NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Kupu-Kupu Malam

Mengejar Cinta Kupu-Kupu Malam

Status: tamat
Genre:Romantis / Duniahiburan / Tamat
Popularitas:267.5k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Andila

Abraham Elvano, seorang pengusaha sukses yang terkenal akan keramahan dan kebaikannya. Dia bukan hanya baik, tapi juga setia kepada satu wanita saja. Tidak seperti kebanyakan pengusaha sukses lainnya yang suka bergonta-ganti wanita.

Namun, ada suatu kejadian yang membuatnya terpaksa berpisah dengan wanita yang dia cintai. Selain itu, dia juga harus menghabiskan malam panas bersama seorang wanita penghibur.

"apakah aku benar-benar tidur denganmu?" tanyanya sembari melihat wanita cantik yang ada di sampingnya.

"tentu saja, Tuan! bukan hanya sekedar tidur, tapi anda juga menikmati tubuhku!"

Apakah yang sebenarnya terjadi pada Abraham?

Dan siapakah wanita yang melewati malam panas bersamanya?

Yuk, ikuti kisah perjalanan mereka yang penuh dengan kejutan!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Andila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab. 22. Api Asmara.

Abra mencoba untuk mendorong tubuh Bella, tetapi bukannya menjauh, wanita itu malah naik ke atas pangkuannya membuat Abra tercengang dengan apa yang sedang terjadi.

Bella yang sudah mabuk berat tidak sadar dengan apa yang dia lakukan, bayang-bayang masa lalu saat dia menjadi wanita malam membuatnya melakukan hal seperti ini.

Sekuat tenaga Abra melepaskan ciu*man panas itu dan menahan kepala Bella, dia segera mendudukkan wanita itu dikursi belakang lalu keluar dari mobil.

Napas Abra tersengal-sengal karna ciuman maut Bella, dia lalu menekan hasratnya yang mulai naik akibat goyangan wanita itu.

"Si*al! Untung saja dia pulang bersamaku, kalau sama yang lain dan dia seperti itu. Bisa-bisanya mereka sudah bermain di dalam mobil!"

Abra mengusap wajahnya dengan kasar, setelah merasa lebih baik. Dia kembali masuk ke dalam mobil dan duduk di belakang kemudi, Abra melirik ke belakang untuk memastikan Bella diam di tempat itu.

Setelah melihat Bella tidur, Abra mulai melajukan mobilnya menuju rumah wanita itu. Jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, tetapi jalanan masih saja padat membuat mobilnya tidak bisa melaju cepat.

Beberapa kali Abra mengawasi pergerakan Bella, apalagi saat wanita itu mendessah, dia benar-benar hampir gila karna menahan gejolak birahi yang mulai merasukinya.

Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di halaman rumah Bella. Abra segera menggendong wanita itu dan mendudukkannya di kursi yang ada di teras rumah itu.

"Bella, kita sudah sampai di rumahmu! Cepat buka pintu dan masuk ke dalam!"

Abra menepuk-nepuk pipi Bella, tetapi wanita itu malah bergumam tidak jelas dan kembali terlelap.

"Astaga, bagaimana aku membawanya masuk? Dia benar-benar tidak boleh mabuk lagi!"

Abra lalu membuka tas Bella dan mencari-cari kunci rumah itu, lalu matanya melihat sebuah kertas yang berisi pemeriksaan dari rumah sakit.

Dia mencoba untuk melihatnya, tetapi gerakan Bella mengejutkannya membuat dia kembali meletakkan surat itu.

"Dapat!"

Akhirnya Abra menemukan kunci rumah yang terselip di antara buku, dengan cepat dia membuka pintunya dan membawa Bella masuk ke dalam.

Abra membaringkan tubuh Bella di atas ranjang, setelahnya dia membuka sepatu dan stoking yang masih melekat dikaki wanita itu.

Dia mendudukkan tubuhnya di pinggir ranjang, matanya melihat ke arah foto-foto Bella dengan seorang anak lelaki yang sangat mirip dengan wanita itu.

"Apa itu adiknya? Lalu, di mana dia sekarang?"

Abra mencoba untuk melupakan sesuatu yang tidak penting itu, dia beranjak bangun dan hendak pergi dari tempat itu.

"Jangan tinggalkan aku!"

Abra terdiam saat tangannya di cengkram oleh Bella, dia lalu melihat wanita itu yang ternyata sudah membuka kedua matanya.

"Kau sudah bangun?"

Bella menganggukkan kepalanya dengan tangan yang masih memegang tangan Abra, dia lalu menarik tangan itu membuat Abra kembali duduk di pinggir ranjang.

"apa kau butuh sesuatu?"

"Jangan tinggalkan aku!"

