NovelToon NovelToon
Mahar Rasa Bersalah

Mahar Rasa Bersalah

Status: tamat
Genre:Cinta Seiring Waktu / Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:713.4k
Nilai: 5
Nama Author: santi.santi

Sekar, seorang buruh penimbang paku di sebuah toko grosir bahan bangunan. Hidupnya hanya tentang bertahan hidup dari hari ke hari, hingga sebuah malam kelam dia harus terjebak malam kelam bersama atasannya sendiri, Mas Danu.

​Danu bukan CEO dengan jet pribadi. Ia hanyalah pria berusia 32 tahun yang ulet, pemilik toko bangunan warisan orang tuanya yang sukses. Ia tampan dan sangat berwibawa .

​Saat Sekar mengetahui dirinya hamil, ia memilih bungkam. Ia sadar posisi ia hanya orang kecil, sementara Danu sudah memiliki kekasih bernama Lidya, wanita kota yang cantik, berpendidikan tinggi, dan setara secara sosial.
Namun, rahasia tak bisa selamanya disimpan. Saat Danu tahu, ia memutuskan untuk bertanggung jawab dan menikahi Sekar, dan memutuskan hubungannya dengan Lidya.

Lalu apa Sekar bisa hidup bahagia dengan pernikahannya, sedangkan yang ia tau Danu terpaksa memutuskan hubungannya dengan Lidya, karena harus bertanggung jawab kepdanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi.santi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ancaman Danu

"Sayang, nanti malam temani Mas datang ke acara peresmian proyek ya!" Ini bukan sebuah pertanyaan, namun sebuah permintaan dari badai yang belum sepenuhnya selesai di antara mereka.

Sekar terdiam, dia sempat terdiam. Terlihat bimbang dengan permintaan Danu itu.

"Maf Mas, apa sebaiknya Mas berangkat sendiri saja?"

"Kenapa?" Danu yang sedang mengenakan jam tangan pemberian Sekar langsung menoleh, menatap istrinya yang duduk di tepi ranjang.

"Saya merasa tidak pantas menemani Mas Danu menghadiri acara seperti itu! Saya takut membuat Mas Danu malu!"

Danu mendengus kesal. Dia tau kalau Sekar masih memikirkan penghinaan demi penghinaan dari orang di luar sana.

Danu menghampiri Sekar, dia yang terbiasa disanjung, dibanggakan dan dikagumi banyak orang yang mengenalnya sebagai pemilik toko bangunan besar, kini justru menekuk kakinya bersimpuh di hadapan Sekar.

"Siapa yang bilang kamu tidak pantas? Apa Mas pernah kamu dengar Mas bilang seperti itu?"

Sekar menggeleng dengan kepala yang menunduk. Suara Danu yang tegas dan tatapannya yang tajam membuat Sekar takut untuk menatapnya.

"Kamu ada di sini karena siapa?" Tanya Danu dengan kedua tangannya berada di kedua sisi tubuh Sekar, mengunci Sekar seolah takut Sekar pergi menjauh darinya.

"Mas" Cicit Sekar.

"Ya sudah! Lalu kenapa kamu harus mendengarkan orang lain? Kamu cukup mendengarkan ucapan Mas, cukup melakukan apa pum yang Mas minta, bukan orang lain atau Ibu sekali pun! Ngerti?" Tegas Danu lagi.

"Ngerti Mas" Sekar sebenarnya tidak siap, namun dia tidak bisa menolak permintaan Danu.

"Nanti biar Riana yang pilihkan baju buat kamu. Sekarang kita sarapan dulu, kamu juga harus minum obat"

"Iya Mas"

Danu menggenggam tangan Sekar menuruni tangga. Terlihat jelas jika Danu begitu menjaga Sekar. Tak ingin anak tangga itu mencelakai Sekar dan anak mereka.

Bu Subroto dan Riana sudah ada di meja makan saat Danu dan Sekar tiba di sana. Seperti biasa, Sekar selalu disambut dengan tatapan sinis oleh Ibu mertuanya itu.

"Selamat pagi Ibu" Sapa Sekar dengan sopan. Tapi Bu Subroto hanya mendengus dengan kasar.

