Desakan mama yang menginginkan agar Kevin segera menikah membuat ia dipertemukan dengan seorang wanita penuh akan misteri, atau lebih tepatnya masalah.
Hubungannya dengan sang kekasih memang tidak bisa dipertahankan lagi dengan pengkhianatan yang dilakukan Fira dibelakang Kevin. Sehingga itu pula yang membuat Kevin yakin membawa Nayla masuk ke dalam bagian hidupnya.
Bersama wanita yang dipilihnya itu, Kevin akan membuktikan pada sang mantan bahwa ia bisa hidup tanpa Fira, juga membalas pengkhianat Fira akan hubungan mereka yang lalu.
2021 direvisi ulang 2026
@nyanalyn_
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
. Bab 22 Penjara Hati Sang Ceo
Di tempat makan terlihat buk Linda, Nayla serta pembantu sibuk menata makanan, tak lupa sesekali mereka juga bersenda gurau.
Selesai mandi Kevin turun ke lantai bawah beriringan dengan pak Bagas. Mereka berjalan menuju tempat makan dan langsung duduk setengah sampai.
Nayla yang melihat Kevin duduk di meja makan pun langsung menyodorkan piring dan juga menuangkan nasi beserta lauk pauknya.
Buk Linda pun sama, beliau juga sedang melayani suaminya itu, setelah selesai barulah mereka ikut duduk.
Kevin makan dengan santai dan sesekali melirik Nayla yang duduk berhadapan dengan nya. Nayla yang sadar tengah dipandangi pun akhirnya balik memandang dan kini mata mereka berdua saling tatap.
Dengan isengnya Kevin langsung menyenggol kaki Nayla dengan kakinya. Mereka sedang beradu injak, saling tindih menindih dibawah sana.
Buk Linda dan pak Bagas langsung memicingkan matanya saat melihat Kevin dan Nayla yang saling adu pandang tanpa berkedip.
“Makan dulu sayang, nanti kegiatannya bisa dilanjut kapan-kapan,” ucap buk Linda menyadarkan mereka berdua.
Nayla langsung tersadar saat mendengar ucapan buk Linda, secepat kilat ia memutus kontak mata dan kembali fokus dengan makanannya, begitu pula dengan Kevin.
Selesai makan buk Linda dan pak Bagas langsung naik ke lantai atas, karena papah Kevin mau bersantai-santai dengan istrinya itu.
Lain halnya dengan Nayla, ia masih sibuk membantu pembantu membereskan tempat makan, setelah selesai barulah ia beranjak ke lantai atas menuju kamarnya.
Kevin yang melihat Nayla berjalan menuju kamar pun langsung menghampirinya.
“Udahan La beres-beres nya?” tanya Kevin basa-basi.
“Iya Vin, aku langsung ke kamar mau istirahat capek badan pegal-pegal habis cari souvernir tadi sore,” jelas Nayla memberitahu.
“Yang mana yang pegel? sini aku pijitin,” imbuh Kevin menyeringai.
“Gak, gak usah dipijit nanti di pakaian balsem aja biar pegelnya hilang,” ucap Nayla menolak.
“Yakin La, sini biar aku pijitin ya biar pegelnya cepat hilang,” tawar Kevin lagi.
“Gak, gak usah Vin,” tolak Nayla lagi.
“Gak ada penolakan,” ucap Kevin lalu menarik Nayla masuk ke dalam kamarnya.
“Duduk di situ dulu La, aku cari balsem baru nanti nyusul,” titah Kevin.
Nayla enggan namun tetap saja menurut, jadilah ia sekarang duduk manis di sofa menunggu Kevin yang sibuk mencari balsem.
Setelah Nayla duduk tak lama Kevin menyusul dengan balsem di tangannya, ia langsung duduk di samping Nayla.
“Pegel dimana nya La?” tanya Kevin.
“Kaki Vin, eum minjam balsem nya Vin aku olesin sendiri aja,” pinta Nayla.
