NovelToon NovelToon
Kuntilanak

Kuntilanak

Status: tamat
Genre:Dendam Kesumat / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:85.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ifdetul Faihak

Sekar seorang wanita cantik yang meninggal dunia dengan cara yang tragis, orang-orang di desanya membunuhnya dengan begitu tega, sungguh kematian Sekar benar-benar tragis.

Sejak kematian Sekar desa anggrek yang tentram berubah total menjadi desa yang mulai angker, sebab Sekar berubah menjadi kuntilanak.

Kok bisa Sekar berubah menjadi kuntilanak? apa yang sudah terjadi padanya?

Ikuti kisahnya..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ifdetul Faihak, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melaporkan sesuatu yang tidak benar

Sekar dan pak Anton berangkat ke desa sebelah dengan menggunakan mobil juragan Doni yang ada di rumah.

Pak Anton membawa mobil itu dengan santai, dia tidak terburu-buru, sementara Sekar menatap keluar jendela dengan senyuman yang sesekali terbit, dia tampak bahagia, tidak seperti kemarin-kemarin yang terus menerus bersedih karena kehilangan sang ibu.

"Bapak ke desa sebelah mau ngapain?"

"Saya mau mendatangi adik bu Jamilah yang ada di sana, saya ingin menanyakan terkait masalah gaji karyawan, tadi ada karyawan yang datang ke rumah bilang kalau dia kerja di proyek selama 9 bulan gak di gaji, saya datang ke sana hanya ingin nanya siapa yang megang keuangan saat ini, saya takut ada karyawan lain lagi yang di perlakukan seperti itu, kasihan kan mereka sudah kerja capek-capek malah gak di gaji"

"Kenapa bapak harus datang ke adiknya bu Jamilah, kenapa gak ke juragan Doni saja?"

"Karena bu Jamilah orang yang memiliki semua aset itu, juragan Doni hanyalah orang yang mengelolanya saja, mangkanya juragan Doni diam-diam nikahin kamu, dia takut istrinya tau kalau dia nikah lagi, dia pasti tidak mau di tendang dari sisi bu Jamilah, tak heran dia melakukan ini semua!"

"Oh gitu, Sekar kira yang kaya juragan Doni, ternyata bu Jamilah"

"Iya, yang kaya itu bu Jamilah, juragan Doni cuman numpang saja, juragan Doni tidak bisa berkutik, karena bu Jamilah tidak akan segan-segan buat hempaskan dia dari sisinya, saya sekarang ingin nanya pada adiknya, percuma saya nanya sama juragan Doni, dia tidak akan ngaku membawa kemana semua uang itu"

"Proyek apa yang sedang di kerjakan pak, kenapa Sekar baru tau"

"Hotel, bu Jamilah ingin membangun hotel di luar kota, mangkanya kamu gak tau prihal proyek itu"

"Oh pantesan saja Sekar gak tau, tapi pak bagaimana seandainya Sekar ketahuan sama bu Jamilah kalau ternyata Sekar istri kedua juragan Doni yang dia nikahi secara diam-diam, dia pasti akan marah besar dong!" mulai risau Sekar.

"Saya ada di sini, tidak akan saya biarkan kamu di apa-apain sama juragan Doni, kamu tidak perlu khawatir, lagian sekarang bu Jamilah gak ada di desa ini, dia lagi healing-healing menghabiskan uangnya yang sudah bertumpukan, dia biasanya kalau sekali keluar bisa sampai 1 tahun gak pulang lagi, gak pernah dia keluar cuman 1 bulan"

"Baguslah kalau seperti itu pak, Sekar bisa sedikit merasa lega"

Pak Anton terus fokus mengemudikan mobil, Sekar terus diam dengan menatap jendela, dia melihat banyak sekali sawah-sawah yang di lewati.

Tak berselang lama dari itu mobil sampai di depan rumah besar dan mewah yang ada di desa sebelah dan terletak di pinggir jalan, rumah itu adalah salah satu rumah terbesar di desa tersebut.

"Kita sudah sampai, ayo turun!"

Sekar mengangguk, dia turun dari mobil dan menatap ke arah rumah besar itu dengan tatapan takjub.

"Besar banget rumahnya, ini beneran rumahnya adiknya bu Jamilah?" setengah tidak percaya Sekar.

"Rumah ini milik bu Jamilah, cuman di tempati sama adiknya, karena bu Jamilah ada di luar kota, biasanya bu Jamilah lebih sering berada di desa ini ketimbang di desa anggrek, jarang dia ada di desa anggrek sebelum-sebelumnya"

"Oh gitu" Sekar masih terus takjub melihat rumah yang sebesar itu, besarnya dua kali lipat dari rumah yang juragan Doni tempati.

"Ayo kita masuk ke dalam"

Sekar mengangguk, dia dan pak Anton berdiri di depan pintu rumah itu.

tok

tok

tok

"Permisi" pak Anton mengetuk pintu rumah itu.

"Siapa?" seorang wanita yang berumur sekitar 30 tahunan keluar dari dalam rumah itu.

"Anton" wanita itu langsung mengenali pak Anton.

"Iya ini saya bu" jawab pak Anton dengan ramah dan di sertai senyuman.

Pandangan wanita itu tertuju pada Sekar yang menurutnya sangat asing.

"Siapa dia Anton?"

"Dia calon istri saya bu"

Sekar langsung menatap ke arah pak Anton dengan tidak percaya.

