NovelToon NovelToon
Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Di Sini Ada Arwah, Di Sana Ada Polisi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Action / Mata Batin
Popularitas:33.1k
Nilai: 5
Nama Author: Ichageul

Nino dan Asep harus mengungkap peristiwa pembunuhan berantai yang semua korbannya adalah wanita.

Musuh kali ini adalah seorang pembunuh yang kejam, licik, dan cerdas. Mereka berpacu dengan waktu untuk mengungkap pelaku sebelum lebih banyak korban berjatuhan.

Disclaimer:
Seluruh tokoh, tempat, dan peristiwa dalam novel ini adalah fiksi. Apabila terdapat kemiripan dengan orang, tempat, atau kejadian nyata, hal tersebut murni kebetulan.

Novel ini mengandung adegan kekerasan dan pembunuhan yang ditujukan untuk kepentingan cerita. Tidak dimaksudkan untuk mendorong atau membenarkan tindakan tersebut.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ichageul, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Jejak Sang Kekasih

“Prisa merasukimu lagi?” tanya Asep pada Gilang. Pemuda itu hanya menganggukkan kepalanya. Dia masih kesal dengan kejadian di mal beberapa waktu lalu.

“Bagaimana kejadiannya?” tanya Nino.

Gilang hanya diam membisu. Selain pemuda itu masih merasa kesal, dia juga tidak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi waktu dirinya kerasukan. Gilang tidak bisa mengingat apa pun selain yang diceritakan satpam di mal.

Akhirnya Nilan yang menceritakan semuanya. Arwah wanita itu menyaksikan semua yang dilakukan Prisa.

Nino dan Asep melongo mendengar cerita Nilan. Keduanya beberapa kali saling pandang karena begitu terkejut mendengar penuturan Nilan.

Setelah Nilan selesai menyampaikan cerita Prisa, suasana hening sejenak. Namun kemudian ruangan dipenuhi suara tawa.

Bukan hanya duo kancing cetet itu yang tertawa, tapi Ahqam dan Eris ikut tertawa juga. Bahkan suara tawa Ahqam terdengar paling keras.

Wajah Gilang terlihat semakin masam saja. Pemuda itu mendengus kesal. Rupanya Nino dan Asep sama sekali tidak berempati padanya.

“Qam, kenapa Gilang bisa gampang kerasukan arwah?” tanya Asep.

Pria itu penasaran saja. Dua kali Gilang kemasukan arwah Prisa. Dulu, dia tidak pernah mengalami apa yang Gilang alami.

Hanya Nino yang pernah kerasukan arwah Fajar, itu pun Fajar meminta ijin lebih dulu. Namun berbeda dengan Gilang. Prisa merasukinya tanpa permisi.

“Itu karena awalnya dia kerasukan juga waktu lihat kegiatan ruqiyah masal. Ibaratnya hacker, waktu meretas sistem, dia meninggalkan backdoor supaya bisa masuk lagi ke sistem kapan saja.”

“Gaya banget bahasanya, backdoor,” ledek Asep.

“Ya gaullah. Sebagai penyidik, kan harus pintar.”

“Siapa penyidik? Ngaku-ngaku aja,” kesal Asep.

“Kalau aku nggak bantu, belum tentu kalian berhasil menangkap penjahat.”

“Kalau merasa jadi penyidik, harusnya inisiatif melakukan penyidikan. Bukan harus dipaksa pakai perang urat saraf dulu.”

Mata Ahqam melotot pada Asep. Tak mau kalah, Asep balas melotot. Eris langsung menenangkan kekasihnya ini.

Nino yang pusing melihat perdebatan keduanya langsung mengeluarkan celetukan. “Udah, ribut mulu lo berdua. Benci tapi cinta.”

“Najis!” jawab Asep dan Ahqam bersamaan. Tak ayal Nino dan Eris tertawa mendengar jawaban kompak keduanya. Puas tertawa, Nino kembali fokus dengan pembicaraan mereka tadi.

