"Cih, sekalinya udah rusak ya tetep aja rusak!"
"Sok suci!!"
"berjilbab tapi kelakuan kayak orang nggak punya adab!!"
**
Setiap hari selalu saja ada kata-kata hinaan yang keluar dari mulut orang-orang di sekitarnya untuk menghina dan menjatuhkan mental ANINDITA RAHMA.
Gadis yang terkenal badung dan suka melepas-pakai hijab sesukanya.
Namun selepas insiden terakhir kali yang membuatnya harus kehilangan orang tuanya membuat gadis badung itu sadar dan mulai berhijrah.
Insiden apakah itu ? yuk baca dan ikuti kisah Anindita di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAMAK DIBA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Juna menatap punggung Belinda yang semakin menjauh. Helaan nafasnya terdengar, ada kesalahpahaman yang membuat Belinda marah dan menjauhinya.
Di sisi lain Belinda mengalihkan perasaannya yang sedang kacau setiap kali bertemu Juna dengan berlari dan bersenandung kecil.
Belinda dan Juna saling mengenal saat mereka di Jakarta.
Juna adalah senior Belinda di kampus, penampilan Belinda pun juga belum semenarik sekarang.
Flashback
Seorang gadis berkacamata dengan rambut yang di kuncir kuda berjalan melewati koridor menuju kantin. Gadis itu bernama Belinda.
Brakk
"Awh"
"Sorry sorry, aku nggak sengaja"
Belinda hanya melirik laki-laki yang menabraknya itu lalu melanjutkan langkahnya ke kantin.
Laki-laki itu adalah Juna, teman-teman Juna yang saat itu bersamanya mengolok-olok sikap Belinda yang menurut mereka tidak sopan.
"Udah biarin aja" ujar Juna lalu merangkul bahu kedua temannya agar segera pergi.
"Tapi Jun, tuh cupu sombong banget.. nggak ada sopan-sopannya"
"Betul, masih mending cantik tapi sombong.. nah ini udah jelek, cupu, sombong lagi hadeh nggak ada bagus-bagusnya" imbuh teman Juna yang satunya.
Juna hanya tersenyum menggelengkan kepalanya saat mendengar teman-temannya menggerutu.
Pertemuan antara Juna dan Belinda tak hanya sampai di sana. Entah selalu takdir atau jodoh karena mereka selalu saja bertemu tanpa sengaja.
Belinda yang selalu cuek dan acuh saat bertemu siapapun membuat Juna menaruh hati.
Menurut Juna , Belinda itu cantik meski memakai kacamata dan dengan rambut yang tidak pernah terurai.
"Hai, aku Juna" sapa Juna saat melihat Belinda berdiri di pinggir jalan sendirian.
Belinda menoleh sekilas lalu menganggukan kepalanya.
"Nama kamu siapa ? Kita sering berpapasan tapi nggak tau nama masing-masing jadi nggak bisa saling sapa"
"Emm, gue Belinda. Kalau ketemu atau papasan sama gue baik di jalan atau di kampus nggak perlu nyapa juga nggak papa. Gue pergi dulu"
"Eitss, tunggu bentar!" Juna menarik lengan Belinda yang akan pergi.
Belinda menarik lengannya kasar lalu melihat tajam ke arah Juna.
"Sorry, aku nggak maksud apa-apa. Aku cuman mau kita temenan"
"Oke, tapi gue harus pergi sekarang" ucap Belinda melihat jam tangan di tangan kirinya.
"Kamu mau kemana ? Aku anterin aja" tawar Juna.
Bekinda berpikir sejenak lalu menganggukkan kepalanya karena waktunya memang benar-benar sudah mepet.
"Cafe Bolamania" ucap Belinda saat duduk di motor Juna.
"Oke"
Belinda meminta Juna melajukan motornya lebih cepat karena dia sudah terlambat untuk bekerja.
"Kamu kerja di sana sampai jam berapa?" Tanya Juna.
"Jam 10 malem"
"Nanti aku jemput ya?"
"Nggak usah, Gue pulang sendiri aja" tolak Belinda.
"Oke, kalau kamu nggak dapat Ojek atau taksi telpon aku aja. Kos ku nggak jauh dari sana"
"Hmmm"
20 menit mereka berkendara hingga sampai di Cafe Bolamania.
Belinda langsung turun dan mengucapkan terimakasih sambil berlari.