"Ayo duduk!" Danu menarik tangan Sekar Dnegan lembut, namun Sekar merasakan genggaman tangan Danu sedikit mengerat. Seolah mengatakan jika Sekar tidak perlu mempedulikan sikap Ibunya itu.

"Nu, acara nanti malam acara peresmian proyek perumahan itu bagaimana? Ngga mungkin kamu ajak dia kan?" Bu Subroto melirik Sekar.

"Kenapa memangnya Bu? Sekar istriku, tentu aku akan mengajaknya!"

Bu Subroto langsung menatap tajam ke arah Sekar.

"Ngapain kamu ngajak dia Nu? Dia pasti bikin malu, kalau orang-orang tau latar belakangnya, tau kejadian yang sebenarnya tentang penyebab kamu menikahinya, mau ditaruh dimana muka kita Nu?"

"Aku tidak merasa keberatan atau pun malu dengan itu semua Bu. Biar saja orang-orang tau!"

Bu Subroto terlihat syok. Urat wajahnya menegang, matanya melebar menatap Sekar. Baginya semua masalah di rumah itu adalah Sekar penyebabnya. Termasuk dengan sikap Danu yang berubah menjadi pembangkang.

"Pasti kamu kan yang merengek meminta ikut ke acara nanti malam? Nggak sadar diri kamu ya? Kamu itu.."

"Cukup Ibu!" Geram Danu. Bahkan Danu meletakkan cangkir kopinya dengan agak keras hingga membuat Sekar dan Riana terkejut.

"Aku yang meminta Sekar untuk ikut. Dia bahkan sempat menolak tapi aku yang memaksanya. Aku ingin dia mendampingiku karena dia istriku!"

"Nu, dia..." Bu Subroto mencoba menyela lagi namun Danu lebih tegas.

"Selama ini aku masih sabar menghadapi Ibu. Asal Ibu tau, aku bahkan sudah mengajak Sekar untuk keluar dari rumah ini, tapi dia yang meminta bertahan karena dia tidak ingin aku menjadi anak durhaka yang melawan dan meninggalkan Ibu dan Ibu justru tidak berubah sampai sekarang. Kalau sampai Ibu berniat ulah lagi, atau Ibu sampai keterlaluan memperlakukan Sekar, aku tidak akan segan-segan keluar dari rumah ini meninggalkan Ibu, dengan atau tanpa persetujuan dari Sekar lagi!" Ancam Danu.

"Kamu tega sama Ibu Nu!" Bu Subroto duduk dengan lemas.

Tapi Danu sudah tak peduli, dia justru menatap istrinya yang hanya diam sambil menunduk. Tapi kali ini tidak ada air mata di mata Sekar. Mungkin Sekar sudah mulai kenal dengan hinaan Bu Subroto. Dia menggenggam tangan Sekar dengan tangannya yang besar dan hangat.

Riana yang sejak tadi ada di sana, justru asik melahap makanannya. Dia tak terganggu sama sekali dengan pertikaian antara Ibu dan Kakanya itu. Itu sudah terlalu biasa baginya, pasti ego Ibunya juga akan terkalahkan oleh Kakaknya.

"Riana!"

"Ujuk..uhuk...!" Riana tersedak makanannya karena dia tiba-tiba dipanggil oleh Danu. Padahal dia merasa tidak ada sangkut pautnya dengan urusan mereka.

"Iya Mas?" Jawab Riana setelah meneguk air putih untuk mengurangi rasa sakit di dadanya.

"Nanti bantu Mbakmu cari baju untuk nanti malam!" Pinta Danu dengan sorot mata tajam. Sepertinya Danu masih terbawa amarah pada Ibunya tadi.

"I-iya Mas" Gugup Riana.

"Ayo makan dulu, setelah itu ikuti Riana. Dia akan membantumu persiapan untuk acara nanti malam"

"Iya Mas" Angguk Sekar memberanikan diri menatap Danu. Dia melihat senyum tipis di bibir Danu yang Sekar yakin hanya ditujukan kepadanya.

Jantung Sekar berdegup dengan kencang hanya karena senyum tipis itu.

"Apa hatiku mudah sekali luluh hanya karena senyuman itu?"