“Jadi Prisa merasuki tubuh Gilang waktu dia melihat kekasihnya?” tanya Nino.

“Iya.”

“Siapa namanya?”

“Rian.”

Sedari tadi hanya Nilan yang menjawab pertanyaan. Prisa sedari tadi memilih diam. Suasana hati arwah wanita itu masih belum membaik.

“Apa kamu masih ingat wajahnya?”

“Iya. Usianya sekitar 29 atau 30 tahun. Tubuhnya tinggi, mungkin sekitar 180 sentimeter. Kulitnya kuning langsat, wajahnya tampan, rambutnya pendek warnanya agak kecoklatan, hidung mancung, bibir bawahnya agak tebal dan ada tahi lalat di keningnya, di atas alis sebelah kiri.”

“Prisa … apa kamu bisa menceritakan lebih banyak soal Rian?” Asep melihat pada Prisa. Namun arwah wanita itu hanya diam membisu.

“Apa kamu mau tetap seperti ini? Apa kamu tidak mau tahu bagaimana kamu bisa terjun dari rooftop?” cecar Asep.

“Aku lagi nggak mood,” jawab Prisa sambil menangis.

“Lebay banget. Kamu dan pacarmu sudah berbeda dunia. Wajar aja kalau pacar kamu nggak mengenali kamu lagi. Apalagi kamu masuk ke tubuh Gilang.

Coba kamu bayangkan bagaimana jijiknya pacar kamu saat ada laki-laki lain mengatakan cinta, memeluknya di depan umum?”

“Kamu harus fokus, Prisa! Kami sudah mendapatkan informasi tentang kematianmu,” timpal Nino.

Ucapan panjang lebar Asep semakin membuat Prisa menangis. Namun apa yang dikatakan pria itu tidak salah. Perlahan tapi pasti, Prisa sudah bisa tenang. Arwah wanita itu menenangkan diri sejenak sebelum mendengar penjelasan Nino.

“Maaf, aku terbawa emosi. Apa yang kalian dapat tentang kematianku?”

“Prisa, apa kamu mengonsumsi narkoba?”

“Nggak! Jangankan narkoba, aku nggak pernah minum minuman keras dan merokok. Memangnya kenapa?”

“Dalam darahmu terdapat kandungan zat LSD. Zat ini menyebabkan halusinasi pada orang yang mengonsumsinya. Kemungkinan terjunnya kamu dari rooftop karena dalam pengaruh zat ini.”

Prisa langsung terdiam. Seumur-umur dia belum pernah mencicipi narkoba. Lalu bagaimana zat itu bisa masuk ke dalam tubuhnya.

“Ada satu lagi. Apa kamu tahu kalau kamu sedang hamil?”

Perkataan Nino kali ini langsung menarik perhatian semua yang ada di ruangan kecuali Asep. Gilang yang sedari tadi terkesan ogah-ogahan menyimak jalannya pembicaraan, kini mulai menaruh perhatian.

“Prisa, apa benar kamu sedang hamil?” tanya Nilan memastikan.

“Iya. Aku baru tahu seminggu sebelum kematianku.”

“Apa kamu sudah mengatakannya pada Rian?”

“Sudah. Tapi karena dia sedang di luar kota, makanya kami belum bisa bertemu. Dia bilang masih lama berada di luar kota. Mungkin sekitar sebulan.”

“Tapi kalau dia lama di luar kota, kenapa kemarin bisa bertemu di mal?” tanya Nilan.

Pertanyaan Nilan menyadarkan Prisa. Saking bahagianya bisa melihat Rian lagi, arwah wanita itu melupakan apa yang dikatakan Rian beberapa waktu lalu.

“Siapa nama lengkap kekasihmu?” tanya Asep membuyarkan lamunan Prisa.

“Rian. Rian Prakasa.”

“Apa pekerjaannya?”

“Dia itu CEO.”

“CEO perusahaan apa?”

“CEO … dua ribu toko.”

