Alana Novela gadis cantik berkacamata yang terlihat cupu di hadapan orang-orang yang selalu memandangnya dengan spele, Alana seorang anak yang selalu dibeda-bedakan oleh ibu tirinya.
Semula kehidupan Alana yang terlihat bahagia dan manis bersama kedua orang tuanya sirna saat Alana harus menghadapi kenyataan bahwa ia terlah kehilangan sang ibu untuk selamanya, dan itu pula yang menjadi awal mula perubahan hidup Alana karena sang ayah yang ingin menikah lagi dengan seorang wanita beranak satu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon r_nnadilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Semua orang menatap pintu utama, dimana lelaki paruh baya yang tengah di kuasai oleh emosi itu berjalan memasuki rumah tuan Tomi yang tak lain adalah putranya.
"Opa mencariku?" Tanya Regan dingin namun sangat menusuk.
"Kau benar-benar ingin menentang opa mu karena wanita itu nak?" Ucap oma Mita.
"Wanita itu yang oma maksud adalah istriku," balas Regan.
"Regan berhenti membela wanita itu, sebaiknya kau turuti keinginan opa untuk menikahi Alma!" Ucap tante Nadia.
"Ck, untuk apa aku menikahi wanita yang bahkan sudah berkhianat kepadaku?" Balas Regan.
"Alma tidak pernah berkhianat kepada kamu Regan, Alma bilang saat itu kamu sedang mab*k dan tak sadar melakukannya." Ucap oma.
"Dan oma percaya itu? Dulu kalian yang menentang hubungan ku dengan Alma, kalian yang membuat kami harus menjalin hubungan jarak jauh." Ucap Regan dingin dengan tatapan tajam nya.
"Opa dan tante lupa jika kalian yang ingin aku segera melupakan Alma, tapi kenapa sekarang kalian pula yang memaksaku untuk kembali dengannya." Ucap Regan.
"Itu karena Alma hamil anakmu Regan, kamu harus bertanggung jawab atas hal itu." Ucap tante Nadia.
Prangg....
Tanpa semua orang sadari Alana mendengar semua perdebatan itu, tadi Alana merasa haus dan berniat untuk pergi ke dapur.
Semua orang yang berada di ruangan itu tidak menyadari jika Alana berjalan menuruni anak tangga dan menuju dapur, namun saat ia akan kembali ke kamar milik Regan Alana mendengar suara keributan. Dengan rasa penasaran wanita itupun mendekati ruang keluarga dan sedikit mendengarkan.
"Alana," lirih mama Amanda panik ketika kehadiran menantunya di ketahui oleh tuan Aryo.
Regan duduk dengan tenang menatap Alana yang mematung di sana, begitupun dengan Alana yang juga menatap wajah tenang Regan.
"Ma-maaf saya tidak sengaja mendengar nya." Ucap Alana, merasa gugup saat di tatap oleh semua orang.
"Oh, jadi kamu wanita yang sudah membuat Regan membantah opa nya." Ucap tante Nadia berjalan mendekati Alana.
"Berhenti mendekati istriku!" Ucap Regan, tante Nadia mematung dan menatap Regan.
"Kau masih saja membela nya?" Ucap tante Nadia.
"Apa yang ingin tante lakukan?" Ucap Regan masih mencoba sopan.
"Regan lihat, bukankah dia lebih cocok dengan Louis?" Ucap tante Nadia kembali menatap Alana.
"Ck, sudah jelas jika Louis lebih cocok dengan Alma, bahkan sekarang Alma sedang mengandung anaknya." Ucap Regan.
"Jangan munafik Regan, dulu kamu sangat mencintai Alma. Dan sudah jelas itu anakmu kan." Ucap tante Nadia tak ingin kalah.
"Dan kamu, apakah kamu mau Regan lari dari tanggung jawab?" Ucap tante Nadia.
Alana diam bibirnya terasa kaku hanya sekedar untuk menjawab, ia selalu bisa menjawab dan membantah perkataan Regan namun kenapa saat berhadapan dengan keluarganya Alana merasa gugup.
"Apakah tante bisa menjamin jika itu anak Regan?" Ucap Alana polos, ia sendiri merutuki ucapannya yang keluar begitu saja.
"Haha, aku rasa kamu tidak tahu bagaimana Regan mencintai Alma. Dia rela menyusul Alma ke luar negeri, dan disana kita tidak tahu mereka melakukan apa kan? Hingga kami mendapatkan kabar jika Alma hamil, dan sayang nya Regan justru sudah menikah dengan mu." Ucap tante Nadia cukup menohok di hati Alana.
"Menikahi kamu juga menentang kami semua itu yang dilakukan oleh Regan, entah kamu apakan mas Tomi kakak ku hingga dia mau memiliki menantu sepertimu." Sengit tante Nadia.