1
Ida Sriwidodo
Astagaa.. bu Broto!
Aku malah oen su'udzon.. janjangan bu Broto malah berasal dari kasta paling rendah.. di bawah Sekar 😱😱😭😭
Ida Sriwidodo
Tuh kann.. si Maya bukan salah tulis.. tapi mang sengaja mo korupsi! 🙄🙄🙄
Ida Sriwidodo
Tapi mang buat laki2 seperti Danu yang dominan.. justru istri penurut seperti Sekar lah yang Danu butuhkan
Yang manut dan manja sama suami karena sisi ego 'pelindung' Danu ter akomodasi disini
Bukan tipe mandiri n arogan seperti Lidya karena tipe Lidya juga dominan
Makanya Danu bilang Lidya ibarat kemeja mahal tapi Sekar adalah rumahnya 🤔🤔
Ida Sriwidodo
Hhah! Janjangan bukan kesalahan tapi kesengajaan.. 🤔🤔🙄🙄
Ida Sriwidodo
Janjangan si Lidya2 itu hamil lagii.. sengaja mo jebak Danu supaya dinikahi 😱😱😱
Kann.. jadi pen su'udzon.. 🤪🤪🤪
Ida Sriwidodo
Nah.. Ibas sukanya Riana.. mas Danu! 🤪🤪😅😅
Ida Sriwidodo
Wah.. anda salah mas Danu!
Justru ini tu aslinya Lidya.. yang kemarin2 di lihatkan tu.. ituu cuma topeng! 🤪🤪😱😱
Ida Sriwidodo
Hm.. sampai sini akhirnya paham.. ternyata Riana juga kurang suka sama Lidya yang sombong dan.. mungkin arogan 🤔🤔🤔
Ida Sriwidodo
Suka banget baca part ini.. aslik ngakak.. 🤣🤣🤣🤪🤪🤪
Ida Sriwidodo
Jiaah.. mas Danu mulai modus! 🤪🤪😅😅
Ida Sriwidodo
Janjangan.. Ibas malah suka sama Riana! 😱😱😱
Ida Sriwidodo
Andai bu Broto juga dengar ngidamnya Sekar.. 🤣🤣🤣😭😭😭
Ida Sriwidodo
Sekar mau.. disuapin ibu.. 🤣🤣🤣😭😭😭
Ida Sriwidodo
Astagaa.. sampe disinih aku bingung..
Pegimana konsepnya.. bu Broto yang mulutnya lemes dan julid bisa punya anak2 yang justru bertolak belakang dengan ibunya.. 🤔🤔🙄🙄
Ida Sriwidodo
Wah.. jadi pen su'udzon nii.. janjangan alasan Danu sampe mabok2an karena galau.. bingung mau mutusin Lidya karena dah ngerasa ngga sejalan dan disisi lain hatinya mulai melihat Sekar.. 😳😳😱😱
Ida Sriwidodo
MANG lebih baik pisah rumah sama bu Broto tapi mesti bu Broto makin kesel lagi sama Sekar.. mesti nganggap Sekar menghasut Danu untuk keluar dari rumah besar mereka
Makin illfeel lagi dah si mertua lampir sama mantunya 😤😤🤔🤔
Ida Sriwidodo
Haiisz.. mertua lampir ini ngerusak moment ajaa sii
Bisa ngga si jan di munculin dulu kk.. 🤣🤣😭😭
Ida Sriwidodo
Astagaa.. kasian Sekar ngga punya jantung lagi gegara mas Danu
Soalnya jantungnya dah nggelinding duluan ke bawah.. 😭😭🤣🤣
Ida Sriwidodo
Salut sama bu Broto yang bisa didik anak laki2nya bisa se gentle mas Danu
Cuma sayang.. bu Broto malah lupa sama materi didikannya sendiri jadi bawaannya pen ngebully Sekar mulu 😭😭😅😅

Paham si dengan karakter Sekar
Terbiasa prihatin.. apa2 sendiri.. ngga pernah bermimpi bakal jadi 'Cinderella' apalagi pangerannya bos sendiri yang tadinya dah punya calon istri ideal : Lidya!
Wajarlah Sekar insecure!
Bertahun2 jadi rakyat jelata butuh waktu juga berproses untuk jadi Nyonya Danu! 🤔🤔
Ida Sriwidodo
Baru bab 2 dah nyeseek sekk sekkk 😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!