NovelToon NovelToon
27 Hari Setelah Melahirkan

27 Hari Setelah Melahirkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa pedesaan / Cerai / Ibu susu
Popularitas:388.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Septi.sari

Ibarat luka jahitan saja belum sepenuhnya kering. Tepat 27 hari setelah kematian bayinya, Hana dikejutkan dengan surat gugatan cerai yang Dzaki layangkan untuknya.

Status Whatsaap Mona-sahabat Hana, tertulis "First day honeymoon". Dan Hana yakin betul, pria menghadap belakang yang tengah Mona ajak foto itu adalah suaminya-Dzaki.

Sudah cukup!

Hana usap kasar air matanya. Memutuskan keluar dari rumah. Kepergian Hana menjadi pertemuanya dengan sosok bayi mungil yang tengah dehidrasi akibat kekurangan Asi. Dengan suka rela Hana menyumbangkan Asinya pada bocah bernama~Keira, bayi berusia 2 bulan yang di tinggalkan begitu saja oleh Ibunya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Septi.sari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22

Dua mobil melaju. Mobil Danish membawa Hana serta baby Keira. Sementara mobil Lukman membawa Bu Ana, dan Bik Inem.

Dalam dekapan Hana, bayi 2 bulan itu menggeliat, mencari posisi nyaman dalam tidurnya. Hana tatap, senyumnya begitu lembut, terasa lebih menenangkan dari pada kenyataan.

Sementara Danish, pria itu fokus lurus pada kemudinya. Tak lama itu, suara dingin penuh penasaran, mulai berdesis rendah. "Sejak kapan dia datang ke rumah sakit?"

Kalimat yang ditujukan untuk Hana. Namun wanita itu tak begitu merasakan, lebih fokus menatap Keira sambil bergumam kecil.

Danish menoleh. Dahinya berlipat-lipat dalam, kembali menatap depan sambil mencengkram kuat setir mobil. "Hana!" suara itu meninggi.

Hana baru menoleh. Menengadah, wajahnya cukup tersentak. "Pak Danish panggil saya?"

"Iya! Saya tanya, sejak kapan pria itu datang ke rumah sakit?" kalimat pengulangan itu tersirat rasa kesal yang Danish ledakan dalam suaranya.

Hana mencoba memahami. Pria itu? Hana mengulang kalimat Bosnya, namun siapa yang di maksud pria itu. "Maksud Pak Danish, Mas Lukman?" tebaknya dengan suara rendah.

Danish tak lagi menjawab, berarti jawaban Hana tepat. Sambil menghela napas panjang, Ibu susu itu mulai berkata, "Mungkin 1 jam setelah saya tiba, Pak! Sebentar, deh...." Hana memiringkan tubuhnya, dahinya ikut mengernyit. "Bapak sensi banget sih sama Mas Lukman. Padahal 'kan dia lucu... Nggak kaku!"

Danish menoleh kembali. "Kamu menyinggung saya? Kamu pikir saya nggak bisa lucu?" jawabnya kembali menatap depan.

Hana mengendikan bahunya acuh. "Ya... Mana saya tahu? Kan saya ikut Pak Danish baru 2 hari ini. Tapi setahu saya... Bapak itu kaku. Kasar. Dingin. Nggak kaya Mas Lukman!"

Danish menelan kasar ludahnya. Wajahnya sudah menekuk, menoleh bengis kearah Hana, lalu semakin menancap gas sekencang mungkin.

Jantung Hana mulai kembang kempis. Ia reflek menegur Bosnya, sebab dalam mobil itu tidak hanya dirinya dan Danish, tapi juga ada baby Keira.

"Pak, turunkan gasnya. Kasian Keira!" pekik Hana menajamkan matanya.

Danish tersadar. Perlahan namun pasti, ia mulai menetralkan kemudianya. "Makanya, jangan bandingkan saya dengan pria belok itu!"

Hana hanya mampu menghembuskan napas lega. Ia tak lagi menanggapi, namun memilih memalingkan wajah ke jendela mobil. "Dasar, egois! Pantes aja di tinggalin istrinya," gumam Hana cukup sengit.

"Kamu mengumpati saya, Hana?"

Hana menelan ludahnya. Wajahnya terkejut, lalu mencoba memejamkan mata demi menghindari pertikaian itu.

*

*

Dua mobil tadi sudah berhenti didepan kediaman keluarga Morez.

Hana cukup terpukau menatap rumah mewah didepanya bak istana. Sambil masih menggendong Keira, Hana mulai berjalan masuk bersama Bu Ana. Sementara Bik Inem bersama pelayan lainnya sibuk membawa beberapa barang tadi ke dalam rumah.

