NovelToon NovelToon
Rekah Hati

Rekah Hati

Status: tamat
Genre:Single Mom / Janda / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:211.5k
Nilai: 5
Nama Author: skavivi selfish

Kendranata harusnya dipanggil ’Om’ oleh anak kembarannya. Hetty pun tak ingin benar-benar digenapi setelah pesona Pranata membawa cintanya pada hitam putih kehidupan yang menikam emosi.

Di antara harapan yang meninggi, resah yang enggan pergi, dan tanggung jawab yang melilit kalbu. Kendranata dan Hetty seakan tengah berdansa di atas bara api yang menawarkan drama-drama pelik yang menjadi konflik.

Tak sekedar benturan-benturan untuk mencapai titik pemahaman, ada Sanya yang menjadi cinta sejati Kendranata dan Sugandi yang menjadi pelabuhan terakhir si janda badung, Hetty.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon skavivi selfish, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Setengah Frustasi

Sementara langit masih gelap serupa mendung yang membuat suasana makin muram. Selepas salat subuh, Kendranata langsung mengemudikan sedan putihnya menuju komplek perumahan Timoho yang sepi dari aktivitas. Hanya segelintir orang yang berlari-lari kecil dan beberapa anjing peliharaan yang berkeliaran dan menggonggong.

Di luar pagar rumah Hetty yang gelimang cahaya lampu, Kendranata menyandarkan punggungnya seraya menurunkan jendela mobil. Wajahnya kuyu, matanya merah, semenjak mengantar pulang Bramasta dan Hetty ke lokasi ini, ia menyempatkan diri mengunjungi makam kembarannya sampai larut malam.

Kendranata mengadukan segala keluh kesahnya tentang hari-harinya yang kecut setelah kepergiannya sambil merokok dan membeli sebotol kaleng bir.

“Kita selesai urusan Hetty dan Bramasta dengan ibu dan bapak, setelah itu baru ke Sanya dan pernikahanku.” Ia bersiul sambil mengeluarkan sebatang rokok. Matanya perlahan mengabur. Kendranata hanyut pada satu-satunya alasan mengapa ia masih bertahan dalam kewarasan yang dia bentuk secara gamblang, tapi tidak dengan pagi ini.

Dia tergugu seakan dunia menghakiminya secara terus menerus tanpa ada belaian kasih yang menenangkannya.

Dari jauh, matahari telah bangkit di ufuk. Marsudi yang melihat Kendranata menekan klakson berulang kali setelah melewati belokan akhir menuju rumah Hetty, menyentakkan alam mimpi Kendranata yang terlelap dalam lamunan.

Kendranata mengusap wajahnya dengan kantuk yang sangat bebal pergi dari matanya. Sementara Marsudi turun dari kendaraannya seraya mengeluarkan buku catatan utang piutang pembeli.

Menghitung jumlah belanjaan Hetty dengan kalkulator Kendranata menghela napas panjang setelah Marsudi menunjukkan jumlah hutang yang harus ia lunasi.

Warisan Pranata lama-lama aku jual untuk membiayai mantan dan anaknya. Belum nanti setelah menikah, apa Sanya akan menerima keputusan ini. Berat sekali hal yang harus aku jalani.

Mengeluarkan uang dari dompet, Kendranata menghitung ada tiga ratus lima puluh lima ribu rupiah yang dia berikan ke Marsudi.

”Berikan saya daftar belanjaannya, mang!”

Marsudi langsung menyobek daftar belanjaan Hetty lalu menyerahkannya serupa menyerahkan mandat penting sebuah informasi dengan sopan.

Kendranata mengamatinya lalu menguap. “Besok tolong batasi belanjaan hanya dua puluh ribu sehari, mang! Lebih dari itu suruh bayar sendiri.” ucapnya serius. Bisa-bisanya pengeluaran untuk perut Hetty dan Bramasta lebih dari uang jajan untuk Sanya.

Marsudi memonyongkan bibirnya yang terlihat tebal seperti mimi peri. “Langsung turun tuju lima persen ini mas. Wah... mau bilang rugi tapi ya malu... hmm...”

Kendranata mengibaskan tangannya, “Sudah sana ider, sudah baik balik modal daripada dia menjajah saya dan menjajah anda dengan hutang-hutangnya!”

“Beres lah, manut, yang penting laku.” Marsudi memasukkan buku catatan hutang ke tasnya yang terlihat ingin Kendranata ceburkan ke dalam air yang bercampur detergen dan menguceknya.

Dari dalam rumah, Hetty yang setengah sadar menajamkan pendengarannya.

”Mamang lewat...” Tergesa ia turun dari ranjang seraya melesat keluar. Namun baru sampai di teras, ia dikejutkan dengan polah Kendranata yang memanjat pagarnya lagi.

Raut mukanya yang antusias untuk memborong dagangan Marsudi langsung sirna. Hetty cemberut, hatinya terluka pada penolakan Kendranata dan kejujurannya.

“Marsudi sudah pergi, masak yang ada saja di kulkasmu!” Kendranata nyelonong masuk, menuju kamar Hetty, membangunkan Bramasta.

”Kalo malas, kita makan di luar!” lanjut Kendranata setelah menggendong Bramasta keluar kamar. “Kamu siap-siap, aku ada sesuatu buat kamu di rumah kami di Surakarta.”

Hetty menggeleng samar sambil memegangi tirai pembatas ruang tamu dan ruang keluarga.

“Untuk apa dulu, Ken?” tanya Hetty gugup dan ingin sekali ia menutup telinga ketika Kendranata menjawab ketemu keluarga.

“Saya harus menyelesaikan satu persatu masalah yang saya alami karena masalah yang datang di kehidupan saya bukan masalah yang saya perbuat. Mengerti?”