"Tante jaga bicara tante ya," ucap Renata yang merasa kesal dengan perkataan Nadia.
"Kenapa Renata, kenapa kamu yang keberatan hmmm? Sementara kakak kamu saja diam tak protes." Ucap Nadia.
"Kak," rengek Renata.
"Ck, Alana tidak pantas berada di tengah-tengah keluarga Davis! Sekalipun dia akan menjadi istri Louis nantinya oma tidak akan menerima dia." Ucap oma membuat Alana terbelalak.
Apa maksudnya menjadi istri Louis? Apakah ia akan menjadi istri giliran, apakah Regan tega membiarkan Alana terluka oleh kata-kata keluarga nya.
"Alana akan tetap menjadi istriku!" Ucap Regan dengan tenang.
"Tidak bisa, jika kamu tetap dengan dia lalu bagaimana dengan Alma?" Kesal oma.
"Nikahkan dia dengan Louis!" Ucap Regan kesal.
"Kau mengorbankan keharmonisan keluarga kita hanya untuk wanita penebus hutang itu?" Sinis tuan Aryo, Alana menelan saliva nya melihat wajah tuan Aryo.
Terlihat jelas jika lelaki paruh baya itu sedang merend*hkan dirinya, terlihat Regan bangkit dari duduk nya dan.
Dor, prang..
Regan menembak guci antik kesayangan oma Mita yang dipajang di rumah tuan Tomi membuat semua orang menjerit terkejut dengan kelakuan Regan, melihat itu oma Mita menjerit histeris.
"Regantara apa yang kamu lakukan?" Teriak oma Mita.
"Regan, itu guci kesayangan oma kau tahu itu kan." Ucap tante Nadia.
"Nak," ucap mama Amanda.
Bagaimana respon tuan Tomi? Lelaki itu tersenyum menatap tuan Aryo yang juga sedang menatap nya dengan kobaran amarah.
"Oma marah saat aku menyentuh sesuatu yang oma suka dan oma sayangi? Ini belum seberapa." Ucap Regan.
"Apa maksudmu Regan?" Teriak oma tak terima.
"Aku bisa melakukan lebih dari ini jika kalian berani menyentuh milikku, Alana adalah milikku!" Ucap Regan, oma Mita dan tante Nadia menatap tak percaya kepada Regan.
Regan berjalan melewati mereka dan berdiri di hadapan Alana, lelaki itu tersenyum tipis dan.
Cup, Regan mengecup b*b*r Alana di hadapan semua orang. Lelaki itu seperti sedang menegaskan jika dirinya sudah benar-benar jatuh dalam pesona Alana, Renata ternganga melihat kelakuan kakak nya.
"Kita pulang," ucap Regan.
Alana mendongak menatap wajah Regan yang terlihat begitu tenang, sementara perasaan dirinya kini sedang berkecamuk.
"Regantara berani kau keluar dari rumah ini, maka kau bukan lagi penerus ku!" Teriak tuan Aryo menggema.
"Aku tidak membutuhkan apapun yang opa miliki, karena milikku jauh lebih berharga." Ucap Regan lagi yang masih menatap Alana.
"Regan, aku_" lirih Alana.
Jujur saja saat ini Alana benar-benar tidak percaya dengan apa yang Regan lakukan kepada oma dan opa nya, namun Alana sendiri merasa senang karena Regan membela dirinya.
"Aku akan membuatmu kehilangan semuanya!" Ancam tuan Aryo lagi.
"Maka aku akan lebih dulu melakukannya." Ucap Regan, lagi-lagi oma Mita dan opa Aryo dibuat tercengang dengan jawaban Regan.
"Kau akan membuatku hanc*r?" Tanya tuan Aryo, lihatlah saat ini Alana justru ingin tertawa mendengar omelan tuan Aryo.
"Jika tidak ingin itu terjadi maka jangan mengusik istriku opa, aku sudah mengatakan ini sebelumnya!" Ucap Regan.
"Apa bagusnya wanita itu," cibir oma.
"Bagusnya dia sudah menjadi istriku, oma lupa dulu oma pernah berkata jika apapun yang aku pakai, dan siapapun yang bersanding dengan ku maka itu akan terlihat sempurna. Aku ingatkan jika oma lupa," ucap Regan membuat oma Mita menganga tak percaya.
Lelaki itu menggenggam tangan Alana dan mengajaknya untuk pergi, Alana menatap mama Amanda dan Renata hingga membuat kedua wanita beda usia itu mengangguk dan tersenyum tipis.
.
.
.
.
.
N: Regan aku ingin memaksakan diri Regan apa boleh? 😅
A: Tak boleh ☺️
N: Kumat dah kumat 😌
A: Gue ga kenapa-kenapa, terus apanya yang kumat?🙄
N: Julid lo kumat 😑
A: Oalah ☺️