NovelToon NovelToon
Jeritan Hati Arumi

Jeritan Hati Arumi

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Misteri
Popularitas:508
Nilai: 5
Nama Author: bidadari

“ Hidup itu harus di jalani saja ”


Perkataan itu. Membekas di telingaku suara hangat nenek yang memberitahu ku bahwa hidup harus ku jalani dengan ikhlas


Namun waktu cepat berjalan, sehingga aku muak dengan perkataan seperti itu bagi mereka seorang gadis yang tidak berkecukupan harus di perilaku kan berbeda karena dia tidak mampu untuk apapun.



Terkadang kita lelah untuk menjadi orang yang baik, entahlah aku hanya letih menjadi seorang wanita yang baik dan di pandang sebelah mata sama semua orang.





— Jeritan Hati Arumi —

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon bidadari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 22 Belajar kembali

" Aku bawakan kamu sarapan lagi, mau makan atau tidak? " Tanya Samudra yang biasa datang ke tempat kerja Arumi wanita itu berkerja di salah satu supermarket jadi kasir

" Kamu kenapa tinggal kan aku kemarin?, aku nyariin kamu? " Cecar Arumi wajahnya begitu masam sekali. Samudra menyengir kuda " Mama telepon aku katanya, abang dari luar negeri pulang " Sahut Samudra Arumi berhambur ke pelukan lelaki itu.

" Jangan pergi lagi!, aku takut "

" Setahu aku yang ngga akan pergi itu Tuhan Arumi, aku pasti akan pergi " Kata Samudra membuat Arumi mendongak menatapnya tajam. " Kenapa kamu selalu bicarakan Tuhan? " Wajahnya masam

" Kamu mau tahu, Sebaik-baik manusia itu seharusnya berbicara tuhan setiap hari maksimal dua kali sehari. Agar kita tidak lupa tempat kita kembali " Jelas Samudra mengurai pelukan mereka

" Aku tidak pernah akan lupa sama tuhan! " Kilah Arumi sembari menjatuhkan bobotnya di bangku plastik.

" Kalau kamu tidak lupa mengapa kamu tidak kembali, kepadanya Arumi? " Tanya Samudra polos menambah luka di hati Arumi

" Aku lapar makanan apa yang kamu, bawa untukku? " Tanya Arumi sembari menatap kotak yang Samudra bawa. Ia mengalihkan pembicaraan membuat Samudra menghela napas berat, " Kalau udah siap belajar kembali, bilang ke aku ya " Kata Samudra

" Aku lapar! "

" Aku bawa Kare! " Sahut Samudra dengan sabar ia menanggapi Arumi yang nampak masih, trauma dengan masa lalu ia memperhatikan wanita itu makan — begitu menikmati sekali. " Kamu ngga makan? "

" Udah kenyang "

***

Suara adzan maghrib menggema di seluruh kota kecil tersebut, menghangatkan hati Arumi ia menoleh ke Samudra yang sedang duduk di samping selepas kerja tadi ia meminta di temani makan nasi goreng langganan nya ke Samudra.

Arumi memilin jemarinya, " Kalau aku belajar kembali menerima diriku, apakah tuhan akan menerima ku kembali? " Tanya Arumi suaranya tersendat penuh kesedihan

Samudra menatap lekat manik itu, membuat kehangatan yang tetiba menjalar hingga ke atas kepala Arumi. " Tuhan ngga pernah cari yang paling suci, Tuhan cari makhluk nya yang paling bersungguh-sungguh untuk berubah jadi lebih baik! " Sahut Samudra tenang bagaikan sebuah laut yang menenangkan.

Arumi menekan dadanya, hatinya berdesir kala mendengar setiap tutur kata yang tersampaikan dari lelaki itu. Membuat hatinya merasa yakin

" Rumi kembali lah ke jalannya! " Pinta Samudra membuat Arumi menundukkan kepalanya kejadian yang begitu membuat dirinya hancur, terulang bagaikan film usang — sakit, jijik, hina itu ia rasakan

Ia mengepal tangan nya air mata mengalir deras. Ucapan sang nenek sebelum meninggal terlintas di benaknya agar ia tidak pernah meninggalkan agamanya dan Tuhan nya, " Kalau aku berhenti, aku sama aja kaya mereka.. Tapi kalau aku maju " Arumi terhenti ia menatap ke arah kubah masjid yang ada di dekat sana, kubah itu bercahaya lantunan ayat suci terdengar di telinga nya

" Aku malu sama tuhan, aku terlalu berdosa- aku melakukan dosa yang sulit diampuni! " Lanjutnya dengan suara serak

" Arumi percaya lah tuhan itu, maha pengampun " Sahut Samudra ia tidak memaksa ia hanya menasihati nya agar tidak tersesat Arumi tersenyum tipis.

" Kamu benar, Tuhan maha pengampun! " Cakap Arumi pelan

Ia menyeka air mata yang membasahi pipinya, Kakinya berdiri tegak matanya berbinar menatap masjid.

" Aku akan kembali tuhan, terimakasih banyak kau masih memberikan aku kesempatan untuk — meminta ampun kepada mu " Kata Arumi dengan air mata yang mengalir

" Hidayah itu terbuka lebar. Untuk siapapun Arumi mari! " Sahut Samudra menepuk pelan bahu Arumi. Wanita itu berhambur kepelukan lelaki itu " Terimakasih kamu sudah menasihati ku, aku benar-benar berterimakasih " Ucapnya

" Sesama seorang muslim kita harus saling menasihati satu sama lain, agar tidak terjebak di jalan yang sesat " Jelas Samudra Arumi mengeratkan pelukan itu.

" Aku bersyukur bertemu kamu "

" Aku juga "

\*\*\*\*\*

_𝘴𝘦𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘳𝘬𝘢𝘵𝘢 : 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘯𝘨𝘨𝘶 𝘩𝘶𝘫𝘢𝘯 𝘳𝘦𝘥𝘢 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘦𝘵𝘪𝘢𝘱 𝘵𝘦𝘵𝘦𝘴 𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵𝘮𝘶 𝘵𝘦𝘯𝘨𝘨𝘦𝘭𝘢𝘮._

“ 𝘈𝘳𝘶𝘮𝘪 𝘗𝘶𝘵𝘳𝘪 𝘡𝘢𝘪𝘯𝘢𝘭 ”

1
Emily
lanjut thour
Emily
curiga samudra itu arwah
bidadari: 🙂🙂 baca terus ya ka
total 1 replies
Emily
laila pemuja syaiton
Emily
wah udah murtadkah keluarga adrian
Emily
Innalillahi wainnailaihi rojiun ya thour
Emily
kenapa obatnya gak disimpan di saku malah di tenteng tenteng
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!