Dara Svaroski adalah seorang wanita yang terbunuh dalam sebuah konspirasi kecelakan yang di dalangi sang suami dan ibu tiri nya.
Dara terbangun dan mendapati dirinya kembali di kehidupan sepuluh tahun silam.
Apakah ini adalah kesempatan kedua bagi Dara untuk memperbaiki takdir kejam dari kehidupan sebelumnya ?
"Banyak musuh yang harus aku singkirkan, demi menyelamatkan nyawa orang yang paling aku sayangi.." -Dara-
Akankah Dara berhasil membalas dendam terhadap para penjahat yang berkedok orang terkasih ?
Lalu , bagaimana jika dalam perjalanan balas dendam itu Dara bertemu seorang pria yang mencintainya penuh kelembutan ? akan kah pria itu mampu menghentikan tekadnya ?
Mari simak kisah Dara dan perjalanan asmaranya dalam mengubah takdir~
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweet_mochi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 22 LEBIH SUKA PERAN CINDERELLA KETIMBANG TUAN PUTRI
Dara langsung sibuk membersihkan diri begitu tiba di rumah besar. Kini waktu menunjuk pada pukul delapan malam dan Dara tengah siap untuk makan malam.
"Dimana tuan William, Merry ?" tanya Dara penasaran karena tidak melihat William sejak tadi.
"Tuan muda belum pulang, nona. Silakan.." Merry diikuti Pelayan lainnya tampak menyajikan menu makan malam diatas meja.
"Ooh~" Dara baru ingat jika pagi tadi William pamit padanya akan ada urusan kerja di luar kota.
Ternyata dia bicara jujur, huft~
Begitu menu terakhir diletakkan, Dara menyeletuk, "Kalian temani aku makan ya !"
"Eh~ Maaf nona kami tidak berani." jawab Meri sopan.
Bisa dihukum tuan muda nanti~
"Temani aku makan atau aku yang akan bersama kalian di rumah belakang ?" ucap Dara dengan tatapan sayu nya yang manis.
"Nona Dara.."
Dara tidak mau makan sendirian dengan aneka ragam masakan yang disediakan. "Perutku tidak akan muat dengan semua ini~"
Merasa sungkan namun Meri dan pelayan lainnya tidak sanggup menolak keinginan sang nona muda.
Kini satu persatu pelayan telah duduk mengelilingi meja makan, kecuali kursi milik tuan muda William yang tetap kosong. Tidak seorang pun berani menyentuh tempat itu.
"Jujur saja aku lebih menyukai makan di rumah belakang bersama kalian ketimbang menghabiskan sendirian semua ini. Mumpung tuan William tidak ada, mari kita makan bersama tanpa perlu sungkan." ucap Dara antusias.
Tidak ada yang bisa mereka lakukan selain mengangguk dan menuruti keinginan sang nona muda.
Tanpa seorang pun sadari jika situasi tersebut terekam jelas lewat kamera cctv yang terpasang di sudut ruangan.
Dan yang lebih tidak terduga lagi jika saat ini William tengah mengamati secara langsung apa saja yang Dara lakukan bersama para pelayan.
"Aku memberi kamu fasilitas seorang tuan putri, namun rupanya kamu lebih menyukai peran Cinderella, Dara."
William tersenyum, pilihan nya memang tidak pernah salah. Selama ini William selalu mengawasi gerak gerik Dara dan tidak sedikit pun mendapati Dara berbuat diluar batas.
Meski Dara bisa mengakses seluruh isi rumah besar, tapi dia memilih untuk menjauhi apa yang bukan miliknya, Dara tidak bersikap kurang ajar apalagi sombong kepada para pelayan.
Supir yang dipekerjakan khusus untuk Dara saja diperlakukan layaknya mereka sederajat, sungguh membuat William heran sekaligus senang.
"Aku yakin penantian ku tidak akan sia sia, kamu sungguh cinderella yang pantas diperjuangkan. " gumam William yang kini ikut tertawa saat melihat Dara bersenda gurau dengan para pelayan.
Memantau kamera cctv di rumah besar jauh lebih asik dan menarik ketimbang urusan dengan seseorang yang saat ini ditemui William.
"Tuan muda, aku butuh sedikit waktu lagi untuk meneliti racun ini." ucap seorang pria yang tidak lain adalah dokter jenius bernama Flinch.
"Aku tidak punya waktu lagi, Flinch. Nyawa calon ayah mertua ku semakin terancam dari hari ke hari." kata William tanpa mengalihkan pandangan dari layar laptop nya.
Mengganggu saja~
"Butuh penelitian bertahun tahun untuk menemukan penawar yang tepat , tuan muda. Sejenius apapun diriku tetap akan kesulitan jika harus meneliti sesingkat ini. Huft~" Flinch duduk dan tersandar lemas.
Ini cuma sehari, dasar tuan muda Gila tak berperasaan !!! Umpat Flinch di dalam hati.
Seharian ini dia diculik dari laboratorium pribadi nya di salah satu pulau kecil terpencil bagian utara Rusia.
William tiba tiba muncul dan memaksa dirinya ikut, Jika tidak patuh padaku maka aku akan pastikan karier dan laboratorium mu hancur !! Begitu kira kira ancaman yang diterima Flinch.
"Apa aku peduli ? Aku hanya butuh penawar nya sekarang juga. Pesawat pribadiku akan segera tiba dan aku tidak mau pergi dengan tangan kosong !" William menoleh menatap tajam ke arah Flinch si dokter jenius.
Glekk~