NovelToon NovelToon
Bukan Janda Hina

Bukan Janda Hina

Status: tamat
Genre:Penyesalan Suami / Janda / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:235k
Nilai: 4.8
Nama Author: nita kinanti

Rissa diceraikan oleh Arvin, suaminya demi menikahi selingkuhannya yang merupakan anak atasannya. Bukannya mendapatkan simpati karena telah diselingkuhi, Rissa semakin terpuruk karena orang-orang justru lebih mendukung Arvin dengan istri barunya. Mereka bahkan tega membully Rissa di tengah keterpurukannya.

Bagaimana Rissa membalas orang-orang yang telah menyakiti hatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon nita kinanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

22. Makan Malam

Rissa sudah kembali ke aktivitasnya seperti biasa. Satu persatu perusahaan mulai menghubunginya untuk menawarkan kerja sama. Padahal sebelumnya mereka menolak tawaran kerjasama dari perusahaan Rissa.

"Riss, jam dua ada pertemuan dengan perusahaan AFX." Wina mengingatkan. Rissa pun mengangguk.

"Apa yang sudah kamu lakukan Rissa? Kenapa mereka tiba-tiba berubah pikiran?"

"Rahasia, aku tidak akan memberitahumu," balas Rissa dengan senyum misterius. Wina ikut tersenyum melihat atasannya itu kembali bisa tersenyum.

"Nanti siang temani aku makan," ucap Rissa sebelum Wina meninggalkan ruangannya.

"Baik Bos," lalu menghilang di balik pintu.

Kemudian Rissa tenggelam dalam kesibukannya. Berkas-berkas yang harus ditandatangani, proposal kerjasama dan sebagainya. Akhirnya perusahaannya kembali seperti semula dan ini membuat Rissa teringat seseorang. Entah apa yang Daniel telah lakukan, tetapi pria itu benar-benar menepati janjinya.

"Daniel ... " gumam Rissa. Dia meraih handphonenya ingin menghubungi pria itu tetapi ragu. Dia takut semakin sering berhubungan dengan pria itu Rissa akan semakin terbawa perasaan dan jatuh cinta kepadanya. Rissa tidak ingin itu terjadi karena menurutnya, Daniel adalah orang yang tidak bisa serius dan hanya ingin bersenang-senang saja dengannya.

Rissa meletakkan kembali handphone-nya. Dia mengurungkan niatnya untuk menghubungi Daniel.

Dia sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, pasti sekarang dia sudah melupakan aku dan mencari mangsa lain, batin Rissa. Lalu Rissa memilih untuk melanjutkan pekerjaannya hingga waktu makan siang tiba.

"Nanti kamu duduk di meja sendiri-sendiri, aku ingin kamu mengawasi gerak-gerik Arvin," terang Rissa dalam perjalanan mereka menuju restoran.

"Bagaimana maksudnya? Aku tidak mengerti."

"Kita akan ke restoran, di sana ada Arvin. Intinya kamu hanya perlu mengawasi Arvin, kalau perlu ambil fotonya secara diam-diam. Jika dia mendekatiku itu lebih bagus, ambil foto kami berdua. Nanti kamu akan mengerti dengan sendirinya."

"Apa aku berperan sebagai paparazi di sini?"

"Kurang lebihnya seperti itu." Lalu Rissa memarkirkan mobilnya. "Kita sudah sampai. Kamu turun duluan, lalu carilah tempat duduk yang tidak mencolok. Buat seolah kita datang sendiri-sendiri. Pesanlah makanan yang kamu suka nanti aku yang bayar. Jangan lupa bersikaplah biasa," terang Rissa panjang lebar. Dia takut Wina ketahuan karena dia bukan ahlinya di bidang ini.

"Oke," melepas sabuk pengaman lalu turun dari mobil.

Lima belas menit kemudian Rissa baru turun dari mobil lalu masuk ke dalam restoran. Benar informasi yang dia dapatkan, Arvin berada di restoran itu bersama asistennya.

Rissa melenggang dengan percaya diri melewati meja Arvin, tetapi dia pura-pura tidak melihat Arvin di sana. Kemudian dia duduk tidak jauh dari meja Arvin.

Beberapa saat kemudian handphone Rissa berdering. Rissa tersenyum lalu menjawab telepon itu.

"Ada apa?"

"Senang akhirnya bisa melihatmu Riss," ucap Arvin dari seberang telepon. "Aku duduk di dekatmu. Lihatlah ke arah kananmu," pinta Arvin.

Rissa pun menengok ke arah kanannya berpura-pura mencari keberadaan Arvin padahal sejak tadi dia tahu Arvin duduk di sana.

"Kenapa harus meneleponku? Kamu tidak berani duduk satu meja denganku lalu kita mengobrol?" pancing Rissa.

"Maaf Riss, aku sibuk sekarang. Kalau kamu mau kita bisa bertemu nanti malam. Bagaimana?" Padahal sebenarnya Arvin tidak berani mendekati Rissa karena mereka berada di tempat umum dan orang-orang sudah mengenali dia sebagai menantu Wiratama. Waktu itu Arvin berani dekat-dekat dengan Rissa karena mereka ada di luar kota.

"Boleh, kebetulan aku sedang tidak ada acara."

"Baiklah." Arvin menutup teleponnya lalu tersenyum penuh kemenangan karena dia pikir Rissa ingin memberinya kesempatan.

*

Kembali ke kantornya, Rissa langsung meminta Wina melaporkan apa yang dia dapatkan. Rissa pikir mantan suaminya itu akan langsung mendekatinya begitu melihatnya. Tetapi ternyata yang terjadi tidak sesuai dugaan Rissa. Arvin tidak seberani itu untuk menunjukkan keinginannya untuk bersamanya.

