Tuan Reeve Ethan Duke ke-4 merupakan seorang vampire yang kesepian, dia memilih tinggal di sebuah Castile milik keluarganya yang ada di bukit pinus, bukit yang terkenal tidak pernah terlihat matahari, tidak dapat membedakan waktu apakah siang atau malam hari. Suatu hari dia tidak sengaja bertemu dengan seorang gadis yang memiliki tanda lahir yang sudah di ramalkan dalam kitap Xaffo. Gadis yang memiliki tanda bekas gigitan vampire di tangannya adalah gadis yang disiapkan kakeknya Benedic Ethan Duke ke-2 sebagai istrinya. Gadis itu bernama Jenna Weems. yang merupakan manusia biasa, pertemuan pertamanya membuat tuan Reeve penasaran, karena sangat sulit berbaur dengan manusia lainnya Reeve meminta bantuan seorang asisten vampire yang telah lama hidup bersama manusia lainnya yaitu Jasper Lacsen. Bagaimana kisah tuan muda vampir dalam mendapatkan jodohnya, nantikan terus kisahnya guys.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NinLugas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 22
Rintik hujan pun turun, seakan menandai peristiwa penting malam itu kepergian ayah Helen dan ibunya yang tengah berjuang untuk menyelamatkan diri dari kejaran para vampire. Beberapa kali dia menikam jantung bara pampir yang hendak menangkapnya, kecepatan ibu Helen, kelincahannya juga sangat ditakuti oleh para vampir beberapa kali dia terjatuh, tapi Mera tidak pernah pantang menyerah, saat set set set pertikaian Terjadi tiba tiba Hans dengan cepatnya menangkap badan Mera, tangan Hans yang dipenuhi dengan kuku panjang berwarna hitam itu menusuk menembus jantung merah yang membuatnya seketika tewas.
Malam itupun hanya terdengar gemuruh angin yang menyapa membawa wangi darah segar menghiasi aliran sungai malam itu, Jasper tidak sempat menyelamatkan yang lainnya, Dan yang tersisa hanyalah Helen. Besok paginya Jasper dateng ke rumah nenek gulam, semua mayat yang dibunuh oleh Hans dan kawanan nya menghilang, termasuk mayat ayah dan ibunya Helen.
Helen meringkuk kedinginan di ruang bawah tanah, Jasper dapat mencium wangi balita yang begitu suci, kemudian dia menempelkan telinga nya di lantai yang terbuat dari marmer itu, Ada celah angin sedikit yang membuat suara dari dalam ruangan bawah tanah itu terdengar oleh Jasper, suara nafas Helen membuat Jasper mengetahui bahwa anak itu masih hidup, mencari bagaimana caranya agar pintu bawah tanah itu terbuka, Jesper mengelilingi beberapa tempat mencari seperti tombol atau kunci yang bisa membuka pintu yang terletak di lantai rumah itu.
Sementara nenek gulam yang mendengar kabar tentang anak dan anggota suku kuba tewas mengenaskan, bergegas pulang, Jesper berhasil menemukan Helen, dilihatnya gadis ya itu terbangun dan posisi duduk, melirik dari kaki sampai wajah Jesper yang berbadan semampai.
Melihat mata Helen yang bersinar terang, dia adalah anak yang penuh dengan kejutan, Jesper kemudian menggendong Helen dan membawanya keluar, dia tidak bisa berkata-kata, rasa sedih, menyesal tidak bisa menolong anak nenek gulam, anak dari teman karibnya.
Sesampainya di depan pintu rumahnya, langkah nenek gulam terhenti karena dia tidak menemukan di mana mayat anak dan menantunya, bibirnya bergetar seakan menahan amarahnya, Matanya berkaca-kaca menahan ribuan air yang hendak keluar dari pelipis matanya, dia mengelus dinding rumah yang bercat kan warna krem, salah satu kekuatan nenek gulam, dia bisa menangkap memori apa yang terjadi dengan tempat itu, hanya dengan mengelus benda atau barang di sekitarnya.
Matanya terpejam, dadanya sesak, airmatanya mengalir begitu saja, melihat beberapa memori seperti Adonis yang dibawa pergi oleh Hans, dia melihat Mera berlari menyelamatkan anaknya. Dan memori rakyat suku Kuba yang dibantai habis habisan oleh vampire.
Seperti menyalahkan dirinya sendiri yang terpaksa menuruti apa yang putranya inginkan, dia menyesal dan seandainya dia tidak pergi hari itu mungkin kejadian ini tidak akan terjadi, isak tangis suara terdengar oleh Jasper, raut wajahnya begitu terlihat bahagia, nenek gulam temannya masih hidup.