“Kok nggak aneh dengar kata-kata ini. Pernah dengar di mana ya,” gumam Asep sambil berpikir. “Maksud kamu, nama perusahaannya dua ribu toko?” tanya Asep memastikan.

“Nggak tahu juga.”

“Kamu ketemu dia di mana?”

“Pas dia lagi live TokTok, jualan produk. Aku masuk ke siarannya. Aku bahkan sempat beli beberapa barang yang dijual sama dia.”

“Dia jualan apa?”

“Macam-macam. Ada pembersih wajah, jus, vitamin, bedak, lipstick, beha.”

“Buset, ada ya CEO yang masih sempat live jualan,” celetuk Gilang.

“Oke, jadi awal ketemu pas dia live jualan?” potong Nino agar pembicaraan tidak melebar ke mana-mana.

“Iya.”

“Terus?”

“Aku DM akun TokTok-nya. Dari sana kita mulai kenalan, dekat dan janjian ketemu. Kebetulan dia tinggal di kota ini juga. Sejak saat itu kita mulai pacaran.

Tapi dia nggak mau hubungan kita diketahui publik. Katanya nggak mau aku jadi sorotan karena dia kan lumayan terkenal di TokTok.”

“Biasanya kamu ketemu dia di mana?”

“Kadang kita bertemu di kafe, jalan-jalan di mal atau sewa kamar hotel.”

“Kamu nggak tahu di mana rumahnya?”

“Nggak.”

“Kamu tuh perempuan, kok ceroboh banget. Hubungan kalian pasti sudah sangat jauh sampai kamu hamil begini. Jangan-jangan dia yang bunuh kamu karena nggak mau bertanggung jawab atas kehamilanmu,” tutur Eris panjang lebar.

Refleks Nino melihat pada hantu wanita itu. Selama beberapa tahun menemaninya memecahkan kasus, Eris menjadi semakin peka dan terasah instingnya.

Kadang tanpa disuruh, dia sudah berinisiatif menyelidiki sesuatu. Berbeda dengan Ahqam yang harus selalu diperintah.

“Karena aku cinta dia,” jawab Prisa pelan.

“Cinta boleh, bego jangan,” ujar Eris lagi. Nada suaranya terdengar kesal kali ini.

“Oh ya, aku baru ingat,” celetuk Nilan. “Waktu Prisa masuk ke tubuh Gilang, dia sempat bilang kalau dia Prisa. Dan Rian kelihatan kaget banget. Dia sempat bilang ‘Nggak, nggak mungkin. Prisa sudah mati’. Kalau dia di luar kota, nggak mungkin dia sudah tahu soal kematianmu, kan?”

Penuturan Nilan semakin membuat kecurigaan Nino dan Asep mengarah pada Rian. Sebelumnya mereka memang sempat berpikir ke sana setelah mendapat informasi kehamilan Prisa dari dokter Bagas.

“Apa nama akun Rian?” tanya Nino.

“rian underscore syah97.”

“R-nya huruf besar atau kecil?”

“Kecil.”

“Terakhir kali kalian mengunjungi hotel apa?”

“Hotel Cendana. Kita selalu ke sana.”

“Baiklah, cukup untuk sekarang. Gilang, lebih baik kamu istirahat.”

“Iya, Pak.”

“Dan Prisa, ingat! Kamu nggak boleh sembarangan lagi merasuki tubuh Gilang.”

“Iya.”

Gilang segera masuk ke dalam kamar. Tubuhnya memang masih terasa lemas efek Prisa yang merasukinya.

Sementara Nilan mengajak Prisa ke tempat lain. Di ruang tengah hanya tinggal Asep. Nino, Eris dan Ahqam.

“Apa yang kamu dapat tentang Prisa?”

“Tidak banyak. Dia sama seperti mahasiswi lainnya. Hanya saja Prisa memang tidak banyak memiliki teman di kampus. Dia lebih banyak punya teman di dunia maya. Mungkin itu yang menyebabkannya bisa cepat akrab dan percaya pada Rian.”