Abra kembali diam, dia tidak tau apakah Bella saat ini sadar atau tidak. Akan tetapi, dia tetap tidak tega untuk meninggalkan wanita itu saat seperti ini.

"Baiklah, aku tidak akan ke mana-mana! Sekarang tidur ya."

Abra mengusap kepala Bella dengan sayang, terlihat wanita itu mulai memejamkan mata walau pegangan tangannya tetap kuat.

Tangan Abra terasa sangat nyaman dikepala Bella, antara sadar dan tidak, tetapi dia menikmati setiap sentuhan yang lelaki itu berikan.

Lama kelamaan, rasa kantuk mulai menerjang kedua mata Abra. Dia berusaha untuk menahannya sampai Bella benar-benar tidur, setelah itu dia baru kembali ke rumah.

Perlahan namun pasti, kedua mata Abra mulai terpejam dengan tubuh yang menyandar disandaran ranjang. Tangannya sudah tidak lagi mengusap kepala Bella, karna kini dia sudah memasuki alam mimpi.

Tepat pukul 3 pagi, Bella merasa sangat haus hingga tenggorokannya terasa sakit. Dia mencoba untuk bangun dengan kepala sedikit pusing, berusaha untuk mengumpulkan nyawa yang seakan-akan bertebangan ke atas awan.

Deg, begitu nyawanya terkumpul dengan sempurna. Bella merasa sangat terkejut saat melihat keberadaan Abra, beberapa kali dia mengucek kedua matanya, tetapi lelaki itu tetap ada di sana.

"Tu-Tuan! Kenapa Tuan ada di sini?"

Bella menepuk-nepuk bahu Abra, tetapi tidak ada sedikitpun pergerakan dari laki-laki itu. Dia lalu mencoba untuk membaringkan tubuh Abra, yang terlihat sangat tidak nyaman tidur dalam keadaan duduk seperti itu.

Setelah berhasil membaringkannya, Bella beranjak keluar kamar. Dia dapat melihat mobil Abra terparkir di halaman rumahnya, dia juga melihat tasnya dan tas laki-laki itu ada di atas kursi.

"Apa Tuan Abra mengantarku pulang?"

Yah, mungkin memang begitu kejadiannya karna dia tidak bisa mengingat apapun. Kemudian Bella berjalan ke dapur untuk mengambil minum, dia juga membawanya ke dalam kamar karna mungkin saja Abra ingin membasahi tenggorokan.

Bella lalu duduk di pinggir ranjang, dia memperhatikan wajah tenang Abra yang sedang terlelap. Wajah itu sangat tampan, hidung mancung dan alis tebal yang tertata rapi.

Tanpa Bella sadari, saat ini dia sudah benar-benar mengecup bibir Abra. Dia yang baru sadar dengan apa yang dilakukan segera memundurkan tubuh, tetapi terlambat. Tengkuknya sudah ditahan oleh tangan lelaki itu, dan melummat bibirnya dengan rakus.

Dia yang awalnya tidak bermasud seperti ini mencoba untuk melepaskan diri, tetapi ciuman dan Abra di bibirnya benar-benar memancing gairah.

"Tuan-"

"Ssshh, nikmati saja, Sayang!"

Tbc.

1
dewi_nie
Luar biasa
N Wage
banker=brankar?
Banu Tyroni
wah....
Banu Tyroni
... cinta pada sex pertama 🤣🤣
Banu Tyroni
ini type papa otoriter.
Banu Tyroni
betul-lah seperti itu....
Banu Tyroni
... ini mah pasti Bella 🙂
Banu Tyroni
... pengorbanan 😭
Banu Tyroni
... butuh uang ini mah 🙂
Banu Tyroni
Hah.....
Banu Tyroni
.... lanjut Thor 👍
Banu Tyroni
... itu mah bukan sahabat.
endang sw
Luar biasa
Silvi Vicka Carolina
empat tahun baru oprasi...trakir umur 8 tahun ...brapa duit habis untuk 4 tahun sewa kamar
Silvi Vicka Carolina
oooo kakak ipar nya soni
Silvi Vicka Carolina
ini lebih murah daripada pelacur ....pelacur di bayar sedangkan stefi iklas hadeh
Silvi Vicka Carolina
sesudah menceritakan klo abra menghamili cewek .....otaknya lambat mikir .....hehhehe
Silvi Vicka Carolina
emng bisa ya main peluk dokter apa gak takut di labrak ama istri dokter ya
Silvi Vicka Carolina
apa da pernah make jasa nya cewek tsbt ...atau yang make ampek 4 orang itu
Silvi Vicka Carolina
emng kopi aman buat jantung ...apalagi baru kena serangan jantung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!