"Kenapa pak Anton bilang gitu" batin Sekar sangat terkejut.

"Oh gitu, ayo-ayo masuk ke dalam" wanita itu mempersilahkan pak Anton dan Sekar masuk ke dalam rumahnya.

Mereka berdua masuk dan duduk di ruang tamu.

"Kenapa kamu kemari Anton, apa ada masalah di perkebunan?" wanita bernama Erna itu bertanya pada pak Anton.

"Begini bu barusan ada seorang bapak-bapak tua yang datang ke rumah juragan Doni, dia bilang selama 9 bulan dia bekerja tidak di gaji sepeserpun sama juragan Doni"

"APA, gak di gaji!" kaget bu Erna mendengar penuturan pak Anton.

"Benar bu, bapak-bapak itu gak di gaji oleh juragan Doni, mangkanya saya datang kemari untuk bertanya siapa yang megang keuangan sehingga ada karyawan yang tidak di beri upah selama itu"

"Yang megang keuangan itu kakak ipar, dulu saya megang, tapi kakak ipar gantiin karena waktu itu saya sedang melahirkan, anak saya masih kecil saya tidak bisa ngurus, tapi masa iya Anton ada karyawan yang tidak di gaji sama kakak ipar, emangnya dia kerja di mana, apa dia kerja di ladang?" beragam pertanyaan di ajukan oleh bu Erna.

"Dia tidak kerja di ladang bu, dia kerja di proyek yang ada di luar kota, saya juga terkejut ketika tau kalau ada karyawan yang di perlakuan seperti itu sama juragan Doni"

"Kalau seperti itu nanti saya akan hubungi kak Jamilah, biar dia yang meluruskan masalah ini, saya juga akan bilang kalau keuangan lebih baik kembali di pegang sama saya, kalau sama kakak ipar, takutnya kejadian ini terjadi kembali"

"Baik bu, saya mohon jangan biarkan kerja keras karyawan selama ini tidak di bayar sama sekali, kasihan mereka"

"Iya, saya tidak akan biarkan hal itu terjadi, oh ya kamu akan nikah kapan, kenapa kamu gak bilang-bilang sebelumnya kalau kamu akan nikah"

Sekar mendadak menjadi tak nyaman, dia menjadi panas dingin saat di tanya seperti itu oleh bu Erna, tapi beda halnya dengan pak Anton yang tetap tenang dengan kebohongan ini.

"Secepatnya bu, kami akan menikah secepatnya, saya pamit undur diri dulu, saya tidak bisa berlama-lama di sini"

"Ya silahkan, kalau ada apa-apa yang tidak benar di ladang kamu laporkan sama saya, gak usah takut kalau kakak ipar yang ngancem kamu yang bukan-bukan, karena di sini saya yang bayar kamu, bukan dia!"

"Baik bu, saya permisi dulu, assalamualaikum"

"Wa'alaikum salam"

Mereka berdua undur dari sana, pak Anton melajukan mobil menuju ke desa kembali setelah selesai melaporkan hal yang tidak benar itu.

1
Mega Arum
knp harus ada sebutan Pak buat anton, keliatanya Anton msh muda.. krg pas aja Thor... Anton jg terkesa tdk punya uang pdhl jd kaki tangan juragan Doni..
Indri Wulandari
bodohnya sekar enga ngedenger omongan suaminya c
Indri Wulandari
dah di larang jng krj di sana mlh ngeyel
Siti Arbainah
Curiga aku sama juragan Doni jngan" punya niat buruk sama sekar
Jujun
juragan goblok gak punya otak gak punya harga diri
shah jehan
gak sabar jadi kuntilanak.
Makhluk Angkasa: aduh siapin mentalnya ya
total 1 replies
shah jehan
saingan tetap sama orang miskin.
Bambang Setyo
Sadar dong don... Sekar jahat juga gara2 situ kan...
Bambang Setyo
Ini pak anton beneran apa sekar ya 🤔🤔🤔
Bambang Setyo
Oo.. Itu penyebabnya mala lama bikin kopi...
Bambang Setyo
Makanya bu jadi orang jangan jahat sama orang lain..
Bambang Setyo
Dah lah bu jamilah end-in aja sama sekar... Orang jahat gitu..
Bambang Setyo
Bu jamilah ini bos tapi gak baik sama karyawannya..
Bambang Setyo
Weh ko beneran ada kunti di tempat kakak.. Serem amat..
Bambang Setyo: Takutnya kuntinya nanti hadir ya kak pas kakak nulis ceritanya😀😀
total 2 replies
Bambang Setyo
Wah lolos lagi bi salamah..
Bambang Setyo
Jangan biarkan salamah selamat 😀😀😀
Makhluk Angkasa: owh jelas
total 1 replies
Bambang Setyo
😀😀😀teruskan sekar sampai mereka sadar dan meminta maaf sama kamu.. Bukannya malah tambah menghina...
Makhluk Angkasa: siap bos
total 1 replies
Bambang Setyo
Sukurin... Larilah kau yg jauh bu rohani
Makhluk Angkasa: hihihihihihihi
total 1 replies
Bambang Setyo
Emang enak bu rohani.. Terimalah pembalasanmu..
Makhluk Angkasa: sudah sepatutnya dia kayak gitu
total 1 replies
Bambang Setyo
Selidiki dulu bu beritanya baru komentar..
Makhluk Angkasa: ibu-ibu mah emang gitu, main ceplas-ceplos aja sukanya
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!