Di dalam sebuah kamar sewaan yang sempit dan berbau lembap, seorang pemuda tiba-tiba tersentak bangun. Napasnya memburu, matanya yang tajam memancarkan kilatan cahaya keemasan sebelum akhirnya meredup dan berubah menjadi hitam pekat.
"Ini... di mana?"
Fang Yuan melihat kedua telapak tangannya. Halus, kurus, dan tidak ada bekas luka. Ini bukan tubuh kedagingan seorang Sovereign yang bisa menghancurkan galaksi dengan satu pukulan.
Dia menoleh ke meja belajar. Sebuah ponsel jadul menunjukkan tanggal: 20 Juni 2016.
Fang Yuan tertegun, lalu tawa pelan keluar dari tenggorokannya. Tawa itu semakin lama semakin keras, menggema di dalam kamar sempit tersebut.
"Hahaha! Kesengsaraan Surgawi sembilan warna ternyata tidak menghancurkanku! Aku, Fang Yuan, Sang Penguasa Surgawi Cangqiong, justru kembali ke masa usiaku delapan belas tahun?!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon EAGLE EZ, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20.Tamu tak di undang
*BRAKK!*
Pintu gerbang kayu jati setinggi lima meter di area depan aula utama Keluarga Tang tiba-tiba terbuka dengan hantaman angin yang begitu keras. Suara dentuman itu seketika memotong musik tradisional dan tawa riuh ratusan pejabat tinggi serta jenderal yang sedang menikmati hidangan pesta ulang tahun Tuan Besar Tang Zhenhai.
Seluruh pandangan mata di dalam aula megah itu serentak beralih ke arah ambang pintu.
Di bawah rintik gerimis Ibukota, tiga sosok berjalan masuk melintasi karpet merah. Di posisi paling depan, seorang pemuda melangkah dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku jubah hitam panjangnya. Poni rambut biru keputih-putihannya yang *cool* bergerak tertiup angin malam, membingkai wajah tampannya yang sedatar es kutub. Sepasang matanya—emas di sebelah kiri, biru samudra di sebelah kanan—menatap ratusan pasang mata di dalam aula dengan tatapan superioritas yang mutlak.
Di belakangnya, Tang Xiu berjalan dengan gaun sutra anggun yang memancarkan wibawa seorang ratu bisnis, didampingi oleh Su Ruyi yang tampil sangat menawan memegang koper berisi dokumen aset.
"Siapa mereka? Berani sekali merusak estetika pintu gerbang Keluarga Tang?!" bisik seorang jenderal bintang dua di barisan kursi VIP.
"Tunggu... wanita di sebelah kiri itu... bukankah dia Tang Xiu? Putri terbuang yang diasingkan belasan tahun lalu?!"
Mendengar bisikan-bisikan itu, Tuan Besar Tang Zhenhai yang duduk di kursi singgasana emasnya langsung mengernyitkan dahi. Wajah keriputnya yang semula penuh senyum ramah berubah menjadi sangat dingin dan penuh dengan kilat penghinaan.
"Tang Xiu... Fang Yuan..." suara tua Tang Zhenhai bergaung berat lewat pengeras suara. "Kalian akhirnya datang. Mengapa kalian tidak berlutut dan bersujud di depan altar leluhur untuk menebus dosa masa lalu kalian, malah melangkah masuk seperti orang tidak berpendidikan?!"
Tang Tianlin langsung bangkit dari kursinya, melangkah maju ke tengah aula dengan senyum sinis yang mengembang di wajah tampannya. Dia menatap Fang Yuan dari atas ke bawah dengan pandangan meremehkan. "Bocah haram, apakah koper yang dibawa asistenmu itu berisi seluruh dokumen penyerahan aset 50 triliun dari Jiangnan? Jika iya, letakkan di lantai, berlututlah, dan mungkin aku akan meminta Kakek untuk memberikanmu sisa makanan pesta malam ini."
Tawa rendah terdengar dari beberapa pemuda Keluarga Tang yang duduk di barisan depan, ikut menghina kedatangan mereka.
Fang Yuan menghentikan langkah kakinya tepat di tengah aula, sekitar sepuluh meter di depan Tang Tianlin. Senyum nakal yang sangat tipis dan dingin terukir di sudut bibir tampannya. Dia sama sekali tidak memandang Tang Tianlin, melainkan langsung mengarahkan pandangannya pada Tuan Besar Tang Zhenhai yang duduk di atas.
"Tang Zhenhai," suara Fang Yuan yang merdu namun dingin bergema di seluruh aula tanpa bantuan mikrofon, dengan mudah menekan semua kebisingan yang ada. "Dua belas tahun lalu, kamu merampas seluruh hak ibuku, menanam kutukan maut di tubuhnya, dan membuang kami ke kota kecil seperti sampah."
Fang Yuan mengambil satu tangan dari saku jubahnya, lalu menjentikkan jarinya dengan malas ke arah Su Ruyi. Su Ruyi dengan sigap membuka koper emas tersebut, namun isinya bukanlah dokumen pengalihan aset, melainkan gulungan kertas kain putih panjang yang biasa digunakan dalam upacara kematian (kain kafan).
Seluruh aula seketika gempar melihat benda tabu tersebut dibawa ke pesta ulang tahun yang ke-80!
"Hari ini, aku datang bukan untuk menyerahkan Jiangnan," ucap Fang Yuan, mata kirinya mendadak berkilat dengan cahaya keemasan yang sangat pekat dan mematikan. "Aku datang untuk membawakan hadiah ulang tahun yang paling cocok untuk Keluarga Tang... yaitu selembar kain kafan untuk membungkus seluruh silsilah keluarga kalian."