"Mas... Kok Keira di susuin Hana? Emangnya Mbak Rani pergi kemana?" Lukman cukup tersentak, kala Danish tiba-tiba berhenti.

Wajah pria itu sangat kaku. menatap lurus ke depan, suara dinginya menusuk gendang telinga sang adik. "Setelah memutuskan keluar rumah, dia bukan lagi Istriku!"

Lukman cukup tersentak. Kalimat Danish bukan hanya sebuah penegasan, melainkan luka yang tak ingin ia tonjolkan lagi. Kepergian Rani sukses membuat sikapnya menjadi lebih dingin, kaku, dan selalu menganggap wanita memiliki sifat yang sama.

Langkah kaki Danish semakin menjauh dari pandangan Lukman. Ingatan pria tampan itu menguar, sebab pernah melihat sosok Rani berada di Korea.

"Jadi, Mbak Rani pergi bukan sama Mas Danish? Lalu... Siapa pria itu? Aku harus kasih tahu Mamah." Lukman kembali melanjutkan jalannya.

Bu Ana sudah mengantarkan Hana ke kamar Keira. Kamar dadakan yang Bu Ana siapkan waktu itu, sengaja agar Hana dapat menemani malam-malam cucunya dengan nyaman.

Kamar dengan nuansa pink pastel itu, benar-benar menyuguhkan interior yang begitu mewah. Ranjang besar ditengah, box bayi sudah lengkap dengan selambu tipis yang membingkai, dan posisinya tepat disebelah ranjang itu. Hana rasa, Bu Ana tahu apa yang dirinya butuhkan

"Hana... Ini kamar kamu dan Keira!" seru Bu Ana begitu masuk. Ia menatap puas hasil ide kecil dari pikiranya. "Bagaimana, kamu nyaman? Suka?"

Masih sambil menggendong Keira, Hana juga mengedarkan pandangan ke seluruh ruang, menghidup udara manis yang cukup menenangkan. Hana mengangguk pasti. "Saya suka, Bu! Ini sangat indah," terpukaunya.

Bu Ana terkekeh tanpa suara. "Ya sudah, kamu tidurkan saja Keira, lalu segeralah membersihkan diri!"

Hana mengangguk kembali. Begitu memastikan Keira sudah tertutup kembali, Hana kembali menatap Majikannya. "Maaf, Bu... Tapi......" kalimat itu menggantung cemas.

"Kamu nggak bawa baju, kan?" tebak benar Bu Ana. Melihat Hana mengangguk pelan, Bu Ana lalu menatap kearah pintu, mengkode agar dua orang yang sejak tadi sudah menunggu, kini masuk sambil membawa 8 paperbag tanggung.

Hana membolakan mata. Bukan tajam, namun cukup terkejut. Tatapanya kembali kearah Bu Ana.

"Semua perlengkapanmu sudah ada disana. Kamu bisa melihatnya terlebih dulu!" Bu Ana membawa Hana agar lebih dekat pada barang-barang tadi.

Sebelum membuka, Hana kembali menatap Majikannya sekilas. "Nggak papa, ayo buka saja!"

Paperbag 1 berisikan pakaian dalam lengkap dengan handuk beserta bodycare. Paperbag ke-2, berisikan beberapa dress dengan warna kalem, sesuai kesukaan Hana. Dan paperbag yang lain, berisikan beberapa alat make up, pakaian santai, dan beberapa tas dan sepatu.

"Bu...." Hana mendongak kembali. Suaranya rendah, sungguh merasa tidak enak. "Tapi ini terlalu berlebihan. Saya dapat mengambil pakaian saya di rumah!"

Bu Ana menolak. "Jangan, Hana! Yang di rumah biar dirumah. Kamu ikut saya, jadi sudah sepatutnya kamu mendapatkan ini. Kamu tenang saja, saya nggak akan memotong gajimu, Kok!" godanya.

Hana tersenyum tipis, masih merasa tak menyangka.

Malam ini, semua keluarga besar Morez sudah bersiap untuk melakukan makan malam bersama. Lukman dan Danish duduk berhadapan, Bu Ana dengan wajah tegasnya duduk paling ujung tak terpengaruh.

Sementara Jeni, bungsu Bu Ana masih belum kembali dalam mengemban pendidikanya.

"Bik... Panggil Hana, ya... Suruh dia makan malam juga!" seru Bu Ana menoleh ke belakang memanggil Bik Inem.