Kriieettt, Pintu kayu itu mengeluarkan suara yang membuat nenek gulam terkejut, dia lupa bahwa dia masih mempunyai cucunya yang selamat dan dilihatnya Helen terlihat sangat senang ketika digendong oleh Jasper.
"Jesper" ungkapan harus sang nenek yang kemudian memeluk Helen dan Jasper.
"Ini"' ujar Jesper yang menyerahkan Helen kepada nenek gulam, shingga gadis cilik itu meringkuk dalam pelukan sang nenek.
Selepas kejadian itu nenek gulam membawa Helen pergi ke sebuah apartemen kecil yang berada di pusat kota yang bahkan terlihat biasa saja, tidak ada yang tahu bahwa dia adalah nenek gulam, Supranatural yang sangat terkenal di pulau Frujkan.
Bahkan dari kejadian itu nenek gulam sering bermimpi aneh tentang Hans dan kawanan nya, termasuk Janne dia memimpikan empat tahun sebelum lahir, hidup terus berlanjut nenek gulam terus mendapat panggilan karena ilmu supranaturalnyang dimilikinya, Helen sering membantu, dari uang yang di dapatkan cukup untuk menghidupi Helen bahkan dia menyimpan tabungan untuk cucuknya tersebut.
Dua bulan sebelum Janne lahir, Helen yang sekarang memasuki usia tujuh tahun itu terlihat seperti gadis normal pda umumnya, kesekolah, bermain dan merasa hidupnya adalah anugerah dari orang tuanya.
Makan malam kala itu terlihat sunyi sepi, nenek gulam memasak kari kesukaan Helen, cahaya remang yang berasal dari lilin itu membuat bayangan Helen dan nenek gulam, Gerimis datang membasahi pulau Frujkan malam itu.
"Helen, dengarkan nenek, Jika nenek mati kau harus menjaga kekuatan suku kuba, Kau harus berjanji kepada bahwa kau akan menggunakan kekuatan mudah sebaik-baiknya dan menjaga seorang gadis yang akan lahir dalam beberapa bulan lagi" ucapan nenek gulam saat itu saya akan menjadi pertanda bahwa dirinya akan pergi selamanya.
"Memangnya nenek mau kemana?" tanya gadis polos itu.
"Nenek hanya akan pergi jalan-jalan sebentar, mungkin bisa bertemu dengan ayah dan ibumu" sahut lagi nenek gulam.
"Kalau begitu Helen mau ikut" sahut gadis kecil itu.
"Kau akan bertemu dengan ayah dan ibumu yang baru yang akan menyayangimu dengan tulus menyayangi mu" ucap lagi nenek gulam yang mengelus kepala Helen.
Makan malam itu terasa nikmat, berbincang dan saling mengungkapkan aktivitas satu sama lain menjadi kebiasaan mereka, nenek gulam terkadang meminta bantuan Jesper untuk menjaga cucunya, hanya sekedar berjaga-jaga agar Hans dan kawanan nya tidak pernah menyentuh Helen.
Bahkan ucapan ramalan nenek gulam juga disampaikan kepada Jesper, bahwa anak itu akan lahir dalam waktu dua bulan dan Jasper juga memperhitungkan bahwa itu adalah hari kebangkitan untuk tuan muda Reeve. Namun dari perbincangan mereka Jesper mengetahui bahwa itu adalah akhir hidup dari nenek gulam.
Sesuai dengan ramalan dari kitab Xaffo, yang terlahir akan datang dan yang menetap akan pergi mencari jalan yang terang, istilah itu adalah bayi yang sudah di garis takdirkan datang ke dunia ini dan telah yang lama ada karena akan pergi menuju jalan yang terang. Tidak ada raut wajah sedih atau cemas, nenek gulam hanya tersenyum sambil memandang foto cucunya yang beranjak semakin besar.
"Apa kau benar-benar pergi?" tanya Jesper masih penasaran.
"Aku akan bertemu dengan Hans kembali dan disanalah aku akan pergi, selamanya tolong jaga Helen dan aku tahu warga who bisakan sangat menyayanginya" perkataan nenek gulam tidak sengaja didengar oleh Helen, dibalik ruangan yang gelap itu, Helen hanya bisa menahan tangisnya.
Perkataan yang masih di ingatnya sampai sekarang, bahkan ucapan nenek gulam benar adanya, keluarga Wems sangat menyayangi dirinya, seperti anak kandung mereka sendiri. Kalau sekarang Janne telah menikah tapi tidak ada yang berubah dari orang tua Janne, Helen dan Janne adalah anak mereka sampai kapanpun.
Helen berdiri di depan balkon, menatap bulan yang cahayanya begitu terang, dirinya tidak berharap dan tidak meminta apapun sekarang memiliki keluarga adalah rasa syukur dan bahagianya.