“Gak!! kamu diam aja, biar aku yang olesin sekalian pijitin,” ucap Kevin.
“Gak usah Vin, aku bisa sendiri,” tolak Nayla.
Kevin tak menghiraukan ucapan Nayla, ia langsung berjongkok dan mengoleskan balsem di kaki Nayla kemudian memijit pelan.
“Vin, jangan, gak enak, udah kamu duduk aja, aku bisa sendiri,” cegah Nayla.
“Gak ada penolakan,” kekeh Kevin.
“Vinnnn....” Nayla memelas.
“Sekali lagi ngeluh, bakal aku cium,” ancam kevin.
“Vinnn.....” rengek Nayla jengkel.
Tanpa terduga Kevin langsung mengecup bibir Nayla singkat, barulah setelah itu melanjutkan aktivitasnya untuk memijit kakinya itu.
Nayla langsung mengerucutkan bibirnya saat kevin tanpa izin mengecupnya.
“Ikh, kamu nakal banget Vin,” decak Nayla kesal.
“Biarin, yang penting nakalnya cuman sama kamu yang bentar lagi bakal jadi istrinya aku,” jelas kevin langsung mencubit gemas pipi dan hidung Nayla.
“Vinnn... sakit,” rengek Nayla jengkel.
“Makanya diam, biarin aku mijitin kaki kamu, beruntung sekarang aku baik mau ngelayanin kamu cuma-cuma, entar kalau udah sah, kamu yang bakal ngelayanin aku,” ucap Kevin tersenyum.
Seketika Nayla langsung melotot mendengar ucapan Kevin yang biasa saja namun mempunya banyak makna.
“Ikh, dasar Kevin nakal,” jengah Nayla.
Kevin tak lagi menimpali ucapan Nayla, ia sibuk fokus memijit kakinya itu. Nayla pun pasrah karena berulang kali menolak namun kevin tetap kekeh memaksa ingin memijit kakinya.
Lama berselang Kevin selesai memijit kaki Nayla.
“Enak Vin, emang ya kalau dokter itu serba bisa, mijit, Operasi bedah semuanya bisa, hebat kamu Vin,” kagum Nayla.
“Hmm...” sahut Kevin berdehem dan langsung berdiri kemudian duduk kembali di sofa samping Nayla.
“Btw Vin, kamu gak capek apa kerja di perusahaan papah kamu dan juga ngelayanin Pasien dirumah sakit?” tanya Nayla.
“Sebenarnya capek La, tapi mau gimana lagi pekerjaan ya tetep pekerjaan yang harus ditekuni,” jawab Kevin.
“Tapi kamu beneran hebat loh,” puji Nayla.
“Hmm, kalau hebat kasih hadiah La?” ucap Kevin menyeringai.
“Cium juga boleh,” lanjutnya.
“Ikh, Kevin sialan! mesum! jengkel aku sama kamu,” decak Nayla sebel.
“Ha-ha-ha, gini-gini calon suami kamu La,” ucap Kevin terkekeh dan langsung mencubit gemas pipi Nayla.
“Vinnn.. stop!” rengek Nayla mencekal tangan Kevin yang mencubit pipinya.
“Kamu tuh ya, cubit-cubit mulu, panas tau gak,” rajuk Nayla.
“Ekh, iya kah, blusing?” tanyanya dan langsung mendapatkan pukulan di lengannya itu dari Nayla.
“Kamu tuh ya Vin, lama-lama jadi nakal dan mesum, itu tuh tangan kamu bekas balsem, panas ini bekas kamu cubit,” tunjuk Nayla ke pipinya.
“Owh, maaf sini aku obatin,” ucap Kevin santai.
“Pakai apaan?” tanya Nayla.
Kevin tak menjawab ia langsung memajukan wajahnya dan kemudian langsung.....?
Bersambung.....
kyak novel sblumx tapi sayang pake koin.🤦🏻akux masih penasaran sih...ama ceritax