanjutan nya kan thor .
Tina Chu
like
My Heart
like
My Heart
like
Mike
lho kok update terbaru lama yach😭😭
Jihan Gur Vinna
lanjut
Merry Mardiana
lanjuttt
hahahaha wow
lanjut thor semoga kembar baik baik saja ya thorr🥰😭
yayas06
next dong thorr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!