“Coba kamu datangi hotel Cendana. Siapa tahu ada yang mengenalinya.”

“Apa aku boleh mengajak Ahqam?”

“Tentu saja.”

Senyum Ahqam langsung merekah. Akhirnya dia bisa melakukan penyidikan berdua dengan kekasih hati.

Asep hanya memutar bola matanya saja. Dia paling kesal melihat khodamnya bersikap bucin pada kekasihnya.

Sepeninggal Ahqam dan Eris, Nino segera menghubungi Pradipta. “Halo,” terdengar suara Pradipta dari seberang.

“Selidiki akun TokTok dengan nama rian_syah97. Cari tahu semua tentang dia, alamat, keluarga dan apa saja kegiatannya akhir-akhir ini.”

“Baiklah,” jawab Pradipta tak bersemangat.

“Aku tunggu hasilnya besok!”

Tanpa menunggu persetujuan Pradipta, Nino langsung mengakhiri panggilan.

***

Kenapa ada CEO di mari?🤣✌🏻

1
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
tersepona ga tuh
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
hehhhh kau tuh hantuuuuu
@$~~~tINy-pOnY~~~$@
pria siapa
nayla tsaqif
Q mikirnya visual aqham itu kayak jin nya aladin thor,, tinggi besar, botak warna biru,, 🤭
Munas Tuti
ada2 ajhaa Achqom, pake ganti wajah....jurig mah jurigg wee 😄😄
Cucun Sukmawati
bisa bisanya si ahqam berubah jadi Tom Cruise,,🤣🤣🤣
yula
💪💪💪💪💪thor
Nawang Kasturi
sa AE si ahqam🤣🤣
Sari Hastuti
apartemen pelaku smaa pradipta smaa y,,
Erchapram
🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
Effort juga si ahqam🤣🤣🤣
sakura hanae @ mimie liyana❤️
😫AMNESIAAAA... streess lue pRisa😭🤣🤣🤣🤣
♋Ichageul💞
Lihat di cover🤣
Teti Usmayanti
pelakuny pintar, sangat profesional dan totalitas ya.. sprt belut. tp namany bangkai tertutup rapat akan tercium bauny. tenang asep dan nino pst akan ada temu titik terang mencari pelaku pembunuhan. by the way, jung kok itu di jadiin sandera sm pembunuh bertopeng. karena sdh lihat muka pembunuh bertopeng itu. apa2 jgn pembunuh bertopeng itu melakukan pembunuhan buat ritual dia ato buat hobi aja. ehm.. msh bnyk misteri yg blm terpecahkan.
Teti Usmayanti
🤣🤣 kykny cuma nino doank yg bisa menistakhan aqham 😄🤭. tuh eris, aqham berubah wujud jd tom cruise tambah ganteng.
tehNci
Tuuh di dalam tas ada drone sama laptop. Tergerak gak, hati Nino melihat kedua benda itu di tas si pembunuh? mungkinkah itu bukti awal yg bisa membongkar identitas si topeng Rahwana?
tehNci
Mission impossible nya Eris udah Dateng...tapi sekarang udah gak impossible lagi. Udah sangat possible kalo Eris makin cinta sama ahqam😅😅😅
tehNci
Lha....sebelum Asep dan Nino dibuang ke gunung Kawi, elu duluan yg dibuang ke kebun jengkol sama Abah Ade, trus gak bisa keluar dari sana karena kekuatan Abah Ade. Sampe mati kamu terpenjara di kebun jengkol Abah ade🤣🤣🤣
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
cehhh ......
aaciieeeee.....
Ahqam cosplay jd Tom Cruise...emmhh biar Eris makin semakin...huweee /Puke//Facepalm/
⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🤎⃟dí́ժαհᄂ⃟ᙚ🥑⃟𝐐⃟❦♬⃝❤
ahahahahhaha..ada yg nepsong eungg di ghibahin..... Ahqam ooo Ahqam /Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!