Juna terkekeh melihat tingkah Belinda yang seperti sedang lomba lari marathon.
Belinda langsung berganti pakaian dan mengantar pesanan pelanggan.
"Nih minum! Atur nafas lo dulu" ujar Nonik teman Belinda di Cafe.
Glek glek glek
Belinda minum segelas air putih yang di berikan Nonik dengan rakus.
"Pelan-pelan kali Neng, keselek baru tau rasa lo"
"Gue haus banget Nik, hehe"
"Gue liat lo di anterin cowok tadi, siapa ? Cowok lo ya?" Tanya Nonik menggoda Belinda.
"Bukan, cuman temen" jawab Belinda acuh.
"Cih, masak ?? Ganteng gitu kenapa nggak di jadiin pacar ?"
"Ya karena dia tampan dan gue kayak begini, ntar malah jadi si ganteng dan asi buruk rupa kalau jalan bareng"
Nonik melihat ke arah Belinda dengan serius lalu melepaskan kacamata Belinda dengan paksa.
"Lo juga cantik Bel, lo cuman nggak percaya diri sama diri lo sendiri"
"Apa sih Nik, kalo lo suka besok gue kenalin deh kalau perlu gue comblangin kalian sekalian" ucap Belinda merebut kacamatanya yang di lepas Nonik.
"Dih, terus tunangan gue mau di kemanain bege"
Belinda hanya menanggapi ucapan Nonik dengan tawa lalu berjalan ke depan karena ada pelanggan yang baru saja datang.
Waktu berlalu,
Juna sudah menunggu Belinda di depan Cafe. Hak itu membuat Belinda menjadi di goda teman-temannya.
"Ngapain ke sini ? Perasaan gue nggak telpon lo" ucap Belinda.
"Sengaja, kan kita belum tukeran nomer hp. Yuk naik, kita cari makan sekalian"
"Dihh"
Belinda naik ke motor usai memasang helm lalu motor Juna melaju membelah jalanan malam kota jakarta yang selalu ramai kendaraan.
"Rumah kamu di mana ? Kita cari makan di deket-deket rumah kamu aja"
"Gue kos di deket kampus, cari nasgor di deket kampus aja" jawab Belinda.
"Oke"
Sebenarnya Belinda cukup senang karena hari ini tidak seperti hari-hari biasanya yang selalu monoton antara kuliah-kerja-pulang.
Juna menghentikan motornya di depan kampus, di sana ada penjual nasi goreng yang banyak pembelinya.
"Bang, nasi goreng 2 jangan pedes-pedes ya. Minumnya teh anget 2" ucap Juna.
"Oke Bang" jawab si penjual nasi goreng.
Belinda mengikuti Juna yang sedang mencari tempat duduk, mereka memutuskan duduk lesehan di atas tikar karena sudah tidak ada tempat tersisa.
"Kenapa nggak nanya gue mau makan sama minum apa ?" Tanya Belinda menaikkan sebelah alisnya menatap Juna.
"Sorry, lain kali aku tanya dulu oke"
Belinda hanya mencebikkan bibirnya mendengar jawaban Juna.
Juna sendiri terkekeh melihat wajah Belinda yang terlihat kesal padanya.
Hening
"Kamu kuliah jurusan apa?" Tanya Juna basa-basi agar ada obrolan di antara mereka.
"IT , lo ?"
"Kedokteran, udah semester 5. Kamu semester berapa ?"
"Baru Semester 2"
Nasi goreng yang mereka pesan datang dan mereka mulai makan dalam diam.
Usai makan, Juna mengantar Belinda sampai di depan gerbang Kos.
"Makasih" ucap Belinda.
Juna tersenyum lalu memberikan tanda oke.
"Eh, tunggu bentar"
Belinda yang sudah membuka gerbang menghentikan langkahnya lalu berbalik menghadap Juna.
"Kenapa ?" Tanya Belinda.
"Nomor hpmu berapa ?"
Juna berbicara sembari mengusap rambut belakangnya karena sedikit malu.
Belinda terkekeh lalu meminta hp Juna dan mencatat nomornya sendiri di hp Juna.
"Udah kan ? Gue masuk ya, lo pulangnya ati-ati. Sekali lagi makasih udah mau anter jemput gue hari ini, bye" ucap Belinda lalu segera masuk ke dalam Kos.
Dadanya berdesir melihat tingkah Juna yang malu-malu dan membuat senyum tersungging di bibir Belinda.