Badai pagi-pagi yang menerpa Hetty seutuhnya menyusutkan aura di wajahnya. Ingin ia bungkam dan menolak, ingin ia pulang ke rumah orang tuanya, meminta pertolongan.

Membayangkan betapa galaknya Bu Indri dahulu membuatnya takut.

Kendranata tersenyum simpul. “Dengar... Saya akan memberi solusi, tapi keputusan ada di tanganmu.”

“Apa itu?” tanya Hetty ragu.

Kendranata mengibaskan tangannya. “Bersiap-siaplah, mandikan Bramasta sekalian! Saya tunggu di luar.”

Hetty menelan ludahnya susah payah seraya mengambil alih Bramasta. Sambil memandikannya dengan air hangat setengah jam setelah pisah Kendranata. Kadang, ia berpikir sampai kapan dia sanggup menelan rindu dan menyembunyikan anaknya dari keluarga Pranata. Meski ia ingin, meski ia sanggup ke Surakarta sendiri ia terlalu takut mendapatkan penolakan dari mereka tanpa ada bantuan dari siapapun. Tapi ia tak pernah seyakin hari ini untuk ke sana bersama Kendranata.

Ambisi pria itu mengingatkannya pada ambisi Pranata. Tidak akan ia sia-siakan menunjukkan Pranata cilik di depan Bu Indri. Dia tidak akan egois, menurut pengakuannya sendiri. Namun, apakah penerimaan akan terjadi nanti. Akan ada solusi yang baik? Hetty sesungguhnya lelah mengorbankan banyak hal yang sebetulnya merugikan dirinya sendiri dan yakin masa depan masih ada untuknya.

Kali ini, ia setuju Kendranata yang menang toh ia ingin nasib keluarga itu sepenanggungan dengannya. Ikut andil membesarkan Bramasta terlepas dari rasa bersalah dan malu yang masih menghantui.

Di teras rumah, Kendranata merokok sambil berjongkok. Setengah hatinya tidak yakin keputusannya merupakan upaya yang bijak! Tapi bagaimana jika hal itu malah sebagai satu kesalahan besar? Bagaimana jika bapak ibunya malah menambah banyak cobaan kisah cintanya sendiri?

Kendranata mengacak-acak rambutnya frustasi seraya menarik napas berat hingga dada dan bahunya naik-turun dengan kentara.

“Harus yakin! Ada yang harus aku jaga slalu.”

...♡...

1
neur
, 😎🤩
Firan Senja
Sosok kendra di JKK seolah si antagonis yg muncul sebagai destroyer. Bikin hati was was. Tapiiii di RH, mas ken ken muncul dengan karakter yang baru, yg bikin readers ga enak hati udah suudzon sama mas ken. Mungkin ini yang dimaksud kendra kalau dia berbeda dari pranata.. Kendra setia, tak mendua, berani membawa pujaan hati meski tau menurut keluarga mereka tak sekasta.
Aku suka betapa kendra teramat menjaga dirinya dari mantan kembarannya..
Full tanggung jawab meski dengan caranya atas semua warisan masalah yang ditinggalkan pranata. Ikutan ngerasa lelah saat kendra bilang capek. Segitu terbawanya aku sama cerita yang disuguhkan authornya.
Thx atas selipan slice of life yang bermakna di setiap episode nya.
Sukses,.bahagia dan sehat untuk authornya..
Firan Senja
karena kalimat ini aku suka kendra...
anita dyah Juniarti
alur ceritanya beda dr yg lain...Gk gampang tertebak...tp seru..santun bahasanya...sukaaaaa bgt...
anita dyah Juniarti
suka bgt dg ceritanya...alur cerita yg beda dr yg lain...tebakan awal sy, Hetty dg mas Ken-Ken... ternyata terkecoh saya... hehehe
Stlh ttg Mas Domi dan Jogja...sy jd penasaran dg karyamu yg lain...semangat berkarya ya..
Lia Kiftia Usman
hetty... mau gimanapun yg dihadapinya tetap hidup berjalan tanpa menunggu sampai hetty siap... waktu terus berlalu meninggalkan...
Ena Ariani
Luar biasa
nuryani muntarom
wuihhh.. tampangnya judes trnyata bijaksana jg si kendranata ini
nuryani muntarom
keluarga gendeng memang..ternyata se gendeng2nya kendranata dia yg paling bener di kelurganya, wkwkwk
nuryani muntarom
wkwkwk..sebelas dua belas sm pranata
nuryani muntarom
wahh..telak bgt. Sanya pinter jg..
nuryani muntarom
please thor..bikinin sequelnya yg versi POV nya dominic dan pranata. Aq nyesek bgt tau gak thor sm oengkhianatan pranata ke rastanty & Dominic, lagian knpa jg Dominic nya diem wae ditikung sm pranata padahal Dominic kan lbh dulu suka sm rastanty
ig : skavivi_selfish: POV Dominic ada di cerita Jogja, Kamu, dan Kenangan kak. kalau POV pranata belum buat, follow Instagram aja buat tau infonya
total 1 replies
Anggita Sari
Luar biasa
Elisanoor
bikin nagih karya Sist Vivi, pdhl lagi nonton drama korea tapi pengen baca novel2 Sist Vivi 😅
may
Melayang dikit🤣🤣🤣
Widayati Y
Luar biasa. suka karya mb vi
Ray Aza
ratih opo mira thor?
Ray Aza
/Tongue//Tongue//Tongue//Tongue//Tongue/..... syuukaaaaa.... selevel ini sm pasangan icel n paijo. soriii bacanya paijo duluan thor.. tadinya ga minat sm heti tp kepo sm pov ken ken... heheheheee
Ray Aza
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/..... mantaabsss...
Ray Aza
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/.... makjlebbb..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!