Karena Bi Inem masih sibuk, di belekang, melihat itu Lukman menyela, "Mah, udah... Biar Lukman aja yang panggil."

Bu Ana sudah mengulas senyum hangat sambil mengangguk. Namun baru Lukman bangkit, Danish menghentikan dengan suara dinginya.

"Nggak usah! Sekalian aku mau ambil Hp. Biar sekalian aku panggil!" suara berat Danish memaksa adiknya duduk kembali.

Lukman mencela, "Nggak dari tadi, ya nggak Mah?"

Bu Ana mengangguk. "Iya! Tadi kalau kamu nggak berdiri, mustahil kakak kamu itu bergerak."

"Mah... Bener Mbak Rani pergi begitu saja?" Lukman memberanikan diri untuk bertanya.

Bu Ana mengangguk kecil. Sejujurnya ia tidak ingin putra putrinya yang lain tahu, namun entah darimana Lukman tahu masalah ini. "Kamu tahu darimana, Lukman?"

Lukman menghela napas berat. "Mah, Mah... Kamu pikir anakmu ini masih seusia Keira apa? Nah itu, ngapain Mamah sampai cari Ibu susu buat Keira kalau Mbak Rani di rumah?!"

Bu Ana terkekeh kecil, "Iya juga ya, hehe... Maklum lah Luk, Mamah ini capek banget kesana kesini urusi kantor. Makanya kamu nggak usah balik lagi, ya? Bantu Kakakmu di Perusahaan!"

Lukman hanya mampu mendesah kembali.

1
Yati Jenal
bukanya udah di cerai talak 3 ko msh plng ke Hana
Mahrani96 B
org tua si jahat ini ngapain fitnah org asal asalan aja mana nampar lagi. aku kalo jadi Hana ku jambak ku tampar perlu ku pukuli
kriwil
terlalu tolol si hana🤣
Isabela Devi
hahahahahaha persembunyian ya di bocorkan oleh ibu sendiri🤭
nunik rahyuni
🤣🤣🤣🤣g cs sm bu ana....luk pulang sj ke kota 🤣🤣
terima sj luk buat cadangan
mimief
ya elah... siapa lagi tuh
capek amet jadi hanna🤣🫣
pelajaran buat kalian,jgn suka PHP perasaan anak orang
kalau dia baperan..dan jadinya obses mampoos lah kalian
mimief
sebenarnya si kalau drcawal Hana nya teges
ga ngasih angin surga sama Ardan
ini ga bakalan terjadi
pelajaran ya gaess,Ama perasaan jgn pernah maen maen
karena kita ga tau sedalam apa perasaan orang.
kl ga mau...dr awal bilang aja ga mau
kalau iy, tanggung jawab sampe akhir
aku si mang dr awal ga suka sama plin plannya Hana
padahal di awal dia udah tau sakitnya gimana di sakitin perasaan dia
@Resh@
si lukman suka jua rupanya sma si hana wkwkwkw😄
Ig:@septi.sari21: siapa yang nggak suka kak, setiap hari ketemu, suka becanda terus🤣
total 1 replies
Sri Darwati
🤣🤣🤣,,
I Love you,
🤣🤣🤣🤣 nasip nasip loh Lukman 🙏🥰
Ig:@septi.sari21: potek hatinya kak💔🤣
total 1 replies
Sarinah Quinn
ternyata masih ada drama lagi 😔 kapan bahagia nya Danish dan Hana🤔🤔
mama
noooh kan mbulet lgi,ada lgi benalu yg bakal ngrecokin Denish dan hana..satu belum selesai si ardan muncul lgi lain🤣
Virjin Oetpah
sangt bagus..UPnya jgn lama-lama yah💚
Ig:@septi.sari21: baik kak, mksih bintangnya❤
total 1 replies
lia juliati
duh apalagi Hana masalahmu
Ig:@septi.sari21: tenang, ada abang Danish🤣
total 1 replies
Ati Suryati
terlalu baik dan yang terlalu menuntut sempurna tanpa tau keadaan yang menyebabkan terjadinya perubahan
Nesya
udah tua bukan nya bertobat malah berulah
nunik rahyuni
penyakit bawaan orok kyanya bpk nya hana ji...saking kronis nya sama darah daging sendiri j tega
Sun Rise
jangan sampai rencana jahat si hartono terakabulkan yq thor bikin dia sengsara seumur hidup
Arin
Jangan mudah terpengaruh dengan muka modus Bapakmu yang telah menyakiti ibu dan keluarga mu, Hana.
vania larasati
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!