Juna segera pulang ke Kosannya, sampai di Kos Juna langsung mengirim pesan pada Belinda.
Juna 》 Aku udah sampai di Kos, kamu udah tidur kah ? ~Juna.
Bibir Juna terus bersiul saat masuk ke dalam kamar kosnya. Pertama kali melihat Belinda, Juna memang sudah menaruh hati.
Awal pertama Juna bertemu Belinda sebenarnya bukan saat mereka tak sengaja bertabrakan di Kantin namun pertemuan mereka sebenarnya adalah saat Belinda membantu seorang pemulung yang tak sengaja tersrempet mobil.
Gadis itu begitu berani mengejar dan meminta tolong warga untuk menghentikan mobil yang menabrak pemulung tersebut.
Tak hanya sampai di situ, Belinda bahkan membawa pemulung tersebut ke klinik terdekat dan membayar tagihannya.
Beberapa bulan berlalu, Juna dan Belinda semakin dekat meskipun belum ada status 'pacaran' di antara mereka.
Belinda yang siang itu ingin menghampiri Juna harus menahan langkahnya saat mendengar teman-teman Juna berbicara sambil tertawa.
"Lo yakin Juna suka sama cewek modelan kayak dia?"
"Alah.. palingan juga Juna cuman main-main. Nggak mungkinlah seorang cowok keren, pinter, dan tampan kayak Juna suka sama cewek cupu"
"Iya juga sih, palingan juga cewek cupu itu aja yang kegatelan. Dia juga yang deketin Juna duluan"
Air mata Belinda menetes tanpa di minta, Belinda tersenyum kecut lalu segera pergi dari sana.
Mulai saat itu Belinda terus menghindari Juna, sebisa mungkin Belinda tak menampakkan diri di hadapan Juna.
Juna sendiri tak tahu salahnya di mana dan mengapa Belinda menjauhi dirinya.
Itu terjadi selama beberapa bulan hingga Juna menyerah dan fokus pada kuliahnya terlebih dahulu.
Flashback OFF
Belinda kembali ke kos Bu Yuni pukul 7, Yuta, Dara dan Anindita sudah siap dengan pakaian kerja mereka.
"Mandi terus sarapan Bel" ucap Dara.
"Oke, ntar lo berangkat bareng kita aja Dar. Gue anterin ke Cafe" tawar Belinda sebelum masuk ke dalam kamar mandi.
"Enggak usah, aku mau mampir ke tempat lain dulu. Kalian bertiga aja" tolak Dara.
Anindita selesai sarapan lalu masuk ke dalam kamarnya karena hp nya tak berhenti berdering sedari tadi.
"Assalamualaikum"
[Buruan turun! Temenin gue sarapan dulu]
Anin menjauhkan telponnya lalu menaikkan sebelah alisnya karena ternyata Gavin menelponnya menggunakan nomor yang berbeda.
"Ini belum jam kerja, jam kerja saya jam 8"
[Halah, gue itung lembur deh.. buruan turun, gue udah laper banget ini. Juna juga nggak ngebolehin gue masuk]
Anindita tertawa lalu mematikan sambungan telponnya.
Dara dan Yuta yang mendengar tawa Anin hanya saling pandang lalu menggedikkan bahu.
"Tolong bilangin Belinda ya Ta, aku berangkat duluan. Bos kalian udah di depan soalnya, huft"
"Ekhem , cieee.. ternyata Bu Bos udah di jemput Pak Bos toh" goda Dara.
Seketika tawa Dara dan Yuta pecah apalagi saat melihat wajah Anin yang memerah malu.
kabar dan kesalah pahaman dr kakak Anin blm juga kebuka Thor,,,,🥺🥺
semangat Thor,,,, semoga sehat selalu juga,,,,ditunggu karya selanjutnya,,,,,
semangat kak,, semoga kakaknya sehat " ,,,,,🤲
baru aja hilang kesalah pahaman eeehhh ada cobaan lagi,,,,
jangan " saingan bang Gavin lagi,,,,, hayo loh nin,,,,,
semakin gk sabar nunggu up nya Thor,,,, 💪
semoga kakaknya juga senantiasa diberikan kesehatan,,,
tetap semangat kak,,,,,💪
Lo nya aja yg gk mau ngerti,,, wanita tu ya cari yg seiman lah,,,, kamu aja masih ragu dgn agamamu,,,