PLAGIAT DILARANG MEREKAT!😈😈
INI REAL CERITA SAYA YAH💜
Hidup sendiri didunia ini rasanya begitu sesak, hampa dan hambar bagaikan sayur tanpa bumbu pelengkap.
Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan tidak dicintai bukanlah hal yang salah, namun menyakitkan.
Setiap hari, jam, menit bahkan detik dia tidak menganggap kehadiranmu. Dia lebih memilih bersenang-senang bersama teman-teman dan terpuruk dalam masa lalu yang tidak mungkin bisa kembali.
Sakit?
yah sangat. melebihi luka jahitan. sakit berdarah memang sakit, namun lebih sakit jika sakit tanpa darah.
Rasanya seperti menjadi iron man?
no! bukan seperti menjadi iron man, but rasanya seperti ada ratusan belati tajam menusuk-nusuk hatimu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
SELAMAT MEMBACA!
***
Setelah selesai mandi, Delima pun
memakai dress yang di berikan Erwin padanya karena jam kini sudah menunjukkan pukul enam petang.
Delima terlihat begitu cantik dengan dress berwarna merah, rambut yang sengaja ia gerai dan make up tipis yang menghiasi wajah cantiknya.
Drt-drt-drt!
Ponsel Delima berdering.
"Halo," ucap Delima setelah mengangkat panggilan dari suaminya.
"Aku sudah sampai, turunlah!" kata Erwin.
"Baik mas," balas Delima lalu panggilan itu pun berakhir.
Sebelum turun ke bawah, Delima kembali memperhatikan penampilannya di cermin. Ia harus terlihat menawan dan elegan agar tidak mempermalukan suaminya di sana.
"Huft..." Delima menghela napasnya lalu melangkah keluar dari kamar.
"Mbok!" panggil Delima pada Mbok Tini yang sedang mencuci piring.
"Iya nyonya?" sahut Mbok Tini.
"Saya dan Mas Erwin mau keluar, tolong jaga rumah yah mbok!" tutur Delima.
Mbok Tini mengangguk, "Siap nyonya," balas Mbok Tini.
Delima tersenyum lalu meninggalkan Mbok Tini menuju keluar rumah di mana suaminya berada.
***
Erwin sudah menunggu Delima dengan bersandar pada mobilnya. Erwin terpesona saat matanya menangkap sosok Delima yang terlihat begitu cantik bahkan sangat cantik.
"Mas!" panggil Delima kala ia telah berdiri di depan Erwin.
Erwin memperhatikan Delima dengan begitu intens dari atas sampai bawah.
"Kenapa? Apa ada yang salah?" tanya Delima cemas.
"Tidak, semuanya sudah sempurna," jawab Erwin tersenyum tipis dan seketika senyum delima mengembang sempurna. Wajahnya blusshing.
"Kita berangkat sekarang?" tanya Delima.
"Tunggu sebentar!" balas Erwin lalu membuka pintu mobilnya dan mengambil sebuah kota berwarna biru yang ia simpan di dashboard mobilnya.
Setelah mendapatkan kotak itu, Erwin kembali menutup pintu mobilnya.
"Berbaliklah!" titah Erwin membuat Delima mengernyit bingung. "Berbalik saja!" lanjut Erwin dan Delima pun membalikkan tubuhnya.
Erwin membuka kotak berwarna biru itu yang ternyata berisi kalung yang dikenal dengan nama The Heart of Kingdom. Dibuat oleh Garrard & Codan berasal dari negara Inggris.
Kalung itu bernilai US$ 14 juta (Bila US$ 1 \= Rp 14.000, nilainya setara dengan Rp 196 miliar).
Garrard's Heart of the Kingdom Ruby, adalah salah satu kalung termahal di dunia. Terdiri dari potongan rubi Burma berbentuk hati seberat 40,63 karat yang dikelilingi oleh 155 karat berlian.
Ruby rubi Burma adalah salah satu varietas ruby yang paling dicari di dunia, karena warnanya yang merah darah. Permata ini sangat berharga, karena sangat langka dengan ukuran batu ruby yang terkandung dalam kalung ini, sesuai namanya dibuat oleh Garrard & Co.
perusahaan perhiasan tertua di dunia yang bermarkas di Inggris. Gerrard & Co. juga pembuat Mahkota Perhiasan Kerajaan Inggris dari tahun 1843 hingga 2007, mahkota Ratu Victoria dan termasuk pembuat piala Liga Premier Inggris.
Erwin lalu menyingkap rambut Delima ke samping dan melepaskan kalung yang dipakai Delima. Ia lalu memasangkan kalung itu pada Delima.
Delima terkesiap saat menyadari Erwin memakaikan kalung di lehernya.
"Mas, ini untukku?" tanya Delima sambil memegang kalung tersebut.
"Iya," jawab Erwin singkat. "Sekarang kita berangkat!" lanjut Erwin.
Erwin lalu membukakan pintu mobil samping kemudi untuk istrinya.
"Terima kasih," ucap Delima dan dijawab anggukan kepala oleh Erwin.
Erwin lalu menutup pintu mobil saat Delima sudah masuk. Dia kemudian mengitari mobil lalu duduk di kursi kemudi dan mengkemudikan mobilnya menuju tempat yang akan mereka kunjungi.
***
Follow Ig aku @Noona_Risma14 di sana sudah ada visual Delima dan Erwin yah🤗🤗
***
SLOW UP YAH😊
JANGAN LUPA LIKE, KOMEN DAN VOTENYA🤗
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