"Apa yang kamu dapatkan?" tanya Rissa. Tadinya dia berharap Wina mendapatkan foto saat Arvin sedang mendekatinya atau mungkin sedang merayunya tetapi ternyata tidak ada adegan seperti itu.

"Kamu tidak akan percaya Riss," jawab Wina menggebu seperti mendapatkan informasi yang sangat penting.

"Apa?"

"Arvin mengambil fotomu secara diam-diam. Dan dia menggunakan handphone yang berbeda dengan yang dia gunakan untuk menelfon," terang Wina sambil menunjukkan hasil fotonya. Dalam foto itu terlihat jelas sekali Arvin sedang mengabadikan setiap gerak-gerik Rissa.

"Kenapa aku tidak menyadarinya? Apakah ini baru sekarang atau sebelum-sebelumnya dia juga mengambil fotoku seperti ini?" Rissa bertanya pada dirinya sendiri.

Malam harinya...

Rissa sudah berdandan dengan cantik dan siap untuk bertemu Arvin. Laki-laki itu mengajaknya makan malam di sebuah restoran di pinggiran kota. Tentu saja dia memilih tempat yang jauh dari pusat kota karena khawatir akan ada yang melihatnya bersama Rissa.

Rissa bersiap untuk memasuki restoran, tetapi suara dering handphone menghentikan langkahnya.

"Halo," ucap Rissa.

"Jangan macam-macam Lily, aku mengawasimu!" ucap Daniel singkat, padat dan jelas lalu dia menutup teleponnya.

Rissa terheran-heran sambil melihat layar handphone-nya. "Dia mengawasiku? Apa maksudnya? Seperti orang kurang kerjaan saja!" gumam Rissa. Lalu dia melihat sekelilingnya mencari keberadaan Daniel tetapi tidak menemukannya. Sedetik kemudian Rissa tersenyum-senyum merasa keGeeRan karena ternyata Daniel masih mengingatnya.

Bergegas Rissa masuk ke dalam restoran yang sudah disambut oleh pelayan yang menanyakan reservasi. Lalu Rissa pun diarahkan ke sebuah private room dimana Arvin sudah menunggu.

"Maaf membuatmu menunggu," ucap Rissa lalu duduk di depan Arvin.

"Tidak masalah jika itu untukmu," mulai membual. "Kamu semakin cantik Riss." Arvin terus mengagumi wajah Rissa yang ternyata sangat cantik jika terawat seperti sekarang.

Tidak ada obrolan serius sampai Arvin dan Rissa selesai menikmati dessert mereka. Rissa mengikuti permainan Arvin dengan pura-pura terbuai dengan rayuannya dan berakting seolah-olah sudah memaafkannya.

"Kita jalani saja seperti ini?"

"Aku tidak keberatan."

"Terima kasih sudah mau memaafkan aku." Berkali-kali Arvin mengecup punggung tangan Rissa, yang mana dulu tidak pernah dia lakukan saat masih menjadi suaminya. Rissa pun membiarkannya untuk meyakinkan Arvin jika dia benar-benar sudah memaafkannya. Rissa hanya membalas kata-kata Arvin dengan memberikan senyuman yang paling manisnya.

"Sebaiknya kita pulang sekarang. Aku takut istrimu mencarimu."

"Aku ingin menghabiskan malam bersamamu."

"Tidak sekarang Arvin. Putuskan dulu siapa pilihanmu!" ucap Rissa lalu beranjak dari tempat duduknya meninggalkan Arvin sendirian. Rissa yakin saat ini Arvin sedang galau karena bingung harus memilih siapa. Dulu dia memilih Karin karena dia kaya, tetapi sekarang Rissa juga kaya bahkan jauh lebih cantik dari Karin, istrinya.

Sementara itu, sampai di tempat parkir Rissa terkejut karena melihat Daniel sudah bersandar di pintu mobilnya. Tatapannya dingin dan tajam hingga Rissa tidak berani melihatnya.

1
Endang Sulistia
Luar biasa
linda
ending nda jelas apa Daniel dan Rissa happy ending atau tidak. harus lebih di tingkatkan lagi.
semangat 👍
Ni Nick Nic
iya gantung ga asik
Casudin Udin
Luar biasa
Srie Sifa
ceritanya bagus,tp kyaknya gantung y
Molive(virgo girl)♍
wow
first blood
tripple kill
langssun maniac dan savace
🙀🙀🙀
Ersa
Luar biasa
Miftahul Husna
pelajaran yg dipetik dr crita ini...jd lah pribadi yg slalu baik pd siapapun mka kebaikan akan kembali pd drimu . slalu setia pd psangan dlam keadaan suka & duka...maka kebahagiaan akan sllu bersamamu . jgn memandang sesama dr derajat martabat & hartany saja krn sejati ny kita sama .
Nur Siti
sampek lupa alurmya ...soalnya kelamaan.. gk up
🍻
sampai lupa ceritanya karna kelamaan Upnya 🤪
Nur Hikmah
seneng banget deh klo Rissa ketemu daniel
Sukliang
sjrg ngmg cinta
dulu ngmg nya sangat sakit hsti
Sukliang
anaknya karin dan arvin
Sukliang
hahahaha mett ting
Sukliang
berkorban
Sukliang
mulaiiii eng ing eng
Sukliang
ooo arvin yg anjing sialan
dan karin anjing betina
Sukliang
tolol
Shaa
ogeb koq di piara Ris🤔
ros
bertambah seru ni
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!